Negara Kesatuan Republik Indonesia (2)

2. Negara Kesatuan
Negara kesatuan adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, yang
berkuasa hanya satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah sebagai
bagian dari negara.
Berikut adalah beberapa pengertian negara kesatuan menurut para ahli, di
antaranya sebagai berikut.
a. C.F. Strong, dalam bukunya Modern Political Constitutions, negara
kesatuan merupakan bentuk negara yang memiliki kedaulatan tertingggi unduhan (3)
berada di tangan pemerintah pusat.
b. Moh. Kusnadi dan Harmaily Ibrahim, dalam bukunya Pengantar
Hukum Tata Negara Indonesia, negara kesatuan adalah negara yang
susunan negaranya hanya terdiri atas satu negara saja dan tidak dikenal
adanya negara di dalam negara.
c. Abu Daud Busroh, dalam bukunya Ilmu Negara, negara kesatuan adalah
negara yang tidak tersusun dari beberapa negara, melainkan negara
bersifat tunggal dan tidak ada negara dalam negara.
Negara kesatuan sering juga disebut sebagai negara unitaris, unity. Unitaris
merupakan negara tunggal (satu negara) yang monosentris (berpusat satu),
terdiri hanya satu negara, satu pemerintahan, satu kepala negara, satu badan
legislatif yang berlaku bagi seluruh wilayah negara.Hakikat negara kesatuan
yang sesungguhnya adalah kedaulatan tidak terbagi-bagi, baik ke luar maupun ke
dalam dan kekuasaan pemerintah pusat tidak dibatasi.
Pada dasarnya negara kesatuan berbeda dengan negara serikat. Hal ini
ditunjukkan berdasarkan dua kriteria yang membedakan negara kesatuan dan
negara serikat. Pertama, dalam negara kesatuan organisasi bagian-bagian
negara dalam garis-garis besarnya telah ditetapkan oleh pembentuk undangundang
pusat. Adapun, dalam negara serikat, negara bagian memiliki wewenang
membentuk konstitusi sendiri dan berwenang mengatur organisasi sendiri dalam
rangka konstitusi federal. Kedua, dalam negara kesatuan, wewenang pembentuk
undang-undang pusat ditetapkan dalam suatu rumusan yang umum dan wewenang
pembentuk undang-undang yang lebih rendah (lokal) tergantung pada badan
pembentuk undang-undang pusat. Adapun, pada negara serikat wewenang
pembentuk undang-undang adalah pusat untuk mengatur hal-hal tertentu, telah
diperinci satu persatu dalam konstitusi federal. Berdasarkan hal tersebut di atas, dalam praktiknya negara kesatuan memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut.
1. Negara kesatuan secara struktural lebih sederhana.
2. Bagi negara Indonesia, yang tingkat pendidikan masyarakatnya relatif belum merata, apabila terdapat kekurangan tenaga ahli dalam bidang pemerintahan maka kekurangan tenaga ahli tersebut dapat disiapkan oleh pemeritah pusat.
3. Biaya personel lebih murah, tetapi jalur birokrasi lebih panjang dan relatif memakan waktu.
4. Relatif lebih stabil untuk mengurangi kecemburuan kemajuan antardaerah, karena bagi daerah yang kurang maju dapat dimintakan anggaran dari pusat dan subsidi-subsidi lainnya.
5. Mengurangi timbulnya sikap provinsialisme dan sparatisme.
3. Tujuan Negara Kesatuan
Charles E. Merriam, dalam bukunya A History of American Political Theories mengemukakan lima tujuan yang ingin dicapai oleh negara kesaatuan, yaitu keamanan ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan. Kelima tujuan tersebut dapat direduksi menjadi kesejahteraan atau kemakmuran bersama.

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indonesia adalah negara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara
Benua Asia dan Benua Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra
Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari kurang
lebih 17.000 pulau. Oleh karena itu, Indonesia disebut juga sebagai Nusantara.
Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tujuan negara terdapat dalam
Alinea Keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, yaitu sebagai berikut.
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2. Memajukan kesejahteraan umum.
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara merdeka
dengan aneka corak keragaman dan warna-warni kebudayaan. NKRI adalah
kesatuan wilayah dari Sabang di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sampai
Merauke di Irian Jaya (Papua). Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan
agama yang berbeda. Semboyan nasional Indonesia, ”Bhinneka Tunggal Ika”,
yang mempunyai arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Selain memiliki populasi
padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Indonesia yang lahir melalui Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 telah memiliki tekad yang sama, bahwa negara ini akan eksis di dunia internasional dalam bentuk negara kesatuan. Kesepakatan ini tercermin dalam rapat-rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam menyusun UUD. Soepomo dalam Sidang BPUPKI menghendaki bentuk negara kesatuan sejalan dengan pahamnya negara integralistik yang melihat bangsa sebagai suatu organisme. Hal ini antara lain juga dikemukakan oleh Muhammad Yamin, bahwa kita hanya membutuhkan negara yang bersifat unitarisme dan wujud negara kita tidak lain dan tidak bukan adalah bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bentuk negara kesatuan tersebut didasarkan pada 5 (lima) alasan berikut.
1. Unitarisme sudah merupakan cita-cita gerakan kemerdekaan Indonesia.
2. Negara tidak memberikan tempat hidup bagi provinsialisme.
3. Tenaga-tenaga terpelajar kebanyakan berada di Pulau Jawa sehingga tidak ada tenaga di daerah untuk membentuk negara federal.
4. Wilayah-wilayah di Indonesia tidak sama potensi dan kekayaannya.
5. Dari sudut geopolitik, dunia internasional akan melihat Indonesia kuat apabila sebagai negara kesatuan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (2) | medsis | 4.5