Kisah Perang Uhud

Kekalahan dalam Perang Badar makin menimbulkan kebencian Quraisy
kepada kaum muslimin. Karena itu, mereka bersumpah akan menuntut
balas kekalahan tersebut. Maka pada tahun ke-3 Hijrah, mereka berangkat
ke Madinah dengan membawa 3000 pasukan berunta, 200 pasukan
berkuda, dan 700 orang di antara mereka memakai baju besi. Pasukan ini
dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kedatangan pasukan Quraisy ini disambut
Nabi Muhammad saw. dengan sekitar 1.000 pasukan.

27 Nov 2005, Libya --- Men Leading Camels in Desert --- Image by © Frank Lukasseck/Corbis

27 Nov 2005, Libya — Men Leading Camels in Desert — Image by © Frank Lukasseck/Corbis

Ketika pasukan Nabi Muhammad saw. melewati batas kota, Abdullah bin
Ubay menarik 300 pasukan yang terdiri dari orang Yahudi dan kembali ke
Madinah. Dengan pasukan yang masih tersisa, 700 orang, Nabi Muhammad
saw. melanjutkan perjalanan. Pasukan Nabi Muhammad saw. dan pasukan
Quraisy bertemu di Bukit Uhud. Perang besar pun berkobar. Mula-mula
pasukan berkuda Khalid bin Walid gagal menembus dan menaklukkan
pasukan pemanah Nabi. Pasukan Quraisy kocar-kacir. Namun, kemenangan
yang sudah di ambang pintu gagal diraih karena pasukan Nabi Muhammad
saw., termasuk pasukan pemanah, tergoda oleh harta peninggalan musuh.
Pasukan Khalid bin Walid berbalik menyerang; pasukan pemanah
dapat dilumpuhkan dan satu per satu pasukan Nabi berguguran di medan
pertempuran. Dalam pertempuran ini, sekitar 70 orang pasukan Nabi
gugur sebagai syuhada’. Setelah peperangan ini, Nabi Muhammad saw.

menindak tegas Abdullah bin Ubay dan pasukannya. Bani Nadir, satu dari
dua suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan Abdullah bin Ubay,
diusir dari Madinah. Kebanyakan mereka pergi dan menetap di Khaibar.

Kisah Perang Uhud | medsis | 4.5