Keterikatan Transportasi dengan Aglomerasi Industri

Keterikatan Transportasi dengan Aglomerasi  Industri

Keterikatan Transportasi dengan Aglomerasi  Industri

Keterikatan Transportasi dengan Aglomerasi Industri

Aspek Manusia

a. Ekonomi Kegiatan ekonomi suatu daerah akan mendorong semakin meningkatnya kebutuhan akan transportasi. Semakin kompleks aktivitas ekonomi suatu masyarakat semakin kompleks jaringan transportasinya. Artinya sarana dan prasaran transportasi yang menghubungkan antar daerah semakin banyak jenis dan jumlahnya.

b. Teknologi Kemajuan teknologi suatu negara dapat mempengaruhi sarana prasarana transportasi. Keberadaan sarana dan prasarana transportasi yang didukung teknologi modern semakin beragam jenisnya. Sehingga hubungan antar daerah semakin cepat dan mudah serta daya jangkauannya lebih luas. Perkembangan teknologi turut serta mendorong tumbuhkembangnya industri.

Industri tidak lagi harus berorientasi pada salah satu faktor produksi, melainkan dukungan jaringan transportasi dapat membantu perkembangan industri. Dulu alat transportasi dapat berupa hewan atau gerobak yang ditarik hewan. Sekarang dengan majunya teknologi alat transportasi dapat melalui darat, laut dan udara yang serba canggih baik daya tampung ataupun sistem navigasinya. Kemudian jaringan jalan yang dahulu, bila melalui gunung dibuat berkelok-kelok, sekarang dengan kemajuan teknologi dapat dibuat jalan tol yang memperpendek jarak dan membuat lebih nyaman, seperti adanya jalan bebas hambatan atau seperti jalan tol Cipularang yang menghubungkan Kota Bandung ke Jakarta.

c. Sosial dan Budaya Sosial dan budaya merupakan faktor penting terhadap keberadaan dan kelengkapan sarana dan prasarana transportasi. Dengan kebutuhan interaksi sosial antar penduduk, seperti bepergian ke tempat kerja, sekolah, belanja, hubungan sosial, bisnis, rekreasi, dan lain-lain melahirkan tuntutan adanya jalan, angkutan, rute-rute kendaraan yang efisien, aman dan nyaman.

Pembuatan jaringan transportasi sering juga dibuat karena latar belakang politik dengan tujuan untuk memudahkan pengawasan, keamanan dan pertahanan. Sarana transportasi yang telah dijelaskan di atas erat kaitannya dengan terjadinya aglomerasi industri.

Pada prinsipnya, munculnya aglomerasi pada suatu wilayah yaitu memperhitungkan biaya transportasi minimum agar dapat menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan. Sistem transportasi yang baik dan mudah di suatu wilayah merupakan salah satu terjadinya aglomerasi industri pada wilayah tersebut.

Aspek Alam

a. Iklim dan Tanah Kondisi iklim akan mempengaruhi terhadap kelancaran transportasi baik langsung ataupun tidak langsung.

Contoh secara langsung misalnya transportasi laut dan udara akan terhambat jika ada badai topan, kabut, hujan salju ataupun asap tebal. Secara tidak langsung, di Indonesia yang beriklim tropis memiliki curah hujan tinggi dan kelembaban yang tinggi, sehingga akan berpengaruh terhadap kestabilan tanah. Contohnya adalah curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan jalan raya dan rel kereta api mudah longsor sehingga pemeliharaannya menjadi lebih mahal.

b. Relief Relief suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap transportasi darat. Misalnya di daerah pegunungan sering ditemui jalan-jalan yang selalu labil dan berkelok-kelok. Daerah tersebut biasanya juga sering dipisahkan oleh sungai-sungai sehingga perlu dibuat jembatan sehingga pembuatan dan pemeliharaan jalan lebih mahal. Selain itu, pada daerah pegungan sering diperlukan prasarana lain, seperti terowongan.

Untuk transportasi laut, relief dasar laut akan mempengaruhi terhadap kecepatan kapal, besarnya daya muat kapal dan pembuatan dermaga atau pelabuhan.

c. Struktur geologi Struktur geologi suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap kestabilan jalan. Contohnya jalan yang terdapat di daerah labil seperti pada zona patahan cenderung cepat rusak. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya pembuatan maupun pemeliharaannya.

Terima kasih telah berkunjung ke mediasiswa.com

Semoga kehadiran kami jadi manfaat untuk kalian, jangan lupa like dan share ilmunya !

Keterikatan Transportasi dengan Aglomerasi Industri | medsis | 4.5