BAB “Lingkungan” Macam – Macam Majas dan Diskusi

BAB “Lingkungan” Macam – Macam Majas dan Diskusi

Macam – Macam Majas – Di bab dua, “Lingkungan”, kalian diajak untuk meningkatkan lagi kemampuan bahasa kalian. Caranya? Pertama, kalian diajak untuk membacakan puisi yang bertema lingkungan. Ingat, perhatikan lafal, tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi tersebut. Kedua, kalian diajak untuk bisa memahami macam-macam majas dan mengidentifikasi majas yang digunakan dalam puisi.

Macam - Macam Majas

Macam – Macam Majas

Macam – Macam Majas – Ketiga, kalian diajak untuk mendiskusikan tentang lingkungan yang rusak akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dengan menyampaikan ringkasan berita, artikel, atau buku dalam forum diskusi, menanggapi ringkasan isi berita, artikel, dan buku, mengajukan saran dan pemecahan masalahnya terhadap ringkasan, menyelaraskan perbedaan pendapat yang muncul dalam diskusi, mendaftar kata-kata sulit dalam teks bacaan dan membahas maknanya, mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancar, menempatkan jeda yang tepat dalam mengungkapkan kalimat, mencatat kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan, dan memperbaiki pengucapan kalimat yang tidak tepat. Keempat, kalian bisa memahami kalimat tunggal sederhana dan membuat kalimatnya. Selamat belajar dan sukseslah selalu.

Macam – Macam Majas

Macam-macam Majas

Macam – Macam Majas – Dalam penggunaan bahasa, untuk berbagai keperluan, baik lisan maupun tulisan, baik resmi maupun tidak resmi, kita sering menggunakan atau menemukan penggunaan majas. Penggunaan majas tersebut salah satunya untuk mengungkapkan suatu maksud. Untuk mempermudah pemahaman Anda, di bawah ini akan diuraikan macam-macam majas, sebagai berikut.

1. Litotes Majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang dari keadaan sebenarnya atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan katanya. Contoh: a. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali. b. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya sama sekali bagimu.

Macam – Macam Majas

2. Paradoks Majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta yang ada. Paradoks dapat juga berarti semua hal yang menarik perhatian karena kebenarannya. Contoh: a. Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang berlimpah-limpah. b. Dina merasa kesepian di tengah-tengah keramaian kota.

Macam – Macam Majas

3. Pleonasme Majas ini mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang diperlukan. Contoh: a. Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri. b. Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya sendiri.

4. Elipsis Majas ini berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca atau pendengar, sehingga struktur gramatikal atau kalimatnya memenuhi pola yang berlaku. Contoh: Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau tak apa-apa, badanmu sehat; tetapi psikis … .

5. Metonimia Majas ini mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Contoh: Pena lebih berbahaya dari pedang.

6. Persamaan atau simile Majas ini mengandung perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit adalah langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya. Contoh: a. Kikirnya seperti kepiting batu. b. Mukanya merah laksana kepiting rebus.

7. Metafora Majas ini semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat: bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya. Makna sebuah metafora dibatasi oleh sebuah konteks. Contoh: Perahu itu menggergaji ombak.

8. Personifikasi Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolaholah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia. Contoh: a. Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu menambah lagi ketakutan kami. b. Kata-katanya tajam seperti mata pisau.

9. Ironi atau sindiran Majas ini ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya. Contoh: a. Saya tahu Anda adalah seorang gadis yang paling cantik di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat! b. Kamu datang sangat tepat waktu, sudah 5 mobil tujuan kita melintas.

10. Sinisme Sinisme adalah sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Contoh: Tidak diragukan lagi bahwa Andalah orangnya, sehingga semua kebijaksanaan terdahulu harus dibatalkan seluruhnya!

11. Sarkasme Majas ini lebih kasar dari ironi dan sinisme. Majas sarkasme mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Contoh: a. Mulut harimau kau! b. Lihat sang Raksasa itu! (maksudnya si Cebol)

12. Sinekdoke Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte). Contoh: a. Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,00 (pars pro toto). b. Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan kemenangan Indonesia (totem pro parte).

13. Hiperbola Majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan, dengan membesar-besarkan sesuatu hal. Contoh: a. Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hampir meledak kepalaku. b. Sudilah tuan mampir di gubuk sederhana saya.

14. Eufimisme Majas yang menyatakan sesuatu dengan ungkapan yang lebih halus. Contoh: a. Untuk menjaga kesetabilan ekonomi, pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian harga BBM. (kenaikan harga). b. Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu merumahkan sebagian karyawannya. (mem-PHK).

15. Litotes Majas yang menyatakan sesuatu lebih rendah dengan keadaan sebenarnya. Contoh: Apalah artinya saya ini, sedikit yang bisa saya sumbangkan bagi generasi bangsaku.

16. Retoris Majas ini berupa pertanyaan yang tidak menuntut suatu jawaban. Contoh: Bukankah kita ini bangsa yang beragam adat, suku, dan budaya, mengapa hendak diseragamkan?

Diskusi

Melalui diskusi, kita dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif, berpikir secara logis dan sistematis serta menyampaikan gagasan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar secara lisan. Dengan berdiskusi kita dapat berlatih menggunakan pengetahuan dan gagasan-gagasan kita untuk menyampaikan pendapat, mempertahankan pandangan-pandangan, mengatakan setuju atau menolak pandangan orang lain dengan cara-cara yang baik. Melalui diskusi pula kita dilatih untuk menghargai orang lain walaupun kita berbeda pendapat atau pandangan. Selain itu, dalam diskusi Anda juga bisa berlatih memperkenalkan diri dan orang ini.

Memperkenalkan Diri dalam Diskusi

Dalam sebuah diskusi atau seminar, pasti terdapat sesi perkenalan yang biasanya dimulai tepat sebelum seorang pembicara mulai mempresentasikan tulisannya. Berikut ini sebuah contoh bagaimana memperkenalkan seorang pembicara pada saat seminar atau diskusi yang dilakukan oleh pembawa acara seminar. Berikut ini adalah Bapak Sutardji Calzoum Bachri, beliau lahir di Rengat (Riau) pada tanggal 24 Juni 1941. Pendidikan terakhirnya Jurusan Administrasi Negara Fakultas Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran (sampai tingkat doktoral). Beliau pernah mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, di Iowa City, AS pada tahun 1974-1975 dan Festival Penyair International di Rotterdam Belanda pada tahun 1975. Sejak 1979, beliau menjabat sebagai redaktur di majalah budaya Horison. Pada kesempatan seminar kali ini beliau akan mencoba membawa kita semua untuk berpikir tentang masa depan para pelaku komunikasi sehubungan dengan munculnya RUU tentang penyiaran yang konon kabarnya sedikit kontroversial. Untuk memperkenalkan diri, Anda juga harus memperhatikan kedudukan Anda, atau sebagai apa Anda di dalam seminar tersebut. Jika Anda berperan sebagai peserta, akan sangat berbeda dengan seorang yang berperan sebagai moderator saat memperkenalkan diri dalam sebuah seminar. Berikut ini adalah contoh perkenalan dari seorang moderator yang akan memimpin jalannya diskusi. … Selamat pagi Bapak Ibu sekalian. Perkenalkan nama saya Candra, dan pada kesempatan kali ini saya akan memimpin seminar ini dari awal, pertengahan, hingga akhir. Tidak banyak yang dapat saya ceritakan tentang diri saya kecuali seperti yang telah diutarakan oleh pembawa acara di muka … .

Memberi Tanggapan

Dalam sebuah diskusi panel, seorang peserta mempunyai hak untuk bertanya, menyetujui, atau menyanggah pendapat pembicara/ panelis. Hendaknya pertanyaan atau sanggahan dilakukan dengan menggunakan kalimat yang jelas, logis, dan tidak menyimpang dari pokok persoalan. Kemukakan pola dasar alasan/argumen Anda dengan jelas supaya mudah dimengerti. Jangan terlalu banyak mengemukakan pertanyaan/sanggahan, hargailah pendapat orang lain. Agar gagasan atau pendapat dapat disampaikan dengan baik, seorang peserta harus memperhatikan hal-hal berikut. a. Peserta harus menguasai masalah yang dibahas. b. Dalam menyampaikan pendapat, peserta harus menggunakan bahasa yang baku serta kalimat yang santun. c. Peserta harus menyampaikan pendapat yang masuk akal dan sistematis. Jika tanggapan berupa sangkalan atau kalimat yang berisi penolakan, kalimat tersebut harus disertai alasan yang rasional.

Kalimat Tunggal

Ada dua macam kalimat tunggal, yaitu kalimat tunggal sederhana dan kalimat tunggal luas. Kalimat tunggal sederhana adalah kalimat tunggal yang hanya terdiri dari kata yang menduduki jabatan subjekpredikat dan secara fakultatif objek. Kalimat tunggal luas adalah kalimat tunggal yang di samping terdiri atas kata yang menduduki fungsi sebagai subjek, predikat, dan objek, juga terdapat unsur perluasan. Unsur perluasan itu dapat meliputi keterangan subjek, keterangan predikat, keterangan objek, dan keterangan lain yang tidak sampai membentuk klausa.

 

BAB “Lingkungan” Macam – Macam Majas dan Diskusi | medsis | 4.5