Merangkum Isi Informasi dari Tabel dan Grafik

Merangkum Isi Informasi dari Tabel dan Grafik

Merangkum Isi Informasi

Merangkum Isi Informasi

Merangkum Isi Informasi

Merangkum Isi Informasi- Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel atau grafik ke dalam beberapa kalimat. Dengan demikian, Anda memiliki kemampuan tambahan, yaitu membaca grafik dan tabel. Hasil bacaan tersebut dapat Anda tuangkan ke dalam kalimat-kalimat uraian. kemampuan Anda dalam membaca pun akan meningkat

Dalam pelajaran sebelumnya, Anda belajar cara memperoleh informasi dari berbagai media. Dalam kenyataannya, ada informasi yang dilengkapi dengan tabel atau grafik. Oleh karena itu, kali ini Anda akan belajar merangkum isi informasi dari tabel atau grafik. Dengan demikian, Anda akan makin mahir dan mudah memperoleh informasi.

Tabel Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam baris dan kolom tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak atau dibaca. Dengan demikian, pada saat membaca tabel, kita harus memperhatikan bagian baris dan kolom untuk memperoleh data yang akurat.

Merangkum Isi Informasi- Grafik Grafik adalah gambaran pasang surut suatu keadaan yang dilukiskan dengan garis atau gambar. Data-data dari tabel dapat dibuat menjadi bentuk grafik sehingga terlihat jelas gambaran tentang data tersebut. Grafik dibutuhkan untuk memberikan informasi secara cepat mengenai tingkat perkembangan (naik-turun) suatu aktivitas yang didasarkan pada data yang akurat. Ada tiga bentuk grafik yang biasanya digunakan untuk melengkapi sebuah karya tulis, yakni grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran.

Merangkum Isi Informasi – Uji Materi

1. Ungkapkanlah isi tabel/grafik dalam bacaan tersebut ke dalam beberapa kalimat. 2. Rangkumlah isi informasi dari tabel/grafik tersebut. 3. Diskusikanlah hasilnya bersama teman-teman Anda. 4. Lakukan pengamatan terhadap hasil pekerjaan teman Anda dengan memberikan penilaian berdasarkan format penilaian.

Kegiatan Lanjutan

1. Bentuklah beberapa kelompok. 2. Carilah informasi yang dilengkapi tabel atau grafik. 3. Ungkapkanlah isi tabel/grafik dalam bacaan tersebut ke dalam beberapa kalimat. 4. Rangkumlah isi informasi dari tabel/grafik tersebut. 5. Jelaskan hasil pekerjaan kelompok Anda di depan kelas. 6. Diskusikanlah hasilnya bersama kelompok yang lain. 7. Amatilah pekerjaan kelompok yang lainnya.

Menulis Paragraf Argumentatif

Merangkum Isi Informasi – Anda telah banyak belajar memperoleh informasi. Kemampuan Anda dalam mencari dan memperoleh informasi dapat membuat Anda kaya akan informasi. Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih menulis paragraf argumentatif untuk memantapkan daya kritis Anda. Manfaatkanlah potensi Anda tersebut dengan belajar menulis paragraf argumentatif.

Kata argumentatif berarti alasan. Jadi paragraf atau karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca terpengaruh.

Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat, tetapi juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentatif. Jadi hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan argumentasi adalah sebagai berikut. 1. Berpikir sehat, kritis, dan logis. 2. Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat. 3. Menjauhkan emosi dan unsur subjektif. 4. Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran. Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain: 1. bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet); 2. wawancara atau angket; 3. penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi. Paragraf argumentatif dapat dikembangkan dengan pola penalaran sebab-akibat, yakni menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Dalam penggunaannya, penalaran sebab akibat dapat disajikan menjadi akibat sebab. Artinya, menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari sebab-sebabnya. Agar lebih mudah, Anda dapat menulis paragraf argumentatif dengan langkah-langkah sebagai berikut. 1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan. 2. Susunlah kerangka paragraf yang akan dibuat. 3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf. 4. Anda dapat menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dan lain-lain). Perhatikan contoh paragraf terakhir dalam bacaan berikut yang merupakan paragraf argumentatif.

Ospek

Saat ini, mulai ada perubahan kebiasaan di kampus-kampus dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru (maba). Perubahan kebiasaan dimaksud, yakni menyangkut program pengenalan kampus yang lazim disebut orientasi studi pengenalan kampus (ospek). Pelaksanaan ospek sudah bertahun-tahun berlangsung. Kegiatan yang lebih mengarah ke bentuk perpeloncoan tersebut mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, para mahasiswa senior bersama-sama institusi kampus menyelenggarakan kegiatan ospek dengan pola yang lebih bermakna, seperti mengenal diri mahasiswa, kegiatan sosial, pemahaman realita bangsa, dan visi terhadap Indonesia.

Terhadap perubahan program ospek tersebut, rasanya patut disyukuri mengingat cara-cara lama yang diterapkan dalam kegiatan tersebut kerap mengundang kecemasan. Tindakan yang diterapkan berbentuk perpeloncoan oleh mahasiswa senior terhadap mahasiswa junior, adakalanya hanya mendatangkan petaka. Hal itu dapat dilihat pada pengalamanpengalaman lalu. Banyak korban berjatuhan, bahkan sampai kehilangan nyawa. Selama bertahun-tahun, kebiasaan itu sulit diubah. Mereka yang terlibat di dalamnya selalu memiliki dalih sebagai pembenaran terhadap program yang mereka jalankan. Dalih yang dikedepankan, selain sebagai menjalankan tradisi, adalah upaya membangun kedisiplinan, wahana mempererat kebersamaan antarsesama mahasiswa baru, juga agar maba mengenal para seniornya. Ketika kegiatannya membawa korban (akibat hukuman fisik), mereka berdalih itu hanya kegiatan perkenalan semata dan tidak bisa dianggap bahwa ospek berbentuk perpeloncoan adalah buruk.

Akan tetapi, kini semakin ada kejelasan bahwa pola ospek mulai berubah. Semula, ada hubungan subjek-objek kemudain menjadi subjek-subjek, yakni ada kesetaraan sama-sama tengah belajar. Pola subjekobjek yang lebih bersifat satu pihak berdiri sebagai kekuatan dan pihak yang lain tidak lebih sebagai sasaran kekuatan, atau lebih tegasnya, satu pihak mengidentikkan diri sebagai senior dan kelompok lain harus menjadi junior mulai ditanggalkan. Dengan perubahan pola pada program ospek, yakni dengan meninggalkan pola perpeloncoan, tentunya masyarakat lebih banyak yang setuju. Lain halnya terhadap ospek yang disertai hukumanhukuman dengan alasan menguji mental, menempa kekuatan fisik, sumpah serapah, atau mengenakan atribut lucu-lucuan, mungkin akan lebih banyak yang menolaknya. Bagi para orangtua, misalnya –di samping bangga dan bahagia– sudah cukup berat dan repot tatkala anaknya diterima di perguruan tinggi. Mereka bukan saja harus menyediakan dana cukup besar untuk bayar uang kuliah, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan lain seperti uang kos dan biaya sehari-hari bagi mereka yang berasal dari luar kota. Jika dibebani lagi harus beli ini itu untuk kegiatan ospek, rasanya beban tersebut semakin menumpuk. Lebih kecewa dan sakit lagi jika anaknya tiba-tiba harus pulang karena jadi korban kelalaian mahasiswa seniornya. Sekali lagi, kita patut bersyukur karena tampaknya kegiatan ospek di kampus-kampus sudah ada perubahan ke arah yang lebih bermakna positif. Sudah saatnya kita meninggalkan perpeloncoan. Hidup ini sudah begitu keras untuk diperjuangkan, jangan ditambah lagi dengan kekerasan yang lain. Sumber: Pikiran Rakyat, 31 Agustus 2007

Merangkum Isi Informasi – Uji Materi

1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif. 2. Susunlah kerangka paragraf yang akan Anda buat. 3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf. 4. Bacakanlah hasilnya di depan teman-teman Anda. 5. Amatilah hasil pekerjaan teman Anda dengan menilainya berdasarkan tabel penilaian.

Merangkum Isi Informasi – Kegiatan Lanjutan

1. Carilah paragraf argumentatif di media massa, buku, atau internet. 2. Utarakan hasilnya kepada teman-teman Anda. 3. Teman-teman yang lain harus dapat memberikan penilaian atas hasil pekerjaan temannya.

Rangkuman

1. Dalam cerita rakyat terkandung hal-hal menarik yang menjadi ciri khas. Hal-hal tersebut diperkaya pula oleh nilai-nilai budaya serta nilai didaktik yang berguna bagi pembelajaran masyarakat. 2. Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam baris dan kolom tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak atau dibaca. 3 Grafik adalah gambaran pasang surut suatu keadaan yang dilukiskan dengan garis atau gambar. Data-data dari tabel dapat dibuat menjadi bentuk grafik sehingga terlihat jelas gambaran tentang data tersebut. Grafik dibutuhkan untuk memberikan informasi secara cepat mengenai tingkat perkemb angan (naik-turun) suatu aktivitas berdasarkan data akurat. 4. Karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Hal ini didukung dengan fakta dan data yang dapat diterima oleh semua pihak.

Merangkum Isi Informasi dari Tabel dan Grafik | medsis | 4.5