Langkah – Langkah Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar

Langkah – Langkah Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar

Langkah Menulis Cerpen

Langkah Menulis Cerpen

Langkah Menulis Cerpen – Di bab sebelas melalui topik “Kesenjangan Sosial” kalian diajak untuk mempelajari teknik menulis cerpen. Itu berarti kalian harus dapat menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri ataupun pengalaman orang lain dalam cerpen. Untuk itu, pertama-tama, kalian akan mempelajari bagaimana menentukan tema cerpen, rincian tema, mengembangkan ide dalam bentuk cerpen dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan, serta menulis resensi fiksi sederhana. Kedua, kalian bisa menjelaskan hal-hal menarik tentang latar cerita rakyat yang disampaikan secara langsung dan/atau melalui rekaman. Itu berarti kalian harus dapat memahami unsur-unsur yang terdapat dalam cerita rakyat dan menemukan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat. Selamat belajar dan sukseslah selalu.

Langkah Menulis Cerpen

Cerpen

Langkah Menulis Cerpen – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerpen adalah akronim dari cerita pendek, yaitu kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Anda tentu sudah sangat sering membaca cerpen? Atau Anda pernah menulis cerpen? Kali ini Anda akan berlatih kembali membuat cerpen. Ide cerpen dapat ditulis berdasarkan ide apa saja, baik pribadi maupun orang lain.

Menulis Cerpen

Langkah Menulis Cerpen – Setelah Anda membaca cerpen dan mengerjakan tugas, Anda sebetulnya sudah dapat menyimpulkan ciri dan kriteria sebuah cerpen. Cerpen tersebut merupakan fiktif naratif, dengan kata lain cerpen tersebut termasuk ragam cerita imajinatif. Biasanya, cerpen itu jumlah halamannya berkisar 2-20 halaman yang memiliki beberapa kategori, di antaranya: – Kisahan memberi kesan tunggal dan dominan satu tokoh, latar dan situasi dramatik, bentuknya sangat sederhana. Semuanya bersifat imajinatif; – Mengungkapkan satu ide sentral dan tidak membias pada ide sampingan.

Langkah Menulis Cerpen – Biasanya berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya tentang suatu perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan; – Dimensi ruang waktu lebih sempit dibandingkan novel. Akan tetapi, walaupun singkat, cerpen selalu sampai dalam keadaan selesai; – Mengungkapkan suatu kejadian yang mampu menghadirkan impresi tunggal. Seperti prosa, cerpen juga terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Unsur intrinsiknya meliputi: tema, plot/alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, pesan, dan gaya. Unsur ekstrinsik, misalnya: biografi pengarang, kondisi sosial, politik, agama, atau filsafat. (Cobalah Anda cocokkan dengan cerita di atas, apakah seluruh kriteria tersebut terdapat dalam cerpen Hipnotis!) Sebagai pelatihan awal, cobalah Anda reka-reka kembali kelanjutan cerita di atas dengan kemampuan imajinasi dan gaya Anda! Yakinkan diri Anda bahwa menulis itu mudah dan mengasyikkan!

Langkah Menulis Cerpen – Resensi Fiksi Pada pelajaran yang lalu Anda telah mempelajari resensi buku nonfiksi. Sekarang Anda akan mempelajari resensi buku fiksi (novel, kumpulan puisi, kumpulan cerpen, dan sebagainya).

Membaca Sastra

Langkah Menulis Cerpen – Di bab 10 Anda telah mempelajari tentang cerita rakyat. Pada bab ini Anda akan kembali dihadapkan pada sebuah cerita rakyat dan Anda diharapkan dapat menemukan hal menarik tentang latar cerita. Cerita rakyat dapat berupa cerita asal-usul, cerita binatang, cerita jenaka, dan cerita penglipur lara. Cerita asal-usul (legenda) adalah sastra yang dipertautkan dengan keajaiban alam. Selain menerangkan asal-usul binatang atau tumbuhan, legenda juga menerangkan asal-usul sesuatu tempat. Cerita rakyat yang berjudul Baturaden berikut ini merupakan salah satu contoh cerita asal-usul. Dalam cerita asal-usul, unsur latar cerita sangat ditonjolkan.

Baturaden

Cerita ini mengisahkan seorang pembantu (batur) di sebuah kadipaten. Pembantu itu bernama Suta. Tugas utama Suta adalah merawat kuda milik sang Adipati. Selesai mengerjakan tugasnya biasanya Suta berjalan-jalan di sekitar kadipaten. Maksudnya untuk lebih mengenal tempat kerja yang baru baginya.

Suatu sore ketika ia sedang berjalan-jalan di sekitar tempat pemandian, ia dikejutkan oleh jertian seorang wanita. Suta segera mencari arah jeritan tadi. Akhirnya ia tiba di dekat sebuah pohon besar. Dilihatnya putri adipati menjerit-jerit di bawah pohon itu. Di dekatnya, seekor ular raksasa menggelantung, mulutnya menganga siap menelan putri tersebut. Suta sendiri sebenarnya takut melihat ular sebesar itu. Namun ia sangat kasihan melihat sang putri yang pucat dan ketakutan. Timbul keberaniannya untuk membunuh ular tersebut. Diambilnya bambu yang cukup besar, dipukulnya kepala ular itu berkali-kali.

Ular tadi menggeliat-geliat kesakitan, tak lama kemudian ular itu diam tak bergerak. Mati. “Terima kasih, Kang Suta. Kamu telah menyelamatkan jiwaku.” “Itu sudah menjadi tugas saya. Apalagi hamba ini abdi Sang Adipati, ayah Tuan Putri,” sahut Suta. Kemudian Sang Putri dan Suta pergi meninggalkan tempat itu menuju kadipaten. Sejak kejadian itu Sang Putri semakin akrab dengan Suta. Bahkan keduanya punya rencana mengikat hubungan itu dalam suatu pernikahan. Rencana itu diketahui sang Adipati, maka marah sang Adipati. “Dia hanya seorang batur! Kamu seorang raden, putri Adipati. Kamu tidak boleh menikah dengan batur itu!” Sang Putri sangat sedih mendengar kata-kata ayahnya. Apalagi dia mendengar kabar bahwa Suta dimasukkan penjara bawah tanah. Kesalahannya karena berani melamar putri sang Adipati.

Di dalam penjara ternyata Suta tidak diberi makan atau minum, bahkan ruang penjara itu digenangi air setinggi pinggang suta. Akibatnya Suta terserang penyakit demam. Mendengar kabar keadaan Suta yang semacam itu, Sang Putri bertekad membebaskan Suta. “Emban, aku harus bisa membebaskan Kang Suta. Kasihan dia, dahulu dia telah menolong aku. Aku berutang nyawa kepadanya. Bantulah aku, Emban,” kata Putri pada pengasuhnya. Emban itu mengetahui perasaan putri kepada Suta.

Dia juga iba mendengar Suta yang mulai sakit di penjara. Maka, emban itu diam-diam menyelinap ke penjara bawah tanah. Dia membebaskan Suta dan membawa ke suatu tempat. Di situ Sang Putri telah menunggu dengan seekor kuda. Sang Putri pergi bersama Suta dengan menunggang kuda tersebut. Dalam perjalanan, keduanya menyamar sebagai orang desa, sehingga tidak dikenali orang lagi. Setelah melakukan perjalan cukup jauh, sampailah keduanya di tepi sebuah sungai. Mereka beristirahat sejenak. Putri merawat Suta yang masih sakit. Berkat kesabaran dan perawatan Sang Putri, Suta akhirnya sembuh. Mereka kemudian menikah dan hidup menetap di tempat tersebut. Tempat itu kemudian disebut Baturaden. Batur artinya pembantu, raden artinya keturunan bangsawan. Baturaden sampai sekarang menjadi tempat wisata yang menarik. Terletak di kaki Gunung Slamet di daerah Purwokerto, Jawa Tengah. Sumber: Ulasan Cerita Rakyat Jawa Tengah, Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta.

Rangkuman 

1. Cerpen adalah akronim dari cerita pendek, yaitu kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata atau sekitar 2-20 halaman) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Ide cerpen dapat ditulis berdasarkan apa saja, baik pribadi maupun orang lain. 2. Biasanya cerpen memilik beberapa kategori, seperti: (a)kisahannya memberi kesan tunggal dan dominan pada satu tokoh, latar, dan situasi dramatik, bentuknya sangat sederhana, dan bersifat imajinatif; (b)mengungkapkan satu ide sentral dan tidak membias pada ide sampingan, serta berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari; dan (c) dimensi ruang waktunya lebih sempit dibandingkan novel, namun selalu sampai pada keadaan selesai dalam mengungkapkan kejadian yang mampu menghadirkan impresi tunggal. 3. Unsur intrinsiknya meliputi tema, plot/alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, pesan, dan gaya. Unsur ekstrinsiknya meliputi biografi pengarang, kondisi sosial, politik, agama, ataupun filsafat. 4. Cerita rakyat dapat berupa cerita asal-usul, cerita binatang, cerita jenaka, dan cerita penglipur lara. Cerita asal-usul disebut juga legenda dan merupakan karya sastra yang dipertautkan dengan keajaiban alam. Selain menerangkan asal-usul binatang atau tumbuhan, cerita asal-usul juga menerangkan asal-usul suatu tempat.

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Waktu pintu ternganga lebar, dia tercenung di depannya. Matanya bergerak ke sana ke mari menatap apa saja yang bisa dilihatnya. Ruangan itu bagus sekali. Hawa dingin menyentuh kulitnya. Ada kesegaran di dalamnya. Di tengahtengah barang-barang yang serba megah, duduk laki-laki jangkung memakai kacamata hitam. Unsur intrinsik yang terkandung pada kutipan cerpen Jakarta di atas adalah … . a. penokohan d. amanat b. latar e. tema c. alur 2. “Night club, Pak, pusat kehidupan malam di kota ini. Tempat orang-orang kaya membuang duitnya. Lampunya lima watt, remang-remang, perempuan cantik, minuman keras, tari telanjang, dan musik gila-gilaan. Pendeknya yahud,” ujar penjaga sambil mengacungkan jempolnya. Unsur intrinsik yang terkandung pada kutipan cerpen Jakarta di atas adalah … . a. penokohan d. amanat b. latar e. tema c. alur

Langkah – Langkah Menulis Cerpen Yang Baik dan Benar | medsis | 4.5