Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

Teknik Membaca Cepat

Teknik Membaca Cepat

Teknik Membaca Cepat – Banyak manfaat yang Anda peroleh dari kegiatan membaca. Misalnya, menambah wawasan dan menambah informasi. Namun, pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca cepat Anda? Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan membaca cepat? Pada pelajaran ini, Anda akan belajar membaca cepat. Dengan demikian, Anda akan tahu berapa kecepatan membaca Anda dengan waktu yang telah ditentukan. Pada pelajaran ini, Anda pun akan belajar membedakan peng gunaan pada tekanan kata dan kalimat. Sebaiknya, Anda mengikuti pelajaran ini dengan tepat. Anda pun akan semakin pandai.

Membaca Cepat untuk Memahami Informasi

1. Membaca cepat permulaan (120–150 kata) per menit

Teknik Membaca Cepat – Pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca Anda? Berapa kata yang dapat Anda baca dalam waktu satu menit? Kecepatan seseorang dalam membaca wacana berbedabeda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor kurangnya berlatih membaca wacana dengan waktu yang ditentukan dan melakukan kesalahan-kesalahan ketika membaca. Misalnya, jari tangan ikut bergerak ketika membaca, bibir ikut berguman, dan menggerakgerakkan kepala mengikuti alur kalimat yang dibaca. Kecepatan membaca sebuah wacana tentu harus dibarengi oleh kecepatan dalam menyerap isinya. Dalam istilah membaca, cara membaca demikian dikenal dengan istilah membaca cepat. Cermatilah petunjuk membaca berikut. Petunjuk tersebut membantu Anda dalam membaca cepat.

Teknik Membaca Cepat

a. Pahamilah kata-kata kunci yang menjadi petunjuk. Misalnya, untuk mengetahui penduduk suatu daerah tertentu dengan kata kunci sensus, demografi, kependudukan, dan pem ukiman. b. Kenali organisasi tulisan dan strukturnya untuk mem – perkirakan letak jawaban. Lihat juga grafik, ilustrasi, dan tabel yang berhubungan dengan jawaban. c. Gerakkan mata secara sistematis dan cepat seperti anak panah langsung ke tengah meluncur ke bawah, dengan cara pola spiral atau zigzag. d. Lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran informasi yang dicari.

Teknik Membaca Cepat

2. Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan teknik memindai (scanning) dan layap (skimming)

Membaca cepat merupakan suatu kegiatan membaca dengan tempo yang cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dikendalikan dengan waktu yang cepat pula. Tujuan membaca cepat adalah untuk dapat memahami isi dan makna bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca cepat dapat dilakukan dengan cara membaca memindai (scanning) dan membaca layap (skimming).

a. Membaca memindai (scanning) Membaca memindai adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain dan langsung menuju fakta dan informasi. Teknik membaca memindai bisanya dilakukan untuk mencari fakta khusus, seperti mencari nomor telepon, mencari arti kata dalam kamus, melihat acara siaran televisi, dan melihat daftar penjelasan. Membaca memindai biasanya juga digunakan untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu. Pengumpulan topik tersebut tidak perlu dilakukan dengan cara membaca secara keseluruh an, tetapi cukup dengan membaca daftar isi. Misalnya saja, Anda akan mencari kata di dalam kamus dengan teknik scanning. Nah, jika kita ingin melihat kata dalam kamus, gunakanlah petunjuk berikut. 1. Perhatikan ejaan kata itu dengan saksama. 2. Perhatikan cara pengucapannya, panjang pendeknya, dan aksennya (tekanannya). 3. Jangan terlalu cepat memilih suatu pengertian. Bandingkan pengertian yang ada dan cocokan dengan konteks yang Anda baca. Pengertian itu biasanya dirinci dengan a, b, c, dst.

4. Perhatikan contoh kalimat. Hal ini akan memperjelas pengertian yang kita cari. 5. Agar segera menemukan kata yang dicari, perhatikan petunjuk halaman yang ada di setiap halaman.

b. Membaca layap (skimming) Membaca layap (skimming) adalah teknik membaca cepat yang bertujuan untuk mengambil intisari isi bacaan. Skimming bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan. Membaca skimming dilakukan untuk memperoleh kesan atau gambaran umum dari suatu bacaan. Banyak yang mengartikan skimming sebagai kegiatan sekedar menyapu halaman, tetapi sebenarnya skimming merupakan keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien dan untuk berbagi tujuan. Teknik membaca ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui topik bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini), mendapatkan bagian penting yang diperlukannya tanpa membaca keseluruhan isi buku, mengetahui kerangka penulisan, dan mengingatkan apa yang telah dibaca.

3. Menentukan pokok-pokok isi wacana Setiap wacana mengandung ide pokok. Ide pokok tersebar dalam beberapa paragraf dari wacana tersebut. Seperti diketahui, dalam setiap paragraf terkandung gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan pokok pikiran paragraf. Dengan demikian, apabila Anda ingin menemukan pokok-pokok isi wacana, dapat ditemukan pada gagasan utama setiap paragraf. Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang merupakan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok tersirat dalam keseluruhan karangan dan merupakan bagian bab dalam karangan tersebut yang ditandai dengan garis baru. Untuk mengenali kalimat kunci dalam setiap paragraf dapat dilakukan dengan cara berikut: a. mencari kata benda atau kata ganti yang dominan; b. mencari pernyataan umum; dan c. membaca secara detail jika ide pokoknya sulit.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

4. Menjelaskan bagian bacaan tertentu sesuai dengan pokok-pokok isi bacaan yang telah ditemukan dengan bahasa sendiri Pada pelajaran sebelumnya Anda telah berlatih membuat catatan berupa ringkasan. Ringkasan merupakan bentuk penyajian bacaan agar menjadi lebih singkat. Dalam meringkas Anda bisa menggunakan bahasa sendiri. Namun, perlu diingat bahwa meringkas dengan menggunakan bahasa sendiri membutuhkan daya tangkap dan ketelitian yang tinggi terha dap isi bacaan.

B. Mengucapkan Kalimat dengan Jelas, Lancar, Bernalar, dan Wajar 

1. Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat Dalam berkomunikasi, jalinan kata dan kalimat perlu dikemas dalam harmonisasi yang utuh. Artinya, dalam menyampaikan informasi kita harus menggunakan pola tekanan kata dan kalimat. Hal ini dilakukan agar orang lain memahami isi informasi yang kita ungkapkan.

Mengucapkan kalimat merupakan wujud kegiatan berbicara. Pembicara yang satu dengan pembicara yang lain, dalam hal-hal tertentu kadang-kadang berbeda, meskipun vokal, konsonan, kata atau kalimat yang diucapkannya sama. Ketidaktepatan pengucapan bunyi bahasa dapat meng – alihkan mengganggu perhatian pendengar, bahkan mungkin dapat menimbulkan salah pentafsiran. Misalnya, dalam pengucapan kata gerakkan menjadi geraan, menyatakan menjadi menyataken, menaikkan menjadi menaian. Contoh lain, kita sering mendengar pembicara tidak sesuai atau salah ucap dalam menyampaikan informasi. Pengucpan konsonan s menjadi c pada kata sasak diucapkan cacak. Kata suka diucapkan cuka. Selain itu, pengucapan konsonan r menjadi l pada kata rusuh diucapkan lusuh, kata rima diucapkan lima. Penyebab terjadinya kesalahan pengucapan konsonan tertentu, seperti contoh ter sebut disebabkan faktor intern pembicara, mungkin karena bentuk atau ukuran alat ucapnya tidak normal.

Kita juga sering mendengar pengucapan e (pepet) menjadi e (taling) pada kata peka (e pepet) diucapkan peka (e taling), mendengar (e pepet) diucapkan mendengar (e taling), beli (e pepet) diucapkan beli (e-taling). Pengucapan f (ef) diucapkan p (pe) pada kata fakultas (pakultas), aktif diucapkan (aktip), fihak diucapkan (pihak), dan normatif diucapkan (normatip). Kita juga sering mendengar pengucapan kata-kata berikut. a. memfoto diucapkan atau ditulis memoto b. memfitnah diucapkan atau ditulis memitnah c. mencintai diucapkan atau ditulis menyintai d. membawakan diucapkan atau ditulis membawaan e. tujukan diucapkan atau ditulis tujuken Ketidaktepatan pengucapan fonem (vokal dan konsonan) seperti pada kata-kata tersebut tentu akan mengganggu pendengar ketika menyimak. Oleh karena itu, pengucapan vokal, konsonan, dan kata harus jelas. Tekanan kata atau kalimat akan berkenaan juga dengan jenis kalimat yang disampaikan. Oleh karena itu, sekarang kita akan belajar mengenali jenis-jenis kalimat.

a. Kalimat berita Kalimat berita adalah kalimat yang berisi berita untuk me nyampaikan informasi kepada orang lain. Tanggapan yang diharapkan dari kalimat berita hanyalah berupa perhatian sesuai dengan maksud penutur melalui intonasi (kata yang dipentingkan).

Contoh: 1) Ami sedang menyiram bunga. (bukan orang lain) 2) Ami sedang menyiram bunga. (bukan waktu yang lalu atau nanti) 3) Ami sedang menyiram bunga di kebun. (bukan memupuk atau kegiatan lain) 4) Ami sedang menyiram bunga. (bukan tumbuhan lain) Kata bercetak miring adalah kata yang dipentingkan dalam kalimat tersebut. Berdasarkan kata yang ditulis miring dalam ketiga kalimat tersebut, tentu mempunyai perbedaan arti atau perbedaan tujuan

b. Kalimat tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang meminta tanggapan berupa jawaban. Kalimat tanya mempunyai pola intonasi yang khusus. Kalimat tanya biasanya mempergunakan kata tanya apa, siapa, mengapa, di mana, dan partikel lah. Lagu dasar kalimat tanya adalah kata pertama dari kalimat tanya suaranya naik, kemudian diikuti dengan suara rendah dan pada akhir kalimat suara tinggi. Contoh: Itu …. rumah Anda? Jika menggunakan tanda tanya, tekanan agak tinggi jatuh pada kata tanya yang digunakannya, sedangkan kata-kata lainnya datar. Contoh: 1) Kapan kamu akan bermain ke rumah saya? 2) Harus pergikah saya pada malam ini?

c. Kalimat perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri umum kalimat perintah adalah intonasi keras mendatar, bernada tinggi, dan umumnya menggunakan partikel lah. Kalimat perintah biasanya bernada tinggi dan menggunakan tanda seru (!) Contoh: 1) Silakan kalian belajar dengan baik. 2) Jawablah soal-soal di bawah ini. 3) Awas ada pencopet!

2. Membaca lirik lagu, naskah pengumuman, atau pidato dengan menggunakan tekanan dan intonasi secara jelas dan tepat

a. Membaca lirik lagu Membaca lirik lagu tentu berbeda dengan ketika kita menyanyikannya. Membaca lirik lagu dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan isi lagu dengan nada atau intonasi suara. Isi lagu perjuangan harus dibaca dengan nada atau intonasi yang mengandung semangat patriotisme. Sebaliknya, lagu yang ber isi rintihan cinta seseorang dibaca dengan nada yang sedih atau mendayu-dayu.

b. Membaca teks pidato Anda tentu pernahkah mendengarkan pembacaan naskah pidato presiden di televisi atau radio? Bagaimana tanggapan Anda atas pembacaan pidato tersebut? Pertanyaan tersebut merupakan landasan kegiatan Anda yang berkenaan dengan membacakan teks pidato. Membacakan teks pidato tidaklah sama dengan kegiatan membaca wacana lain. Di samping menuntut adanya mimik, gerakan tubuh, dan tangan. Hal lain yang juga paling penting dalam membaca teks pidato adalah intonasi.

 

Teknik Teknik Membaca Cepat untuk Memahami Informasi | medsis | 4.5