Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas

Klasifikasi Peranan Jamur

Askomikotina

Klasifikasi Peranan Jamur – Askomikota merupakan kelompok jamur yang terbesar meliputi sekitar 30.000 spesies yang hidup bebas, ditambah 18.000 spesies yang bersimbiosis dengan alga. Sebagian besar bersel banyak, membentuk hifa yang bersekat dengan inti haploid. Hanya sebagian kecil yang bersel tunggal, seperti ragi (Saccharomyces) yang bisa digunakan untuk mengembangkan roti. Kebanyakan Askomikotina merupakan saproba, tetapi ada juga yang hidup parasit dan menimbulkan penyakit pada tumbuhan. Perkembangbiakan secara aseksual pada Askomikotina bersel banyak dengan membentuk konidiospora yang dihasilkan secara berantai oleh ujung hifa. Konidiospora kecil, ringan seperti debu, mudah terbawa angin, dan akan tumbuh pada tempat yang sesuai  Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam kantung kecil yang disebut askus. Oleh karena itu, sporanya disebut askospora dan kelompok jamur ini disebut Askomikotina. Siklus hidup Askomikotina pada Gambar 5.8 memper lihatkan pembentukan askospora. Susunlah urutan reproduksi aseksual.

Klasifikasi Peranan Jamur

Klasifikasi Peranan Jamur

Klasifikasi Peranan Jamur

Klasifikasi Peranan Jamur – Perkembangbiakan seksual dimulai dengan pembentukan gametangia pada dua hifa yang berbeda. Hifa yang satu membentuk anteridium dan yang lainnya membentuk askogonium (1). Inti haploid dari anteridium mengalir ke askogonium melalui saluran trikogin (2). Di dalam askogonium inti yang berasal dari kedua gametangium berpasang-pasangan, kemudian membentuk hifa dengan inti berpasangan yang disebut hifa dikariotik, hifa ini membentuk askokarpus (3). Di dalam hifa dikariotik terjadi peleburan inti haploid (n) yang berpasangan (4) membentuk zigot yang diploid (5) dan hifa dikariotik berkembang menjadi askus. Zigot (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 inti haploid (6), dilanjutkan dengan pembelahan mitosis dan terbentuklah 8 askospora di dalam askus (7). Askospora yang keluar dari askus (8) akan tumbuh menjadi hifa baru (9). Sebagian besar jamur kantung mengandung tahapan seksual dalam badan buah makroskopik atau askokarpus. Plasmogami menghasilkan hifa dikariotik, dan sel pada ujung hifa membentuk askus. Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid, kemudian pembelahan meiosis membentuk askospora. Bandingkan reproduksi seksual pada zigomikotina dengan reproduksi seksual pada Askomikotina, sebutkan perbedaannya.

Klasifikasi Peranan Jamur – Askomikotina bersel satu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dalam industri bioteknologi adalah ragi, misalnya Saccharomyces cereviceae yang dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti dan pembuatan alkohol. Ragi (khamir) dikelompokkan ke dalam Askomikotina karena pembiakan seksualnya dilakukan dengan membentuk askospora. Jika keadaan lingkungan memungkinkan untuk tumbuh, ragi berkembang biak secara aseksual dengan membentuk tunas, kemudian tunas ini memisahkan diri. Sering kali tunas tersebut tetap melekat pada induknya dan bertunas lagi sehingga membentuk koloni.

Klasifikasi Peranan Jamur – Jika keadaan lingkungan tidak memungkinkan untuk berkembang biak secara aseksual, maka ragi berkembang biak secara seksual dengan membentuk askospora. Pada perkembangbiakan seksual, dinding sel ragi berfungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid (2n) membelah secara meiosis menghasilkan 4 sel haploid yang akan berkembang menjadi askospora. Setelah askospora keluar dari askus, masing-masing akan bertunas dan membentuk askospora baru. Selanjutnya, terjadi peleburan antara dua askospora baru membentuk ragi yang diploid (2n).

Basidiomikotina Kelompok jamur ini banyak dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat lainnya, seperti jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk payung. Tubuh buahnya disebut basidiokarpus terdiri atas jalinan hifa dikariotik (setiap sel intinya berpasangan). Ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidia yang di dalamnya terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis yang menghasilkan 4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan yang berisi protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan, dan terbentuk empat buah basidiospora haploid. Pertemuan dua hifa berbeda, hifa (+) dan hifa (-), terjadi di dalam tanah, menghasilkan hifa dikariotik yang dengan cepat tumbuh menjadi tubuh buah (basidiokarpus). Perkembangan basidiokarpus terjadi di atas permukaan tanah, sampai dihasilkannya basidiokarpus. Pembentukan basidiospora terjadi di dalam basidium yang terletak di permukaan bawah tudung basidiokarpus (cendawan). Tudung cendawan menyokong dan melindungi permukaan basidia yang sangat luas. Cendawan melepaskan banyak basidiospora yang jatuh di bawah tudung dan tertiup angin. Jika siklus hidup Askosmikotina dibandingkan dengan siklus hidup Basidiomikotina, manakah yang masa dikariotiknya lebih panjang? Hanya sebagian kecil basidiomisetes yang berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi hifa.

Mengamati Struktur Tubuh Buah Jamur

Merang 1. Amati basidiokarpus jamur merang yang baru mekar, kemudian sayatlah secara vertikal sampai bagian lamelanya setipis mungkin. 2. Amati sayatan tadi menggunakan mikroskop dengan pembesaran 100x dan gambarlah.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pertanyaan 1. Apakah yang menyusun tubuh buah jamur merang? 2. Apakah hifanya bersekat? Berapa jumlah inti pada tiap sel? 3. Disebut apa tubuh buah jamur yang membentuk payung? 4. Di mana letak sporanya?

Basidiomisetes merupakan pengurai penting bagi kayu dan bagian tanaman yang lain, tetapi ada juga yang merupakan parasit pada tumbuhan, misalnya jamur api yang menyerang ujung batang tebu; jamur karat miseliumnya masuk ke dalam sel-sel daun yang diserangnya. Beberapa basidiomisetes bersimbiosis dengan tumbuhan tinggi membentuk mikoriza, misalnya mikoriza pada akar pinus. Tanpa mikoriza tersebut, pinus tidak dapat hidup normal. Beberapa jenis jamur dari kelompok Basidiomikotina disukai orang karena enak rasanya, seperti jamur kuping, jamur tiram, dan Ciitake .

Berbagai Jamur yang Khas

Pernahkah kamu mendengar istilah-istilah: kapang, khamir, lichen, dan mikoriza? Keempat istilah tersebut menunjukkan bentuk jamur dengan gaya hidup yang unik, terdapat pada kelompok jamur zigot, jamur kantung, dan jamur gada.

1. Kapang Mungkin kamu pernah melihat noda pada kulit buah jeruk yang berwarna kebiru-biruan. Jeruk tersebut terserang oleh saprobik Penicillium, suatu askomisetes. Kapang ini berkembang biak dengan cara aseksual yang menghasilkan konidiospora, atau noda-noda hitam pada roti yang terserang kapang roti (Rhizopus stolonifer). Miselium jamur ini tumbuh sebagai saproba atau parasit pada berbagai jenis substrat. Istilah kapang berlaku hanya bagi tahapan aseksual, selanjutnya jamur yang sama akan berkembang biak secara seksual menghasilkan zigosporangia, askokarpus atau basidiokarpus. Namun, ada juga kapang yang tidak dikenal tahapan seksualnya sehingga tidak dapat dikelompokkan sebagai zigomisetes, askomisetes, atau basidiomisetes. Kapang tersebut disebut deuteromisetes (jamur tak sempurna). Uniknya, ada deuteromisetes yang hidup di dalam tanah sebagai pemangsa, membunuh dan memakan protista dan hewan kecil, terutama cacing gilig (nematoda).

Beberapa jenis kapang memiliki kegunaan komersial bagi manusia, misalnya beberapa spesies Penicillium merupakan sumber antibiotik yang disebut Penisilin. Spesies Penicillium lain, Penicillium roquefertii berperan dalam pembuatan keju.

2. Khamir Salah satu khamir (ragi) yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah Saccharomyces cereviceae (Askomisetes), yang digunakan untuk membuat adonan roti agar mengembang, dan fermentasi minuman beralkohol. Sel khamir membebaskan gelembung kecil CO2 agar adonan mengembang. Selain itu khamir ini dapat mengubah gula menjadi alkohol. Khamir merupakan jamur bersel tunggal yang menempati habitat cair dan lembap. Reproduksi aseksual dengan membuat tunas, beberapa khamir berkembang biak secara seksual, dengan cara membentuk askus atau basidium. Khamir yang tidak diketahui reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam kelompok jamur tak sempurna. Para peneliti telah menggunakan Saccharomyces untuk mempelajari genetika molekuler eukariota, karena mikroba tersebut mudah dibiakkan dan dimanipulasi. Walaupun banyak manfaat khamir bagi manusia, beberapa khamir menyebabkan masalah. Contohnya khamir merah muda, Rhodotorula, tumbuh pada alat rumah tangga yang permukaannya lembap. Khamir lainnya adalah Candida menjadi penghuni epitel manusia yang lembap, seperti bagian vagina.

3. Lichen Lichen merupakan simbiosis dari berjuta-juta alga bersel satu yang disatukan dalam jaringan hifa jamur. Tubuhnya terdiri atas sekelompok alga hijau atau sianobakteri dan jalinan hifa jamur (askomisetes) yang dapat menyimpan air dan mempertahankan kelembapan. Permukaan atas dan bawah adalah lapisan pelindung hifa jamur yang terbungkus rapat. Tepat di bawah permukaan atas adalah alga yang terjalin dalam jaring hifa. Bagian tengah umumnya terdiri atas hifa jamur yang terjalin agak longgar. Jalinan hifa yang ada di lapisan bawah dilengkapi dengan rizoid untuk melekatkan diri pada tempat tumbuhnya, dan jalinan hifa yang ada di lapisan atas melindungi alga dari intensitas cahaya yang berlebihan. Hifa jamur menyediakan air dan mineral yang diperlukan alga untuk fotosintesis, sementara jamur memperoleh zat organik hasil fotosintesis. Asosiasi apa yang terjalin antara alga dan jamur dalam lichen ini? Lichen dapat tumbuh di batu, kayu, dan permukaan tanah. Lichen lebih sering melakukan perkembangbiakan secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi atau dengan menggunakan soredium (beberapa sel alga yang terbungkus oleh hifa jamur). Soredium sangat kecil dan ringan sehingga mudah terbawa angin. Perkembangbiakan seksual terjadi pada setiap anggota simbiosis (simbion). Askospora dari jamur jatuh di tempat tertentu dan akan tumbuh menjadi hifa. Jika secara kebetulan di tempat tersebut terdapat alga yang sesuai, akan terbentuk lichen baru.

Penyebaran lichen sangat luas, mulai dari Artik (dekat Kutub Utara) sampai ke hutan hujan tropis basah. Di daerah tundra, lichen merupakan makanan rusa kutub. Kemampuan untuk hidup di tempat gersang menyebabkan lichen berperan sebagai tumbuhan perintis yang sangat membantu dalam proses pelapukan bebatuan. Dalam bidang industri, lichen dimanfaatkan sebagai bahan penyamak kulit, bahan pewarna, dan bahan kosmetik. Selain itu, lichen mampu menyerap sulfur dioksida yang merupakan komponen pencemaran udara. Jika keanekaragaman lichen di suatu tempat berkurang, berarti di tempat tersebut terjadi polusi udara. Dengan demikian, lichen dapat dijadikan petunjuk (indikator) adanya polusi udara.

4. Mikoriza Hampir semua tumbuhan vaskuler memiliki mikoriza. Mycorrhiza berarti “akar fungi” yang merupakan asosiasi mutualistik akar tumbuhan dengan jamur. Zigomikotina, Askomikotina, dan Basidiomikotina semuanya memiliki mikoriza. Masih ingatkah kamu jenis jamur apa yang membentuk mikoriza pada pohon pinus? Perluasan miselium jamur yang membentuk mikoriza itu meningkatkan permukaan penyerapan akar tumbuhan tersebut. Kedua pasangan akan mempertukarkan mineral yang diisap oleh jamur dari tanah, dan zat organik yang disintesis oleh tumbuhan. Mikoriza sangat penting bagi ekosistem alam dan pertanian.

Klasifikasi Peranan Jamur dan Tentang Jamur Yang Khas | medsis | 4.5