Kesastraan Menuliskan Isi Siaran Berita Kemampuan Bersastra

Kesastraan Menuliskan Isi Siaran Berita Kemampuan Bersastra

Menuliskan Isi

Menuliskan Isi

Menuliskan Isi – Sastra adalah bagian seni. Sastra yang berbentuk baik prosa, drama, maupun puisi sangat sarat dengan nilai-nilai humanitas (kemanusiaan) yang sangat mencerahkan jiwa. Jiwa yang cerah tidak rentan terhadap kekerasan, kekejian, kebiadaban, dan sejenisnya. Kalau demikian, mengapa tidak memprioritaskan jiwa yang cerah? Mengapa harus bergulat dengan kegalauan, kegundahan, keresahan, maupun kegelisahan? Jadi, betapa penting peran sebuah sastra sebagai bagian dari seni dalam membentuk jiwa yang cerah. Oleh karena itu, agar wawasan Anda tentang kesastraan berkembang, jadikanlah masalah itu sebagai sarana untuk berlatih berbahasa dalam kesempatan ini.

Menuliskan Isi – Menuliskan isi siaran berita

Menuliskan Isi – Pola susun berita terdiri atas tiga bagian, yaitu teras berita, tubuh berita, dan ekor berita. Bentuk atau pola susunan berita adalah piramida terbalik. Perhatikan bagan di samping! Berdasarkan bagan tersebut, bagian penting berita terletak pada teras berita yang terdiri atas enam unsur berita, yaitu 5 W + 1 H: what (apa), who (siapa), why (mengapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana kronologinya). Akronim yang biasa digunakan untuk menyebutkan unsurunsur berita tersebut adalah asidibimega(apa, siapa, di mana, bilamana (kapan), mengapa, dan bagaimana). Bahasa berita hendaknya mudah dicerna atau diterima masyarakat pembaca, maksudnya bahwa bahasa tersebut dapat menarik perhatian atau sensasional, hidup, dan segar. Isi berita adalah sebuah fakta, meskipun kadang-kadang disertai opini atau pendapat.

Menuliskan Isi – Pertemuan anggota-anggota Mastera (Majelis Kesusastraan Asia Tenggara) kembali diadakan. Kali ini dalam rangka memperingati ulang tahun ke-7 berdirinya Mastera. Pertemuan dilaksanakan dari tanggal 26 sampai dengan 29 Oktober 2003 di Jakarta. Pertemuan diikuti oleh perwakilan seluruh negara-negara anggota. Dalam pertemuan tersebut, Mastera membahas berbagai evaluasi dan program ke depan. Di antara program yang hendak diprioritaskan adalah memperbanyak usaha penerjemahan karya-karya sastra para penulis Asia Tenggara. Di samping itu, diprogramkan pula penerbitan karya-karya mereka, baik dalam bentuk cetakan maupun digital.

Menuliskan Isi

1. Memperkenalkan diri dalam forum resmi Salah satu hal yang harus Anda sampaikan pada saat Anda menjadi moderator diskusi atau menjadi pembawa acara adalah memperkenalkan diri dan memperkenalkan orang lain. Dalam hal ini, pembicara atau orang-orang penting dalam acara yang sedang Anda bawakan. Bagaimana memperkenalkan diri dan orang lain?

Menuliskan Isi – Dalam memperkenalkan diri atau orang lain pada forum resmi perlu memerhatikan beberapa hal, antara lain a. menyebutkan identitas dengan lengkap meliputi nama, alamat, pekerjaan, riwayat pendidikan atau pekerjaan, dan sebagainya; b. menggunakan bahasa resmi/baku (lihat bagian ”menggunakan diksi yang tepat” setelah bagian ini); c. menghindari pernyataan-pernyataan yang bersifat pribadi sehingga dapat menyinggung perasaan atau menimbulkan rasa malu pada orang yang sedang diperkenalkan.

Uji Kompetensi

1. Menurut Anda, mengapa dalam sebuah forum, misalnya diskusi atau pembawaan acara, perlu ada perkenalan? 2. Mengapa dalam forum resmi hendaknya menggunakan bahasa resmi/baku? 3. Jika Anda ditunjuk menjadi moderator diskusi, apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari pada saat memperkenalkan diri atau seseorang? 4. Susunlah sebuah paragraf yang menggambarkan Anda sedang memperkenalkan seorang pembicara dalam sebuah diskusi! 5. Susunlah sebuah paragraf yang menggambarkan Anda sedang memperkenalkan diri, ketika Anda hendak berpidato atau berceramah!

Tugas

1. Susunlah sebuah naskah pembawaan sebuah acara (seolah-olah Anda berperan sebagai MC atau protokol)! Naskah tersebut menggambarkan kegiatan acara dari awal sampai akhir. Gunakan bahasa baku kemudian sampaikan di kelas! 2. Lakukan sebuah diskusi untuk mempraktikkan cara seorang moderator dalam memimpin diskusi! ‘

2. Menggunakan diksi yang tepat Diksi adalah pilihan kata dalam hal ini kata baku. Pada saat acara resmi selalu digunakan bahasa baku/bahasa ragam resmi. Ciri-ciri bahasa baku, antara lain a. bersifat efektif dan ekonomis, b. konsisten menggunakan imbuhan, c. tidak dipengaruhi logat daerah, d. kalimat setidaknya mengandung dua unsur wajib subjek (S) dan predikat (P), e. logis/masuk akal, f. tidak ambigu/taksa/makna ganda.

1. Membaca cepat teks Pada tahap awal dalam membaca cepat, diharapkan setidaknya Anda dapat membaca 250 kata per menit. Pada tingkat lanjut, akan semakin baik jika semakin banyak kata yang terbaca dalam waktu yang lebih singkat. Kecepatan membaca itu harus diimbangi dengan pemahaman minimal 70 persen isi bacaan. Bacaan disesuaikan dengan tingkat usia/intelektual seseorang. Kecepatan membaca biasanya dihitung dengan rumus: KM = KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM KM : Kemampuan membaca KB : Jumlah kata dalam bacaan SM : Jumlah detik/second dalam membaca PI : Pemahaman isi (berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan) KPM: Kata per menit Contoh cara menghitung: Andi menyelesaikan membaca teks dengan jumlah kata 1.000 dalam 3 menit 20 detik (200 detik). Skor pemahaman isi (dari jawaban-jawaban atas pertanyaan 70 (interval skor 10 – 100). Berarti tingkat kemampuan membacanya adalah KM = KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM = 1.000 : (200 : 60) × (70 : 100) KPM = 1.000 : (3,33 × 0,7) KPM = 432,9 KPM Jadi, kecepatan membaca Andi 432,9 kata per menit. Kecepatan ini sudah di atas kemampuan minimal yang dituntut dari siswa SMA sebesar 250 KPM.

2. Teknik membaca cepat Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca cepat adalah sebagai berikut. a. Kepala tidak bergerak, yang mengikuti bacaan hanya bola mata saja. b. Tidak mengeja atau membaca kata, namun membaca kalimat kemudian paragraf. c. Posisi duduk tegak, tidak membungkuk apalagi sambil tiduran. d. Hindarkan membaca ulang.

3. Menentukan ide pokok paragraf dalam teks bacaan Sebuah paragraf selalu mengandung satu ide/gagasan pokok. Gagasan pokok tertuang dalam kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf dapat terletak di awal, akhir, tengah, atau awal dan diulang di akhir paragraf.

Perhatikan contoh di bawah ini! Ada suatu lingkaran eksplorasi, suatu fitrah dalam puisi bahwa yang bersahaja akan menuju perumitan dan suatu ketika akan kembali kepada kebersahajaan. Pencapaian tertinggi estetika puisi adalah ketika kata-kata hadir seminimal mungkin dan menawarkan makna semaksimal mungkin. Dalam tradisi kesastraan Jepang, puncak kualifikasi kepenyairan seseorang adalah ketika ia telah menjadi penempuh Jalan Haiku. Di tanah Melayu, semakin sederhana sampiran suatu pantun akan semakin berharga ia bagi si isi, bagi si makna. Gagasan pokok paragraf di atas adalah ada eksplorasi dalam puisi bahwa yang bersahaja akhirnya akan kembali bersahaja.

Kemampuan Bersastra

Menyebutkan tema puisi Tema puisi adalah dasar, jiwa, atau isu utama yang menjadi pijakan terciptanya puisi. Tema puisi merupakan salah satu unsur intrinsik puisi. Unsur intrinsik puisi adalah unsurunsur yang ada dalam puisi, baik tersurat maupun tersirat. Unsur-unsur tersebut, antara lain, tema, diksi, rima, makna, dan amanat. Untuk memahami tema puisi, Anda harus memahami unsur-unsur intrinsik puisi tersebut !

2. Menjelaskan makna puisi Makna puisi adalah arti atau maksud atau isi yang terkandung dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca sesuai tingkat pengalaman dan pengetahuannya. Oleh karena itu, makna puisi akan berbeda-beda manakala penafsirnya tidak sama. Bahkan, bukan tidak mungkin akan bertolak belakang. Dalam penafsiran, pasti akan ada unsur subjektivitas. Kedewasaan, kemantapan pengalaman, dan pengetahuan penafsir akan menentukan mutu rumusan makna puisi. Dengan demikian, hanya penyairnya yang tahu makna persis puisi tersebut. Beberapa hal yang berkaitan dengan apresiasi puisi adalah pemahaman terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik puisi meliputi tema, diksi, bait/larik, rima, makna, amanat. Adapun unsur ekstrinsiknya adalah latar belakang penulis, keadaan masyarakat pada saat puisi tersebut digubah, sosial, politik, adat, dan sebagainya. Untuk lebih meningkatkan daya apresiasi Anda terhadap puisi, cobalah pahami makna puisi berjudul ”Bungaku Bersemi”!

a. Carilah sebuah puisi bebas dari surat kabar atau kumpulan puisi! b. Analisislah dengan teman-teman (satu kelompok 5 – 6 orang) berkaitan dengan tema, makna, dan amanat. c. Susunlah laporan hasil diskusi kelompok dalam format sebagai berikut.

dul 1. Pendahuluan a. Latar belakang (mengungkapkan mengapa tema, makna, dan amanat puisi penting untuk diketahui). b. Tujuan puisi (apa yang dimaksud pembuatan laporan dengan mendiskusikan dan menyampaikan tema, makna, dan amanat puisi kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil manfaat dari membaca laporan diskusi). 2. Isi a. Tema puisi (dengan sedikit pengantar dan penjelasan agar tema tersebut diyakini pembaca laporan). b. Makna puisi (dengan sedikit pengantar dan penjelasan agar pembaca mempunyai rumusan makna dalam laporan tersebut). 3. Penutup a. Simpulan (pengulangan kembali secara singkat tentang tema, makna, dan amanat puisi menurut pandangan kelompok Anda). b. Saran-saran (berisi anjuran kepada pembaca laporan diskusi agar tema, makna, dan amanat puisi dipahami).

 

Kesastraan Menuliskan Isi Siaran Berita Kemampuan Bersastra | medsis | 4.5