Pelajaran Tentang Menganalisis Aglomerasi Industri

Menganalisis Aglomerasi Industri

Aglomerasi Industri

Aglomerasi Industri

Aglomerasi Industr i- Kenampakan lokasi suatu industri pada peta dapat disimbolkan sebagai kenampakan titik. Kenampakan titik digunakan untuk menggambarkan kenampakan yang sempit dan dalam peta kenampakan tersebut terlalu kecil. Sehingga kenampakan suatu lokasi industri dapat dianalisis melalui peta. Pola persebaran kenampakan titik terdiri dari sebaran seragam (uniform), acak (random), dan mengelompok (clustered). Coba perhatikan gambar di bawah ini yang mengilustrasikan berbagai macam pola sebaran.

Menentukan suatu persebaran itu dikatakan seragam, random, atau mengelompok dapat menggunakan analisis tetangga terdekat (nearest neighbour analysis), yaitu dengan langkahlangkah sebagai berikut:

1. Tentukan batas wilayah yang akan diselidiki pola persebarannya.

2. Jika berupa luasan, ubahlah simbol tersebut dengan simbol titik.

3. Berilah nomor urut atau kode pada titik tersebut untuk memudahkan analisis.

4. Ukurlah jarak terdekat, yaitu jarak pada garis lurus antara suatu titik dan titik lain yang merupakan tetangga terdekat, dan catatlah ukuran jarak tersebut. 5. Hitunglah parameter tetangga terdekat dengan rumus: R = 2p r N ( ) ∑ di mana: r = jarak tiap titik tempat ke tetangganya yang ter dekat p = jumlah titik (N) dibagi luas areal N = jumlah titik .

Hubungan Keterikatan Sarana Transportasi dengan Aglomerasi Industri

Bagaimana perkembangan suatu industri jika tidak didukung oleh sarana dan prasarana transfortasi? Transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan ekonomi termasuk industri. Kegiatan dan pertumbuhan industri di negaranegara maju sangat cepat, hal ini karena didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang lengkap. Tetapi jika suatu wilayah hanya memiliki sedikit sarana dan prasarana transportasi, maka pertukaran barang akan terjadi dalam skala kecil dan kebanyakan merupakan produk lokal.

Dengan demikian, transportasi merupakan salah satu faktor penunjang industri yang penting, seperti transportasi dapat memudahkan dan mempercepat pergerakan orang, barang, dan jasa dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam kegiatan industri, transportasi untuk mengangkut bahan mentah atau bahan baku industri dan pemasaran produk ke tempat-tempat konsumen. Adanya transportasi memungkinkan hubungan antardaerah, hubungan antarhinterland, dan foreland. Selain itu, transportasi dapat menimbulkan dampak terhadap sosial ekonomi penduduk dan penggunaan lahan. Kalian dapat membayangkan bagaimana aktivitas penduduk jika tidak di tunjang oleh sarana dan prasarana transportas. Keberadaan transportasi juga tidak dapat dilepaskan dari keadaan jumlah penduduk. Semakin bertambahnya jumlah penduduk di suatu tempat, pergerakan (mobilitas) pun semakin kompleks di tempat tersebut. Berikut ini merupakan beberapa alasan munculnya sistem transportasi. 1. penyebaran sumber daya alam yang tidak merata. 2. penyebaran penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya tidak sama. 3. adanya perbedaan dalam perkembangan teknologi yang dimiliki. 4. perbedaan pendapatan penduduk pada suatu tempat .

Keberadaan jaringan transportasi, baik darat, laut maupun udara dapat dipengaruhi berbagai aspek. Secara garis besar aspekaspek yang mempengaruhi keberadaan transportasi ada 2, yaitu antara aspek alam (iklim, morfologi, keadaan tanah dan struktur geologi) dan aspek manusianya (aktivitas ekonomi, politik, dan teknologi).

Aspek Alam

a. Iklim dan Tanah Kondisi iklim akan mempengaruhi terhadap kelancaran transportasi baik langsung ataupun tidak langsung. Contoh secara langsung misalnya transportasi laut dan udara akan terhambat jika ada badai topan, kabut, hujan salju ataupun asap tebal. Secara tidak langsung, di Indonesia yang beriklim tropis memiliki curah hujan tinggi dan kelembaban yang tinggi, sehingga akan berpengaruh terhadap kestabilan tanah.

Contohnya adalah curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan jalan raya dan rel kereta api mudah longsor sehingga pemeliharaannya menjadi lebih mahal.

b. Relief Relief suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap transportasi darat.

Misalnya di daerah pegunungan sering ditemui jalan-jalan yang selalu labil dan berkelok-kelok. Daerah tersebut biasanya juga sering dipisahkan oleh sungai-sungai sehingga perlu dibuat jembatan sehingga pembuatan dan pemeliharaan jalan lebih mahal. Selain itu, pada daerah pegungan sering diperlukan prasarana lain, seperti terowongan. Untuk transportasi laut, relief dasar laut akan mempengaruhi terhadap kecepatan kapal, besarnya daya muat kapal dan pembuatan dermaga atau pelabuhan.

c. Struktur geologi Struktur geologi suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap kestabilan jalan. Contohnya jalan yang terdapat di daerah labil seperti pada zona patahan cenderung cepat rusak. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya pembuatan maupun pemeliharaannya.

 

Pelajaran Tentang Menganalisis Aglomerasi Industri | medsis | 4.5