Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang

Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang

Remaja pada umumnya memiliki tokoh yang diidolakan dalam hidup. Pada umumnya tokoh idola adalah orang-orang yang terkenal, rupawan, dan berprestasi. Dengan memiliki tokoh idola, kita dapat menjadikan tokoh idola sebagai acuan dalam kehidupan. Tokoh idola dapat menjadi semacam inspirasi, motivasi dan pendorong semangat dalam setiap segi kehidupan. Bagaimana dengan Yesus? Apakah kita saat ini mengidolakan Yesus? Remaja SMP merupakan remaja yang masih mencari tokoh idola. Dengan pelajaran kita semakin mengenal Yesus secara lebih luas dan lebih mendalam, sehingga memungkinkan kita untuk menjadikan Yesus sebagai tokoh idola.

Doa

Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur kepadaMu, karena telah mengasihi kami dan memberi kesempatan kepada kami untuk mengenal Engkau dan Yesus Putera-Mu. Mohon terang dan bimbingan-Mu Bapa, agar pada hari ini kami dapat semakin mengenal Yesus Putera-Mu. Dengan semakin mengenal Putera-Mu, Kami dapat menjadikan-Nya sebagai idola kami dalam hidup sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin

1. Tokoh idola dalm masyarakat Lakukan dialog dengan teman dan atau guru untuk menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan di bawah ini !

a. Siapakah tokoh idolamu? Mengapa memilihnya sebagai tokoh idola? ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

b. Apa yang kalian kagumi dari tokoh idolamu itu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

c. Apa yang kalian lakukan untuk meneladani tokoh idolamu?

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Menemukan pribadi Yesus sebagai tokoh idola Lakukan beberapa kegiatan berikut ini!

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

a. Baca Alkitab. b. Temukan sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang menurutmu luar biasa dan mengagumkan. c. Tulis berbagai sikap/ sifat/ atau tindakan Yesus yang luar biasa dan mengagumkan tersebut dalam lembar kertas laporan. d. Diskusikan hasil temuan itu dengan teman-temanmu. Bentuk kelompok, dan lakukan kegiatan sebagai berikut!

1. Baca dengan perlahan-lahan “Syahadat Kehidupan” berikut ini! ”Aku percaya akan Allah Sang Pencinta kehidupan, Allah yang senantiasa mencintai diriku tanpa syarat apapun, Allah yang selalu menginginkan diriku hidup dengan penuh kelimpahan Aku percaya akan Allah yang selalau mengampuni diriku serta membukakan masa depan bagiku, masa depan yang penuh kehidupan dan harapan. Aku percaya akan Allah yang selalu menyertai perjalanan hidupku, bersedia membantuku, menyembuhkan luka-luka dalam hidupku, menguatkan aku, menderita bersamaku, serta menjadi sahabatku yang terbaik. Aku percaya akan Allah yang hanya mengenal cinta dan kasih setia (compassion); Allah pencinta kehidupan dan selalu mengundang aku untuk memilih kehidupan tersebut. Dalam iman seperti ini, aku menemukan kebahagiaan dan rasa damai yang mendalam di dalam kehidupanku sekarang ini, maupun harapan akan kehidupan yang akan datang”

2. Buat suasana hening dalam kelompok dan secara pribadi renungkan kata demi kata “Syahadat Kehidupan” tersebut. 3. Tuliskan niatmu dalam membangun sikap-sikap yang akan diwujudkan untuk meneladan Yesus. 4. Sampaikan niat itu kepada temanmu dalam kelompok!

Tugas 1. Bagi kelas menjadi tiga kelompok dan setiap kelompok diminta untuk mendramakan salah satu perikop Kitab Suci: a. Mat 18:21-35; b. Luk 15:11-32; c. Mat 20:1-16. 2. Setelah kelompok mendramakan cerita dalam Kitab Suci, salah satu anggota kelompok menyampaikan makna atau pesan Kitab Suci yang didramakan oleh kelompok.

1. Refleksi dan Aksi

Sebagai orang yang mengimani Yesus, bukan hal yang salah jika kita mengidolakan Dia dalam hidup kita. Dia yang telah kita kenal melalui sabda dan perbuatan-Nya, dapat menjadi idola bagi kita semua. Sikap Yesus yang seperti apakah yang ingin kalian teladani? Apa saja usahamu untuk mewujudkan itu dalam hidup sehari-hari? Setelah mengikuti proses di atas, tuliskan hasil refleksi tersebut dalam buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Yesus yang Mahabaik, Engkau adalah teladan kami dalam seluruh kehidupan ini. Kami bangga dan bersyukur, karena boleh percaya dan mengimani Engkau. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami dapat meneladan-Mu. Ajarlah kami ya Yesus, agar kami mempu menjadi seperti-Mu, yang senantiasa mengasihi, senantiasa memperhatikan dan juga senantiasa mengampuni. Perkenankanlah kami menjadikan-Mu sosok idola bagi kami. Kami membuka diri, agar Engkau berkenan menjadi idola kami, yang memotivasi kami, yang mewarnai hidup kami, yang menginspirasi hidup kami serta mendorong kami untuk senantiasa hidup seturut kehendak-Mu. Engkau kami puji dan kami sembah ya Tuhan, kini dan sepanjang masa. Amin.

Glosarium

Ad Gentes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Dekrit tentang Karya Misioner Gereja Berbelarasa turut merasakan nasib orang lain (solider/peduli) Citra rupa; gambar atau gambaran Doa sarana berkomunikasi dengan Allah Eskatologis berkaitan dengan akhir zaman seperti hari kiamat dan kebangkitan Gaudium et Spes Dokumen Konsili Vatikan II berisi Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini Gereja persekutuan umat beriman yang percaya kepada Yesus Kristus Hak asasi hak-hak yang sifatnya mendasar Idola orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan Katekismus manual doktrin dalam bentuk tanya jawab untuk dihafalkan Kerajaan Allah suasana damai ketika Allah merajai atau menguasai hati kita Keunikan kekhususan atau keistimewaan Komplementer saling membutuhkan dan saling tergantung satu sama lain Masyarakat sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu Mengampuni memaafkan dan tidak memperhitungkan lagi kesalahan orang lain Miskin dihadapan Allah pengakuan bahwa dirinya lemah atau tidak berdaya dan bersikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah Murah hati suka (mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati Glosarium 154 Kelas VII SMP Edisi Revisi Refleksi sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupa penilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik (siswa) kepada guru/dosen, berisi ungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang diterimanya. Sederajat memiliki martabat dan kedudukan yang sama tinggi Seks jenis kelamin Seksualitas ciri, sifat atau peranan seks Talenta pembawaan orang sejak lahir; bakat

Daftar Pustaka

Abineno, Dr., J.L.Ch. 2002. Seksualitas dan Pendidikan Seksualitas, Cet. ke- 6. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Agoeng, P. Noegroho S., Pr. 2008. Formasi Dasar Orang Muda untuk Remaja Setingkat SMP, Yogyakarta: Kanisius. Auer, Jim. 2002. Seks & Remaja Kristen, Yogyakarta, Kanisius. Bakker, A., SVD. 1988. Ajaran Iman Katolik 1 untuk Mahasiswa, Yogyakarta: Kanisius. Barry, William A., S.J. 2000. Menemukan Tuhan dalam Segala Sesuatu. Yogyakarta: Kanisius. Centi, Paul J. 2006. Mengapa Rendah Diri, Cetakan XIII. Yogyakarta: Kanisius. Chandra, Julius. 1994. Hidup Bersama Orang Lain, Cet. ke-11, Yogyakarta: Kanisius. Chandra Julius dan Rini Chandra. 2001. Melangkah ke Alam Kedewasaan. Cet. Ke-9, Yogyakarta: Kanisius. de Mello, Anthony, S.J. 2001. Hidup di Hadirat Allah, Cet. Ke-7, Yogyakarta: Kanisius. Dokumen Konsili Vatikan II. 2003. Cetakan VII. Jakarta: Obor. Ensiklopedi Populer Politik Pembangunan Pancasila Jilid III. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hakenewerth, Quentin, SM. 1987. Ikutlah Panggilan Hidupmu, Jakarta: CLC. Handaya, Ben. 2001. Etiket dan Pergaulan. Cet. ke-17, Yogyakarta: Kanisus Hello, Yosef Marianus, S.Pd. 2004. Menjadi Keluarga Beriman, Yogyakarta: Pustaka Nusatama. Lanur, Alex, OFM. 2000. Menemukan Diri, Cet. ke-9, Yogyakarta: Kanisius. Katekismus Gereja Katolik. 1995. Ende: Arnoldus. Kieser, Bernard, S.J. Moral Dasar. Yogyakarta: Kanisius. Kirchberger, George dan Vincent de Ornay (Penyadur). 1999. Panggilan Keluarga Kristen. Jakarta: Penerbit LPBAJ dan Celesty Hieronika. Komkat KWI. 2004. Persekutuan Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII. Yogyakarta: Kanisius. Komkat KWI. 2010. Membangun Komunitas Murid Yesus, Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SMP Kelas VII, Yogyakarta, Kanisius. Komisi Waligereja Indonesia. 1996. Iman Katolik Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Lalu, Yosef, Pr. 2008. Percikan Kisah Anak Manusia, Jakarta: Komkat KWI. Leahy, Louis. 1997. Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini, Yogyakarta: Kanisius. Mangunhardjana, A. M. 2002. Mengatasi Hambatan-Hambatan Kepribadian, Cet. 17, Yogyakarta: Kanisius. Martasudjita, E., Pr. 2000. Komunitas Peziarah, Sebuah Spiritualitas Hidup Bersama. Yogyakarta: Kanisius. Moi, Alberto A. Djono, O. Carm. 2003. Proses Aktualisasi Diri, Malang: Dioma. Powell, John. Mengapa Takut Mencinta. Jakarta: Cipta Loka Caraka. Rausch, Thomas P. 2001. Katolisisme-Teologi bagi Kaum Awam. Yogyakarta: Kanisius. Sanggar Talenta. 2005. Biarkan Kami Bicara tentang Sekolah dan Cita-cita, Seri Pustaka Remaja, cetakan IV, Yogyakarta: Kanisius. Soekanto, Soerjono, Prof. Dr. 1997. Remaja dan Masalah-Masalahnya. Cet. 7, Yogyakarta. Kanisius. Suherman, F. X., Pr. 2007. Allah Memberi Hidup Manusia Menghidupi, Yogyakarta, Pustaka Nusatama. Tari, Ignas, MSF. 2011. Cinta yang Membesarkan Hati, Cetakan II, Jakarta, Fidei Press. Tim Pembinaan Persiapan Berkeluarga DIY. 1981. Membangun Keluarga Kristiani. Yogyakarta: Kanisius. Tjahaja, Liria. 1999. Bertumbuh dan Beriman, Pendidikan Seksualitas untuk Peserta didik SLTP. Jakarta: Komkat & Kom-KK KAJ. Torney, John C. 2005. Only You can Make You Happy, Tips Praktis Hidup Bahagia. Yogyakarta: Kanisius. Valles, Carlos G. 2005. Courage to be Myself Berani Menjadi Diri Sendiri, Yogyakarta: Kanisius. Vallet, Robert E. 1989. Aku Mengembangkan Diriku, Jakarta: CLC. van Breemen, P. , S.J. 1983. Kupanggil Engkau dengan Namamu, Yogyakarta: Kanisius. Wicks, Robert J. 2002. Self-Care for Every Day, Kasihilah Dirimu dari Hari ke Hari. Yogyakarta: Kanisius.

Membangun Diri Seturut Teladan Yesus | medsis | 4.5