Lapisan-Lapisan Atmosfer

Troposfer (0–15 km)
Troposfer berada pada lapisan atmosfer paling bawah.
Manusia dan makhluk hidup lain hidup di lapisan ini.
Lapisan ini menjadi tempat akumulasi gas-gas oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida. Uap air dan karbon dioksida
yang banyak terdapat pada lapisan ini berfungsi menjaga
keseimbangan panas permukaan Bumi, terutama yang
ditimbulkan oleh radiasi sinar inframerah dari Matahari.

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Stratosfer (15–50 km)
Stratosfer mempunyai dua lapisan molekul-molekul gas tipis yang
tidak terdapat troposfer. Lapisan bawah mengandung bahan sulfat yang
memengaruhi terjadinya hujan. Di stratosfer bagian atas terdapat
lapisan ozon terbesar. Stratosfer adalah lapisan inversi, yaitu semakin
tinggi dari permukaan Bumi, suhu udara akan meningkat.

Mesosfer (50–85 km)
Suhu udara di lapisan mesosfer sangat dingin mencapai –100°C.
Suhu yang sangat dingin ini menyebabkan meteor-meteor dari luar
angkasa yang sangat panas pecah dan berubah menjadi batuan-batuan
kecil yang tidak membahayakan kehidupan di Bumi.

Termosfer (85–500 km)
Pada lapisan termosfer terjadi ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari
sehingga lapisan ini dikenal juga dengan ionosfer.

Eksosfer (lebih dari 500 km)
Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen.
Kerapatan udaranya semakin tipis sampai hampir habis di ambang
luar angkasa. Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein
muncul pada lapisan eksosfer.

Lapisan-Lapisan Atmosfer | medsis | 4.5