Tentang Materi Membaca Ekstensif Teks Nonsastra

Tentang Materi Membaca Ekstensif Teks Nonsastra

Membaca Ekstensif Teks

Membaca Ekstensif Teks

Membaca Ekstensif Teks

Kalian telah belajar membaca ekstensif pada pelajaran-pelajaran terdahulu. Masih ingatkah kalian tujuan membaca ekstensif? Membaca ekstensif adalah kegiatan membaca untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat.

Untuk mengetahui isi informasi sebuah teks/buku, kalian dapat mengujinya dengan menjawab pertanyaan. Makin banyak pertanyaan yang dapat kalian jawab, berarti kalian makin memahami isi teks itu. Agar kalian mengetahui sejarah sepeda, bacalah teks berikut dengan cermat!

Sepeda: Mantan Penguasa Dunia

Membaca Ekstensif Teks – Boleh-boleh saja mobil mengklaim sebagai alat transportasi paling bergengsi. Akan tetapi, jangan lupa, sebelum ada mesin yang kecepatannya menyaingi petir, sepedalah penguasa dunia. Sepeda pula yang memutuskan kejayaan kereta kuda dan hewan-hewan sejenisnya sebagai alat transportasi. Hebatnya, meskipun umur si roda dua ini sudah sangat tua, konsep melaju lewat genjotan kaki ternyata tetap disuka kalangan tua dan muda. Seperti ditulis Ensiklopedi Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Negeri ini sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan roda dua. Tetapi, jangan membayangkan kemiripannya dengan bentuk sepeda zaman sekarang, masih sangat jauh berbeda. Yang pasti konstruksinya belum mengenal besi, semuanya masih menggunakan kayu. Baron Karls Drais von Saurbron adalah orang berkebangsaan Jerman yang berperan menyempurnakan velocipede pada tahun 1818. Tahun 1839, Kirkpatrick MacMillan menambahkan engkol dan setang. Tahun 1865, Piere Lallement menambahkan pelek dan memulai penggunaan roda depan lebih besar dibanding roda belakang. Hasil para bidan sepeda tersebut makin berkembang setelah teknologi penyambungan besi dan penggunaan karet sebagai ban ditemukan. Pada tahun 1885, James Starley mendirikan pabrik sepeda di Coventry, Inggris. Jadilah sepeda diproduksi secara massal. Tingkat kenyamanannya pun makin meningkat setelah Dunlop menemukan teknologi ban angin. Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga untuk balita, sepeda mini, sepeda kumbang, hingga sepeda tandem yang dapat digenjot bareng. Bahkan, di dunia balap sepeda, setidaknya dikenal tiga jenis sepeda lomba, yaitu sepeda jalan untuk jalanan mulus dengan 16 kombinasi gir yang berbeda, sepeda track dengan hanya satu gigi, dan sepeda gunung yang memiliki 24 gigi. Sekarang, meskipun telah ada sepeda motor berbagai jenis yang dibuat orang, sepeda tetap mempunyai peminat sendiri. Bahkan, penggemarnya dikenal sangat fanatik. Diringkas dari Intisari, November 2001 halaman 64-65

Membaca Ekstensif Teks – Setelah membaca teks di atas, kalian tentu mampu menyarikan isi pokok teks. Kalian dapat memanfaatkan jawaban pertanyaanpertanyaan berikut sebagai acuan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan teks di atas! 1. Sejak kapan teknologi sepeda ditemukan? Siapa penemunya? 2. Apa nama pertama sepeda dan dari negara mana kendaraan hemat energi itu berasal? 3. Sebutkan setidaknya lima periode perkembangan teknologi sepeda sampai berbentuk sepeda seperti yang kita lihat sekarang ini! 4. Apa maksud judul ”Sepeda: Mantan Penguasa Dunia” pada teks di atas? 5. Menurut kalian, pada masa yang akan datang dapatkah sepeda bertahan sebagai kendaraan? Mengapa?

Tentang Menulis Puisi Baru

Pada Bab VI, kalian telah belajar menulis puisi lama. Kalian telah tahu ciri-ciri puisi lama dan jenis-jenisnya. Puisi lama merupakan pencerminan masyarakat lama yang masih kuat berpegang pada adat. Berbeda dengan puisi lama, puisi baru merupakan pencerminan masyarakat baru. Puisi baru tidak terlalu terikat pada aturan, terutama dalam persajakan. Puisi baru juga mencerminkan sifat kepribadian individual. Timbulnya puisi baru dipelopori oleh para sastrawan muda dalam Angkatan Pujangga Baru. Pada tahun 1930-an merupakan masa tumbuh dan berkembangnya semangat persatuan dan kesatuan. Puisi baru memang tidak terlalu terikat pada aturan sebagaimana puisi lama. Akan tetapi, dalam pembuatan puisi baru, tetap memerhatikan bait, irama, dan rima. Perhatikan contoh puisi baru berbentuk soneta berikut!

Membaca Ekstensif Teks

Api Suci Sutan Takdir Alisjahbana Selama napas masih mengalun, Selama jantung masih memukul, Wahai api bakarlah jiwaku, Biar mengaduh biar mengeluh. pengantar Seperti waja merah membara, Dalam bakaran api nyala, Biar jiwaku habis terlebur, Dalam kobaran nyala raya esak mendesak rasa di kalbu, Gelisah liar mata memandang, Di mana duduk rasa dikejar. isi Demikian rahmat tumpahkan selalu, Nikmat rasa api menghangus, Nyanyian semata bunyi jeritku

Pada contoh puisi baru tersebut, masih tampak penggunaan baitbait yang teratur. Selain itu, jika dibaca masih terasa irama dan rima yang indah. Dengan demikian, dalam pembuatan puisi baru harus tetap memerhatikan hal-hal tersebut.

Pada contoh puisi baru tersebut, masih tampak penggunaan baitbait yang teratur. Selain itu, jika dibaca masih terasa irama dan rima yang indah. Dengan demikian, dalam pembuatan puisi baru harus tetap memerhatikan hal-hal tersebut.

Rangkuman

Kalian belajar mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik dari cerita yang disampaikan secara langsung atau rekaman. Tema, alur, latar, penokohan, dan amanat merupakan unsur intrinsik. Unsur moral, sosial, budaya, dan pendidikan unsur ekstrinsik. Kalian harus menemukan hal-hal yang menarik dari cerpen yang dibaca, dan harus menemukan temanya. Hal-hal yang menarik itu harus didiskusikan. Melanjutkan pembelajaran terdahulu, menemukan ide pokok dari bahan bacaan dapat dilakukan melalui kegiatan membaca ekspresi. Pembelajaran terdahulu kalian belajar menulis puisi lama, kali ini kalian belajar menulis puisi baru. Kalian harus memahami ciri-ciri puisi baru, dan membedakan puisi lama dan baru.

Membaca Ekstensif Teks – Refleksi

Memahami karya sasta memang butuh keseriusan, bahkan ketelitian karena dalam karya sastra terdapat unsur intrinsik dan ektrinsik. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur yang menarik dalam karya sastra, terutama dalam cerpen. Selain mampu mengapresiasi, kalian pun harus mampu membuat karya sastra, salah satunya puisi baru.

Soal-Soal Pengembangan Kompetensi

1. Mari kita membaca teks berikut! Maissy, Stop Gagap Kemajuan dan kecanggihan teknologi dunia yang berkembang pesat belakangan ini ternyata berdampak luas. Kian banyak masyarakat Indonesia, terutama kawula muda yang gagap teknologi. Termasuk di antaranya artis Maissy. Beruntung, remaja kelahiran Jakarta, 23 Maret 1990 ini kini dipercaya menjadi salah satu presenter acara ”Teknotainmen”. Dengan sendirinya, lewat acara yang dipandunya itu, Maissy bertekad untuk menyetop kegagapannya. ”Terus terang, selama ini saya termasuk remaja yang gagap teknologi. Untungnya, dengan menjadi salah satu presenter ‘Teknotainmen’ saya otomatis bisa memerangi kegagapan menghadapi kecanggihan teknologi. Maklum, setiap hari saya kini wajib mempelajari materi teknologi terbaru yang bakal disuguhkan lengkap dengan kosakata dan istilah khususnya,” papar Maissy kepada Bali Post di Jakarta. Menurut mantan penyanyi dan presenter ”Ci … Luk … Baa,” tayangan SCTV ini, kendati harus banyak belajar tentang seluk beluk teknologi terbaru, dirinya merasa senang dan penuh semangat. Apalagi, lanjut Maissy, ia bakal memandu segmen pemirsa remaja belasan tahun. ”Jadi, klop, kan, dengan situasi dan kondisi saya terkini. Pokoknya, ibarat sambil menyelam saya pun meminum airnya. Melalui acara ini, wawasan saya tentang teknologi terus bertambah. Maissy pun kini bukan lagi presenter anak-anak, melainkan sudah remaja,” papar Maissy. (ags) Dikutip dengan pengubahan dari Bali Post, 8 Februari 2004 a. Sampaikan kembali pengalaman Maissy seperti yang disampaikan pada teks di atas! b. Maissy adalah seorang artis. Sebagai artis terkenal, ia ternyata gagap teknologi. Bagaimana pendapatmu tentang Maissy?

Membaca Ekstensif Teks

2. Apakah kalian pernah menggunakan internet? Ceritakan pengalamanmu ketika pertama kali belajar internet! Jika kalian belum pernah belajar internet, cobalah kalian belajar internet kepada temanmu atau kepada pengelola warnet! Kemudian, ceritakan pengalamanmu! 3. Bacalah cerpen berikut dan temukan hal-hal menarik atau mengesankan yang ada di dalamnya!

Persinggahan Inayati Kenangan itu memenuhi kepalaku. Kehidupanku di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, tempat aku pernah menetap kurang lebih dua puluh lima tahun yang lalu. Saat itu, aku masih berusia belasan tahun. Kampung halaman yang tandus, kemiskinan dan kematian kedua orang tuaku, memaksaku meninggalkan kampung halaman untuk sekadar bertahan hidup. Aku melewati kota kecil itu lagi semalam. Kereta yang kutumpangi melintas di stasiun kecilnya yang lengang menjelang dini hari. Kereta api penumpang memang tidak pernah berhenti di stasiun kecil itu kecuali sekadar untuk menunggu sinyal. Kereta juga melintasi pintu perlintasan kereta api di ujung kota, tempat aku pernah termangu memandangi kereta yang melintas dengan perut kosong. Sambil berharap menjadi salah seorang penumpang yang tertidur lelap dengan perut kenyang. Kenangkenangan itu masih memenuhi kepalaku sampai aku menyelesaikan transaksi bisnis di Surabaya dua hari kemudian. Hampir jam tujuh malam saat aku menginjakkan kakiku kembali di kota kecil itu. Jalanan masih ramai. Beberapa mobil angkutan, dokar, dan becak sesekali melintas. Dulu, lepas maghrib, ketika suara puji-pujian berkumandang dari masjid agung di depan alun-alun, nyaris tidak ada kendaraan melintas di jalan raya. Penduduk lebih suka melewatkan malam di masjid, langgar, atau berkumpul bersama keluarga. ”Penginapan, Pak….” Tukang becak setengah baya itu menatapku. ”Penginapan mana, Pak, Hotel Melati, Harum, atau Tresno?” Seingatku hanya ada satu penginapan di kota ini, Wisma Resik yang terletak di depan alun-alun. Penginapan yang berseberangan dengan tempat kosku dulu. Aku ingin menginap di Wisma Resik karena ingin bertemu dengan Pak Budi, pelayan wisma, yang selama tiga tahun menjadi teman akrabku. ”Wisma Resik di alun-alun….” ”Hotel Tresno saja, Pak, lebih bagus,” ia mencoba membujukku. Aku menggeleng.

 

Tentang Materi Membaca Ekstensif Teks Nonsastra | medsis | 4.5