Negara Kesatuan Republik Indonesia

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

1. Bentuk Negara
Pemakaian istilah bentuk negara masih memiliki perbedaan dan belum ada
keseragaman. Istilah bentuk negara dipakai untuk kerajaan dan republik serta ada
pula yang dipakai untuk negara kesatuan dan negara federal atau serikat. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Istilah bentuk negara berasal dari bahasa Belanda, yaitu “staatvormen”.
Menurut R. Kranenburg dalam bukunya Algemene Staatsleer, istilah bentuk
negara diartikan sebagai “monarchieen” (monarki) dan “republieken” (republik).
Pendapat yang sama dikemukakan oleh Niccolo Machiavelli, yang mengemukakan
bentuk negara menjadi 2 (dua) yaitu monarki dan republik. Di dalam bentuk
negara sekaligus mengatur mengenai sistem pemerintahannya.
Leon Duguit dalam buku Algemene Staatsleer, mengemukakan pendapat
yang berbeda berkaitan dengan bentuk negara. Menurut Leon Duguit monarki dan
republik merupakan bentuk pemerintahan (forme de gouvernement), sedangkan
yang dimaksud dengan bentuk negara adalah negara kesatuan, negara serikat dan
perserikatan negara-negara. Pendapat yang dikemukakan oleh Leon Duguit lebih
cocok digunakan dalam perkembangan negara modern.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menurut para ahli ilmu negara istilah staatvormen diterjemahkan ke dalam bentuk negara yang meliputi negara kesatuan, federasi, dan konfederasi. Jika dilihat dari bentuk negara yang berlaku umum di dunia maka bentuk negara secara umum dibagi menjadi 2 (dua), yaitu negara kesatuan dan negara federasi. Negara kesatuan merupakan bentuk negara yang sifatnya tunggal dan tidak tersusun dari beberapa negara yang memiliki kedaulatan, tidak terbagi, dan kewenangannya berada pada pemerintah pusat.
Negara federasi atau serikat adalah negara bersusunan jamak, terdiri atas beberapa negara bagian yang masing-masing tidak berdaulat. Kendati negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet sendiri, yang berdaulat dalam negara serikat adalah gabungan negara-negara bagian yang disebut negara federal. Setiap negara bagian dalam negara federasi bebas melakukan tindakan ke dalam, asal tidak bertentangan dengan konstitusi federal. Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain) hanya dapat dilakukan oleh pemerintah federal.
Pada negara serikat (federal) ditandai dengan beberapa karakteristik yang khas, yaitu:
1) adanya supremasi konstitusi federal,
2) adanya pemencaran kekuasaan antara negara serikat dengan negara bagian, dan
3) adanya suatu kekuasaan tertinggi yang bertugas menyelesaikan sengketa-sengketa yang mungkin timbul antara negara serikat dan negara bagian.
Selain bentuk negara kesatuan dan federasi, terdapat bentuk negara lain, yaitu konfederasi dan serikat negara. Konfederasi adalah bergabungnya beberapa negara yang berdaulat penuh. Untuk mempertahankan kedaulatan intern dan eksternnya mereka bersatu atas dasar perjanjian internasional. Perjanjian tersebut diakui dengan menyelenggarakan beberapa alat perlengkapan sendiri yang memiliki kekuasaan tertentu terhadap negara anggota konfederasi, tetapi tidak terhadap warga negara tersebut. Adapun, serikat negara merupakan suatu ikatan dari dua atau lebih negara berdaulat yang lazimnya dibentuk secara sukarela dengan suatu persetujuan internasional berupa traktat atau konvensi yang diadakan oleh semua negara anggota yang berdaulat.

Negara Kesatuan Republik Indonesia | medsis | 4.5