Materi Tentang Mendeklamasikan Puisi

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Materi Tentang Mendeklamasikan Puisi

Mendeklamasikan Puisi

Mendeklamasikan Puisi

Mendeklamasikan Puisi Amanat puisi adalah gagasan yang mendasari karya sastra, berupa pesan yang ingin disampaikan pengarang/penyair kepada pembaca atau pendengar. Jadi, mendengar puisi berarti berkomunikasi dengan penulis dan/atau penyair melalui puisi tersebut. Pendengar puisi yang baik akan berusaha menghayati, atau bahkan larut dalam tema/amanat puisi yang didengarnya. Sebagai langkah awal, cobalah Anda dengarkan puisi karya Taufik Ismail yang dibacakan oleh teman Anda di depan kelas. Anda sebaiknya mendengar/menyimak pesan puisi yang dibacakan teman Anda itu. Pada saat mendengarkan, cobalah rasakan, apakah Anda dapat berkomunikasi dengan penulis dan/atau puisi tersebut. Jika ya, Anda pasti dapat mengungkapkan amanat puisi itu. Membaca puisi bukan semata-mata menyuarakannya dengan intonasi yang diinginkan, melainkan juga harus sesuai dengan isi puisi. Itu berarti bahwa seorang pembaca puisi harus memahami atau menguasai isi dan pesan puisi yang akan dibacakannya untuk orang lain. Dengan kata lain, pembaca puisi harus memahami benar makna yang tersirat serta pemenggalan yang mendukung makna puisi secara utuh. Lebih jauh lagi, pembaca puisi dituntut kemampuannya untuk membawa atau menggiring pendengar menjadi larut dalam puisi yang dibacakannya Marilah bersama-sama mendengarkan puisi yang dibacakan oleh teman Anda di depan kelas!

Mendeklamasikan Puisi

A. 1. Pilihlah salah seorang teman Anda untuk membaca puisi berjudul “Karangan Bunga” di depan kelas! 2. Dengarkanlah pembacaan puisi yang berjudul “Karangan Bunga” itu dengan memerhatikan lafal, tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi! 3. Cobalah merenung selama tiga menit dan bayangkan suasana tempat yang mendukung puisi tersebut! Bagaimana kesan Anda? Ceritakanlah di depan kelas! Latihan 3 4. Diskusikan dengan teman Anda mengenai hal-hal berikut: a. Apa tema puisi “Karangan Bunga”? b. Apa makna yang terkandung dalam puisi “Karangan Bunga”? c. Pesan apa yang terkandung dalam puisi “Karangan Bunga”? 5. Bahaslah hasil diskusi Anda di depan kelas! B. Tulislah sebuah puisi bebas yang bertemakan “Perjuangan”, kemudian bacalah puisi yang telah Anda buat tersebut di depan kelas dengan penuh ekspresi!

Mendeklamasikan Puisi

Tema, Pesan, dan Makna Puisi Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tema puisi adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Pokok pikiran/persoalan itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair sehingga menjadi landasan utama pengucapannya. Jika desakan yang kuat itu berupa rasa belas kasihan, temanya adalah kemanusiaan. Jika dorongan yang kuat itu untuk memprotes ketidakadilan, tema puisinya adalah protes atau kritik sosial. Makna puisi adalah maksud yang terkandung dalam puisi. Misalnya, sanjungan kepada para pahlawan, turut bela sungkawa, atau kesedihan atas ketidakadilan. Pesan puisi adalah hal-hal yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Misalnya, kita harus menyayangi sesama manusia, menghargai, memikirkan nasib fakir miskin. Biasanya, ada beberapa pesan yang terkandung dalam sebuah puisi.

Menulis Paragraf Ekspositoris

Mendeklamasikan Puisi – Pada bab terdahulu, Anda telah belajar paragraf naratif. Nah, sekarang kita akan belajar menulis paragraf ekspositoris. Tentu saja, agar Anda lebih kreatif, tidak hanya mampu menulis satu macam teks. Anda tentu ingin menjadi orang yang kreatif menulis. Karena itu, lengkapilah wawasan Anda dengan uraian berikut ini! Paragraf ekspositoris adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek. Dari paragraf jenis ini, diharapkan para pembaca dapat memahami hal atau suatu objek dengan sejelas-jelasnya. Untuk memaparkan masalah yang akan dikemukakan, paragraf eksposisi menggunakan contoh, grafik, serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. Sedikitnya terdapat tiga pola pengembangan paragraf ekspositoris, yakni dengan cara proses, sebab dan akibat, serta pola ilustrasi. 1. Pola Sebab Akibat Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dengan menggunakan sebabakibat. Dalam hal ini, sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Namun, dapat juga terbalik: akibat dijadikan gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Bila disusun untuk mencari hubungan antarbagiannya, maka proses itu dapat disebut proses kausal 2. Pola Ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Dalam karangan eksposisi, ilustrasi-ilustrasi tersebut dipakai sekadar untuk menjelaskan maksud penulis. Dalam hal ini, pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasan umum tersebut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Mendeklamasikan Puisi

1. Cari dan bacalah beberapa teks eksposisi dalam majalah/surat kabar! 2. Klipingkanlah teks tersebut setelah menentukan tema setiap teksnya! 3. Pilihlah bacaan dengan topik pertanian untuk Anda kembangkan menjadi paragraf eksposisi! 4. Kembangkanlah topik yang Anda pilih itu menjadi gagasan utama dan gagasan penjelas dalam bentuk kerangka karangan! Latihan 5 5. Tentukan jenis pengembangannya (proses, sebab-akibat, atau ilustrasi)! 6. Kembangkanlah kerangka karangan yang sudah Anda susun itu menjadi paragraf eksposisi! 7. Setelah karangan selesai, lakukanlah silang baca dengan teman-teman Anda! Analisislah karangan teman Anda dari segi kesesuaian isi dan penulisan kalimat, pemakaian kata, dan ejaan!

Rangkuman

1. Cari dan bacalah beberapa teks eksposisi dalam majalah/surat kabar! 2. Klipingkanlah teks tersebut setelah menentukan tema setiap teksnya! 3. Pilihlah bacaan dengan topik pertanian untuk Anda kembangkan menjadi paragraf eksposisi! 4. Kembangkanlah topik yang Anda pilih itu menjadi gagasan utama dan gagasan penjelas dalam bentuk kerangka karangan! Latihan 5 5. Tentukan jenis pengembangannya (proses, sebab-akibat, atau ilustrasi)! 6. Kembangkanlah kerangka karangan yang sudah Anda susun itu menjadi paragraf eksposisi! 7. Setelah karangan selesai, lakukanlah silang baca dengan teman-teman Anda! Analisislah karangan teman Anda dari segi kesesuaian isi dan penulisan kalimat, pemakaian kata, dan ejaan!

Refleksi

Mendeklamasikan Puisi – Anda telah mempelajari beberapa kompetensi pada bab bertema “Kepahlawanan”. Di antaranya Anda mempelajari cara menemukan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam puisi. Dalam puisi “Perang” Anda dapat menemukan nilai patriotisme dalam sebuah perang. Nilai patriotisme ini dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari masa kini dengan saling menghargai perbedaan yang ada di sekitar Anda. Nilai patriotisme tidak selalu tercipta dalam sebuah perang, nilai patriotisme juga dapat Anda terapkan dengan belajar dengan rajin.

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Menjelang pagi, di alun-alun desa sudah banyak orang berbaris menjadi kumpulan orang yang kesepian, diam dan hening. Hampir semuanya hanya memakai baju tidur, tanpa mantel dan menggigil kedinginan. Muka mereka pucat seperti hendak mati. Setting penggalan cerpen di atas adalah … . a. pagi b. siang c. alun-alun desa d. alun-alun kota e. desa 2. Mak Kimin menggerutu mendengar laporan kemenakannya. Uraturat lehernya menegang. Bola matanya mencorong tajam. Wajahnya memerah menahan kemarahan. Bujang Sami—salah seorang kemenakan jauh−otomatis ikut tegang. “Kurang ajar! Dikiranya kita tidak tahu batas ulayat?” Hidung Mak Kimin mendengus-dengus bagai kerbau akan berlaga. Karakter tokoh Mak Kimin dalam penggalan cerpen di atas adalah … . a. pemalu b. pemarah c. pendiam d. tidak sabar e. penyabar 3. Hari ini hari ulang tahunku tanpa pesta tanpa restu seorang ibu. Tetapi aku sudah pula biasa. Kali ini tidak pula aku mengira. Tetapi, besok bukan hari ulang tahunku. (Titis Basina: Aku Melihat Semuanya) Nilai yang terkandung dalam petikan cerpen di atas adalah … . a. moralitas b. etika c. agamis d. budaya e. mentalitas 4. Sersan Kasim memegang tali yang merentang dari tepi ke tepi. Air membasahi kakinya, membasahi celananya, membasahi sebagian bajunya, menjilat-jilat gendongan anaknya. Ia mulai repot meninggikan anak maupun senjatanya bersama-sama. Pada suatu waktu ia terperosok ke dalam sebuah lubang pada alas sungai dan ia terhunyung-hunyung dilanda arus yang deras dan dingin. Air mencapai dadanya, merendam anaknya. Dan tibatiba Acep menangis. (Sungai, Nugroho Notosusanto) Konflik yang paling tepat pada penggalan cerpen di atas adalah … . a. Sersan Kasim memegang tali b. Air membasahi Sersan Kasim c. Acep menangis d. Sersan Kasim terperosok e. Acep terdiam 5. Awalnya Budiman bekerja setengah hati. Tetapi, setelah ia merasakan bagaimana perlakuan Direkturnya kepadanya, Ia mulai berubah sikap. Ia ingin melaksanakan pekerjaannya sepenuh hati. Ia mulai malu oleh sikap Direkturnya yang kian hari kian memerhatikannya. Memang awalnya juga, Direktur tak memerhatikan keberadaan Budiman. Budiman diperlakukan sebagaimana karyawan lainnya. Tetapi, setelah ada kejadian yang menimpa Direkturnya, yang menyebabkan ia harus dirawat beberapa hari di rumah sakit, direkturnya baru menyadari keberadaan Budiman. Tanpa pertolongan Budiman niscaya nyawa direkturnya itu sudah melayang. Inilah sebenarnya yang menyebabkan Budiman mendapat perlakuan khusus. Amanat yang dapat dipetik dari penggalan cerpen di atas adalah … a. Tak kenal maka tak sayang. b. Bekerja harus bersungguh-sungguh. c. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja. d. Pertolongan yang ikhlas akan berbuah pahala e. Bergaullah bersama orang lain.

Materi Tentang Mendeklamasikan Puisi | medsis | 4.5