Mencari Sumber Kutipan dan Cara Memberi Kritikan

Mencari Sumber Kutipan dan Cara Memberi Kritikan

Mencari Sumber Kutipan

Mencari Sumber Kutipan

Mencari Sumber Kutipan – Di bab yang mengambil topik “Kependudukan”, kalian diajak untuk mempelajari perbedaan informasi di media cetak dan elektronik dan berlatih untuk memberikan kritik dari isi sebuah artikel. Pertama, kalian diajak untuk memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak atau elektronik dengan mendaftar fakta dan pendapat, dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan secara lisan. Kedua, kalian akan memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak atau elektronik dengan mencatat pokok-pokok informasi, baik yang berbeda maupun yang sama dari berbagai media.

Mencari Sumber Kutipan – Ketiga, kalian diajak untuk bisa memberikan persetujuan/dukungan terhadap artikel yang terdapat dalam media cetak atau elektronik dengan mendata judul artikel yang memuat soal yang diperdebatkan, merumuskan bahan yang diperdebatkan, dan memberikan kritik dengan disertai alasan. Keempat, kalian diajak untuk bisa membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui diskusi dan menghubungkannya dengan realitas alam, sosial, budaya, dan masyarakat melalui diskusi dengan memahami isi puisi dengan cara memparafrasakan puisi. Selamat belajar dan sukseslah selalu.

Fakta dan Opini

Mencari Sumber Kutipan – Bacalah terlebih dahulu wacana berikut! Ny. Imin Jual Sarung Buat Beli Beras… Ny Imin (35) tampak tergesa-gesa membuka pintu rumahnya di Lingkungan Kramatnunggal, Kelurahan Sayang-sayang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selasa (7/3) pukul 13.00, ketika ibu rumah tangga lainnya sibuk memasak di dapur, Imin baru kembali dari rumah salah seorang saudaranya untuk meminta daun kelor buat bahan sayur. Akan tetapi, itu belum menjamin Ny Imin bersama tujuh anak dan suaminya, Murdan (40), bisa makan hari itu karena keluarga itu tidak punya uang buat membeli beras. Tetangganya pun, seperti biasa, belum ada yang menawari makanan.

Mencari Sumber Kutipan

“Empat hari lalu saya jual selembar kain seharga Rp 8.000 untuk beli beras,” kisah Ny Imin. Di Masyarakat Sasak Lombok waktu lalu pantang menjual harta bendanya, karena dianggap aib. Tetapi, Ny Imin tak mengenal aib seperti itu karena hanya sarung lusuh itu sebagai jawaban menyambung hidupnya. Suaminya hanya buruh di penggilingan padi, sedangkan upahnya tergantung pada jumlah konsumen yang menggilingkan gabah. Sekali tempo Murdan bisa mengantongi Rp 10.000, tetapi acap kali seharian keluar rumah ia pulang cuma membawa Rp 2.000- Rp 3.000. Gambaran kemiskinan keluarga ini kian lengkap dilihat dari kondisi rumahnya yang berukuran 8 x 4 meter. “Kalau hujan, kami tidur sambil duduk, tidak bisa menggelar tikar karena atap rumah bocor,” ungkap Ny Imin. Ny Imin adalah bagian dari warga miskin yang berjumlah 1.031.600 jiwa dari 4 juta penududuk NTB. Mereka umumnya mengais rezeki sebagai pekerja kasar. Seperti buruh bangunan, buruh pikul, dan buruh tani. Banyak kalangan ibu rumah tangga melakukan mepes (mulung sisa bulir padi yang luput dirontokkan) di sawah yang baru saja dipanen.

Mencari Sumber Kutipan – Realitas terbalik Realitas itu agaknya berbanding terbalik dengan sambutan Wakil Gubernur NTB, Bonyo Tamrin Rayes, pada Rapat Koordinasi Penyusunan Program Pembinaan dan Pembimbingan Industri Kecil dan Menengah Wilayah Regional II, 5 Maret, di Mataram. Ia menyebutkan, kondisi perekonominan NTB tumbuh positif pada semua sektor. Indikasinya ditandai laju pertumbuhan industri dan perdagangan yang cenderung naik. Untuk sektor industri, dari 5,88 persen tahun 2004 menjadi 7,33 persen tahun 2005, kemudian sektor perdagangan dari 5,68 persen menjadi 6,19 persen dalam periode tahun yang sama. Data kuantitatif itu agaknya tidak nyambung dengan kenyataan hidup Ny Musinah, warga Dusun Datar, Lombok Barat, maupun Ny Raidah, warga Dusun Karang Bucu, Desa Bagek Polak, Lombok Barat. Saat ini panen padi berlangsung di beberapa tempat di Lombok. Harga beras pun mulai turun sejak akhir Januari lalu. Harga beras yang semula Rp 5.000 turun jadi Rp 3.600 – Rp 3.800 per kg. Ini diharapkan bisa meringankan beban hidup warga di tengah kenaikan harga beberapa komoditas lain, tetapi daya beli mereka rendah. Itulah yang memotivasi Ny Musinah dan Ny Raidah. Karena itu, nyaris mereka tak ada waktu di rumah. Pagi hingga siang hari, setelah memasak untuk keluarga, mereka pergi mepes. Mendekati tengah hari, mereka pulang untuk istirahat dan seusai magrib berangkat untuk mepes lagi, terkadang hingga dini hari. Nasib yang harus dihadapi Ny Imin, Ny Musinah, Ny Raidah, dan lainnya hendaknya mampu menggugah pemerintah dan semua kalangan untuk mengatasi kemiskinan struktural warga pendesaan di NTB. Tak cukup hanya membuat argumentasi lewat angkaangka, yang tak menyelesaikan persoalan. (Khaerul Anwar) Sumber: Kompas, 14 Maret 2006 

Mencari Sumber Kutipan 

Mencari Sumber Kutipan – Untuk memperkuat pendapat Anda, sering Anda mengutip pendapat para ahli yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Namun, perlu diingat bahwa jangan sampai terjadi karangan Anda terdiri dari kutipan-kutipan. Garis besar kerangka karangan dan kesimpulan hendaknya merupakan pendapat penulis, dan kutipan hanya berfungsi sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat. Untuk itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban penulis yang telah menggunakan kutipan itu sebagai penunjang adalah dengan mencantumkan sumber kutipan. Ketentuan penulisan kutipan meliputi tiga hal.

A. Kutipan langsung tidak lebih dari empat baris Kutipan ini akan dimasukkan dalam teks dengan cara berikut: (1) kutipan diintegrasikan dengan teks; (2) jarak antara baris dengan baris dua spasi; (3) kutipan diapit dengan tanda kutip; (4) sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu. Contoh: Supaya tulisan kita mudah dipahami orang lain, maka kita hendaknya membuat kalimat yang efektif. Yang dimaksud dengan kalimat efektif itu yang bagaimana? “Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan sadar atau sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik” (Parera,1988:42). Dengan demikian…..

B. Kutipan langsung lebih dari empat baris Kutipan yang lebih dari empat baris ketentuan penulisannya sebagai berikut: (1) kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi; (2) jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi; (3) kutipan boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip; (4) sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu; (5) seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan. Contoh: …………………………………………………………….. “Anda tidak bisa menang dalam sebuah debat. Anda tidak bisa, karena kalau Anda kalah, Anda akan kalah; dan kalau Anda menang, Anda kalah juga. Mengapa? Nah, misalkan Anda menang atas pihak lawan dan mampu menembak argumennya sehingga penuh lubang, lalu membuktikan bahwa dia noncomposmentis. Lalu bagaimana? Ya, Anda akan merasa senang. Tapi bagaimana dengan dia? Anda telah membuatnya merasa rendah diri” (Carnegie; 1996:181). ………………………………………………………………..

C. Kutipan tidak langsung Kutipan tidak langsung berupa intisari pendapat yang dikemukakan. Oleh sebab itu, kutipan ini tidak diberi tanda kutip. Syarat penulisan kutipan tidak langsung adalah: (1) kutipan diintegrasikan dengan teks; (2) jarak antarbaris dua spasi; (3) kutipan tidak diapit tanda kutip. (4) sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat terdapat kutipan itu. Contoh: Menurut Gorys Keraf, kalimat yang baik adalah yang menunjukkan kesatuan gagasan, atau hanya mengandung satu ide pokok. Bila ada dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan digabungkan, maka akan merusak kesatuan pikiran (1994 :36).

Memberikan Kritik

Mencari Sumber Kutipan – Pada pelajaran ini Anda akan berhadapan dengan sebuah wacana yang membahas tentang membuminya chicklit dan teenlit di kalangan remaja. Dari wacana ini Anda akan tahu banyak bagaimana seorang remaja menulis sebuah chicklit yang bisa menjadi best seller penerbit. Berdasar wacana tersebut, Anda dapat dengan bebas memberikan tanggapan, kritik, atau dukungan. Pada pelajaran ini, Anda akan kembali dituntut untuk berani mengeluarkan pendapat dengan alasan-alasan yang bisa dipahami.

Puisi Ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk memahami isi puisi. Salah satu caranya ialah dengan parafrasa puisi. Parafrasa puisi biasanya lebih panjang daripada puisi aslinya. Kegiatan memparafrasakan puisi adalah kegiatan yang berkaitan dengan analisis struktur batin puisi. Oleh karena itu, kegiatan ini juga merupakan kegiatan memahami isi, tema, dan amanat puisi. Berikut ini langkah-langkah memparafrasakan puisi. 1. Pahami puisi yang akan diparafrasakan. Baca dan pahami kalimat-kalimat puisi! Gunakanlah berbagai sumber seperti kamus, ensiklopedi, buku teori sastra, sejarah sastra, dan lain-lain! Carilah hubungan antarunsurnya! 2. Temukan adanya penyimpangan dan keunikan aspek kebahasaan pada puisi yang diparafrasakan! Dalam hal ini, kita harus menguasai berbagai konvensi bahasa, seperti kosa kata, ejaan, dan tata bahasa. 3. Tulis kembali puisi yang akan diparafrasakan dalam bentuk baru. Parafrasa puisi biasanya mengarah pada bentuk prosa dan menjurus pada makna denotatif.

 

Mencari Sumber Kutipan dan Cara Memberi Kritikan | medsis | 4.5