Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Pernahkah Anda melakukan diskusi? Masalah apa yang menjadi perbincangan dalam diskusi tersebut? Dalam pelajaran ini. Anda akan belajar mendiskusikan masalah yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku. Kemudian memberikan tanggapan atas permasalahan yang sedang dibahas tersebut. Selain itu, Anda akan belajar membaca cepat dengan kecepatan 250 kata/ menit. Anda juga akan belajar menulis puisi baru, diawali dengan menentukan tema, kemudian mengembangkan ide dalam bentuk puisi dengan pilihan kata dan majas yang sesuai.

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Mendiskusikan Masalah

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Memecahkan suatu masalah akan lebih mudah jika dilakukan dalam forum diskusi. Masalah-masalah dalam informasi yang akan Anda dengarkan pada pembelajaran 5A ini, dapat ditemukan pemecahannya dengan berdiskusi. Misalnya, informasi tentang langkanya pupuk dalam teks ber judul “Penyelundupan Pemicu Utama Kelangkaan Pupuk”, dapat Anda perhatikan dalam kutipan berikut.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Pemerintah mengakui penyelundupan pupuk urea bersubsidi ke luar negeri adalah salah satu pemicu utama kelangkaan pupuk belakangan ini. Salah satu daerah yang dikategorikan rawan penyelundupan adalah Sumatra Utara.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Berdasarkan kutipan tersebut, dapat timbul berbagai tanggapan, baik itu berupa sikap setuju, tidak setuju, atau pun pertanyaan-pertanyaan. Semakin banyak tang gapan yang masuk, semakin membuka peluang untuk menemukan solusinya. Oleh karena itu, biasakanlah berdiskusi untuk memecahkan masalah. Diskusi pada dasarnya merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Tujuannya untuk mendapatkan suatu pengerti an, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Dengan demikian, bertukar pikiran baru dapat dikatakan berdiskusi jika: 1. ada masalah yang dibicarakan; 2. ada seseorang yang bertindak sebagai pemimpin diskusi; 3. ada peserta sebagai anggota diskusi; 4. setiap anggota diskusi mengemukakan pendapatnya dengan teratur; 5. jika ada kesimpulan atau keputusan hasil diskusi, harus disetujui semua peserta diskusi.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Dalam suatu forum diskusi yang lebih besar, pembicara biasanya menyampaikan permasalahan yang telah disusun sebelumnya dalam bentuk makalah. Penyaji makalah dalam diskusi disebut pemrasaran. melalui makalah yang disajikannya pemrasaran harus dapat memancing pendapat orang lain untuk turut berpikir dan aktif dalam pembahasan masalah yang didiskusikan. Kegiatan diskusi memerlukan adanya seorang ketua, seorang pemimpin diskusi ( moderator), seorang sekretaris (notulis), satu atau beberapa penyaji, dan peserta diskusi yang dituntut untuk aktif.

Membaca Cepat Teks Nonsastra – Ketua diskusi bertindak sebagai pelaksana yang mengurusi keperluan pelaksanaan diskusi sejak persiapan sampai dengan pelaporan. Pemimpin diskusi adalah orang yang netral, tidak berpihak. Oleh karena itu, pemimpin diskusi biasa juga disebut moderator. Tugasnya adalah menjaga agar diskusi tetap berjalan dalam batas pembahasan masalah yang sedang didiskusikan. Perhatikanlah contoh memberikan tanggapan yang men dukung berikut.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk membasmi penyelundupan. Tanggapan Saya sangat setuju dengan langkah yang dilakukan Menteri Perdagangan. Dengan mengawasi jalur keluar masuknya barang oleh Bea dan Cukai akan mengurangi praktik penyelundupan. Namun, hal ini pun harus di dukung oleh keseriusan petugas Bea dan Cukai sendiri. Jangan sampai terjadi praktik kecurangan lain, seperti kolusi. Menteri Perdagangan harus serius mengawasi dan menin dak tegas pelakunya.

Membaca Cepat Teks Nonsastra

Setelah Anda belajar memperkenalkan diri dan memperkenalkan orang lain, apakah Anda dapat mempraktikkannya? Jika Anda belum dapat mengungkapkannya secara lisan, tanpa teks, buatlah terlebih dahulu hal-hal yang ingin Anda sampaikan, baik itu hal-hal tentang diri Anda ataupun orang lain. Sebagai sarana untuk melatih diri dengan pembelajaran yang akan Anda pelajari, sekarang coba bacalah teks perkenalan berikut secara cepat dalam waktu satu menit.

Tugas Kelompok B Hadirin yang berbahagia, perkenalkan nama saya Anjas. Saya akan memperkenalkan dan menceritakan biografi seorang sastrawan Indonesia yang kini namanya tengah naik daun. Ia lahir di Surabaya, tanggal 7 Juni 1972 dengan nama lengkap Dwifira Maharani Basuki. Selepas dari SMA Regina Pacis, Bogor di tahun 1991, ia meneruskan studi Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia, sebelum akhirnya setahun kemudian menjalankan studi ke Amerika. Di musim panas 1995, ia lulus dengan gelar sarjana di bidang seni. Selanjutnya, selama musim panas hingga musim gugur 1995 ia meneruskan studi master. Selama musim semi hingga musim panas 1996 ia melakukan studi di bidang yang sama di universitas yang berbeda.

Agar meningkatkan kecepatan membaca Anda ada cara tertentu untuk melatihnya. Berikut ini merupakan beberapa cara untuk meningkatkan kecepatan membaca. 1. Usahakan dalam membaca, jangan membaca kata demi kata, melainkan secara berkelompok. 2. Jangan mengulang suatu kata yang menurut Anda sulit dipahami. Hal ini akan mengurangi kecepatan membaca Anda. Biasanya, makna kata sulit tersebut dapat Anda pahami setelah membaca keseluruhan isi teks. 3. Jika membaca teks surat kabar (berupa kolom-kolom), arahkan gerak mata secara vertikal atau melingkar. Sekarang, bacalah bacaan berikut dengan cepat dan bacalah menggunakan cara membaca cepat. Mintalah teman Anda untuk menghitung waktu yang diperlukan saat membaca dengan menggunakan jam tangan atau stopwatch. Lakukan lah secara ber gantian. Berapa waktu yang Anda perlukan untuk membaca bacaan tersebut? Jika kecepatan membaca yang diharapkan 250 kata/ menit, Anda seharusnya dapat menyelesaikan bacaan tersebut maksimal tiga menit. Jika itu tercapai, kecepatan membaca Anda sudah baik. Kalau belum, Anda harus berlatih lagi.

Menulis Puisi Baru

Apa yang telah Anda pahami tentang puisi? Tentu Anda pernah membaca dan mendengarkannya. Pada pelajaran sebelumnya, Anda telah memelajarinya. Sekarang, ingatlah kembali pelajaran yang telah Anda pelajari tersebut. Puisi merupakan salah satu genre sastra Indonesia, selain prosa dan drama. Puisi digolongkan ke dalam sastra imajinatif. Perbedaan dengan prosa adalah pada penggunaan bahasa. Pada puisi, unsur bahasa dipergunakan semaksimal mungkin, baik dalam arti, intensitas, irama, maupun bunyi katanya. Bahasa pada puisi adalah bahasa yang berkembang dan multimakna. Sementara itu pada bahasa prosa lebih menjurus kepada satu, seperti yang dimaksud kan pengarangnya.

Ada beberapa bentuk gaya bahasa (majas) yang dapat Anda gunakan, di antaranya sebagai berikut.

1. Majas perumpamaan adalah majas yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, namun dianggap sama. Contoh: sikapnya seperti air tenang menghanyutkan. 2. Majas metafora adalah perbandingan yang implisittanpa kata seperti, sebagai, atau laksana di antara dua hal yang berbeda. Contoh: punggungnya landasan matahari. 3. Majas personifikasi adalah majas yang melekatkan sifatsifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Contoh: bumi mengasuh umat manusia. 4. Majas hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan. Contoh: badannya kurus kering tiada daya karena keku rangan pangan. 5. Majas litotes adalah majas yang dalam pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dalam bentuk yang negatif.

Contoh: Shakespeare bukanlah dramawan picisan. Setelah mengetahui hal-hal tentang puisi, apakah Anda memiliki keinginan untuk menulis sebuah puisi? Sebagai bahan untuk menulis puisi, Anda pun dapat mengambil tema puisi berdasarkan pembelajaran yang telah Anda pelajari. Misalnya, pada pembelajaran 5 sub A dalam teks “Petani dan Pohon Industri Padi” Anda dapat memberi judul puisi anda seperti: Petani Kau Sungguh Berjasa, Petani Ku Rindu Jasamu. Untuk melatih kemampuan menulis puisi, biasakanlah menulis puisi sesering mungkin. Hal ini akan mempertajam keahlian anda dalam merangkai kata-kata.

Latihan Pemahaman

1. Buatlah puisi bertema pertanian atau Anda dapat menentukan sendiri tema yang lebih menarik. Anda pun dapat membayangkan, mengembangkan imajinasi, atau melakukan pengamatan terhadap keadaan sekitar, untuk memperoleh gagasan puisi. 2. Setelah selesai, tukarkanlah dengan puisi karya teman Anda untuk saling mengapresiasi. Berilah komentar atau tanggapan karya puisi tersebut. 3. Perhatikanlah penggunaan gaya bahasa yang menarik dan mengan dung makna konotasi dalam puisi berikut.

Lanskap Retak

aku adalah rakyat dari berjuta-juta yang lain melintas perlahan di depan pamandangan terbakar aku dari berjuta yang lain, hidup tak sekejap pun mau berhenti setiap pagi merebus airmata, menanak batu terburu-buru memakai baju dan celana sambil berlari mengikat tali sepatu bagai sperma segar pagi buta berlepasan dari gang-gang sempit melarikan mimpi dari tidur nyanyak ranjangku tersaruk-saruk disaput cuaca buta kami ditenung kekuasaan jadi kerangka batu mengabadi dalam etalase museummu terpajang manis seperti boneka-boneka cantik lalu kauundang anak cucumu membuat penelitian mengasyikan mereka catat tanggal lahirku kapan wafatku, serta sebab musabab kamatian yang luput dari keharuan karena aku adalah rakyat dari jutaan yang lain yang kehilangan kerja jantung dalam peristiwa keseharian kami yang melangkah tak seimbang di atas titi keadilan adalah aku rakyat sebagai pemandangan retak terukir sempurna di tubuh gerabah negeri yang rebah Karya: Jimmy S Johansyah Sumber: wwwsuaramerdekaonline.

Membaca Cepat Teks Nonsastra Mendiskusikan Masalah | medsis | 4.5