Materi Tentang Pengertian Pendekatan CBSA

Materi Tentang Pengertian Pendekatan CBSA

Materi Tentang Pengertian Pendekatan CBSA

Materi Tentang Pengertian Pendekatan CBSA

Penyelenggaraan pembelajaran merupakansalah satu tugas utama guru, dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk dapat membelajarkan siswa, salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru ialah dengan menerapkan pendekatan CBSA. Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang tersurat dan tersirat dalam kurikulum yang berlaku.

CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menutut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari. CBSA menuntut keterlibatan mental yang tinggi sehingga terjadi proses-proses mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui proses kognitif pembelajaran akan memiliki konsep dan prinsip. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajardapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan dirumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama.

  • Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan CBSA?
  2. Bagaimana rasional CBSA dalam pembelajaran?
  3. Bagaimana hakikat pendekatan CBSA?
  4. Bagaimana prinsip-prinsip pendekatan CBSA?
  5. Bagaimana variasi pengorganisasian murid dalam pembelajaran?
  6. Apa saja kadar cara belajar siswa aktif?
  7. Bagaimana pendekatan CBSA dalam Pembelajaran?
  8. Bagaimana penerapan CBSA di Indonesia?
  9. Apa saja kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran CBSA?
  1. Apa pengertian dari pendekatan pembelajaran keterampilan proses dan apa kaitannya dengan pendekatan CBSA?
  2. Apa yang mendasari perlunya pendekatan keterampilan proses?
  3. Apa tujuan pendekatan keterampilan proses?
  4. Bagaimana peranan aktivitas guru dan siswa dalam pendekatan keterampilan proses?
  5. Bagaimana bentuk dan pelaksanaan pendekatan keterampilan proses?
  6. Apa saja model-model mengajar dalam pendekatan keterampilan proses?
  7. Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan keterampilan proses?
  8. Apa saja keunggulan dan kelemahan pendekatan keterampilan proses?
  • Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

  1. Untuk mengetahui pengertian dari pendekatan CBSA,
  2. Untuk menjelaskan rasional CBSA dalam pembelajaran,
  3. Untuk menjelaskan hakikat pendekatan CBSA,
  4. Untuk menjelaskan prinsip-prinsip pendekatan CBSA,
  5. Untuk menjelaskan variasi pengorganisasian murid dalam pembelajaran,
  6. Untuk menyebutkan kadar cara belajar siswa aktif,
  7. Untuk menjelaskan pendekatan CBSA dalam pembelajaran,
  8. Untuk menjelaskan penerapan CBSA di Indonesia,
  9. Untuk menyebutkan kelebihan dan kelemahan dari pendekatan CBSA,
  10. Untuk mengetahui pengertian dari keterampilan proses dan kaitannya dengan pendekatan CBSA,
  11. Untuk mengetahui dasar perlunya pendekatan keterampilan proses,
  12. Untuk mengetahui tujuan dari pendekatan keterampilan proses,
  13. Untuk menjelaskan peranan aktivitas guru dan siswa dalam pendekatan keterampilan proses,
  14. Untuk menjelaskan bentuk dan pelaksanaan pendekatan keterampilan proses,
  15. Untuk menyebutkan model-model mengajar dalam pendekatan keterampilan proses,
  16. Untuk menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan keterampilan proses,
  17. Untuk menyebutkan keunggulan dan kelemahan dari pendekatan keterampilan proses.
    • Manfaat

Adapun manfaat dari makalah yang kami sajikan berikut ini yaitu :

  1. Bagi Siswa
  2. Diharapkan siswa dapat aktif baik dalam mengajukan pertanyaan maupun dalam mencari bahan-bahan pelajaran yang mendukung apa yang tengah dipelajari.
  3. Bisa bekerjasama dengan membuat kelompok-kelompok belajar.
  4. Bersifat demokratis, berani menyampaikan gagasan, mempertahankan gagasan dan sekaligus berani pula menerima gagasan orang lain.
  5. Bagi Guru
  6. Harus lebih aktif, khususnya dalam menyiapkan bahan pelajaran.
  7. Merencakan proses yang akan dilaksanakan, mempersiapkan evaluasi dan tindak lanjut.

Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”. Di dalam kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. Guru dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang anak-akalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari.

CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Berikut sedikit penjelasannya:

  1. Keterlibatan fisik, seperti melakukan pengukuran/perhitungan, pengumpulan dan pengolahan data, dsbnya dan atau memperagakan suatu konsep/prinsip/dll. Umpamanya untuk menanamkan konsep perkalian dalam matematika, murid diminta untuk memperagakannya secara berkelompok:: konsep 3X4 diperagakan dengan mengambil sebanyak 3 kali dari setumpuk biji-bijian, dan setiap kali mengambil adalah 4 biji. Dengan keterlibatan fisik ini, secara berangsur konsep 3X4 akan terpahami, terlebih lagi kalau konsep 3X4 itu dibandingkan dengan konsep 4X3 yang 4 kali mengambil dan setiap pengambilan 3 biji. Keterlibatan fisik ini akan lebih sering nampak dalam pembentukan ketrampilan motorik (dalam ranah psikomotorik).
  2. Keterlibatan mental, meliputi:
  3. Keterlibatan intelektual yang dapat berbentuk mendengarkan informasi dengan cermat, berdiskusi dengan teman sekelas, melakukan pengamatan terhadap suatu fakta atau peristiwa, dsbnya sehingga memberi peluang terjadinya asimilasi dan atau akomodasi kognitif terhaap pengetahuan baru tersebut;
  4. Keterlibatan intelektual dalam bentuk latihan ketrampilan intelektual seperti menyusun suatu rencana/program, menyatakan gagasan, dsbnya;
  5. Keterlibatan emosional dapat berbentuk penghayatan terhadap perasaan, nilai, sikap, dsbnya dalam ranah afektif.

Keaktifan murid dalam berinteraksi dengan berbagai sumber belajar harus didukung oleh keaktifan dan kreativitas guru, serta dukungan oleh sumber daya pendidikan lainnya (pustakawan, laboran, teknisi ICT , dll). (T.Raka Joni, 1985: 1; Sulo Lipu La Sulo, dkk, 2002: 11).

Dengan kata lain, meskipun dalam nama Pendekatan CBSA hanya “siswa‟ yang ditonjolkan, bukan berarti hanya siswa yang aktif, tetapi semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran itu seharusnya semua aktif. Penonjolan “siswa‟ dalam nama itu karena yang paling berkepentingan dengan pembelajaran itu adalah siswa: sang muridlah yang terutama harus belajar, meskipun semua pihak lainnya dapat ikut belajar dalam pembelajaran itu

Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL) dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Kadar aktivitas pembelajar masih rendah dan belum terpogram. Akan tetapi dengan CBSA para pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara bersama-sama.

  • Rasional CBSA dalam Pembelajaran

Siswa atau peserta didik dipandang dari dua sisi yang berkaitan, yakni sebagai objek pembelajaran dan sebagai subjek yang belajar. Siswa sebagai subjek dipandang sebagai manusia yang potensial sedang berkembang, memiliki keinginan-keinginan, harapan dan tujuan hidup, aspirasi dan motivasi dan berbagai kemungkinan potensial lainnya. Siswa sebagai objek dipandang sebagai yang memiliki potensi yang perlu dibina, diarahkan dan dikembangkan melalui proses pembelajaran. Karena itu proses pembelajaran harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip manusiawi (humanistik), misalnya melalui suasana kekeluargaan, terbuka dan bergairah serta bervariasi sesuai dengan keadaan perkembangan siswa bersangkutan.

Pelaksanaan proses pembelajaran dititikberatkan pada keaktifan siswa belajar dan keeaktifan guru menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang. Penerapan CBSA dilakukan dengan cara mengfungsionalisasikan seluruh potensi manusiawi siswa melalui penyediaan lingkungan belajar meliputi aspek-aspek bahan pelajarn, guru, media pembelajaran, suasana kelas dan sebagainya.cara belajar disesuaikan dengan minat dan pemberian kemudahan kepada siswa untuk memperoleh pemahaman, pendalaman, dan pengendapan sehingga hasil belajar berinternalisasi dengan pribadi siswa. Dalam kondisi ini semua unsur pribadi siswa aktif seperti emosi, perasaan, intelektual, penginderaan, fisik, dan sebagainya.

Peranan guru bukan sebagai orang yang menuangkan materi pelajaran kepada siswa, melainkan bertindak sebagai pembantu dan pelayanan bagi siswanya. Siswa aktif belajar, sedangkan guru memberikan fasilitas belajar, bantuan dan pelayanan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru, yaitu:

  • Menyiapkan lembar kerja;
  • Menyusun tugas bersama siswa;
  • Memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan;
  • Memberikan bantuan dan pelayanan apabila siswa mendapat kesulitan;
  • Menyampaikan pertanyaan yang bersifat asuhan;
  • Membantu mengarahkan rumusan kesimpulan umum;
  • Memberikan bantuan dan pelayanan khusus kepada siswa yang lamban;
  • Menyalurkan bakat dan minat siswa;
  • Mengamati setiap aktivitas siswa.

Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan, bahwa pembelajaran berdasarkan pendekatan CBSA tidak diartikan guru menjadi pasif, melainkan tetap harus aktif namun tidak bersikap mendimonasi siswa dan menghambat perkembangan potensinya. Guru bersifat sebagai inquiry, dan fasilitator.

Inilah yang bisa kami sampaikan untuk materi tentang pengertian pembelajaran CBSA atau Cara Belajar Siswa Aktif. Bila anda tidak puas dengan materi yang kami sajikan silahkan anda mencari materi kembali ke laman atau page selanjutnya . Terima Kasih !

Materi Tentang Pengertian Pendekatan CBSA | medsis | 4.5