Menulis Paragraf Argumentasi Cara Yang Benar dan Baik

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menulis Paragraf Argumentasi Cara Yang Benar dan Baik

Menulis Paragraf Argumentasi

Menulis Paragraf Argumentasi

Menulis Paragraf Argumentasi  – Pada pembelajaran menulis sebelumnya, Anda telah ber latih menulis beberapa bentuk karangan, yakni narasi, deskripsi, dan eksposisi. Selain ketiga bentuk karangan tersebut, Anda pun dapat mengembangkan ide atau gagasan melalui karangan argumentasi. Karangan argumentasi merupakan karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan agar pembaca mengikuti dan mengakui kebenaran gagasan penulis. Pada umumnya, karangan argumentasi banyak mengemukakan alasan, contoh, atau bukti yang kuat. Contoh tulisan argumen tasi yang mudah Anda kenali adalah karya tulis ilmiah.

Menulis Paragraf Argumentasi  – Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menulis karangan argumentasi di antaranya: 1. berpikir positif, kritis, dan logis; 2. mampu mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat; 3. menjauhkan emosi dan unsur subjektivitas; 4. mampu menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda (ambigu). Perhatikan contoh paragraf argumentasi berikut.

Menulis Paragraf Argumentasi  – Sebelum menjalani tes masuk perguruan tinggi, lulusan SMA sebenarnya sudah dihadapkan pada ujian. Mereka harus memilih jurusan dan jenis sekolah yang tepat. Mereka juga harus cermat memilih faktor-faktor yang memengaruhi proses belajarnya nanti. Akan tetapi, ada orangtua yang sangat berambisi untuk memajukan anak sesuai dengan kehendaknya. Alasannya untuk mewujudkan cita-cita dan impian orangtuanya sendiri. Hal ini menyebabkan anak menjadi terbelenggu, tidak kreatif, dan tidak mandiri. Di sisi lain, orangtua pun akhirnya tidak mengukur kemampuan anak sesuai minat dan bakatnya. Sumber: Harian Umum Pikiran Rakyat, 13 Juni 2004

Menulis Paragraf Argumentasi  – Jika Anda perhatikan, paragraf tersebut menjelaskan pendapat dengan berbagai keterangan dan alasan. Hal ini di maksudkan untuk meyakinkan pembaca. Selain itu, paragraf ter sebut dikembangkan dengan pola pengembangan sebab akibat. Hubungan sebab akibat mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang diketahui, kemudian bergerak maju menuju suatu kesimpulan sebagai efek atau akibat. Efek yang muncul dapat berupa efek tunggal dan efek jamak (bersama-sama). Berdasarkan paragraf tersebut dapat kita identifikasi bahwa penyebab anak menjadi terbelenggu, tidak kreatif, dan tidak mandiri adalah akibat orangtua yang terlalu memaksakan keinginannya. Ciri-ciri paragraf argumentasi dapat kita identifikasi sebagai berikut. 1. Paragraf argumentasi mengandung kebenaran untuk meng ubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang dibahas. 2. Paragraf argumentasi mengandung data atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. 3. Penjelasan dalam paragraf argumentasi disampaikan secara logis. Hasil perbaikan.

Menulis Paragraf Argumentasi

Latihan Pemahaman

1. Pilihlah salah satu topik atau tema yang telah Anda tentukan sebelumnya. Kemudian, buatlah kerangka gagasan berdasarkan tema tersebut. 2. Kembangkanlah kerangka gagasan tersebut menjadi tulisan argumentasi yang padu. Lengkapilah pendapat Anda dengan alasan atau bukti-bukti yang mendukung. 3. Setelah selesai, tukarkanlah karangan Anda dengan karangan teman. Kemudian, koreksilah penggunaan tanda baca, bahasa, dan isi karangannya. 4. Berilah penilaian dan komentar yang sesuai dengan hasil kerja teman yang Anda terima tersebut. Gunakanlah tabel komentar berikut.

Menulis Paragraf Argumentasi

Tugas Kelompok 

1. Carilah artikel yang terdiri atas minimal 750 kata. Kemudian, gunting dan tempelkan pada buku tugas Anda. 2. Selanjutnya, bergabunglah dengan teman sekelompok Anda untuk saling berlatih membaca cepat. Bergantianlah untuk menghitung kecepatan membaca. Kemudian, buatlah pertanyaan oleh masing-masing anggota kelompok. Jadikan pertanyaan tersebut untuk mengevaluasi seberapa jauh pemahaman terhadap teks tersebut. Lakukanlah secara bergantian.

Menceritakan Cerita Rakyat

Cerita rakyat apakah yang paling populer di daerah Anda? Setiap daerah di wilayah Nusantara ini memiliki cerita rakyat yang beragam. Cerita rakyat berkembang pada masa budaya lisan. Ceritanya pun disampaikan secara turun-temurun dan tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnya (anonim).

Cerita rakyat berbentuk prosa dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar, yakni mite, legenda, dan dongeng. Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite meng hadirkan tokoh-tokoh para dewa atau makhluk setengah dewa. Misalnya, cerita Nyi Roro Kidul dan mitologi Yunani (Zeus, Hercules, Ares, Aprodite, dan sebagainya). Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi, namun tidak dianggap suci. Legenda biasanya men ce ritakan asal usul terjadinya suatu tempat atau benda. Misalnya, legenda Sangkuriang dan asal mula nama Buleleng. Dongeng adalah cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi atau bersifat imajinasi belaka.

Dongeng pun tidak terikat oleh waktu dan tempat. Misalnya, dongeng si Kancil dan Buaya. Meskipun cerita rakyat tersebut kebanyakan imajinatif, namun banyak pelajaran yang dapat dipetik. Dari cerita tersebut kita dapat memahami isi dan pesan yang hendak disampaikan. Sesuai dengan karakter budaya lisan, segala ajaran moral, agama, sosial kemasyarakatan, dan cara bertahan hidup disampaikan lewat cerita secara lisan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menulis Karangan Berdasarkan Pengalaman Orang Lain dalam Cerpen

Pernahkah Anda mengalami pengalaman menarik, baik itu bersama keluarga, teman, atau guru Anda? Pengalaman itu tentu tidak mudah untuk dilupakan, bukan? Pengalaman tersebut akan terkenang sepanjang hidup Anda. Akan lebih baik, jika pengalaman itu Anda ceritakan kepada orang lain. Ceritalah dengan semenarik mungkin, agar orang yang mendengarkan akan merasa kagum, bahkan tertawa kegelian. Anda pun akan merasa senang jika mendengarkan cerita teman Anda, bukan? Mendengarkan cerita pengalaman yang disampaikan teman atau orang lain memang sangat menyenangkan. Kegiatan men dengarkan dalam situasi yang melibatkan perasaan akan lebih mudah diserap dalam ingatan dan mudah pula dipahami. Bahkan, kita pun dapat mengubah cerita yang telah kita dengarkan menjadi sebuah karangan melalui kegiatan menulis.

Latihan Pemahaman

1. Tulislah cerita pengalaman menarik orang lain yang pernah Anda dengar. Setelah selesai, ceritakanlah di depan kelas dengan intonasi dan ekspresi yang tepat sehingga pendengar dapat membayangkan dan merasakan suasana cerita. Lakukanlah secara bergantian. 2. Saat teman Anda bercerita, dengarkanlah dengan saksama. Kemudian, catatlah hal-hal lucu, haru, atau menarik dari cerita tersebut. 3. Kemukakanlah isi cerita teman Anda tersebut berdasarkan catatan yang telah Anda buat. Kemudian, mintalah pendapat teman Anda, apakah sudah sesuai atau belum? 4. Kumpulkanlah cerita yang telah Anda tulis, kemudian klipinglah. Perbanyaklah sesuai jumlah siswa sehingga masing-masing menda patkannya. Kliping ini akan menjadi dokumentasi yang menarik pada kemudian hari.

Intisari 

 3BOHLVNBO EBQBU EJBSUJLBO TFCBHBJ QFOZBKJBO TJOHLBU dari suatu karangan asli, dengan tetap menjaga urutan isi dan sudut pandang pengarangnya. Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan mempersingkat bacaan dari sebuah teks tanpa mengubah urutan isi teks aslinya. r ,BSBOHBO BSHVNFOUBTJ NFSVQBLBO LBSBOHBO ZBOH memberikan alasan kuat dan meyakinkan agar pembaca mengikuti dan mengakui kebenaran gagasan penulis. r $FSJUB SBLZBU CFSCFOUVL QSPTB UFSCBHJ NFOKBEJ UJHB golongan, yakni mite, legenda, dsan dongeng. r .JUFBEBMBIDFSJUBSBLZBUZBOHEJBOHHBQCFOBSCFOBSUFSKBEJ dan disucikan. r -FHFOEB BEBMBI DFSJUB SBLZBU ZBOH EJBOHHBQ CFOBSCFOBS terjadi namun tidak disucikan. r %POHFOH BEBMBI DFSJUB SBLZBU ZBOH EJBOHHBQ CFOBSCFOBS terjadi atau bersifat imajinasi belaka

Refleksi

Setelah menguasai pelajaran ini, Anda telah mahir mencatat pokok-pokok penting yang terdapat dalam sebuah buku serta telah mahir merangkum seluruh isi teks buku. Anda juga akan mahir menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentasi. Kemampuan menulis gagasan akan berdampak positif terhadap kemampuan anda dalam memahami cerita rakyat dan menemukan hal-hal menarik tentang tokoh di dalam cerita rakyat tersebut. Dengan demikian, Anda akan menjadi mahir menulis karangan.

Bonus

Fasih Berbahasa Jawa

Dari kampus Universitas Gajah Mada (UGM) saya pergi ke kantor Pos Pusat Yogyakarta dengan naik bus kota. Di dalam bus yang memiliki rute melewati Jalan Malioboro yang terkenal di dunia ini, saya duduk berdampingan dengan dua orang turis yang baru saja berkeliling kampus UGM. Kedua turis yang ternyata berasal dari Belanda ini mengajakku berbincang. Mereka hendak ke Malioboro. Kami berbicara dalam bahasa Inggris. Saat kondektur bus minta ongkos, turis itu memberikan selembar seratusan ribu rupiah. Kondektur itu tampak geregetan. Ia me nyeletuk, “Yo genah ora duwe jujul ndo-londo (ya pasti saya tidak punya uang kembaliannya, dasar Belanda).” Ongkos bus kota itu sendiri tiap orang hanya Rp1.000,00. Tanpa saya duga salah seorang turis men jawab ujaran kon dektur. “Punya saya se ratusan ribu se mua.” Ternyata, turis satu ini dapat ber bahasa Indonesia.

Rupanya kondektur itu terlanjur jengkel. “Kalau ke Yogya itu tuker rupiah recehan yang banyak!” dengan nada meninggi. Turis ter sebut menjadi kebingungan. Saya segera mem bayarkan ongkos untuk keduanya. Mereka berterima kasih, namun tetap dalam bahasa Inggris kepada saya “Have you any small rupiahs?” sambung turis itu. Saya pun menukar uang seratusan ribu itu dengan lima lembar dua puluh ribuan. Memasuki Jalan Malioboro kedua turis itu beranjak turun. “See you again, thank you, and bye,” mereka berpamitan kepada saya. Karena kondisi bus cukup penuh, saya berinisiatif mengingatkan kondektur. “Mas, turisnya mau turun.” Lagilagi kondektur itu belum dapat menghilangkan kedongkolannya.”Minggir, minggir, wedhuse arep mudhun (minggir, minggir, kambingnya akan turun),” katanya.

Tanpa diduga kedua turis memberikan jawaban, “Inggih wedhusipun, badhe mandhap, Mas. Mbenjing ampun dipun wangsuli malih nggih. Tumindhak menika mboten sae (Ya, kambingnya mau turun, Mas. Besok jangan diulangi lagi, ya. Karena hal itu tidak baik).” Sontak seluruh penumpang terkejut dan tidak kuat menahan tawa. Kedua turis itu berkata dengan luwes dan dibuat-buat seperti gaya bicara warga keraton. Tidak pelak, muka kondektur itu kemerah-merahan menahan malu. Sopir yang ikut mendengar pun juga tertawa terbahak-bahak. Mungkin karena malu, kondektur itu lantas pindah ke pintu belakang. Bus berhenti agak lama di depan mal Malioboro. Kedua turis itu pun tidak kalah iseng mendekati kondektur kembali.

“Mbenjing mboten usah dados kondektur nggih. Panjenengan saenipun dados satpam mal menika mawon, sahengga panjenengan asring kepanggih kawula (Besok tidak usah jadi kondektur ya, Anda baiknya jadi satpam mal ini saja, jadi dapat sering bertemu saya),” kata turis itu. Semakin malu, kondektur itu pura-pura tidak mendengar dan berjalan mendekati sopir. “Asem aku kapusan (sialan saya tertipu),” ujarnya. Sopir tersebut justru menertawakannya “Syukur, kapokmu kapan,” katanya. Kemudian, bus berjalan lagi. Kini giliran turis itu masih belum puas ngerjain kondektur, mereka berteriak saat bus bergerak. “Be carefull, ngatiati ya (Hati-hati ya).” Kami semua di dalam bus hanya dapat tertawa menyaksikan hal ini. Ternyata mereka fasih berbahasa krama inggil (bahasa Jawa tingkat paling tinggi). Diceritakan oleh Sulis Styawan Sumber: Harian Republika, 29 Agustus 2004

 

Menulis Paragraf Argumentasi Cara Yang Benar dan Baik | medsis | 4.5