Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung”

Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung”

Menghayati Pesan Puisi  – SEONGGOK JAGUNG
Menghayati Pesan Puisi – Karya W.S. Rendra
Seonggok jagung di kamar,
takkan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya hanya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan…
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya,
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupannya!

Menghayati Pesan Puisi

Aku bertanya
Apakah gunanya pendidikan,
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya?
Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibu kota,
menjadi sekrup-sekrup di Schlumberger, Freeport, dan sebagainya,
kikuk pulang ke daerahnya?
Apakah gunanya seseorang
belajar teknik, kedokteran, filsafat, sastra,
atau apa saja,
ketika ia pulang ke rumahnya, lalu berkata:
“Di sini aku merasa asing dan sepi!!”

Menghayati Pesan Puisi

Menghayati Pesan Puisi

Menghayati Pesan Puisi

(1) Puisi karya W.S. Rendra di atas menggambarkan seorang pemuda yang hanya
tinggal berdiam; terkungkung di dalam rumah sehingga ia tidak hidup bebas
bergerak dan berekspresi di luar rumah. Setelah membaca puisi tersebut,
bandingkan isinya dengan kesempatan kalian untuk berpendapat dalam
kehidupan sehari-hari!
Menghayati Pesan Puisi  (2) Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di rumah?
(Menghayati Pesan Puisi  3) Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di masyarakat?
(4) Setujukah kalian bahwa pendidikan sekolah yang sekarang diselenggarakan di
negara tercinta ini secara terus-menerus sedang mengembangkan kesempatan
untuk berpendapat bagi siswa?

Menghayati Pesan Puisi “Seonggok Jagung” | medsis | 4.5