Mengidentifikasi Isi Paragraf Tentang Artikel Pertanian

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Mengidentifikasi Isi Paragraf Tentang Artikel Pertanian

Mengidentifikasi isi paragraf

Mengidentifikasi isi paragraf

Mengidentifikasi isi paragraf – Dalam pelajaran ini Anda akan diajak berlatih menggunakan kalimat baku dalam acara resmi, mengidentifikasikan ide pokok paragraf, dan lain-lain. Agar pembahasan dan atau pelatihan Anda terarah, gunakan tema pertanian sebagai topik atau dasar masalahnya. Dengan begitu, wawasan Anda tentang pertanian akan meningkat sehingga kesadaran akan arti penting pertanian meningkat pula.

Mengidentifikasi isi paragraf – Mengucapkan kalimat perkenalan 1. Menggunakan kalimat baku di dalam suatu acara resmi Forum diskusi, seminar, dan sejenisnya yang di dalamnya melibatkan seorang pemandu/ moderator merupakan forum resmi. Bahasa yang digunakan pun harus ragam resmi/baku. Moderator bertugas memimpin jalannya seminar/diskusi, menyampaikan tata tertib, memperkenalkan diri dan orang lain dalam diskusi/seminar itu (misalnya penyaji/ pemrasaran), menyimpulkan hasil diskusi, dan sebagainya. Di bawah ini contoh pembukaan diskusi oleh moderator. Di dalamnya, sengaja disertakan beberapa contoh penggunaan ragam bahasa yang tidak baku (bercetak tebal).

Mengidentifikasi isi paragraf

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua. Para hadirin, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke Tuhan yang Mahakuasa. Hanya atas perkenan-Nya kita dapat bertemu di pagi hari ini. Saya mengucapken terima kasih atas kehadiran daripada Saudara-saudara semua. Saudara-saudara yang budiman. Sebelum acara seminar dimulai, perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya Handoko, tinggal pada Jalan Wijaya Kusuma No.12 Semarang. Saya dilahirkan tanggal 17 Juni tujuh belas tahun yang lalu. Saat ini saya adalah pelajar SMA N 10 Semarang. Duduk di kelas II. Selanjutnya izinkan saya memperkenalkan pembicara/penyaji diskusi pada kesempatan ini. Beliaunya adalah Bapak Aminudin S.H., seorang pakar hukum pidana. Sehari-hari bekerja sebagai pengacara tetapi juga dosen Universitas Dharmawangsa, Surakarta. Beliau dilahirkan di Blora di tahun 1965. Sekarang bertempat tinggal di Jalan Hasanudin Nomor 45 Sukoharjo. Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas sebagai moderator. Di depan saya sudah singgung bahwa saya masih pelajar sehingga penampilan saya ini adalah dalam rangka belajar. Karena itu, maafkan kekurangan-kekurangan saya nanti. Saudara-saudara sekalian. Marilah kita mulai diskusi kali ini dengan menyimak paparan penyaji dengan makalah berjudul ”Mengantisipasi Merosotnya Nilai-Nilai Kepahlawanan”. Untuk itu, kepada Bapak Aminudin waktu dan tempat dipersilakan .

Mengidentifikasi isi paragraf

2. Menanggapi kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan oleh teman Pembetulan untuk ketidaktepatan penggunaan bahasa

Mengidentifikasi isi paragraf

1. Mengidentifikasi ide pokok paragraf

2. Mengidentifikasi fakta dan pendapat Fakta adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan dan benar-benar ada atau terjadi. Opini adalah pernyataan yang merupakan pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang mengenai suatu hal.

Paragraf naratif

Mengidentifikasi isi paragraf

1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif Narasi merupakan salah satu dari sekian bentuk karangan prosa. Narasi adalah karangan yang berisi kisah hidup manusia atau yang dimanusiakan. Sementara itu, paragraf naratif adalah paragraf yang berisi kisah atau cerita.

a. Ciri-ciri paragraf naratif 1) Termasuk jenis tulisan ilmiah atau nonfiksi atau biografi, autobiografi, sejarah, silsilah. 2) Termasuk jenis tulisan fiksi atau khayalan (cerpen, novel, roman). 3) Tidak memiliki kalimat utama (semua kalimat merupakan rincian). 4) Bertujuan menceritakan. b. Struktur paragraf naratif kronologis 1) Peristiwa awal. 2) Peristiwa inti. 3) Peristiwa akhir. c. Struktur paragraf naratif flash back (sorot balik) 1) Peristiwa inti atau akhir (masa kini). 2) Peristiwa awal (masa lalu). Topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif, misalnya sebagai berikut. a. Semalam di kota Jakarta. b. Kedinginan karena kehujanan. c. Mengais rezeki dengan mendaur ulang kaleng roti. d. Si anak soleh selamat dari kobaran api. e. Nabi Sulaiman menemukan kubah ajaib.

2. Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa Kerangka paragraf naratif Topik: Nabi Sulaiman menemukan kubah a. Dengan ilmunya, Nabi Sulaiman melihat benda di dasar laut. b. Nabi Sulaiman memerintahkan Jin Ifrit. c. Jin Ifrit dan jin lainnya gagal. d. Ashif bin Barkhiya disuruh Nabi Sulaiman ke dasar laut. e. Kubah ditemukan. f. Kubah diangkat ke permukaan laut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

3. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf naratif Kerangka dengan topik ”Nabi Sulaiman menemukan kubah” dikembangkan menjadi paragraf naratif sebagai berikut.

Suatu ketika Nabi Sulaiman berjalan-jalan di pantai untuk melihat kebesaran Allah di laut. Dengan kelebihan ilmu yang dimiliki, tiba-tiba Nabi Sulaiman melihat suatu benda di dasar laut. ”Benda itu sangat menakjubkan,” pikirnya. Nabi Sulaiman lalu memerintahkan Jin Ifrit untuk mengambil benda ajaib tersebut. Namun, Jin Ifrit tidak menemukan sesuatu di dasar, padahal berulang-ulang turun ke dasar laut. Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lainnya. Akan tetapi, jin-jin lainnya pun tidak menemukan apa-apa di dasar laut. Akhirnya, Nabi Sulaiman menyuruh Ashif bin Barkhiya. Ia adalah seorang yang mempunyai ilmu langsung dari Allah. Ia mempunyai kekuatan tinggi. Ashif bin Barkhiya pun menyelam ke dasar laut.

Suatu ketika Nabi Sulaiman berjalan-jalan di pantai untuk melihat kebesaran Allah di laut. Dengan kelebihan ilmu yang dimiliki, tiba-tiba Nabi Sulaiman melihat suatu benda di dasar laut. ”Benda itu sangat menakjubkan,” pikirnya. Nabi Sulaiman lalu memerintahkan Jin Ifrit untuk mengambil benda ajaib tersebut. Namun, Jin Ifrit tidak menemukan sesuatu di dasar, padahal berulang-ulang turun ke dasar laut. Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lainnya. Akan tetapi, jin-jin lainnya pun tidak menemukan apa-apa di dasar laut. Akhirnya, Nabi Sulaiman menyuruh Ashif bin Barkhiya. Ia adalah seorang yang mempunyai ilmu langsung dari Allah. Ia mempunyai kekuatan tinggi. Ashif bin Barkhiya pun menyelam ke dasar laut.

Uji Kompetensi

1. Apakah yang Anda ketahui tentang paragraf naratif? 2. Sebutkan ciri-ciri paragraf naratif! 3. Dalam karangan bentuk prosa apakah paragraf naratif digunakan? 4. Paragraf naratif biasanya memuat fakta ataukah rekaan? Berilah penjelasan!

4. Menyunting paragraf naratif Agar dapat menyunting tulisan teman berbentuk paragraf naratif, tidak perlu mempelajari ulang struktur atau syarat-syarat sebuah tulisan paragraf naratif. Anda perlu lebih memerhatikan segi kebahasaan (ejaan, tanda baca, huruf kapital, dan lain-lain). Berikut ini disajikan beberapa ketentuan dalam ejaan dan tanda baca.

a. Huruf besar atau kapital 1) Sebagai huruf pertama kata awal kalimat. 2) Sebagai huruf pertama petikan langsung. 3) Sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya. 4) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang. 5) Sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. 6) Sebagai huruf pertama nama atau unsur nama orang. 7) Sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. 8) Sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, hari raya, dan peristiwa sejarah. 9) Sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi. 10) Sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan, dan dokumen resmi. 11) Sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata depan atau partikel lain yang tidak di posisi awal. 12) Dipakai dalam singkatan nama, gelar, dan sapaan. 13) Sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai sebagai kata sapaan (Adik, Paman, Ibu, dan sebagainya).

b. Tanda koma (,) 1) Dipakai antara unsur-unsur dalam perincian atau pembilangan. 2) Dipakai untuk memisahkan kalimat setara satu dengan kalimat setara lain yang didahului kata seperti tetapi, melainkan. 3) Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimat. 4) Dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung yang terdapat di awal kalimat, termasuk oleh karena itu, karena, jadi, akan tetapi, dan sebagainya. 5) Dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat di awal kalimat. 6) Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, dipakai di antara nama, alamat, bagian-bagian kalimat, dan seterusnya yang ditulis berurutan. 7) Dipakai untuk memisahkan tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbitan. 8) Dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 9) Dipakai di muka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan. 10) Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.

b. Tanda koma (,) 1) Dipakai antara unsur-unsur dalam perincian atau pembilangan. 2) Dipakai untuk memisahkan kalimat setara satu dengan kalimat setara lain yang didahului kata seperti tetapi, melainkan. 3) Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimat. 4) Dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung yang terdapat di awal kalimat, termasuk oleh karena itu, karena, jadi, akan tetapi, dan sebagainya. 5) Dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat di awal kalimat. 6) Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, dipakai di antara nama, alamat, bagian-bagian kalimat, dan seterusnya yang ditulis berurutan. 7) Dipakai untuk memisahkan tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun penerbitan. 8) Dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. 9) Dipakai di muka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan. 10) Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.

2) Menurut jenis kata pembentuknya, kata ulang dibedakan atas: a) kata ulang benda : permainan-permainan, batu-batu b) kata ulang kerja : melempar-lempar, berpandang-pandangan c) kata ulang sifat : kekuning-kuningan, tinggi-tinggi d) kata ulang bilangan: satu-satu, dua-dua, kedua-duanya b. Makna kata ulang 1) banyak : bala-bala, keterangan-keterangan 2) bermacam : lauk-pauk, sayur-mayur 3) berkali-kali/berulang-ulang : memukul-mukul, menginjak-injak 4) saling : berpandang-pandangan 5) agak : kekuning-kuningan 6) sangat : merah-merah, tinggi-tinggi 7) demi/tiap : satu-satu, dua-dua.

Mengungkapkan isi suatu puisi Kunci sukses menulis puisi adalah berlatih. Dengan berlatih, kepekaan, perasaan, dan pikiran seseorang akan terasah. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun atau menggubah puisi, yaitu a. menentukan tema; b. menentukan suasana puisi, yaitu sikap pengarang terhadap isi puisi: marah, setuju, menolak, sinis, dan sebagainya;

engungkapkan isi suatu puisi Kunci sukses menulis puisi adalah berlatih. Dengan berlatih, kepekaan, perasaan, dan pikiran seseorang akan terasah. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun atau menggubah puisi, yaitu a. menentukan tema; b. menentukan suasana puisi, yaitu sikap pengarang terhadap isi puisi: marah, setuju, menolak, sinis, dan sebagainya;

 

Mengidentifikasi Isi Paragraf Tentang Artikel Pertanian | medsis | 4.5