Klasifikasi Jamur

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Para ahli biologi memperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar
1,5 juta spesies jamur. Diantaranya baru sekitar 100.000 spesies jamur
yang telah diketahui. Secara filogenetik jamur digolongkan ke dalam
4 divisio, yaitu Chytridiomycota, Zygomycota, Ascomycota, dan
Basidiomycota .
1. Chytridiomycota
Divisio Chytridiomycota sering dianggap sebagai
bentuk peralihan antara divisio Protista dengan divisio
Jamur. Akan tetapi, para ahli sistematika molekuler yang
membandingkan urutan protein dan urutan asam nukleat
divisio ini dengan jamur, telah menemukan bukti bahwa
Chytridiomycota termasuk golongan jamur.
Sebagian besar Chytridiomycota merupakan organisme akuatik, beberapa di antaranya bersifat saprofitik dan
parasit pada invertebrata akuatik. Ciri utama divisio ini adalah  nutrisi yang absorbtif dan dinding selnya tersusun atas senyawa chitin,
memiliki hifa senositik dan bereproduksi dengan membentuk
zoospora berflagel. Contohnya Chytridium.
2. Zygomycota
Sekitar 600 spesies jamur telah diidentifikasi masuk ke dalam
divisio Zygomycota. Sebagian besar mereka merupakan organisme
darat yang hidup di tanah atau pada tumbuhan dan hewan yang
membusuk. Ada di antaranya yang membentuk mikorhiza, yaitu
asosiasi saling menguntungkan antara jamur-jamur dari divisio ini
dengan tumbuhan tinggi.
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa
senositik. Septa hanya ditemukan pada hifa
bagian tubuh yang membentuk alat reproduksi
saja. Reproduksi seksualnya melalui peleburan
gamet yang membentuk zigospora.
Contoh yang paling mudah didapat dari
anggota divisio ini adalah Rhizopus
stoloniferus (Gambar 6.3). Jamur ini hidup
sebagai pengurai sisa organik atau parasit
pada tanaman ubi jalar. Ada pula yang dapat
menyebabkan kerusakan pada bahan
makanan seperti roti, nasi, wortel, jambu dan
lain-lain. Meskipun demikian ada yang dapat
dimanfaatkan dalam proses fermentasi bahan
makanan (dalam pembuatan tempe) dan
asam-asam organik yang berguna bagi kita.  Rhizopus stoloniferus dapat berkembang biak secara aseksual.
Prosesnya dimulai dengan spora yang berkecambah tumbuh menjadi
hifa senositik yang bercabang-cabang, lalu pada empat hifa tertentu
akan tumbuh sporangium yang disangga oleh sporangiofor. Di dalam
sporangium terbentuk spora aseksual dalam jumlah besar. Kumpulan
sporangiofor ditunjang oleh rizoid yang menyerap makanan dan air
dari substratnya. Hifa di antara dua kumpulan sporangiofor yang
dinamakan stolon (gambar 6.3). Dinding sporangium yang
sangat rapuh luluh ketika spora menjadi matang. Setelah
sporangium pecah, spora akan bertebaran dibawa angin.
Di tempat yang sesuai, spora tersebut akan berkecambah.
Contoh lain Zygomycotina adalah Mucor mucedo. Ia
hidup saprofit misalnya pada roti atau kotoran hewan. Jamur
ini mempunyai keturunan diploid yang lebih singkat dari
Rhizopus pylobolus yang sering ditemukan tumbuh pada
kotoran kuda mempunyai sporangium yang dapat
menunjukkan gerak fototropi, yaitu gerak tumbuh
membengkoknya sporangium ke arah datangnya cahaya.
3. Ascomycota
Lebih dari 600.000 spesies Ascomycota telah dideskripsikan.
Tubuh jamur ini tersusun atas miselium dengan hifa bersepta. Pada
umumnya jamur dari divisio ini hidup pada habitat air bersifat sebagai
saproba atau patogen pada tumbuhan. Akan tetapi, tidak sedikit pula
yang hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes
(lumut kerak).
Ciri khas Ascomycota adalah cara
perkembangbiakan seksualnya dengan membentuk askospora. Sedangkan, reproduksi
aseksual terjadi dengan membentuk konidium.
Konidium ini dapat berupa kumpulan spora
tunggal atau berantai. Konidium merupakan
hifa khusus yang terdapat pada bagian ujung
hifa penyokong yang disebut konidiofor
4. Basidiomycota
Nama Basidiomycota berasal dari kata basidium, yaitu suatu
tahapan diploid dalam daur hidup Basidiomycota yang berbentuk
seperti gada. Pada umumnya jamur ini merupakan saproba yang
penting. Aktivitasnya adalah menguraikan polimer lignin pada kayu
dan berbagai bagian tumbuhan yang lain.
Jika kamu menjumpai orang memanfaatkan jamur sebagai
bahan makanan maka yang dimaksud adalah “mushroom” atau jamur
kelenthos (puffball). Keduanya termasuk Basidiomycota yang
sangat populer, di samping beberapa jenis jamur lain yang biasa
dimasak sebagai bahan makanan.
Sekitar 25.000 spesies dari divisio ini telah diidentifikasi. Ciri
umum jamur ini adalah hifa bersepta, fase seksualnya dengan
pembentukan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang
berbentuk gada, membentuk tubuh buah (basidiokarp) seperti
payung yang terdiri atas batang dan tudung. Di bagian bawah
tudung terdapat lembaran-lembaran, tempat terbentuknya
basidium. Semua anggota divisio Basidiomycota beradaptasi
pada kehidupan di darat sebagai saproba, parasit pada organisme
lain dan mikorhiza!

Klasifikasi Jamur | medsis | 4.5