Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan

Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita

Naskah Siaran Berita – Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik. Anda akan berlatih mengemukakan komentar terhadap informasi yang telah didapatkan. Sebelumnya, Anda akan memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan menyimak. Dengan demikian, kemampuan menyimak dan berpikir kritis Anda akan terlatih.

Naskah Siaran Berita- Informasi yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan diri kita dalam menyikapi situasi dan kondisi. Biasanya, informasi yang hadir ke tengah masyarakat akan menimbulkan beragam tanggapan. Tanggapan tersebut dapat berupa tanggapan mendukung, menolak, atau mengkritik. Hal ini sesuai dengan sudut pandang setiap penerima informasi. Informasi yang didapat dari sebuah berita televisi atau radio akan menimbulkan tanggapan beragam. Pola pikir dalam menyimak informasi tidak selamanya harus sejalan dengan kondisi penerima informasi. Anda pun mungkin memiliki pandangan tersendiri terhadap informasi yang Anda simak. Menyimak adalah suatu kegiatan yang merupakan suatu proses. Tentunya dalam proses ini terdapat tahap-tahap. Adapun tahapantahapan saat kita menyimak informasi adalah sebagai berikut.

Naskah Siaran Berita

1. Tahap Mendengar Dalam tahap ini, kita baru mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya. Jadi kita masih berada dalam tahap hearing. 2. Tahap Memahami Setelah kita mendengar, akan ada keinginan bagi kita untuk mengerti atau memahami dengan baik isi pembicaraan yang disampaikan oleh sang pembicara. Maka sampailah, kita dalam tahap pemahaman. 3. Tahap Menginterpretasi Dalam tahap ini, penyimak yang baik, yang cermat dan teliti, belum puas kalau hanya mendengar dan memahami isi ujaran sang pembicara; dia ingin menafsirkan atau rnenginterpretasikan isi, butirbutir pendapat yang terdapat dan tersirat dalam ujaran itu. Dengan demikian, sang penyimak telah tiba pada tahap interpreting. 4. Tahap Mengevaluasi Setelah memahami serta dapat menafsir atau menginterpretasikan isi pembicaraan, sang penyimak pun mulailah menilai atau mengevaluasi pendapat serta gagasan sang pembicara, di mana keunggulan dan kelemahan, di mana kebaikan dan kekurangan sang pembicara; maka dengan demikian sudah sampai pada tahap evaluating. 5. Tahap Menanggapi Tahap ini merupakan tahap terakhir dalam kegiatan menyimak; sang penyimak menyambut, mencamkan, menyerap serta menerima gagasan atau ide yang dikemukakan oleh sang pembicara dalam ujaran atau pembicaraannya; sang penyimak pun sampailah pada tahap menanggapi (responding). Tanggapan dapat berupa penolakan atau pendapat.

Bacalah informasi berikut oleh salah seorang di antara Anda. Bacalah seperti seorang pembaca berita membawakan isi teks berita yang dibacanya. Selama teman Anda membacakannya, tutuplah buku Anda. Simaklah dengan saksama hal-hal yang disampaikan dalam isi berita berikut.

Ratusan Warga Pesisir Selatan Butuh Bantuan

Pemirsa Headline News, Ratusan warga korban gempa di Kanagarian Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Selasa (18/9), masih bertahan di tenda-tenda darurat. Kini, mereka butuh bantuan. Sejak terjadi gempa, Rabu pekan lalu, setiap orang baru menerima bantuan beras empat kilogram dan dua bungkus mi instan. Warga setempat juga mengaku membutuhkan pelayanan kesehatan. Anak-anak mereka, mulai menderita berbagai penyakit akibat tidur di tenda terbuka. Hingga kini, warga Kanagarian Sungai Tunu hanya menyimpan 50 helai selimut. Jumlah ini tidak sesuai dengan jumlah warga yang tinggal di tenda darurat. Lain lagi dengan ratusan warga korban gempa di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Mereka terpaksa kembali ke desa, karena kesal tak kunjung menerima bantuan. Kebanyakan pengungsi adalah transmigran asal Jawa di Desa Rawa Bangun Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko. Sejak terjadi gempa, warga Desa Rawa Bangun mengungsi ke Bukit Solang, wilayah paling utara Provinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Menurut Nurcahyo, salah seorang pengungsi, selama tiga hari mengungsi, mereka baru mendapat 10 karung beras dari masyarakat peduli gempa yang kebetulan melintas di pengungsian. Sumber: www.metrotvnews.com

Dari isi berita tersebut Anda dapat mengerucutkan permasalahan untuk ditanggapi dengan menjawab hal-hal berikut. 1. Apa yang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat? 2. Bagaimana keadaan warga setempat di sana? 3. Mengapa mereka membutuhkan bantuan? 4. Siapakah yang berkewajiban membantu mereka? 5. Di manakah tempat pengungsian mereka?

Naskah Siaran Berita – Uji Materi

1. Buatlah kelompok dengan jumlah anggota lima orang. 2. Bacalah dengan baik teks berikut oleh salah seorang di antara Anda. 3. Tutuplah buku Anda selama teman Anda membacakan dan catatlah hal-hal yang kiranya penting.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Jalur Alternatif Pantura Rusak

Pemirsa Headline News, Menjelang arus mudik Lebaran 2007, sejumlah jalur alternatif di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di Pekalongan hingga Tegal, Jawa Tengah, rusak parah dan rawan longsor. Salah satunya jalur alternatif yang menghubungkan Pemalang-Tegal-Purwokerto sepanjang 100 kilometer yang menjadi jalan tembus jalur Pantura ke jalur Selatan. Jalan di eks Kerisedanan Pekalongan ini bergelombang, amblas dan terjadi penggelembungan serta aspal mengelupas. Kini, di permukaan jalan hanya tertinggal pecahan batu yang membahayakan apabila dilalui. Jalur ini selalu digunakan pemudik apabila terjadi kemacetan di jalur utama Pantura setiap musim arus mudik lebaran. Di jalur alternatif Kedung Jati, Pemalang-Tegal, misalnya. Jalur alternatif sepanjang 30 kilometer ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan akibat kondisi jalan yang cukup parah. Jalur yang menjadi satu-satunya alternatif kendaraan dari arah Pemalang menuju Purwokerto ini dipastikan tidak bisa dilalui pada arus mudik mendatang. Sumber: www.metrotvnews.com

4. Sampaikanlah tanggapan dan solusi Anda terhadap permasalahan yang terdapat dalam isi berita tersebut. 5. Berikan tanggapan terhadap solusi yang disampaikan oleh kelompok lain. Gunakanlah tabel penilaian

Rangkuman 1. Cerpen sebagai karya fiksi dibangun oleh unsur-unsur pembangun yang sama. Cerpen dibangun dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. 2. Dalam cerpen terdapat hal-hal menarik yang dapat dianalisis dan diidentifikasi. Hal-hal tersebut berkenaan dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerpen merepresentasikan kehidupan masyarakat. 3. Tahapan dalam kegiatan menyimak berita, antara lain tahap mendengar, tahap memahami, tahap menginterpretasi, tahap mengevaluasi, dan tahap menanggapi.

Naskah Siaran Berita – Refleksi Pelajaran

Kegiatan mendiskusikan hal menarik sebuah cerpen akan membuat Anda kritis dan lebih mengetahui unsur-unsur yang terkandung cerpen tersebut. Selain itu, pengetahuan dan tingkat apresiasi Anda akan lebih terolah dengan mengetahui secara mendalam hal-hal yang menyangkut masalah kehidupan dalam karya sastra. Anda dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari karya sastra yang dibaca. Adapun kegiatan menanggapi siaran berita akan meningkatkan daya simak Anda. Di samping itu, Anda akan terbiasa menyerap informasi-informasi aktual yang bermanfaat. Dengan banyak menyerap informasi, Anda akan mendapat banyak inspirasi yang dapat dituangkan ke dalam tulisan.

Naskah Siaran Berita – Mabuk Karya Raisal Kahf

“Ayo! Buruan dong jalannya! Lama banget sih? Please degh!” teriak Vicky sambil memegang-megang pentungan imitasi yang terbuat dari gagang pengki sodokan sampah. “Ayo, ayo! Matanya jangan belanja! Ini bukan pasar baru woi!” Rahmi tidak mau kalah. Sementara itu, di mulut tenda, Raisal malah asyik dengan handphone-nya. Di alam pegunungan seperti ini memang sering terjadi krisis sinyal. Siasia saja membawa handphone ke tempat ini. “Uh! tahu gini sih engga usah bawa-bawa handphone segala,” gerutu Raisal sambil mengayunayunkan handphone-nya. “Sal, Rani sama Yudi ke mana? Kok dari tadi nggak keliatan sih?” tanya Rahmi sambil mengolesi wajah adik-adik tingkatnya dengan arang. “Iya nih, udah acara kita padet banget, seniorsenior kita belum pada dateng, eh, si Rani sama Yudi malah ngilang gitu aja. Masa sih cuma kita yang kerepotan.” “Ya udah deh, aku nyari mereka dulu ya?” ujar Raisal. “O, tapi jangan lama-lama, udah sore nih!” ujar Vicky sambil terus mengerjai adik-adik tingkatnya. “Oks!” *** Semburat ungu menghias di langit jingga. Hari sudah senja. Tak lama lagi gemerlap bintang akan singgah di lanskap langit. Raisal masih sibuk mencari Yudi dan Rani, temannya sesama panitia penerimaan anggota baru ekstrakurikuler kabaret. Ya, ini adalah kali kedua bagi mereka singgah di bumi perkemahan Rancaupas Ciwidey. Tahun lalu mereka pun berada di sini. Hanya saja saat itu mereka masih jadi junior yang harus menikmati gemblengan dari seniorsenior mereka. Raisal belum juga berhasil menemukan Yudi dan Rani. Kemudian tanpa sengaja Raisal sampai di sebuah tempat yang membawa ingatannya ke masa lalu, tepatnya setahun lalu. Saat itu Raisal dan Rani mencuri-curi kesempatan untuk beristirahat. Mereka capek karena terus-terusan dibombardir oleh omelan para senior. “Sal, ngumpetnya di sini aja ya? Capek nih!” ujar Rani terengah-engah.

“O ya udah. Aku juga capek banget tau!” ujar Raisal sambil menyemprotkan parfum Aqua di Gio ke lehernya. “Lho? Hare gene sempet-sempetnya bawa parfum? Buseeet!” ujar Rani sambil menyikut lengan Raisal. “Kenapa? Mau? Niiih…..” Raisal menyemprotkan parfumnya pada Rani. “Iihhh…apaan sih…eh…kok wanginya enak ya? Wah, beli di mana, Sal?” “Ada deh…yah lumayanlah biar nggak bau, soalnya dari kemaren nggak mandi gitu loh!” Raisal memasukkan botol parfum mininya itu ke dalam saku. “Halah, itu kan kamu, kalo aku sih engga usah mandi dan pake parfum juga tetep aja wangi, emangnya kamu, hehehe…” ledek Rani. Tiba-tiba mata Rani tertuju pada sesuatu di atas kepalanya. “Ih, ya ampun! Bunga apaan tuh? Serem amat, mirip pocong!” ujar Rani asal. Raisal segera menengadahkan kepala. “Oh, itu bunga kecubung Ran, bagus yah? Eh, tapi jangan salah lho, bunga itu bisa bikin mabuk lho!” Rani beranjak dari duduknya. Dia mengamati bunga berwarna putih itu dengan saksama. “Ih, ternyata lucu juga ya? Tapi masa iya sih bunga cantik gitu bikin mabuk? Sal, mau dong. Tolong ambilin satu aja, pliz,” pinta Rani. Raisal pun segera memetik salah satu bunga itu. Dia lalu memberikan bunga itu pada Rani. Mendadak muncul euforia dalam hatinya. Dadanya berdegup kencang. Kelebat angin lalu-lalang di sekitar mereka. Rambut panjang Rani melayang ringan terbawa angin. Benar-benar mirip adegan romantis dalam sinetron! Sejak itulah muncul sebuah perasaan dalam diri Raisal. Perasaan yang entah datang dari mana dan entah apa namanya. Senja melatari munculnya benih-benih cinta Raisal pada Rani. Kemilau jingga berpadu dengan aroma Aqua di Gio yang bertebaran bersama angin sore itu. Semua seakan berpadu menyaksikan bangkitnya cinta dalam diri Raisal. Ternyata bunga kecubung memang memabukkan. Bunga itu telah membuat Raisal mabuk cinta. *** Setahun setelah kejadian itu, ternyata Raisal masih mabuk cinta pada Rani. Tetapi, dia belum mampu mengungkapkan perasaannya pada Rani. Sampai saat ini Raisal belum menemukan saat yang tepat untuk mengutarakan perasaannya. Bagi Raisal saat paling tepat adalah saat dirinya dan Rani berada di tempat yang sama di mana perasaan Raisal tumbuh untuk pertama kalinya setahun yang lalu. Mungkin hari ini. Sambil berjalan menyusuri jalan kenangannya dengan Rani, Raisal mengamati bunga kecubung yang merekah di mana-mana. Seperti juga perasaan cintanya pada Rani. Merekah dan siap untuk dipetik. Bungabunga itu semakin membuatnya mabuk! Tiba-tiba perhatian Raisal tertuju pada dua sosok orang di depannya yang terhalang deretan pohon.

“Lho? Itu kan Rani sama Yudi.” Raisal segera berlari mendekat ke arah mereka. Harapannya, dia bisa mengobrol dengan mereka. “Ra…” tiba-tiba mulutnya mendadak bungkam. Raisal melihat Yudi menyelipkan setangkai bunga kecubung kecil di telinga Rani. Dari wajah Rani terpancar kebahagiaan, begitu juga dengan Yudi. Mungkin bunga kecubung itu telah membuat mereka mabuk cinta. Ya, bunga kecubung memang memabukkan! Raisal segera pergi meninggalkan Rani dan Yudi dengan hati yang patah. Baginya, cinta telah berakhir di batas pematang jagat raya jiwanya. Semuanya mendadak bagai ruang hampa udara yang sunyi.

Naskah Siaran Berita – Sumber: www.kahfiez.blogspot.com

 

Tentang Menanggapi Naskah Siaran Berita dalam Tayangan | medsis | 4.5