Membangun Kerukunan Umat Beragama

Kemerdekaan beragama di Indonesia menyebabkan Indonesia mempunyai
agama yang beraneka ragam. Di sekolah kalian, mungkin saja warga sekolahnya
(siswa dan guru) menganut agama yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinannya.
Atau mungkin saja, kalian mempunyai tetangga yang tidak seagama dengan
kalian. Hal itu semua, di negara kita merupakan sesuatu yang wajar.
Keberagaman agama yang dianut oleh bangsa Indonesia itu tidak boleh
dijadikan hambatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Hal
tersebut tentu saja akan terwujud apabila dibangun kerukunan umat beragama.

Kerukunan umat beragama merupakan sikap mental umat beragama dalam
rangka mewujudkan kehidupan yang serasi dengan tidak membedakan pangkat,
kedudukan sosial dan tingkat kekayaan. Kerukunan umat beragama dimaksudkan
agar terbina dan terpelihara hubungan baik dalam pergaulan antara warga baik
yang seagama, berlainan agama maupun dengan pemerintah.
Apa saja bentuk kerukunan beragama itu? Di negara kita di kenal konsep Tri
Kerukunan Umat Beragama, yang terdiri atas kerukunan internal umat seagama,
kerukunan antar umat berbeda agama, dan kerukunan antar umat beragama
dengan pemerintah. Bagaimana perwujudan dari tiga konsep kerukunan itu?
Untuk mengetahuinya, simaklah uraian berikut.
Kerukunan antar umat seagama berarti adanya kesepahaman dan kesatuan
untuk melakukan amalan danĀ kerukunan-antar-umat-beragama-ilustrasi-_111031095026-811
ajaran agama yang dipeluk dengan
menghormati adanya perbedaan
yang masih bisa ditolerir. Dengan
kata lain dengan sesama umat
seagama tidak diperkenankan
untuk saling bermusuhan, saling
menghina, saling menjatuhkan,
tetapi harus dikembangkan sikap
saliang menghargai, menghomati
dan toleransi apabila terdapat
perbedaan, asalkan perbedaan
tersebut tidak menyimpang dari
ajaran agama yang dianut.
Kemudian, kerukunan antar umat beragama adalah cara atau sarana untuk
mempersatukan dan mempererat hubungan antara orang-orang yang tidakĀ seagama dalam proses pergaulan pergaulan di masyarakat, tetapi bukan ditujukan
untuk mencampuradukan ajaran agama. Ini perlu dilakukan untuk menghindari
terbentuknya fanatisme ekstrim yang membahayakan keamanan, dan ketertiban
umum. Bentuk nyata yang bisa dilakukan adalah dengan adanya dialog antar
umat beragama yang di dalamnya bukan membahas perbedaan, akan tetapi
memperbincangkan kerukunan, dan perdamaian hidup dalam bermasyarakat.
Intinya adalah bahwa masing-masing agama mengajarkan untuk hidup dalam
kedamaian dan ketentraman.
Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah, maksudnya adalah dalam
hidup beragama, masyarakat tidak lepas dari adanya aturan pemerintah setempat
yang mengatur tentang kehidupan bermasyarakat. Masyarakat tidak boleh hanya
mentaati aturan dalam agamanya masing-masing, akan tetapi juga harus mentaati
hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Membangun Kerukunan Umat Beragama | medsis | 4.5