Menyunting dan Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah

Sebelum teks dipublikasikan, hal yang harus kalian lakukan adalah menyuntingnya, agar dapat menghasilkan sebuah teks yang baik dan benar. Ada dua hal yang bisa dilakukan dalam penyuntingan, yaitu redaksional (menyoal kebahasaan; ejaan, diksi, dan kalimat) dan substansial (menyoal isi dan data). Akan tetapi, seorang penyunting tidak boleh mengubah substansi teks tanpa persetujuan penulis atau pengarangnya. Dalam menyunting, tugas kalian adalah memperbaiki kesalahan yang terjadi pada teks serta membuat teks tersebut enak dibaca dan tidak membingungkan. Agar kalian lebih memahami proses penyuntingan, bacalah dengan teliti teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” berikut ini. Kemudian, kerjakanlah tugas yang diberikan. Untuk mengerjakan tugas pada bagian ini, kalian harus mengacu pada EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Bumi Berguncang di Dataran Konflik

1. Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang kawasan barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa ini terjadi pada 24 september 2013. Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer Tenggara Dalbandin, Baluchistan. Bencana menyebabkan sedikitnya 515 orang tewas, 765 orang terluka, dan lebih dari 100.000 orang terlantar, serta menghancurkan sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur. Bahasa Indonesia 71

2. Gempa juga dirasakan masyarakat di Gwadar, Khuzdar, Chagai, Hyderabad, dan Karachi yang berada ratusan kilometer dari pusat gempa. Bahkan, guncangan terasa hingga New Delhi, India.

3. Beberapa jam setelah gempa, sebuah Pulau baru muncul di kota pelabuhan Gwadar di pesisir Pakistan. Pulau itu diduga terbentuk dari lapisan tanah di kawah lumpur. Gundukan lumpur dan batu itu tingginya 18 meter dengan panjang 30 meter dan lebar 76 meter.

4. Lima hari setelah terjadi gempa pertama, Propinsi Baluchistan kembali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter, yaitu pada 28 September 2013. Pusat gempa berada di 96 kilometer timur laut Distrik Awaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di kota Nokjo, bagian Barat Provinsi Baluchistan.

5. Evakuasi korban dan pendistribusian bantuan ke sejumlah daerah terdampak gempa terkendala kerusakan infrastruktur jalan dan lokasi yang berjauhan. Tim penyelamat juga harus berhadapan dengan serangan kelompok separatis Baluchistan. Lima orang tentara perbatasan yang mengawal konfoi bantuan tewas saat berhadapan dengan militan di Kota Panjgore, 800 km utara Quetta, (28/9/2013). Sebelumnya, helikopter tim pemantau dan penyelamat korban gempa juga diserang kelompok saparatis.

6. Pemerintah Pakistan mencatat kelompok separatis Baluchistan tersebar di sejumlah distrik di Provinsi Baluchistan tersebut. Salah satu tempat persebaran kelompok itu berada di pedalaman Distrik Awaran yang dekat dengan pusat gempa dan tingkat kerusakannya paling parah.

(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014, halaman 296—297)

1) Perhatikan dengan saksama penggunaan huruf kapital pada teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” di atas. Kemudian, kerjakanlah tugas di bawah ini dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom (B) jika penggunaan huruf kapital pada kalimat yang ada sudah benar atau pada kolom (S) jika terdapat kesalahan. Kerjakan dengan teliti.

(2) Dalam membuat sebuah teks, hal yang harus diperhatikan adalah diksi atau pilihan kata. Memilih kata dimaksudkan untuk menimbang-nimbang kata apa yang sebaiknya digunakan dalam mengajukan suatu gagasan secara tepat dan cermat. Terdapat beberapa syarat yang harus kalian perhatikan dalam memilih kata. Syarat pertama adalah tepat, kata yang dipilih dapat mengungkapkan gagasan secara cermat. Syarat berikutnya benar, pilihan kata harus sesuai dengan kaidah bahasa. Syarat terakhir, kata yang dipilih harus lazim, bentuknya sudah dibiasakan. Tugas kalian adalah menentukan apakah kata berikut ini merupakan kata baku, yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tulislah (B) untuk kata baku dan (TB) untuk kata yang tidak baku pada kolom yang disediakan. Kemudian, carilah arti kata tersebut, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

(3) Bacalah sekali lagi teks “Bumi Berguncang di Dataran Konflik”. Perbaikilah jika kalian menemukan kesalahan, baik ejaan, diksi, kalimat, dan sebagainya. Tulislah kembali teks tersebut secara baik dan benar.

(4) Bacalah teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” berikut ini.

Gema “Indonesia Raya” di Tianhe

1. Indonesia bangkit dari keterpurukan setelah merebut dua gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China. Lagu “Indonesia Raya” berkumandang dua kali di Stadion Tianhe. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengalahkan ganda putra Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13 dan 23-21. Sementara itu, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengalahkan andalan tuan rumah Xu Chen/Ma Jin 21-13, 16-21, dan 22-20, pada 11 Agustus 2013.

2. Gelar terakhir Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis diperoleh pada tahun 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu pada nomor ganda putra, Hendra juga meraih juara berpasangan dengan Markis Kido. Seperti Hendra, Liliyana Natsir pun kembali menjadi juara dunia dengan pasangan yang berbeda. Dalam Kejuaraan Dunia 2007 dan 2005, Liliyana Natsir yang akrab disapa Butet menjadi pemenang bersama Nova Widianto.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

3. Tuan rumah China gagal mengulangi prestasi 2010 dan 2011, menyapu bersih semua gelar. China hanya mampu mempertahankan dua gelar, tunggal putra dan ganda putri. Wang Xiaoli/Yu, ganda putri China mempertahankan gelar mereka dengan mengalahkan ganda Korea Selatan, Eom Hye-won/Jang Ye-na dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-8. Pemain senior China, Lin Dan merebut gelar juara dunia untuk kelima kalinya. Pada laga final, Lin Dan memaksa Lee Chong Wei dari Malaysia bertekuk lutut, dengan skor 16-21, 21-13, dan 20-17.

4. Dalam partai tunggal putri, Thailand mencatat sejarah menjadi juara dunia untuk pertama kalinya setelah Ratchanok Intanon meraih kemenangan melawan tunggal putri nomor satu dunia, Li Xuerui, 22- 20, 18-21, dan 21-14. Intanon menjadi juara dunia termuda pada usia 18 tahun. Gelar ini adalah gelar paling prestisius baginya setelah tiga kali meraih gelar juara dunia yunior putri pada 2009, 2010, dan 2011.

(Sumber: Litbang Kompas, Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014, halaman 252—253)

(5) Buatlah abstraksi (ringkasan) teks “Gema ‘Indonesia Raya’ di Tianhe” di atas

Gema “Indonesia Raya” di Tianhe ___________________________________________

(6) Ceritakanlah di depan kelas pendapat kalian tentang makna gema “Indonesia Raya” tersebut.

(7) Bagaimana kalian menyikapi peristiwa tersebut?

Memproduksi Teks Cerita Sejarah secara Mandiri

Setelah sebelumnya kalian mengabstraksi teks “Gema Indonesia Raya’ di Tianhe”, tugas kalian berikutnya adalah membuat teks cerita sejarah secara mandiri tentang peristiwa sosial. Kalian bebas memilih tema apa saja. Untuk memudahkan penulisan, kalian bisa mencari sumber bahan tulisan di perpustakaan, media massa, internet, observasi di lapangan, dan/ atau wawancara dengan narasumber. Catatlah semua data yang diperoleh, baik catatan kepustakaan, catatan lapangan, dan/atau hasil wawancara, kemudian ditulis menjadi sebuah teks cerita sejara yang utuh secara mandiri.

Mengonversi Teks Cerita Sejarah

1. Huruf Braille adalah huruf yang dibuat khusus untuk para tunanetra. Huruf ini dibuat seperti titik yang timbul, diciptakan oleh Louis Braille.

2. Louis Braille dilahirkan di Coupvray, Perancis, pada tahun 1809. Semula penglihatan Braille normal, tetapi akibat terkena peralatan kuda milik ayahnya membuat sebelah matanya buta di usianya yang masih terbilang dini, 3 tahun. Akibat infeksi pada matanya, Braille akhirnya kehilangan penglihatan di kedua belah matanya.

3. Pada 1816, Charles Barbier, seorang anggota militer Prancis berpangkat kapten, menemukan suatu metode menulis dengan menggunakan titik dan tanda garis. Metode tersebut biasa digunakan pada peperangan di malam hari.

4. Meskipun sesungguhnya metode penulisan temuan Charles Barbier tersebut terbilang bagus, tetapi sulit untuk dipelajari. Braille menganalisis kekurangan dari metode ciptaan Charles Barbier tersebut. Braille menemukan bahwa pada metode tersebut belum ada tanda baca dan notasi musik, serta memerlukan beratus titik dan garis untuk membuat satu kalimat. 5. Pada 1821, seorang tentara telah membuktikan bahwa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang dapat ditekan di atas kertas untuk kegunaan perhubungan ketentaraan pada waktu malam dalam parit peertahanan. Louis Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkenaan dengan sistem braille pada 1829 dan 1837.

6. Meskipun pada permulaannya terdapat halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, Louis Braille senantiasa gigih menyebarkan tulisan ciptaannya tersebut. Kegigihan Braille kian bertambah saat ia menjadi guru hingga akhirnya huruf-huruf ciptaan Braille tersebut diterima khalayak ramai yang mengalami nasib sama dengannya. Melalui usaha keras Braille, beribu-ribu orang buta akhirnya dapat membaca.

7. Louis Braille kemudian meninggal dunia tahun 1852 dalam usia 41 tahun karena penyakit tuberculosis. (Sumber: Gamal Komandoko, Buku Serba Tahu:

Ensiklopedia Pengetahuan Umum Indonesia dan Dunia, Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama, 2008, halaman 896)

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah | medsis | 4.5