Menjelaskan Hasil Wawancara

Wawancara pada dasarnya suatu dialog yang memungkinkan suatu pihak (pewawancara) membimbing arah percakapan melalui serangkaian pertanyaan. Dengan demikian, percakapan itu lebih terstruktur dan mungkin melibatkan lebih dari dua orang. Wawancara umumnya bertujuan memberi fakta, alasan, opini untuk sebuah topik tertentu dengan menggunakan kata-kata narasumber sehingga pembaca/pendengar dapat membuat kesimpulan dari apa yang dikatakan narasumber. Sebelum melakukan wawancara, ada hal yang harus diperhatikan, antara lain: 1. menetapkan tujuan wawancara, 2. menentukan narasumber yang tepat untuk diwawancarai, 3. merumuskan pertanyaan-pertanyaan sesuai etika wawancara, yakni dengan tidak bertanya hal-hal yang bersifat pribadi dan jangan menggunakan kalimat introgatif, dan 4. membuat kesepakatan jadwal melakukan wawancara dengan narasumber. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada narasumber sebaiknya dimulai dari pertanyaan umum dan terbuka, kemudian masuk ke detail, dan selanjutnya ke fakta khusus. Ragam pertanyaan yang diajukan sangat erat hubungannya dengan tujuan wawancara. Pertanyaan dapat bertujuan untuk mencari dan menemukan pendapat narasumber, meminta informasi, mengklarifikasi, atau bahkan konfrontasi. Pertanyaan sebaiknya pendek, sederhana, dan mudah dimengerti serta mengundang jawaban. Selanjutnya, pewawancara membuat laporan hasil wawancara. Dalam hal ini, penulis sebaiknya menuliskan hasil wawancara dalam kalimat yang efektif dan tidak menambahkan opini pribadi.

AAEAAQAAAAAAAAO9AAAAJGJiYTczYWI0LWUyZWUtNDE0ZC05ZDcwLTUwNjFhZTQ2NTBmMQ

Menjelaskan Hasil Wawancara | medsis | 4.5