Memahami Perilaku dan Hal Terkait Kehamilan

Memahami Perilaku dan Hal Terkait Kehamilan

Pengertian Kehamilan

Pengertian ilmiah dari kehamilan adalah masa dimana wanita membawa embrio dalam tubuhnya yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan tumbuh dan membuat terjadinya proses konsepsi dan fertilisasi sampai lahirnya janin. Pengertian lain dari kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir. Menurut BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Proses kehamilan sendiri bisa terjadi karena bertemunya sel sperma pria dengan sel telur matang dari wanita. Kehamilan adalah saat-saat yang penuh perjuangan bagi seorang calon ibu. Selama kurang lebih 9 bulan, seseorang yang sedang hamil akan membawa beban berat yaitu calon buah hatinya. Seseorang yang sedang mengandung buah hatinya, harus memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh calon ibu dan buah hatinya. Ketika seseorang sedang hamil, hal ini tentu saja akan membutuhkan energi yang lebih banyak. Asupan gizi yang tepat akan membantu tumbuh kembang janin yang masih berada di dalam kandungan.

Memahami Perilaku dan Hal Terkait Kehamilan

Memahami Perilaku dan Hal Terkait Kehamilan

Kehamilan yang sehat

Saat hamil calon ibu tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga bayi yang sedang dikandungnya. Lalu seperti apa tanda-tanda kehamilan yang sehat? Kehamilan membutuhkan perempuan yang sehat dalam arti memiliki segala sesuatu yang berkaitan dengan berat badan normal dan sehat, diet seimbang dan bergizi serta olahraga secara teratur. Jika seseorang memiliki kehamilan yang sehat maka ia bisa menghindarinya dari penyakit kronis dan gangguan kehamilan.

Berikut ini 8 tanda-tanda perempuan memiliki kehamilan yang sehat, a. Kehamilan yang sah Artinya buah kehamilan tersebut adalah hasil dari pernikahan yang sah antara suami dan istri yang sehat secara jasmani maupun rohani.

Karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikis sang ibu dan perkembangan janin. b. Tekanan darah dan kadar gula darah normal Indikator utama dari kehamilan sehat adalah tekanan darah dan kadar gula darah dipantau pada trimester kehamilan yang berbeda. Tekanan darah dan kadar gula memang mengalami fluktuasi selama kehamilan dan sedikit lebih tinggi, tapi tidak terjadi lonjakan yang intens. c. Kondisi rahim dan plasenta Untuk menjaga janin dalam rahim, maka kondisi rahim dan plasenta harus tetap sehat sampai melahirkan. Plasenta harus melekat dengan baik pada dinding rahim karena jika tidak bisa menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran d. Pertumbuhan janin Pertumbuhan janin menentukan kondisi bayi nantinya. Hal ini dapat diketahui dengan memeriksakan berat perempuan selama hamil atau melalui USG. Jika pertumbuhan janin kurang bisa menjadi tanda kekurangan oksigen di dalam rahim serta mengakibatkan gangguan fungsi plasenta. e. Berat badan Dokter umumnya merekomendasikan peningkatan 13-15 kilogram selama kehamilan, terutama jika sebelum hamil sudah memiliki berat badan sehat.

Tapi jika sudah kelebihan berat badan maka kenaikannya disarankan dikurangi. f. Kadar hormon Perempuan hamil bisa menghasilkan progesteron lebih dari 400 mg dibanding yang tidak hamil. Hormon progesteron dan estrogen mengatur endometrium untuk implantasi (penempelan janin di rahim) dan menjaga rahim dari kontraksi selama kehamilan. Estrogen sendiri membantu membangun jaringan, dan memungkinkan rahim lebih kuat. g. Pertumbuhan perut Dokter idealnya akan melakukan pengukuran perut ibu hamil secara rutin untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi berada pada tingkat yang sehat. h. Gerakan janin Dokter akan menyarankan untuk menghitung gerakan janin selama kehamilan sebagai cara untuk melacak seberapa sehat kehamilan yang terjadi. Ibu cenderung mulai merasakan gerakan janin antara usia kehamilan 6-10 minggu. Gerakan janin ini memastikan bahwa bayi menerima cukup oksigen dan berada dalam kondisi baikbaik saja.

Resiko tinggi kehamilan di usia muda

Kehamilan usia dini (kurang dari 18 tahun) memuat risiko yang tidak kalah berat. Karena, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. Meski wanita dikatakan mulai masuk masa subur dan siap bereproduksi di usia menarche atau haid pertama pada kenyataannya, organ-organ reproduksinya belum siap benar untuk menyambut kehadiran janin. Alasan lainnya adalah :

a. Dinding rahim atau endometrium belum kuat benar Peluruhan dinding rahim setiap periode menstruasi masih belum sempurna. Ini kurang kondusif bagi proses nidasi atau menempelnya embrio ke dinding rahim. Risiko yang mengintai adalah: janin mudah keguguran, kemungkinannya 3 kali lebih tinggi dibanding mereka yang hamil di usia-usia ± 25 tahun. Risiko berikutnya adalah pertumbuhan janin yang kurang sehat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR).

 b. Sel telur yang dihasilkan indung telur belum sempurna Indung telur milik perempuan muda juga masih belajar memproduksi sel telur berkualitas. Apabila sel telur hasil “belajar” itu dibuahi, dan menjadi bakal manusia, tidak ada yang bisa menjamin kualitas embrio yang dihasilkan.

c. Rahim dan organ panggul belum kuat menampung janin Organ reproduksi seperti rahim, mulut rahim dan otot-otot ligamen di panggul, belum matang dan belum kuat, sehingga belum siap untuk berfungsi semestinya dalam menunjang kehamilan dan persalinan. Bahaya yang mengintai adalah: keguguran, perdarahan, persalinan prematur, prolaps organ panggul, bahkan ruptur atau melorotnya organ panggul. Ibu muda juga terancam luka serius saat melahirkan, 4 kali lebih tinggi

. d. Risiko tekanan darah tinggi dan pre eklampsia Penyebabnya, tubuh ibu muda belum kuat menanggung proses kehamilan sehingga metabolisme tubuh mudah terganggu.

Gejala tekanan darah tinggi umumnya belum terdeteksi pada awal kehamilan. Namun, di tengah masa kehamilan, bisa tiba-tiba mengalami kejang, perdarahan, bahkan berkembang menjadi eklampsia/kelainan, gejala hipertensi tekanan darah tinggi yang mengancam jiwa ibu dan janin.

e. Bahaya anemia Anemia dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Penyebabnya adalah metabolisme tubuh ibu yang belum sempurna saat mendapat tambahan volume darah akibat kehamilan, juga akibat pola makan minim/kurang zat besi karena wanita muda cenderung sering berdiet. Ini alasan mengapa ibu muda yang hamil wajib menjalani tes darah guna mendeteksi anemia dan thalassemia/penyakit kelainan darah.

f. Kehamilan tidak disadari Pada banyak kasus kehamilan muda, calon ibu terlambat menyadari kehamilan, lantaran sebelum hamil siklus haidnya memang belum teratur, sehingga diterjemahkan sebagai kondisi biasa. Karena kehamilan tidak disadari, calon ibu muda mungkin saja tetap melakoni gaya hidup kurang sehat seperti: diet ketat, konsumsi alkohol, paparan rokok yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin, sehingga memicu persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

g. Risiko kanker leher rahim dan penyakit kelamin Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada usia di bawah 17 tahun, memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit infeksi virus pada organ reproduksi, seperti Human Papilloma Virus penyebab kanker leher rahim, juga serangan penyakit kelamin seksual, di antaranya Chlamydia yang dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi, atau sifilis yang bisa mengakibatkan kebutaan pada bayi, dan kematian ibu serta janin.

h. Mudah terjadi infeksi Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada waktu nifas.

i. Keracunan Kehamilan (Gestosis) Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

j. Kematian ibu yang tinggi Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu muda karena gugur kandung juga cukup tinggi yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun). Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.

k. Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.

l. Mengalami perdarahan Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim). Kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

m. Persalinan yang lama dan sulit Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin. Penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan waktu mengejan serta pimpinan persalinan yang salah yang bisa mengakibatkan kematian ibu. n. Kelahiran Prematur (Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan) Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari).

Hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat gizi yang diperlukan berkurang. o. Kematian bayi Kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian prenatal yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia. Mengingat banyaknya resiko yang kemungkinan timbul dari akibat kehamilan diusia muda, maka selayaknya bagi calon ibu muda meninjau ulang untuk hamil diusia yang kurang dari 17 tahun.

 

Memahami Perilaku dan Hal Terkait Kehamilan | medsis | 4.5