Materi Sistem Pencernaan Makanan

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Makanan adalah kebutuhan pokok makhluk hidup. Orang Indonesia memiliki ragam makanan yang sangat banyak. Banyak jenis masakan khas yang berbeda satu dengan lainnya, yang bahan penyusunnya juga berbedabeda.Namun bahan makanan pokok kamu hampir sama, yaitu jagung, nasi, singkong atau sagu. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang memasok energi utama tubuhmu.

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Materi Sistem Pencernaan Makanan

Makanan

Mengapa kamu harus makan? Ketika kamu lapar, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu akan segera makan, kecuali sedang berpuasa. Apa yang kamu makan? Mungkin kamu akan memilih makanan berdasarkan seleramu, atau memilih makanan berdasarkan nilai gizinya. Banyak orang lebih mementingkan rasa daripada kandungan gizi makanan yang dimakan. Sepotong roti tawar akan mudah kamu santap, namun hanya memberikan beberapa nutrisi yang kamu butuhkan. Nutrisi dalam makanan memberikan energi serta bahan untuk perkembangan, pertumbuhan, dan perbaikan sel.

Ayo Kamu Pelajari 1. Kebutuhan energi 2. Enam jenis nutrisi 3. Fungsi setiap jenis nutrisi Istilah Penting 1. Nutrisi 2. Karbohidrat 3. Lemak 4. Protein 5. Vitamin 6. Mineral Mengapa Penting? Kamu dapat memilih makanan yang sehat jika kamu mengetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh

Makanan memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Ingatkah kamu gizi seimbang? Makanan sehat harus mencukupi komponen gizi seimbang. Tahukah kamu bahan apa sajakah yang termasuk komponen gizi seimbang itu?

Makanan memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Ingatkah kamu gizi seimbang? Makanan sehat harus mencukupi komponen gizi seimbang. Tahukah kamu bahan apa sajakah yang termasuk komponen gizi seimbang itu?

1. Kebutuhan Energi

Apakah fungsi energi bagi tubuhmu? Tubuhmu membutuhkan energi untuk setiap kegiatan, seperti detak jantung, kedipan kelopak mata, dan mengangkat barang. Tubuhmu juga menggunakan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 37°C. Energi ini berasal dari makanan yang kamu makan. Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas diukur dalam satuan kalori. Sama halnya pada tubuh, jumlah energi yang tersedia dalam makanan juga diukur dalam satuan kalori. Satu kalori (Cal) menunjukkan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1°C suhu dari 1 g air. Jumlah kalori pada sepotong roti berbeda dengan jumlah kalori pada sepiring nasi dan 1 buah pisang. Hal ini dapat terjadi karena jenis makanan yang berbeda akan mengandung jumlah kalori yang berbeda pula.

2. Enam Jenis Nutrisi

Makanan yang kamu konsumsi seharusnya tidak hanya sekedar mengenyangkan, tetapi harus mengandung nutrisi atau gizi. Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan keberlangsungan fungsi pada setiap jaringan dan organ tubuh secara normal.Sebenarnya, makanan yang kamu konsumsi sehari-hari harus mengandung enam jenis nutrisi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang hanya sedikit.

Karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin merupakan nutrisi organik yang mengandung karbon. Sebaliknya, nutrisi anorganik seperti air dan mineral tidak mengandung karbon. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein perlu dicerna atau dipecah terlebih dahulu oleh tubuh, sedangkan air, vitamin, dan mineral dapat diserap langsung oleh sel-sel tubuh. Tahukah kamu kandungan nutrisi dalam menu makananmu seharihari? Kandungan nutrisi dalam bahan makanan dapat diketahui dengan menggunakan indikator uji makanan atau reagen. Tabel 5.2 menunjukkan jenis reagen untuk mengetahui nutrisi dalam bahan makanan.Tabel 5.2 tersebut dapat kamu jadikan patokan untuk menentukan kandungan bahan yang terkandung pada sampel makanan yang kamu uji. Misalnya, bahan makanan yang mengandung amilum jika diuji dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua.

3. Karbohidrat

Bacalah kandungan nutrisi pada label beberapa bungkus biskuit! Kamu akan melihat jumlah karbohidrat yang tertera pada bungkus biskuit lebih tinggi daripada jumlah nutrisi lainnya. Setiap molekul karbohidrat terbuat dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuhmu. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,0 – 4,1 kilokalori (kkal). Tiga jenis karbohidrat adalah gula, pati, dan serat. Gula disebut karbohidrat sederhana. Contoh makanan yang mengandung gula antara lain buahbuahan, madu, dan susu. Dua jenis karbohidrat lainnya, yaitu pati dan serat disebut karbohidrat kompleks.

Pati ditemukan dalam kentang dan makanan yang terbuat dari biji-bijian. Serat, seperti selulosa ditemukan di dinding sel tumbuhan. Makanan seperti roti gandum atau sereal, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran, dan buah-buahan lainnya merupakan sumber serat yang baik. Serat tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan makanan manusia, sehingga dikeluarkan sebagai feses. Dengan demikian, serat bukan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia. Bicara tentang karbohidrat, pasti kamu teringat bahwa mengonsumsi karbohidrat terlalu berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.

Hati-hati dengan diabetes, menurut WHO 246 juta orang di dunia mengidap diabetes. Jumlah ini menunjukkan hampir 6% dari populasi orang dewasa di dunia. Karena besarnya jumlah penderita diabetes, maka diabetes disebut “The Silent Epidemi”. Penyebab utama peningkatan penderita diabetes adalah gaya hidup. Olahraga dan pengaturan pola makan dapat mengurangi atau menunda timbulnya diabetes lebih dari 50%. Gambar 5.4 merupakan alat pengecek kadar gula dalam darah.

4. Lemak

Lemak atau lipid diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokalori/gram; melarutkan vitamin A, D, E, K dan dapat menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Kelebihan energi dari makanan yang kamu makan diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan dilain waktu.

Berdasarkan struktur kimianya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar. Minyak nabati dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh dari lemak tak jenuh. Lemak jenuh biasanya padat pada suhu kamar dan ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Mengidentifikasi Bahan Makanan yang Mengandung Lemak

Langkah Kegiatan 1. Kumpulkan jenis makanan nasi, singkong, roti, kue, keripik kentang, kacang, buah-buahan, sayuran, dan daging. 2. Secara terpisah, hancurkan bahan makanan dengan pistil dan mortar. 3.Tempatkan makanan pada sehelai kertas minyak (bahan layang-layang), kemudian lipat sehingga kertas membungkus makanan secara sempurna (hati-hati jangan sampai kertas tersebut robek). 4. Beri label kertas dengan nama masing-masing makanan (janganlah mencicipi makanan tersebut). 5. Biarkan selama 30 menit. 6. Ambil dua lembar kertas, satu lembar diberi tanda A dan yang lain diberi tanda B. Kertas A ditetesi dengan minyak, dan kertas B ditetesi air. 7. Bandingkan kertas A dan B tempat makanan. Analisis Gunakan tes ini untuk menentukan kandungan lemak pada makanan. Tanda berminyak berarti makanan mengandung lemak, sedangkan tanda basah berarti makanan mengandung air.

5. Protein

Protein dibutuhkan sebagai penghasil energi. Protein juga berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormon, serta pembentuk antibodi. Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang ada belerang.

Protein yang kamu makan dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein terbaik. Pada Gambar 5.5 kamu dapat melihat beberapa sumber protein.

Uji Nutrisi pada Makanan Apa yang akan kamu teliti?

Menguji kandungan nutrisi dalam bahan makanan. Apa yang kamu duga? Apa yang kamu sediakan? • Tabung reaksi (satu tabung per sampel uji) • Penjepit tabung reaksi • Rak tabung reaksi • Termometer • Mortar dan pistil • Pipet tetes • Gelas kimia • Kertas label • Air panas • Kaki tiga • Pembakar spiritus • Larutan bahan makanan yang akan diuji (beberapa bahan makanan yang diduga mengandung pati, gula, dan protein) Apa tujuan kamu meneliti? I. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Karbohidrat Reagen Kalium Iodida (KI) atau lugol dapat digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Reagen ini berwarna orange. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen KI, akan terjadi perubahan warna.

Apabila sampel berubah warna menjadi biru tua, berarti bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat. Apa yang kamu lakukan? 1. Sediakan 10 gram bahan makanan yang akan diuji (nasi, ubi, telor, putih telur, susu, atau bahan makanan lain yang mudah ditemukan). 2. Hancurkan bahan makanan yang akan diuji dengan mortar dan pistil. 3. Tambahkan air untuk memudahkan penghancuran. 4. Masukkan masing-masing 2 mL ekstrak makanan ke dalam tabung reaksi. 5. Beri label masing-masing tabung reaksi sesuai dengan nama sampel larutan uji. 6. Tetesilah masing-masing bahan makanan tersebut dengan reagen KI. 7. Catat warna dasar atas bahan makanan dan warna dasar reagen KI. 8. Perhatikan perubahan warna yang terjadi! II. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Gula Reagen Benedict digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung gula. Reagen ini berwarna biru jernih. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen Benedict, akan terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi biru kehijauan.

atau kuning atau merah bata berarti bahan makanan tersebut mengandung gula. Bergantung pada kadar gula dalam sampel. Apa yang kamu lakukan?

1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat! 2. Tambahkan 10 tetes larutan Benedict ke dalam masing-masing tabung reaksi! 3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagen Benedict! 4 Panaskan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang berisi air bersuhu 40°-50°C selama lima menit. Perhatikan, jangan arahkan mulut tabung reaksi kepada temanmu, dan gunakan penjepit tabung reaksi saat memindahkan tabung reaksi. Pastikan pula kamu meminta gurumu melihat rangkaian percobaanmu sebelum kamu menyalakan apinya. 5. Perhatikan perubahan warna yang terjadi! III. Uji Bahan Makanan yang Mengandung Protein Reagen biuret digunakan untuk mengetahui adanya kandungan protein pada bahan makanan.

Reagen biuret berwarna biru. Ketika bereaksi dengan protein akan berubah warna menjadi merah muda sampai ungu. Apa yang kamu lakukan? 1. Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat. 2. Tambahkan 10 tetes larutan biuret ke dalam masing-masing tabung reaksi. 3. Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagen biuret. 4. Dengan menggunakan pipet, secara hati-hati tambahkan 3 tetes reagen biuret untuk masing-masing tabung. Kocok perlahan-lahan untuk mencampur. 5. Jangan terlalu kuat dalam mengocok untuk mencegah campuran tumpah ke luar tabung, usahakan campuran bahan uji dan biuret jangan sampai terkena tangan secara langsung.

Apakah camilan yang kamu makan itu sehat? Kebanyakan dari kamu makan tiga kali setiap hari ditambah dengan camilan ringan. Kebutuhan energi dan nutrisi 20% berasal dari camilan. Pada umumnya, kamu lebih suka memilih camilan berupa keripik atau permen daripada buahbuahan dan sayuran. Meskipun camilan pada umumnya cepat untuk disantap dan rasanya lezat, namun kandungan lemaknya cukup tinggi.

6. Vitamin

Masih ingatkah kamu bahwa vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit? Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun harus tetap ada, karena diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa penyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D. Tabel 5.4 menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin.

7. Mineral

Tubuhmu memerlukan sekitar 14 jenis mineral, diantaranya kalsium, posfor, potasiun, sodium, besi, iodium, dan seng. Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung atom karbon. Satu jenis makanan yang kamu konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak, dan mineral berupa kalsium.

8. Air

Apakah kamu pernah berolahraga pada siang hari yang panas tanpa membawa sebotol air? Apa yang kamu rasakan? Kamu mungkin merasa haus, selanjutnya kamu akan mencari air minum. Air penting bagi tubuh kamu untuk menjaga kelangsungan hidup. Kamu lebih dapat menahan lapar daripada menahan haus. Mengapa? Karena sel-sel tubuh kamu membutuhkan air untuk beraktivitas. Di samping itu, nutrisi yang masuk ke tubuh kamu tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuhmu bila tidak terlarut dalam air. Sekitar 60 – 80% komponen sel tubuh makhluk hidup adalah air.

Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar dan buang air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kamu sadari makanan yang kamu makan mengandung banyak air. Contoh, apel mengandung 80 persen air dan daging mengandung 66 persen air. Air dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi, serta media pengeluaran sisa metabolisme. Perlu diingat bahwa air yang jernih belum tentu sehat. Mengapa?

Materi Sistem Pencernaan Makanan | medsis | 4.5