Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar

Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar

Membaca Puisi Yang Baik

Membaca Puisi Yang Baik

Membaca Puisi Yang Baik

1. Menuliskan isi siaran radio atau televisi Berita atau kabar adalah laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat (aktual) yang dipilih oleh redaksi media massa untuk disiarkan kepada pembaca atau pendengar. Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memahami dan mendengarkan berita, antara lain a. pemusatan perhatian (konsentrasi); b. jangan menyelingi dengan pembicaraan; c. catat hal-hal penting sekiranya perlu, terutama yang menyangkut 5W + 1H; d. susunlah atau rangkumlah hal-hal pokok tadi dalam beberapa kalimat yang baik atau efektif. Rangkuman Anda telah siap memberitakan kembali berita yang Anda dengar kepada orang lain.

Membaca Puisi Yang Baik

2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas Jika Anda mendengarkan berita, maka harus disertai kesadaran bahwa suatu saat Anda harus menyampaikan berita itu kepada orang lain yang mungkin karena sesuatu hal belum sempat mendengar sendiri. Oleh karena itu, menyimak berita harus dengan konsentrasi dan harus saksama agar tidak salah dalam memahami isinya. Dalam menyampaikan kembali isi berita cukup dalam bentuk rangkumannya agar singkat, tetapi tepat. Unsur 5 W + 1 H harus tetap diperhatikan. Perhatikan contoh di bawah ini!

Membaca Puisi Yang Baik

membaca-puisi-yang-baik – Warga Negara Miskin Pesimistis Peroleh Pendidikan Sejumlah warga negara kurang mampu menyatakan pesimistis bisa memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka, minimal hingga jenjang SMA. Umumnya, kendala yang mereka hadapi adalah belitan kemiskinan sehingga prioritas pendidikan tergeser oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Dari perbincangan Kompas dengan sejumlah warga miskin di Jakarta, Senin (12/3), umumnya warga menyadari arti penting pendidikan untuk bisa memperbaiki hidup keluarga yang sampai saat ini dibelit kemiskinan. Siti (44), warga Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan hanya sanggup membiayai anaknya hingga tamat SMA. Ibu empat anak yang mengandalkan pendapatan suaminya sebagai sopir angkutan umum ini bisa membiayai anaknya sekolah berkat bantuan seorang dermawan. Bagi Siti, meski keluarganya miskin, mereka berharap anak-anak bisa sekolah sampai SMA. Namun, dalam perjalanan waktu, menyekolahkan anak di kota besar dengan pendapatan cuma Rp30.000–Rp50.000 per hari sungguh sulit. Dari hasil kajian data survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004 di enam provinsi secara acak terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan kaya masih tinggi. Kompas, 13 Maret 2007 

Membaca Puisi Yang Baik

Berita tersebut dapat diringkas sebagai berikut. Kendala yang dihadapi warga negara miskin dalam memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka adalah belitan kemiskinan. Berdasarkan hasil kajian survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004, secara acak di enam provinsi terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan kaya masih tinggi.

3. Mengajukan pertanyaan atau tanggapan Terhadap sebuah berita kita harus dapat menangkap unsur faktual. Dengan cara itulah kita dapat menanggapinya dengan rasio dan akal sehat. Tanggapan yang dimaksud dapat berupa persetujuan, penolakan, atau penambahan pendapat. Perhatikan contoh berikut! Pernyataan : ”Sebaiknya untuk memperlancar transportasi antarkedua kampung, yaitu Musambi dan Pageran, di atas sungai kecil yang memisahkan kedua kampung itu perlu dibangun jembatan. Dana untuk hal tersebut, diperoleh dari swadaya masyarakat kedua kampung yang berkompeten.”

Tanggapan Persetujuan : ”Saya sangat setuju dengan gagasan perlunya jembatan yang menghubungkan kampung Musambi dengan Pageran. Dengan jembatan maka transportasi lancar, baik pada musim hujan maupun kemarau, hasil panen petani dapat dengan mudah dan cepat diangkut kendaraan ke tempat lain.” Penolakan : ”Saya kurang sependapat jika dana untuk membangun jembatan itu diperoleh dari swadaya masyarakat setempat. Kita tahu bahwa masyarakat kedua kampung tergolong berpenghasilan rendah. Sebaiknya, dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah tingkat dua (APBD Tk II), sedangkan konsumsi dan tenaga dari swadaya masyarakat kedua kampung itu.” Menambahkan pendapat: ”Pendapat pertama dan kedua memiliki kelebihan tersendiri; mungkin lebih baik jika jembatan perlu dibangun dengan anggaran APBD Tingkat II, sedangkan tenaga dari kedua kampung tersebut. Dana material yang sudah ada di kampung tersebut perlu dimanfaatkan. Dengan demikian, untuk pembangunan jembatan tersebut mampu memanfaatkan potensi masyarakat kedua kampung itu.”

Menyampaikan ringkasan dan topik yang aktual dalam forum diskusi

Membaca Puisi Yang Baik – Diskusi merupakan media untuk bertukar pikiran sekelompok orang, baik kelompok kecil maupun besar. Dalam diskusi, minimal diskusi kelas, terdapat beberapa peran, antara lain, ketua/pemandu, notulis, penyaji, dan peserta. Ada beberapa macam diskusi, antara lain, seminar, panel, dan simposium. Diskusi dalam rangka menemukan pemecahan terhadap sebuah masalah biasanya dalam bentuk panel. Di dalamnya melibatkan 3 – 4 panelis dan beberapa orang peserta. Berikut adalah contoh diskusi (di dalam) kelas yang membahas sebuah masalah yang ditemukan dalam media massa.

Membaca Puisi Yang Baik – Pemandu : ”Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi, salam sejahtera. Teman-teman, sebagaimana telah kita rencanakan, pada kesempatan ini, kita akan mengadakan diskusi kelas. Diskusi ini dalam rangka menemukan permasalahan yang sebelumnya telah kita tetapkan yang kita peroleh dari media massa. Masalah tersebut adalah semakin mahalnya pendidikan di Indonesia. Dalam diskusi ini kita menghadirkan penyaji Saudara Irvan Dika, ketua kelas kita sendiri. Sebagai moderator saya, Angseno, didampingi penulis/notulis Sri Haryanti. Langsung saja, mari kita simak pendapat penyaji mengenai masalah ini. Saudara Penyaji dipersilakan.” Penyaji : ”Terima kasih kepada Pemandu. Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi, salam sejahtera. Teman-teman, kita tahu bahwa dalam masyarakat semakin sering terjadi keluhan terhadap mahalnya biaya pendidikan. Pada dasarnya, kita memaklumi bahwa pendidikan memang mahal. Namun demikian, kita tidak habis mengerti, mengapa pemerintah yang merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pendidikan nasional tidak pernah mencari langkah-langkah penanganan agar biaya pendidikan tidak terlalu mencekik leher.” (… dan seterusnya) Pemandu : ”Teman-teman, demikian tadi gagasan Penyaji tentang mahalnya pendidikan kita. Untuk membahas lebih lanjut, marilah kita buka forum tanya jawab. Untuk mengatur jalannya tanya jawab, saya bagi dalam tiga termin. Satu termin maksimal tiga orang penanya atau penanggap. Saya buka termin pertama, silakan. … tiga penanya telah kita data. Kita mulai dari penanya pertama. Saudara Aminah dipersilakan.” Penanya/peserta I (Aminah): ”Saudara Penyaji, pendidikan itu di mana-mana mahal. Masalahnya adalah apakah kemahalan tersebut relevan dengan kualitas yang ada atau tidak. Kalau memang kualitasnya tinggi, mahal tidak masalah bagi saya. Mohon tanggapan.” Pemandu : ”Penanya kedua, Supriyanto, dipersilakan.” Penanya II (Supriyanto) : (… dan seterusnya) Pemandu : ”Teman-teman, diskusi telah selesai. Banyak informasi yang dapat kita peroleh dari diskusi kali ini. Sebelum menutup diskusi, perkenankan saya menyampaikan simpulan diskusi ini, pertama: …, kedua: …, ketiga: ….” (dan seterusnya)

Mengidentifikasi isi paragraf

1. Mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf Membaca cepat dilakukan seseorang jika ia ingin mengetahui gagasan pokok bacaan atau isi bacaan secara garis besar. Dengan mengetahui gagasan pokok bacaan, maka pembaca boleh dikatakan telah menyerap informasi yang terdapat di dalamnya. Contoh membaca cepat adalah ketika seseorang membaca koran dan majalah. Untuk dapat menangkap gagasan pokok bacaan, Anda dapat memulai dari menemukan gagasan utama dalam setiap paragraf. Gagasan utama (disebut juga gagasan pokok, pikiran utama, atau ide pokok) paragraf adalah ide paling penting atau sentral yang terdapat dalam paragraf/alinea. Gagasan utama sebuah paragraf biasanya ditempatkan dalam sebuah kalimat yang disebut kalimat utama (disebut juga kalimat topik atau kalimat pokok). Letak kalimat utama dalam paragraf ada pada: a. awal paragraf (paragraf deduktif), b. akhir paragraf (paragraf induktif),

c. awal dan diulang pada akhir paragraf (paragraf deduktif – induktif), atau d. tersebar dalam keseluruhan kalimat/semua kalimat secara bersama-sama membentuk satu gagasan (paragraf deskriptif atau naratif).

2. Menulis kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat Bacalah teks berikut ini dengan cepat, tetapi saksama! Setelah itu, tutuplah kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya! Siap-Siap Menyambut Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Ki Supriyoko Ada kemungkinan tidak lama lagi akan berdiri perguruan tinggi asing di negara kita. Kini sedang dilakukan bargaining antara tim Indonesia dengan pihak-pihak asing dari enam negara yang ingin mendirikan dan menjalankan perguruan tinggi di Indonesia. Keenam negara itu adalah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Republik Korea, Cina, dan Jepang. Informasi ini didapat dari suatu diskusi pendidikan yang berlangsung di Jakarta belum lama ini. Mengenai kehadiran perguruan tinggi asing (PTA) di negara kita sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, saat menjadi Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Wardiman pernah mengingatkan, cepat atau lambat kehadiran PTA di Indonesia pasti akan terjadi. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan diri sejak dini agar tidak kalah bersaing. Meski wacana mengenai PTA sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, tetapi dalam realitasnya hingga kini kita belum punya pengalaman mengenai hal itu. Padahal, negaranegara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand telah lebih dulu memilikinya. Malaysia misalnya, pemerintah mengizinkan RMIT University Melbourne-Australia untuk mendirikan PTA di negaranya. Tentu saja pendirian PTA di negeri jiran ini disertai syaratsyarat tertentu yang bersifat win-win collaboration. Kehadiran PTA di Indonesia memang menjadi suatu dilema. Di satu sisi bila kehadirannya diizinkan, perguruan tinggi kita, PTN dan PTS, belum siap bersaing. Di sisi lain, bila kehadirannya ditolak maka tanpa adanya kompetitor eksternal, mutu perguruan tinggi kita sulit ditingkatkan.

3. Mengidentifikasi fakta dan pendapat Setiap teks ilmiah selalu memuat dua bagian, yaitu fakta dan pendapat. Fakta merupakan pernyataan atau ungkapan yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi. Sementara itu, pendapat adalah pernyataan yang berisi analisis akal manusia terhadap kemungkinan yang akan terjadi.

Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan berciri deskriptif Pada pelajaran 2 telah dijelaskan apa dan bagaimana paragraf deskriptif itu. Bagaimana memilih topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi?

Mengidentifikasi puisi 1. Membaca pusi Membaca puisi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengapresiasi atau menghargai, menghayati, dan menikmatinya. Dalam pembacaan puisi perlu diperhatikan lafal, tekanan/stres, intonasi, volume suara, dan penampilan/performa yang mencakup gaya dan sikap (untuk pembacaan yang disaksikan langsung atau di atas panggung). Lafal adalah cara seseorang mengucapkan atau menuturkan bunyi bahasa. Jika lafal seseorang baik, maka bunyi bahasa yang diucapkannya akan mudah dan jelas ditangkap oleh pendengar.

Tekanan/stres/aksen adalah keras lembutnya pengucapan kata, kalimat, atau baris dalam puisi. Maksud adanya aksentuasi adalah untuk menegaskan bagian-bagian yang dirasa lebih penting daripada bagian lain. Intonasi atau lagu kalimat adalah ketepatan tinggi rendah nada dalam pembacaan puisi sehingga suara pembaca tidak monoton tetapi berirama. Intonasi sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai unsur, di antaranya nada, tempo, irama/ritme, tekanan, dan volume suara.

2. Membahas pembacaan puisi Pembahasan pembacaan puisi yang dilakukan teman perlu kiranya dilakukan secara kelompok. Tiap kelompok terdiri atas lima orang. Salah satu wakil dari kelompok membacakan puisi, sedangkan kelompok yang lain membuat catatan tentang kelebihan sebagai bahan bahasan kelompoknya.

3. Memberikan saran perbaikan puisi Agar dapat menghayati dan dapat membaca puisi dengan lafal, tekanan, dan intonasi yang tepat sesuai dengan isi puisi, diperlukan pelatihan secara berulang. Salah satu cara untuk hal itu adalah membuat catatan-catatan khusus pembacaan puisi yang dilakukan teman.

 

Cara dan Teknik Untuk Membaca Puisi Yang Baik dan Benar | medsis | 4.5