Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji

Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji

Macam Tumbuhan Berbiji

Macam Tumbuhan Berbiji

Macam Tumbuhan Berbiji

4) Kelas Filicinae Kelas Filicinae merupakan kelompok tumbuhan paku dalam pengertian sehari-hari. Menyukai habitat yang teduh dan lembab (higrofit). Berdaun besar (makrofil) dan bertangkai dengan tulang-tulang daun. Daun yang masih muda menggulung pada ujungnya. Banyak ditanam sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum), suplir (Adiantum cuneatum), atau sebagai tanaman obat, seperti Dryopteris filixmas. Dilihat dari lingkungan hidupnya, tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yakni paku tanah, paku air, dan paku epifit. Kelas Filicinae meliputi tiga subkelas, yaitu Eusporangiatae, Leptosporangiatae, dan Hydropterides. a) Subkelas Eusporangiatae Kebanyakan berupa terna, protalium di bawah tanah tidak berwarna, atau di atas tanah berwarna hijau. Protalium selalu ditumbuhi cendawan endofitik. Sporangium berdinding tebal dan kuat dengan spora-spora yang sama besar.

Macam Tumbuhan Berbiji – Subkelas Eusporangiatae terdiri dua ordo, yaitu Ophioglossales dan Marattiales. x Ordo Ophioglossales Meliputi tumbuhan paku berbatang pendek dalam tanah. Daun asimilasi dan daun sporofil jelas kelihatan, berbentuk malai atau bulir keluar dari tangkai, dari pangkal, dari tengah, atau dari tepi daun steril. Sporangium sama besar (homospor), bulat, tanpa annulus, berdinding kuat. Dalam mendapatkan makanan Ophioglossales bersimbiosis dengan mikoriza. Dari familia Ophioglossaceae contohnya Ophioglossum vulgatum, Botrycium lunaria, terdapat di Eropa Ophioglossum reticulum, terdapat di Indonesia. x Ordo Maratttiales Tumbuhan paku kelompok ini berdaun amat besar, menyirip ganda sampai beberapa kali. Sporangium berdinding tebal, tanpa annulus, terdapat di sisi bawah daun, umumnya homospor. Sporangium berlekatan membentuk sinangium. Ordo ini hanya memiliki satu famili, yaitu Marattiaceae. Contoh spesies: Christensenia aesculifolia, daun menjari, beranak daun 3, sinangium berbentuk cincin pada sisi bawah daun. Marattia fraxinea, daun dengan panjang sampai 2 meter, menyirip ganda, pada pangkal tangkai terdapat duri yang merupakan modifikasi daun penumpu. Angiopteris evecta (paku kedondong), paku besar, daun panjangnya mencapai 2-5 meter, menyirip ganda 2-4, anak daun menyerupai daun kedondong.

Macam Tumbuhan Berbiji

b) Subkelas Leptosporangiatae Tumbuhan paku subkelas ini beranggotakan sekitar 90% dari total genus dalam kelas Filicinae, yang tersebar di seluruh muka bumi. Paling banyak terdapat di daerah tropis, mulai jenis paku terkecil (berukuran beberapa cm) sampai paku pohon. Yang berupa paku pohon, biasanya batang tanpa kambium, kekuatan batang berasal dari rangkaian berkas pengangkut yang tersusun konsentris. Kebanyakan berupa terna dengan rimpang tumbuh mendatar atau sedikit tegak, jarang bercabang. Daun muda selalu menggulung karena pertumbuhan sel-sel pada sisi bawah daun yang lebih cepat. Petumbuhan apikal hampir tidak terbatas, anatomi daun telah menyerupai Spermatophyta dengan diferensiasi, adanya diferensiasi membentuk jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Tulang daun bercabang-cabang dengan berbagai macam pola sebagai salah satu dasar klasifikasi. Kadangkadang sebagian daun tertutup oleh semacam sisik yang dinamakan palea. Umumnya sporofil mempunyai bentuk yang sama dengan trofofil, sporangium terdapat di sisi bawah daun. Sporangium terkumpul menjadi sorus yang bentuknya bermacam-macam.

Macam Tumbuhan Berbiji – Sporangium muncul dari penonjolan jaringan daun yang dinamakan plasenta atau reseptakulum. Sebelum masak, sorus tertutup oleh selaput yang dinamakan indusium. Sistem pertulangan daun, susunan sporangium, bentuk dan letak sorus, ada tidaknya indusium merupakan ciri pengenal yang penting dan dipakai sebagai dasar klasifikasi. Semua paku Leposporangiatae bersifat homospor. Protalium berukuran beberapa sentimeter saja dengan umur terbatas. Subkelas Leptosporangiatae terdiri dari beberapa famili, di antaranya: x Osmundaceae, contohnya yaitu Osmunda javanica, terdapat di Indonesia. x Schizaeaceae, contohnya yaitu Schizaea digitata, Schizaea dichotoma, terdapat di Indonesia. Contoh lain Lygodium circinnatum, batang membelit, daun amat panjang, tersusun menyirip. x Gleicheniaceae, contoh spesiesnya yaitu Gleichenia linearis, Gleichenia leaevigata (paku andam, paku resam) x Matoniaceae, contohnya Matonia pectinata, tumbuh di Kalimantan. x Hymenophyllaceae, contohnya yaitu Hymenophyllum australe, hidup di tanah atau epifit. x Cyatheaceae, contohnya Cyathea javanica, Alsophila glauca (paku tiang), hidup di hutanhutan atau di pinggir kali.

x Polypodiaceae, contoh spesies: – Davallia trichomanoides – Nephrolepis exaltata – Aspidium filix-mas, memiliki rimpang yang dapat dipakai untuk obat (Aspidium) – Asplenium nidus (paku sarang burung) – Pteris ensiformis, merupakan paku tanah – Adiantum cuneatum (suplir), sebagai tanaman hias – Drymoglossum heterophyllum – Drymoglossum piloselloides (paku picis), epifit pada pepohonan – Playtcerium bifurcatum (paku tanduk rusa), sebagai tanaman hias – Acrosticum aureum (paku laut)

Macam Tumbuhan Berbiji

c) Subkelas Hydropterides Subkelas ini beranggotakan tumbuhan paku yang hidup di air. Umumnya heterospor, menghasilkan makrospora dan mikrospora. Badan yang mengandung sporangium dinamakan sporokarpium. Hydropterides meliputi dua ordo, yaitu ordo Salviniaceae dan Marsileaceae. x Ordo Salviniaceae, contoh spesies: – Salvinia natans, paku air yang mengapung, terdapat di Asia dan Eropa – Azolla pinnata, tumbuhan kecil, lunak, bercabang-cabang, terapung di air. Daun yang terapung berfungsi untuk asimilasi, di dalamnya terdapat ruangan-ruangan berisi koloni Anabaena azollae, sejenis alga biru yang dapat mengikat nitrogen udara. x Suku Marsileaceae, contoh spesies: – Marsilea crenata (semanggi), hidup di air, berakar dalam tanah, batang merayap, daun bertangkai panjang dengan empat helai anak daun, dimanfaatkan sebagai sayuran.

Menurut habitatnya tumbuhan paku dikelompokkan menjadi paku tanah, paku air, dan paku pohon.

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)

Macam Tumbuhan Berbiji – Dibandingkan dengan lumut dan tumbuhan paku, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan tumbuhan yang paling maju. Ciri utama Spermatophyta adalah menghasilkan biji sebagai alat reproduksi generatif. Ciri inilah yang tidak ditemukan pada lumut maupun tumbuhan paku. Kelengkapan organnya sekilas Spermatophyta setingkat dengan Pteridophyta karena keduanya sudah memiliki akar, batang, daun yang sebenarnya. Spermatophyta disebut juga Anthophyta, yang artinya tumbuhan berbunga. Dalam klasifikasi divisio Spermatophyta dikelompokkan menjadi dus subdivisio, yakni subdivisio Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Keduanya berbeda dalam hal letak bakal biji terhadap megasporofil.

Pada Gymnospermae bakal biji terletak pada bagian luar megasporofil, sedangkan pada Angiospermae bakal biji berada di dalam struktur yang tertutup, di dalam daun buah yang disebut karpela.

a. Gymnospermae Tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae biasanya berupa pohon, menunjukkan adanya pertumbuhan menebal sekunder karena adanya kambium. Pada bagian xylem tidak terdapat pembuluh kayu, hanya trakeid, dan bagian floem tidak mengandung sel pengiring. Batang tumbuhan Gymnosperame juga tanpa floeterma, kecuali pada Gnetum gnemon. Bentuk daunnya juga bermacammacam, seperti jarum dan pipih lebar. Gymnospermae berakar tunggang. Bunga yang sebenarnya belum ada, namun memiliki struktur penghasil sel kelamin berupa mikrosporofil dan makrosporofil yang terkumpul dalam strobilus (runjung). Selanjutnya Gymnospermae dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas seperti uraian berikut.

1) Kelas Cycadinae Tumbuhan dalam kelas ini bentuknya mirip pohon palem, berbatang pendek, kaku, tidak bercabang. Daun-daun tersusun dalam spiral rapat sekeliling batang, daun yang masih muda menggulung. Alat perkembangbiakan terdapat dalam runjung yang berkembang dari kuncup lateral batang. Runjung jantan biasanya lebih kurus dan panjang daripada runjung betina. Runjung jantan merupakan kumpulan dari banyak mikrosporofil, dan runjung betina merupakan kumpulan dari banyak megasporofil. Contoh: Cycas rumphii (pakis haji) Gymnospermae tidak memiliki jaringan yang menyelubungi biji yang berasal dari bakal buah.

2) Kelas Coniferinae/Coniferae Tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini habitusnya berupa semak, perdu, atau pohon dengan tajuk berbentuk kerucut/konus. Kebanyakan memiliki daun berbentuk jarum. Pada bagian pucuk tangkai terdapat badan penghasil sel kelamin yang dinamakan strobilus. Ada yang berumah satu (strobilus jantan dan strobilus betina dalam satu pohon), ada yang berumah dua (strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan oleh pohon yang berbeda). Strobilus jantan merupakan S Gambar 7.14 Pakis haji (Cycas rumphii) Sumber: Biologi Umum, 1981 120 Biologi SMA Jilid 1 kumpulan mikrosporofil penghasil mikrospora. Sedangkan strobilus betina merupakan kumpulan megasporofil penghasil megaspora. Contoh: Araucaria cunninghamii, Agathis alba (damar), Pinus merkusii, Pinus silvestris (tusam).

3) Kelas Ginkoinae Tumbuhan dalam kelas ini berupa pohon dengan tunas yang panjang dan pendek, daun bertangkai panjang berbentuk kipas dengan tulang daun bercabang menggarpu. Ginkoinae merupakan tumbuhan meranggas yang menggugurkan daunnya pada musim gugur. Ginkoinae berumah dua, rangkaian sporofil terdapat pada tunas pendek dalam ketiak daun. Strobilus jantan terpisah-pisah dalam ketiak sisik-sisik pada tunas pendek. Contohnya: Ginko biloba, berasal dari daratan Tiongkok dan menyebar ke manamana melalui Jepang.

4) Kelas Gnetinae Habitus berupa pohon, berkayu, dan bercabangcabang yang tumbuh transversal. Daunnya tunggal dan letaknya berhadapan. Bunganya majemuk, berkelamin tunggal, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, memiliki tenda bunga. Bunga betina memiliki bakal biji yang tegak (atrop). Contoh: Gnetum gnemon (melinjo)

Kormophyta dan Pengertian Macam Tumbuhan Berbiji | medsis | 4.5