Konsekuensi dari tidak berfungsinya lembaga-lembaga sosial

Pengendalian sosial (social control) merupakan pengawasan masyar akat, dalam arti dapat dilakukan oleh individu terhadap indi-vidu, individu terhadap kelompok, maupun kelompok oleh kelompok lainnya atau oleh sebuah lembaga sosial yang menyangkut segala aktivitas agar yang diawasi menaati kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Sociology Wall

dalam masyarakat. Dengan kata lain sistem pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai suatu keadaan damai melalui keselarasan, keserasian dan keseimbangan.
Sistem pengendalian sosial merupakan pengawasan oleh masyarakat, dari segi sifatnya pengendalian sosial dapat bersifat preventif yaitu usaha pencegahan sebelum terjadinya pelanggaran, bersifat represif yaitu apabila telah terjadi pelanggaran dan diupayakan supaya keadaanya dapat pulih kembali, atau bisa gabungan antara keduanya.
Sistem dan unsur-unsur yang sudah dijelaskan di atas, memberikan peranan besar yang dapat menjaga dan memberikan keamanan bagi individu dalam menjalan peranannya juga bagi ketertiban masyarakat agar terjaga keutuhan masyarakatnya. Apabila salah satu unsur pengendalian sosial ini tidak berfungsi maka masyarakat tidak memiliki lembaga yang akan melaksanakan fungsi pengendalian sosial. Karena lembaga sosial memiliki fungsi untuk;
1. Alat Pendidikan
Dengan adanya berbagai macam lembaga sosial anggota masyarakat sadar untuk mematuhi peraturan. Masyarakat telah mengharusakan warga untuk bertanggung jawab terhadap segala tingkah laku, sikap dan perbuatannya. 2. Penegak Peraturan
Pranata macam pranata mengikat, mengendalikan dan mengharuskan anggota masyarakat untuk mematuhi peraturan.

RANGKUMAN
1. Pengendalian sosial untuk menggambarkan segenap cara dan proses yang ditempuh oleh kelompok orang atau masya-rakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakatnya itu. Pengedalian sosian berperan untuk meredam ketegangan sosial.
2. Dalam proses sosial ada tiga ketegangan sosial yang memerlukan pengedalian sosial yaitu: Ketegangan sosial yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan individu. Ketegangan sosial yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat. Ketegangan sosial yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menentang tata kelakuan yang berlaku di dalam masyarakat. Tujuan pengen-dalian sosial adalah terciptanya ketertiban sosial, karena tanpa ketertiban sosial masyarakat tidak bisa menjalankan peranannya dengan perasaan aman.
3. Lembaga sosial memiliki peranan sebagai lembaga yang menja-lankan fungsi untuk melaksanakan pengendalian sosial di masyarakat. Lembaga sosial ini adalah lembaga yang telah diakui sebagai pranata sosial dimasyarakat sehingga kebera-daan lembaga sosial ini ditaati dan dihormati oleh masya-rakatnya.
4. Adapun lembaga-lembaga sosial itu antara lain adalah sekolah, polisi, pengadilan dan adat. Selain lembaga sosial yang memiliki peranan untuk melaksanakan pengendalian sosial, maka jenis pengendalian sosial dapat berupa; teguran, cemoohan, pendidikan, agama, gosip dan pengucilan.
5. Pengendalian sosial sebagai sebuah proses sosial memerlukan cara-cara untuk mencapai tujuannya yaitu mencapai terwujudnya masyarakat yang tertib dan teratur.
6. Bagaimanakah cara suatu kelompok atau masyarakat membuat para anggotanya untuk berprilaku sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu diantara melalui; Sosialisasi, tekanan sosial dan kekuatan.

7. Pengendalian sosial (social control) merupakan pengawasan masyarakat, dalam arti dapat dilakukan oleh individu terhadap individu, individu terhadap kelompok, maupun kelompok oleh kelompok lainnya atau oleh sebuah lembaga sosial yang menyangkut segala aktivitas agar yang diawasi menaati kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan terjadi di dalam masyarakat. Dengan kata lain sistem pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai suatu keadaan damai melalui keselarasan, keserasian dan keseimbangan.
8. Sistem pengendalian sosial merupakan pengawasan oleh masyarakat, dari segi sifatnya pengendalian sosial dapat bersifat preventif yaitu usaha pencegahan sebelum terjadinya pelanggaran, bersifat represif yaitu apabila telah terjadi pelanggaran dan diupayakan supaya keadaanya dapat pulih kembali, atau bisa gabungan antara keduanya.

Konsekuensi dari tidak berfungsinya lembaga-lembaga sosial | medsis | 4.5