Konsep Kreatif Tentang Musik

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

 Konsep Kreatif Tentang Musik

Kreatif adalah sifat yang dimiliki seseorang. Seorang yang kreatif mempunyai kemampuan untuk mencipta atau berkreasi. Kreasi adalah ciptaan, penciptaan, dan atau hasil daya cipta. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir untuk berkreasi atau daya mencipta, dan kreativitas adalah keterampilan seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang asli, unik, dan bermanfaat.

Dalam tulisan Supriadi (1998:129) diungkapkan bahwa prestasi kreatif di bidang keilmuan menuntut tiga prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu kemampuan intelektual yang memadai, motivasi dan komitmen untuk mencapai keunggulan, dan penguasaan terhadap bidang ilmu yang ditekuni.

 Konsep Kreatif Tentang Musik

Konsep Kreatif Tentang Musik

Dalam bidang ilmu seni dan budaya ketiga aspek tersebut secara interaktif membentuk perilaku kreatif yang kemudian menghasilkan intelektual, komitmen, penguasaan, intuisi dan faktor eksternal, yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang secara simultan membentuk prestasi kreatif di bidang keilmuan. Bagaimanakah gagasan-gagasan kreatif ilmuwan lahir? Tiga hal penting yang dapat mempengaruhi gagasan kreatif, yaitu: 1. kecakapan, 2. keterampilan, dan 3. motivasi.

Kecakapan adalah kemampuan intelektual yang ditunjukkan oleh prestasi akademiknya yang menonjol, motivasi yang kuat merupakan faktor untuk meraih prestasi, dan memililki komitmen yang kuat untuk mencapai keunggulan, serta kompetensi keterampilan adalah faktor yang dimiliki untuk penguasaan skill yang memadai terhadap bidang seni yang ditekuninya.

Lebih jauh Supriadi (1998:130) mengatakan ketiga aspek yang dapat membentuk prestasi kreatif, yaitu kecakapan, keterampilan, dan motivasi itu adalah sebagai faktor yang mendasari perilaku kreatif yang dapat berkembang subur di tengah lingkungan sosial budaya yang menunjang, yang antara lain ditandai oleh adanya peluang dan kebebasan untuk mewujudkan gagasangagasan kreatif, tersedianya akses terhadap sumber-sumber informasi yang memadai dan tumbuh budaya penghargaan bagi orang-orang yang berprestasi.

Adakah tahapan yang dapat dilakukan dalam proses kreatif?

Lahirnya teori-teori dari para ilmuwan besar seperti Eistein, Newton, Comte, Clark, terkait dengan proses kreatif, sampai lahirnya gagasan-gagasan kreatif seseorang dalam praktek penelitian di sekolahnya adalah hasil dari proses kreatif yang mereka tempuh. Keterkaitan pernyataan mengenai teori dengan tahapan-tahapan proses kreatif adalah adanya beberapa aspek kegiatan yang meliputi: persiapan, inkubasi, iluminasi, dan evaluasi. Intuisi berada pada tahap iluminasi, artinya sebelum intuisi datang, sesungguhnya seseorang telah memikirkan masalah keilmuan yang dihadapinya.

Intuisi bukan hanya menyangkut proses pemecahan masalah, melainkan prosesidentifikasi masalah. Intuisi merupakan salah satu faktor penting dalam kreativitas keilmuan, sehingga pandangan Clark (1983) yang dikembangkan Kohler dalam Supriadi (1998) mengatakan intuisi merupakan suatu perwujudan dari kesadaran tingkat tinggi, dan intuisi tidak datang tanpa sebab. Ia didahului oleh proses berpikir dan didasari oleh perilaku dalam penguasaan yang cukup terhadap bidang ilmu yang ditekuni oleh individu. Perilaku kreatif dalam bidang ilmu seni musik terlihat dalam cara: berpikir, bersikap, dan berkreasi atau berbuat kreatif ketika menghadapi masalahmasalah keilmuan. Berpikir kreatif secara operasional dirumuskan sebagai suatu proses yang tercermin dari kelancaran, fleksibelitas, dan orsinalitas dalam berpikir.

Donald Jack Davis dalam Pekerti (2007) merangkum beberapa perilaku kreatif yang relevan dengan pendidikan seni musik, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Perseptual, yaitu mencakup sikap dalam melihat, mengamati dan mengenali lingkungannya; melihat, mengamati, dan mengenali karya seni musik; mengembangkan kepekaan-pemahaman. 2. Pemahaman, yaitu mencakup sikap dalam memahami bahasa tentang ungkapan seni musik, memahami seniman dan dunia seninya. 3. Responsif, yaitu mencakup sikap belajar mengalami dan belajar menghayati. 4. Analitik, yaitu mencakup sikap mengklasifikasikan, mendeskripsikan, menjelaskan dan menginterprestasikan seni musik. 5. Mengevaluasi, yakni meliputi sikap mengkritisi, mengungkapkan, dan memprediksi karya musik. 6. Eksekusi,yakni meliputi sikap mengembangkan kreativitas, mensintesiskan, belajar menggunakan alat dan media ungkap dalam berolah musik, serta membuat dan menyajikan karya seni musik. 7. Menilai, yaitu mencakup berbagai jenis sikap penilaian sebuah karya musik.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pembentukan pribadi yang harmonis dapat dilakukan dengan cara memperhatikan kebutuhan perkembangan kemampuan dasar melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang seni. Mengapa kamu perlu mengenal dan menampilkan musik kreasi? Mengapa pula Kamu dituntut untuk menerapkan tahapan proses kreatif dalam berkarya musik?

Pada dasarnya setiap orang yang lahir ke dunia ini dibekali sifat kreatif, inovatif, dan unik. Jika kamu sedang menjalankan proses belajar dan mampu mendesain kehidupannya yang lebih baik dan menyenangkan, maka kreativitas adalah sebuah piranti dalam mengubah dan membuat jurus-jurus praktis yang tepat dan mengenai sasaran yang siap pakai untuk siapa saja yang mendambakan kehidupan lebih sukses dan estetis. Kesuksesan berakar dari ide dan gagasan yang cemerlang.

Hal tersebut dibebabkan bahwa konsep kreatif untuk mewujudkan kreativitas seseorang akan menunjukkan kepada cara cemerlangnya ide yang akan membawa ke tempat tujuan. Kehidupan kreatif dapat meningkatkan pengertian dan apresiasi akan berbagai gagasan baru, sesama manusia, dan dunia secara umum. Kreativitas pada akhirnya harus tumbuh dari perpaduan unik antara ciri kepribadian dan kecerdasan pribadi yang menjadikannya berbeda. Untuk mempelajari cara mengembangkan dan meningkatkan kreativitas, kamu harus mulai memupuk dan mengembangkan jiwa kreatif. Ada empat unsur dasar sebagai pembentuk jiwa kreatif yakni sebagai berikut. CORE merupakan inti bagi kegiatan kreativitas. Memetakan zona kenyamanan yakni bagaimana cara menilai jiwa kreatif dan CORE?

Cari tahu: seberapa besarkah rasa ingin tahu kamu tentang jiwa kreatif? Seberapa besarkah rasa ingin tahu kamu dalam mengendalikan dorongan mencipta, bereksperimen dan membangun jiwa kreatif?

Olah Keterbukaan: seberapa terbukakah kamu dalam kehidupan kreatif?

Risiko: seberapa beranikah kamu menanggung risiko ketika akan menncoba sesuatu yang kreatif?

Energi: seberapa besarkah/seberapa tinggikah semangat kamu dalam melakukan hal kreatif? Jiwa kreatif akan tumbuh dan berkembang jika dalam menyikapi masalah hidup kamu melakukannya dengan dilambari rasa ingin tahu dengan kekuatan bertanya, berolah keterbukaan dalam bersikap fleksibel dan hormat dalam menghadap hal baru, keberanian dalam menanggung risiko untuk meninggalkan zona kenyamanan, dan penuh dengan energi sebagai pendorong kerja dan pemercik hasrat.

Jordan Ayan seorang pelopor kreativitas dan kreator yang ulung dan unggul, dalam bukunya yang berjudul Bengkel Kreativitas (2002:13) dikatakan kreativitas membuka pikiran dan menjadikan semangat dan merasa hidup. Kamu dapat menyalurkan kreativitas melalui kegiatan berolah seni atau berkreasi musik. Musik adalah sebuah media kreativitas untuk menghasilkan kreasi-kreasi yang khas dan unik. Dalam menampilkan musik kreasi, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah aspek-aspek yang bermuara pada kemampuan dasar seni. Untuk mengingatkan aspek utama dalam mencapai tampilan musik kreasi yang baik, perlu ditanamkan kemampuan dasar yang optimal dalam kancah pembelajaran musik kreasi. Kemampuan dasar tersebut diadaptasi dari konsep Pekerti (2007) yang meliputi:

Pekisef adalah kemampuan dasar seni musik yang harus dikuasai oleh seorang pengajar seni musik, yaitu penjelasannya meliputi:

1. Perseptual: kemampuan menanggapi hasil pengamatan dalam kegiatan bermusik, dan mengembangkan aspek kreativitas. 2. Emosional: kemampuan pengendalian emosi mengenai ketekunan, kesabaran, rasa aman dalam kegiatan bermusik. 3. Kreativitas: berkaitan dengan kemampuan mencipta, berkreasi musik. 4. Intelektual dan Inovatif: kemampuan berfikir dan pemahaman kognisi dalam kegiatan musik serta mampu merubahnya dalam melakukan kreatvitas musik. 5. Sosial: berkaitan dengan kemampuan dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungannya dalam kegiatan musik. 6. Estetik: kemampuan rasa keindahan dalam berolah dan pergelaran musik, 7. Fisikal: kemampuan tubuh terutama dalam pengendalian berolah/berkreasi musik

Konsep Kreatif Tentang Musik | medsis | 4.5