Pelajaran Tentang Klasifikasi Industri Indonesia

Pelajaran Tentang Klasifikasi Industri Indonesia

Klasifikasi Industri Indonesia Klasifikasi Industri Indonesia

Klasifikasi Industri Indonesia

Klasifikasi Industri Indonesia – Industri dalam arti luas ialah aktivitas manusia dalam bidang ekonomi yang menghasilkan sesuatu barang atau jasa. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, industri diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya termasuk rancang bangun dan perekayasaan industri.

Klasifikasi Industri Indonesia РSecara ekonomis, kegiatan industri sering menghasilkan keuntungan yang besar, sehingga beberapa negara yang bukan negara industri selalu berusaha menjadi negara industri. Kegiatan tersebut biasa dikenal dengan industrialisasi. Sebenarnya, industri di suatu negara akan memberikan dampak terhadap lingkungan, baik dampak postif maupun negatif.

Klasifikasi Industri Indonesia – Dampak positif suatu industri terhadap lingkungan diantaranya adalah menambah nilai guna bahan mentah, terjadinya perbaikan dan pengembangan secara umum, tersedianya kesempatan kerja, menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, terciptanya pemukiman yang lebih baik, terjadinya perkembangan sektor informal dan bertambahnya devisa negara.

Klasifikasi Industri Indonesia – Adapun dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari industri diantaranya adalah menimbulkan pencemaran lingkungan (air, tanah, dan udara), semakin berkurangnya lahan, mengurangi kesuburan tanah dan perubahan cara hidup serta budaya masyarakat. Penggolongan tipe atau jenis industri dapat didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu, antara lain seperti tenaga kerja, bahan mentah, bahan baku, barang hasil produksi atau lokasi unit usaha. Berikut ini penggolongan jenis industri berdasarkan kriteriakriteria tersebut.

Berdasarkan Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI (SK Menteri Perindustrian No. 19/M/I/1986)

a. Industri Kimia Dasar (IKD)

Ciri-ciri industri ini diantaranya adalah diperlukan modal yang besar, keahlian yang tinggi dan menerapkan teknologi maju.

Industri yang termasuk kelompok IKD, yaitu sebagai berikut. Gambar 2.1 Pabrik PUSRI (kiri) dan Petrokimia (kanan) termasuk industri agrokimia (Sumber: www.google.co.id) 1). Industri agrokimia, seperti pupuk urea dan pestisida. 2). Industri selulosa dan karet, seperti kertas, pulp, dan ban. 3). Industri kimia organik, seperti bahan peledak dan bahan kimia tekstil. 4). Industri kimia anorganik, seperti semen, asam sulfat, dan kaca.

b. Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)

Merupakan industri yang mengolah bahan mentah logam untuk dijadikan mesin-mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Contoh industri ini, sebagai berikut. 1). Industri mesin dan peralatan pertanian, seperti traktor, hueler, dan pompa.

2). Industri alat-alat berat/konstruksi, seperti mesin pemecah batu, buldozer, excavator, dan motor grader.

3). Industri mesin perkakas, seperti mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, dan mesin pres.

4). Industri elektronika, seperti radio, televisi, dan telepon.

5). Industri mesin listrik, seperti transformator tenaga dan generator.

6). Industri kereta api, seperti lokomotif dan gerbong.

7). Industri kendaraan bermotor (otomotif), seperti mobil, motor, dan suku cadang.

8). Industri pesawat, seperti pesawat terbang dan helikopter.

9). Industri logam dan produk dasar, seperti industri besi baja dan bukan baja.

10). Industri perkapalan, seperti pembuatan kapal dan reparasi kapal.

11). Industri mesin dan peralatan pabrik, seperti mesin, peralatan  pabrik the blower, dan kontruksi.

c. Aneka Industri (AI)

Merupakan industri yang digunakan untuk menghasilkan bermacam-macam barang kebutuhan. Industri yang termasuk kelompok ini antara lain: 1). Industri tekstil, seperti benang, kain, dan pakaian. 2). Industri peralatan listrik dan logam, seperti kipas angin, lemari es, dan mesin jahit. 3). Industri kimia, seperti sabun cuci, tinta, plastik, dan pipa. 4). Industri pangan, seperti minyak goreng, terigu, dan mi instan. 5). Industri bahan bangunan dan umum, seperti kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer.

d. Industri Kecil (IK)

Merupakan industri yang menggunakan jumlah tenaga kerja sedikit, modal kecil, dan teknologi sederhana. Biasanya dinamakan dengan industri rumah tangga, seperti kerajinan, aksesoris, dan perabotan rumah.

e. Industri Pariwisata

Merupakan industri yang menghasilkan nilai ekonomi dari kegiatan wisata berupa atraksi wisata, seperti: 1) Pertunjukan seni dan budaya. 2) Hasil-hasil peninggalan, seperti gedung-gedung tua dan candi. 3) Objek wisata, seperti keindahan alam pantai dan pegunungan. 4) Fasilitas wisata, seperti hotel dan restoran.

Pelajaran Tentang Klasifikasi Industri Indonesia | medsis | 4.5