Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi

Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi

Membacakan Puisi

Membacakan Puisi

Membacakan Puisi  – Tahukah Anda bahwa informasi aktual yang Anda dapatkan akan menambah wawasan Anda? Sudahkah Anda mendapatkan info terbaru hari ini? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung. Selain itu, Anda pun akan belajar menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk paragraf eksposisi, menemukan nilai-nilai yang dikandung cerpen dan membacakan puisi dengan lapal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat akan dipelajari pada pelajaran ini.

Mendengarkan Berita di Televisi

Membacakan Puisi  – melalui radio atau televisi setiap hari. Berbagai berita disuguhkan dari waktu ke waktu, baik tentang peristiwa yang terjadi di sekitar Anda mau pun di wilayah lain di luar negeri. Banyak informasi yang disajikan melalui siaran berita menuntut Anda untuk bersikap kritis. Kegiatan mendengarkan atau menyimak kritis perlu Anda lakukan agar mampu meneliti letak kekurangan atau kekeliruan informasi yang disampai – kan. Anda perlu berlatih menyimak kritis atas segala ucapan atau informasi lisan untuk memperoleh kebenaran.

Membacakan Puisi  – Beberapa kegiatan yang tercakup dalam menyimak kritis adalah: 1. menentukan mana informasi baru dan informasi tambahan bagi suatu topik; 2. menafsirkan, menginterpretasikan ungkapan, idiom, dan bahasa yang belum umum, belum lazim dipakai; 3. bertindak objektif dan evaluatif untuk menentukan keaslian, kebenaran, atau adanya prasangka atau kecerobohan, kekurangtelitian serta kekeliruan. Sekarang, dengarkanlah teks berita berikut ini dengan cermat.

Sanggar Musik Septime, Lahirkan Pemusik Profesional

Membacakan Puisi  – Pesatnya kemajuan industri hiburan dalam masyarakat membuat banyak orang terutama mereka yang memiliki bakat dalam dunia musik memilih untuk tekun belajar musik. Alasannya, bisnis dunia hiburan merupakan lapangan yang menjanjikan, baik dari sudut finansial maupun ketenaran sebagai artis atau musisi. Jalur belajar yang dipilih pun berbeda. Ada yang belajar secara otodidak,ada yang belajar melalui lembaga formal di sekolah-sekolah musik, ada yang belajar di lembaga-lembaga kursus musik yang tersebar di berbagai daerah. Salah satu sanggar musik yang banyak melahirkan banyak musisi di Denpasar adalah Sanggar Musik Septime. Sanggar yang berdiri sejak 2 Agustus 2002 ini telah melatih dan mendidik lebih dari empat ratus murid. Latar  belakang berdirinya Sanggar Septime berawal dari lesunya perkembangan musik di Denpasar yang terjadi sejak tahun 1990-an sampai 2002.

Membacakan Puisi  – Banyak kader-kader muda yang berbakat, namun wadah untuk mengasah bakat-bakat musik tidak cukup terakomodasi. Kenyataan ini mendorong terbentuknya Sanggar Musik Septime yang beralamat di Jln. Durian 4 Denpasar tersebut dengan mempekerjakan sembilan orang tenaga pengajar. Materi yang ditawarkan terdiri dari keterampil an keyboard, piano, guitar, drum, dan vokal yang dimulai dari tingkat dasar sampai tingkat mahir.

Membacakan Puisi  – Peserta kursus terdiri dari beragam usia mulai usia kanak-kanak sampai usia dewasa. “Di sini kita membedakan sistem penyajian materi antara peserta kelas dan peserta yang privat”, jelas Gideon Dwi Prasetia Ludji, salah seorang staf pengajar Sanggar Septime. Peserta kelas biasanya pertemuannya rutin, dengan jadwal yang ditetap kan sebelumnya, sedangkan untuk peserta privat waktunya disepakati antara peserta dengan pengajar. Pemberian nama Septime bukanlah tanpa arti. “Dalam urutan nada, Septime sama dengan nada ketujuh sebagai angka sempurna,” jelas Dion guru keyboard itu. Tujuh adalah jurus pamungkas sebagai tanda kemenangan. Konkret nya, orang yang sudah belajar di Septime pasti memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Satu paket yang diberikan harus selesai dalam kurun waktu enam bulan. Sumber: Bali Televisi, September 2004

Dapatkah Anda tunjukkan pokok isi berita dari teks berita tersebut? Adakah hal-hal yang belum Anda pahami dari teks berita tersebut? Jika ada, ayo buatlah pertanyaan dan diskusikanlah dengan teman Anda untuk menjawabnya. Berdasarkan teks berita tersebut, Anda dapat mengetahui pokok-pokok isi berita. Berikut ini beberapa pokok-pokok isi berita tersebut.

1. Bisnis dunia hiburan merupakan lapangan yang men janjikan, baik dari sudut finansial maupun ketenaran sebagai artis atau musisi. 2. Salah satu sanggar musik yang banyak melahirkan banyak musisi di Denpasar adalah Sanggar Musik Septime.

Selanjutnya, Anda pun dapat mengungkapkan kembali isi berita tersebut dengan kalimat yang runtut dan jelas. Selain itu, Anda pun dapat mengajukan beberapa pertanyaan tentang isi berita. Berikut ini contoh pertanyaan dan jawabannya.

Menulis Paragraf Eksposisi

Masih ingatkah Anda pada pembelajaran menulis paragraf atau karangan narasi dan deskripsi? Selain kedua jenis paragraf tersebut, ada jenis paragraf lain yang dapat Anda pelajari, yakni paragraf eksposisi. Eksposisi itu adalah menyingkapakan. Dan sesuatu yang disingkapakan itu adalah sesuatu yang selama ini tertutup, terlindung, atau tersembunyi. Dalam hal wacana eksposisi, yang disingkapkan itu adalah buah pikiran atau ide, perasaan atau pendapat penulisnya, untuk diketahui orang lain. Oleh karena itu, terlebih dahulu haruslah ada suatu hal, suatu buah pikiran, atau suatu isi hati, atau suatu pendapat, yang akan diungkapkan. Di dalam eksposisi, sesuatu yang akan diungkapkan ini disebut tesis (ini kira-kira sama dengan apa yang kita sebut dengan tema ketika kita membicarakan narasi). (Ismail Marahimin, 2005: 193) Sekarang, apakah yang dimaksud eksposisi dan bagai mana karakteristik nya? Untuk memperoleh penjelasan tersebut.

Paragraf eksposisi yakni paragraf yang berusaha me nerangkan atau menjelaskan pokok pikiran yang dapat mem perluas pengetahu an pembaca. Paragraf ini bertujuan me nyampai kan fakta-fakta secara teratur, logis, dan saling bertautan dengan maksud untuk menjelaskan suatu ide, istilah, masalah, proses, unsur-unsur sesuatu, atau hubung an sebab-akibat agar di ketahui oleh orang lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa paragraf eksposisi mempunyai ciri:

1. memberikan penjelasan terhadap bagaimana sesuatu itu terjadi atau bekerja; 2. disusun berdasarkan urutan yang sistematis dan saling bertautan; 3. adanya hubungan sebab-akibat; 4. memperluas pengetahuan pembaca. Agar pemaparan proses ini disampaikan secara sistematis, Anda diharapkan melakukan hal berikut. 1. Menganalisis suatu hal atau persoalan bagian per bagian. 2. Bagian-bagian tersebut diuraikan tahap demi tahap sehingga pada akhirnya pembaca mempunyai pengetahuan tentang proses tersebut secara keseluruhan. Dalam pemaparannya, Anda dapat menggunakan pola pengembang an paragraf umum-khusus (deduktif) atau khusus-umum (induktif). Paragraf umum-khusus (deduktif) adalah paragraf yang dimulai dengan pernyataan umum, kemudian dilanjutkan dengan uraian atau kalimat penjelas yang bersifat khusus.

Contoh

Sekarang telah lahir Virtual Laser Keyboard, keyboard canggih yang telah lama ditunggu-tunggu. Dengan menggunakan teknologi sinar laser dan infra merah, keyboard ini sangat berguna bagi setiap pengguna PDA. Selain itu, keyboard ini dapat juga digunakan untuk desktop PC (personal computer) atau laptop.

Paragraf khusus-umum (induktif) adalah paragraf yang diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Dengan demikian, letak kalimat utamanya berada di akhir paragraf.

Untuk membuat karangan eksposisi, Anda dapat mencari topik-topik yang dapat dikembangkan. Jika Anda ingin memapar kan suatu proses atau cara, topik-topik yang diambil harus lah membutuhkan pemaparan itu. Misalnya, Anda akan menjelaskan cara membuat layang-layang. Layang-layang merupakan mainan yang memiliki teknologi sederhana. Setelah menentukan topik karangan, Anda dapat me rinci gagasan berdasarkan topik tersebut. Gagasan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kerangka karangan.

Contoh: 1. Layang-layang dan asal muasalnya 2. Bahan-bahan yang harus disediakan 3. Langkah-langkah membuatnya 4. Hiasan layang-layang Jika kerangka karangan sudah terbentuk, Anda dapat dengan mudah mengembangkannya menjadi karangan eksposisi. Tuangkanlah semua gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Setelah selesai, Anda dapat membaca ulang tulisan Anda sambil melakukan koreksi: menghilangkan bagian yang tidak padu, membetulkan ejaan dan tanda baca, serta menambahkan bagianbagian yang kurang.

Contoh: Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan yang tinggi ke daerah bertekanan yang rendah. Gerakan udara ini dikendalikan panas lebih ringan dari pada udara dingin. Udara panas naik jika dipanasi matahari lalu tempatnya digantikan oleh udara dingin.

Perbaikannya: Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Gerakan udara ini dikendali kan panas matahari. Udara panas lebih ringan daripada udara dingin. Udara panas naik jika dipanasi matahari, lalu tempatnya digantikan oleh udara dingin.

Menemukan Nilai-Nilai Cerpen 

Menurut bentuk fisiknya, cerita pendek ( atau disingkat cerpen) adalah cerita yang pendek. Ukuran pendek di sini diartikan sebagai: dapat selesai dibaca sekali duduk dalam waktu kurang dari satu jam. Di samping itu, cerpen bersifat rekaan(fiction). Namun, meskipun hanya bersifat rekaan, cerpen ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. Apa yang diceritakan di dalam cerpen memang tidak pernah terjadi, tetapi dapat terjadi semacam itu. Ciri hakiki cerpen adalah bertujuan untuk memberikan gambaran yang tajam dan jelas, dalam bentuk yang tunggal, utuh, dan mencapai efek yang tunggal pula pada pembacanya(Jacob Sumardjo, 1988:36).

Efek tunggal yang dimaksud di sini adalah pemahaman pembaca terhadap penceritaan cerpen. Oleh karena itu, penceritaan dalam sebuah cerpen haruslah dilakukan secara hemat dan ekonomis agar hanya ada satu kesan yang ditangkap pembaca, biasanya tentang moral. Dalam sebuah karya sastra, moral merupakan makna terdalam yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Pesan moral yang pembaca dapatkan dari sebuah karya sastra biasanya tidak akan sama karena hal ini berhubungan dengan cara pembaca mengapresiasi isi cerita. Pesan moral yang pembaca dapat bisa berupa cinta kasih, persahabatan, kesetiakawanan sosial, ketuhanan, dan masih banyak lagi(Jan Van Luxemburg, 1991:21).

Membacakan Puisi 

Membaca puisi merupakan sebuah seni, yakni seni memahami sesuatu nilai keindahan bahasa sebuah karya, baik untuk diapresiasi maupun ditampilkan. Oleh karena itu, tidak setiap orang dapat membaca puisi sekaligus mampu menafsirkan dan memahami isinya. Setiap orang dapat berbeda dalam memahami sebuah puisi. Hal ini bergantung, pada seberapa jauh pembaca dapat mengerti puisi tersebut. Selain itu, pemahaman ini pun bergantung pada seberapa kritisnya pembaca menilai dan meresapi penggambaran sesuatu dalam puisi.

 

Mendengarkan Berita di Televisi dan Membacakan Puisi | medsis | 4.5