Materi Tentang Pengertian Tata Surya

Materi Tentang Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya – Tata Surya

Peta Konsep Tata Surya membahas Coba kamu perhatikan langit di malam hari yang cerah! Indah, bukan? Kamu akan melihat bintang berkelipan. Bintang merupakan anggota tata surya. Apa yang dimaksud dengan tata surya? Apa saja yang termasuk anggota tata surya? Apakah bumi merupakan anggota tata surya? Peristiwa apa saja yang terjadi di lapisan bumi? Ayo cermati uraian pada bab ini agar kamu dapat menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan pengertian tata surya dan susunannya, mendeskripsikan planet-planet anggota tata surya, mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan beserta pengaruh interaksinya, serta mendeskripsikan peristiwaperistiwa yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer.

Pengertian Tata Surya – Saat kita menengadahkan pandangan, kita melihat bentangan warna biru yang tak jarang dihiasi gumpalangumpalan berwarna putih. Waktu yang bergulir pun menggeser keindahan biru pada tenangnya lembayung di sore hari. Waktu tak berhenti hingga warnanya menjadi menghitam. Namun, keindahannya tak jua pudar. Saat warnanya hitam, muncul kelap-kelip dan bulatan kecil yang seolah menerangi.

Pengertian Tata Surya – Ya, itulah bentangan langit yang tak akan kita temukan ujungnya, ditemani matahari di siang hari, dan bertaburkan bintang serta sebuah bulan di malam hari. Begitulah warna itu silih berganti menghiasi hari. Seiring dengan perkembangan kemampuan manusia, serangkaian penelitian terus dikembangkan untuk mengetahui apa saja yang ada di luar bumi dan bagaimana pengaturan yang ada di dalamnya. Dengan akal dan pikiran yang cerdas, manusia menemukan bahwa selain matahari, bulan, dan bintang, terdapat benda-benda lain seperti komet, meteor, asteroid, serta planet selain bumi yang teratur dan tersusun dengan baik. Susunan benda-benda langit yang terdiri dari matahari, planet-planet yang berputar mengelilingi matahari, komet, dan asteroid, serta benda-benda langit lainnya disebut tata surya.

Pengertian Tata Surya

A. Anggota Tata Surya

Pengertian Tata Surya – Benda-benda langit yang merupakan anggota tata surya adalah bintang, planet, satelit, komet, asteroid, meteor, dan meteroid. Berikut ini akan kita bahas satu per satu.

1. Bintang Bintang adalah satu-satunya anggota tata surya yang memiliki keistimewaan mampu memancarkan cahaya sendiri. Dalam tata surya ini, bintang memiliki jumlah yang tak terhingga banyaknya. Bintang yang paling dapat kita rasakan keberadaannya adalah matahari. Matahari memancarkan cahaya dan panas yang sangat berguna bagi kehidupan manusia di bumi. Matahari merupakan bintang dan anggota tata surya yang memiliki massa paling besar. Karena massanya ini, tarikan gravitasi matahari mampu mengatur peredaran anggota tata surya yang lain dan menjadikan matahari sebagai pusat dari tata surya. Peredaran benda langit mengitari matahari berlangsung dalam garis edar yang berbentuk elips.

Pengertian Tata Surya

2. Planet Planet merupakan anggota tata surya yang tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya memantulkan cahaya matahari. Pada 2006, International Astonomical Audit (IAU) memperjelas definisi tentang planet, yaitu: “benda langit yang memiliki orbit mengelilingi matahari, memiliki massa dan gravitasi yang cukup sehingga dapat membentuk struktur bulat, dan memiliki jalur orbit yang bersih (tidak ada benda langit lain dalam orbitnya).” Berdasarkan definisi ini, pluto sudah tidak termasuk planet lagi karena orbitnya tidak bersih.

Pengertian Tata Surya – Nama-nama planet yang diurutkan berdasarkan jaraknya dari matahari mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh adalah: Merkurius,Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Karena lintasan edarnya yang elips, kedudukan planet dan matahari pada suatu saat dapat berada pada jarak terdekat (perihelium) dan pada saat lain dapat berada pada jarak yang paling jauh (aphelium). Para ahli astronomi telah mengelompokkan delapan planet ini berdasarkan hal-hal yang dianggap istimewa, yaitu:

a) Berdasarkan letaknya yang dilihat dari orbit bumi, planet dapat dibedakan menjadi planet inferior dan planet superior. Planet inferior adalah planet-planet yang terletak dalam orbit bumi, yaitu Merkurius dan Venus. Sedangkan, planet superior adalah planet-planet yang letaknya berada di luar orbit bumi. Planet-planet ini adalah Mars, Jupiter, dan Saturnus.

b) Berdasarkan ukuran dan komposisi bahan penyusunnya, planet dibagi menjadi dua, yaitu planet terestial dan planet jovian. Planet yang ukurannya relatif kecil, berbatu, dan permukaannya diselimuti sedikit atmosfer dikelompokkan sebagai planet terestial. Tergabung dalam kelompok ini adalah Bumi, Merkurius, Venus, dan Mars. Empat planet lain, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus tergabung dalam planet jovian karena sebagian besar diselimuti oleh gas, cairan, bahkan es tebal, dan ukurannya pun relatif besar.

c) Berdasarkan orbit asteroid, planet dapat dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam di antaranya Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus termasuk dalam planet luar.

3. Satelit Satelit adalah benda langit anggota tata surya yang selalu mengiringi planet sehingga disebut sebagai pengiring planet. Karenanya, satelit akan berevolusi bersama planetnya mengelilingi matahari. Selain gerakan ini, satelit pun akan berotasi dan berevolusi mengelilingi planet yang diiringinya. Berdasarkan keberadaannya, satelit terbagi menjadi dua jenis, yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalah satelit yang telah ada dan merupakan ciptaan Tuhan sehingga dapat bergerak dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia, contohnya bulan yang selalu kita lihat di malam hari. Sementara, satelit buatan adalah benda langit yang mengelilingi planet dan merupakan buatan manusia sehingga segala pergerakannya harus diatur oleh manusia. Tujuan dibuatnya satelit ini adalah untuk penelitian planet. Salah satu satelit buatan adalah satelit palapa yang merupakan satelit komunikasi domestik Indonesia. Selain itu, beberapa jenis satelit berdasarkan tujuannya adalah sebagai berikut:

a) Satelit komunikasi, berfungsi sebagai relai stasiun pemancar yang berada di angkasa. Contohnya adalah Echostar 3 yang beroperasi di sekitar Amerika dan satelit Palapa yang ada di Indonesia. b) Satelit cuaca, berfungsi untuk memonitor cuaca di permukaan bumi. Contoh satelit cuaca adalah TIROS yang dioperasikan oleh NOAA. c) Satelit Pencitraan Sumber Daya Alam yang berfungsi untuk memetakan permukaan bumi. Contohnya adalah LANDSAT dan Vanguard milik Amerika. d) Satelit penentu posisi (Global positioning System, GPS). Satelit ini berfungsi untuk menentukan posisi garis bujur, garis lintang, dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi secara akurat. e) Satelit penelitian yang diluncurkan pada orbit yang sesuai dengan objek penelitiannya. Contohnya adalah satelit SOHO yang diluncurkan untuk meneliti matahari.

4. Asteroid Pada pembahasan planet, tentu kamu mengenal istilah asteroid. Asteroid adalah benda angkasa yang berupa pecahan kecil dan terletak pada garis edar yang berada di antara planet Mars dan Jupiter. Asteroid terbesar berdiameter 770 km. Asteroid terbentuk bersamaan dengan pembentukan planet berdasarkan susunannya. Asteroid diduga berasal dari pecahan planet yang hancur. Asteroid yang pertama kali diteliti diberi nama ceres. Penelitian ini dilakukan pada 1801 oleh seorang astronom Italia bernama Guiseppa Piazzi.

5. Komet Komet adalah benda langit berukuran kecil yang tersusun atas sejumlah partikel-partikel kecil bebatuan, kristal, es, dan gas. Karena sering terlihat dalam bentuk yang berupa cahaya memanjang menyerupai ekor, komet sering disebut juga bintang berekor. Komet terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian inti, koma, dan ekor. Inti komet tersusun atas partikel padat, yaitu es dan gas yang membeku dengan diameter sekitar 10 km, jauh lebih kecil daripada bagian komanya yang diameternya dapat mencapai 100.000 km. Ekor komet merupakan bagian terbesar yang tersusun atas gas hasil penguapan kristal es yang ada pada bagian inti. Panjangnya bisa mencapai 100 juta km. Ekor komet selalu bergerak menjauhi matahari karena susunan partikel gasnya renggang sehingga terdorong oleh radiasi matahari. Komet yang paling sering mendekati matahari adalah komet Enche.

Hal ini terjadi karena lintasan dari komet ini merupakan lintasan terpendek daripada lintasan komet lainnya, yaitu hanya 3,3 km. Komet memiliki periode kemunculan yang beragam. Komet yang paling terkenal adalah komet yang memiliki periode kemunculan 76 tahun sekali, yaitu komet Halley. Komet ini terakhir nampak pada tahun 1986. Komet yang paling lama periode kemunculannya adalah komet Kohontek. Komet ini beredar di luar planet Pluto dengan periode kemunculan setiap 75.000 tahun sekali. Komet ini terakhir melintasi bumi pada tahun 1974.

6. Meteor dan Meteorid Meteor adalah benda angkasa yang bergerak cepat dengan lintasan yang tak beraturan. Jika kamu pernah mendengar istilah bintang jatuh, itulah meteor yang dapat terlihat oleh manusia. Peristiwa sebenarnya yang terjadi saat manusia melihat bintang jatuh adalah pergesekan meteor dengan atmosfer bumi. Karena gesekan ini, suhu meteor naik dan terbakar hingga akhirnya menguap. Saat meteor terbakar dan mengeluarkan pijar, itulah yang dapat terlihat manusia secara langsung. Pemandangan itu kemudian hilang seiring menguapnya meteor. Pada umumnya, meteor yang memasuki atmosfer bumi akan terbakar dan menguap. Namun, ada beberapa meteor yang berhasil memasuki atmosfer dan sampai ke permukaan bumi sebelum habis terbakar. Benda inilah yang disebut meteorid.

 

Materi Tentang Pengertian Tata Surya | medsis | 4.5