Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di Air

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di Air

Ketrampilan pertolongan di air merupakan bagian dari keselamatan di air.

Artinya jika siswa ingin mempelajari pertolongan di air, siswa wajib memahami terlebih dahulu keselamatan di air. Seorang penolong harus dibekali dengan beberapa keahlian dasar keselamatan di air. Meliputi kemampuan mengenal potensi bahaya dan bagaimana mengatasinya, memahami teknik pertolongan. Mulai dari yang paling aman sampai yang beresiko tinggi. Berikut beberapa hal terkait kegawatdaruratan di air:

Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di Air

Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di Air

1. Kegawatdaruratan Korban Tenggelam

a. Arti tenggelam Yang dimaksud dengan tenggelam adalah suatu istilah dari suatu keadaan yang disebabkan karena seseorang menghirup air atau cairan ke paru-paru sehingga menghambat/mencegah udara yang mengandung oksigen untuk sampai dan berhubungan dengan bagian depan permukaan alveolus di paru-paru, dimana bagian ini merupakan bagian penting yang berfungsi untuk pertukaran gas di paru-paru dan proses oksigenisasi darah.

b. Penyebab 1) Terganggunya kemampuan fisik akibat pengaruh obat-obatan 2) Ketidakmampuan akibat hipotermia, syok, cedera, atau kelelahan 3) Ketidakmampuan akibat penyakit akut ketika berenang

c. Klasifikasi Tenggelam 1) Berdasarkan Kondisi Paru-Paru Korban a). Typical Drawning Yaitu keadaan dimana cairan masuk ke dalam saluran pernapasan korban saat korban tenggelam. b). Atypical Drawning (1). Dry Drowning Yaitu keadaan dimana hanya sedikit bahkan tidak ada cairan yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

2). Immersion Syndrom

Terjadi terutama pada anak-anak yang tiba-tiba terjun ke dalam air dingin (suhu < 20°C). (3). Submersion of the Unconscious Sering terjadi pada korban yang menderita epilepsy atau penyakit jantung khususnya coronary atheroma, hipertensi atau peminum yang mengalami trauma kepala saat masuk ke air. (4).

Delayed Dead Yaitu keadaan dimana seorang korban masih hidup setelah lebih dari 24 jam setelah diselamatkan dari suatu episode tenggelam. 2) Berdasarkan Kondisi Kejadian a). Tenggelam Yaitu suatu keadaan dimana penderita akan meneguk air dalam jumlah yang banyak sehingga air masuk ke dalam saluran pernapasan dan saluran nafas atas tepatnya bagian epiglotis akan mengalami spasme yang mengakibatkan saluran nafas menjadi tertutup serta hanya dapat dilalui oleh udara yang sangat sedikit. b). Hampir Tenggelam Yaitu suatu keadaan dimana penderita masih bernafas dan membatukkan air keluar .

Penatalaksanaan Korban Tenggelam

Penanganan pada korban tenggelam dibagi dalam tiga tahap, yaitu: a. Bantuan hidup dasar Sebelumnya dalam pedoman pertolongan pertama, kita mengenal ABCD: Airway, Breathing, Circulation (Chest Compression) yaitu buka jalan nafas, bantuan pernafasan, dan kompresi dada. Jika ketiga langkah sudah dilakukan, periksa apakah korban mengalami defisit pada tubuhnya semisal memeriksa kesadaran korban. Langkah ini disebut memeriksa/Disability.

Dalam pedoman yang baru, prioritas utama adalah Circulation baru setelah itu tatalaksana difokuskan pada Airway dan selanjutnya Breathing. Satu-satunya pengecualian adalah hanya untuk bayi baru lahir, karena penyebab tersering pada bayi baru lahir yang tidak sadarkan diri dan tidak bernafas adalah karena masalah jalan nafas.

Langkah berikutnya adalah membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dokter. b. Pada tahap ini yang dilakukan yaitu: Sebelumnya dengan tahapan seperti ini (Look; yaitu melihat adanya pergerakan dada, Listen; yaitu mendengarkan suara napas, Feel; yaitu merasakan ada tidaknya hembusan napas), namun seiring dengan perkembangan sekarang tidak lagi. Alasannya: kunci utama menyelamatkan seseorang dengan henti jantung adalah bertindak bukan menilai.

Telepon ambulan segera saat kita melihat korban tidak sadar dan tidak bernafas dengan baik. Percayalah pada nyali Anda. Jika Anda mencoba menilai korban bernapas atau tidak dengan mendekatkan pipi anda pada mulut korban, itu boleh-boleh saja.

Tapi tetap saja sang korban tidak bernafas dan tindakan look, listen dan feel ini hanya akan menghabiskan waktu. Namun, pemberian kompresi intrinsik untuk mengeluarkan cairan tidak disarankan, karena tidak terbukti dapat mengeluarkan cairan dan dapat berisiko muntah dan aspirasi. c. Bantuan hidup lanjut Bantuan hidup lanjut pada korban tenggelam yaitu pemberian oksigen dengan tekanan lebih tinggi, yang dapat dilakukan dengan BVM (Bag Valve Mask) atau tabung oksigen.

Teknik menolong di air

Dalam melakukan pertolongan, kecepatan bukanlah segalanya. Ketepatan yang didasari oleh keselamatan adalah unsur yang harus diutamakan. Satu hal yang perlu diingat, menolong korban di air tidak perlu menjadi basah. Prinsip utamanya adalah menolong dengan teknik se-aman mungkin bagi penolong maupun korban.

Apa yang harus kita lakukan bila melihat kecelakaan di air ?

a. Pastikan keselamatan anda terlebih dahulu. Abaikan orang lain jika anda sendiri sedang dalam posisi yang membahayakan diri anda b. Pastikan keselamatan orang-orang di sekitar anda c. Perhatikan potensi bahaya susulan yang mungkin bisa menimpa anda atau orang-orang di sekitar anda d. Kenali karakteristik korban yang akan anda tolong Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan 181 e. Lakukan pertolongan menggunak teknik pertolongan yang paling aman dan efektif . f. Jika terdapat banyak korban, tolonglah yang terdekat dan termudah terlebih dahulu g. Setelah korban di tepi, lakukan pertolongan sesuai dengan cidera yang terjadi h. Selimuti korban untuk mencegah kedinginan/hypothermia i. Segera bawa korban ke pelayanan medis terdekat. Penanganan lebih lanjut mungkin saja diperlukan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Berikut di bawah ini beberapa teknik menolong orang di air dari mulai yang paling aman : a. Raih Ini adalah teknik yang paling aman sehingga dapat dilakukan oleh yang tidak bisa renang sekalipun. Dengan cara menggunakan tongkat sehingga dapat mencapai korban dan menariknya ke tepi. Kelemahan : Hanya dapat menggapai korban yang berada di dekat tepi air. Perhatian : Jika tarikan korban/arus air terlalu kuat sehingga anda merasa tertarik ke arah air, maka lepaskanlah tongkat tadi. INGAT keselamatan diri anda yang paling utama.

b. Lempar Jika tidak dapat menemukan tongkat yang cukup panjang untuk mencapai korban, maka carilah bahan yang bisa mengapung (ringbuoy/ban pelampung, jerigen dll), bisa juga menggunakan tali. Lemparkan bahan tadi ke arah korban. Jika anda berada di kolam renang umum, maka gunakanlah ringbuoy (ban pelampung) yang ada di tepi kolam

Teknik : Panggil korban terlebih dahulu sebelum melempar. Hal ini berfungsi supaya korban melihat benda dan arah lemparan kita. Mengkombinasikan pelampung dengan tali sangat berfungsi saat lemparan kita tidak tepat. Kelemahan : Kadang lemparan kita tidak pas pada korban, sehingga sering kali pelampung yang kita lempar menjadi sia-sia. Perhatian : Kadang lemparan terlalu dekat sehingga kita terpancing untuk mengambil pelampung itu kembali. tindakan ini sangat membahayakan kita terutama bagi yang tidak bisa renang. Lebih baik cari pelampung yang lain untuk dilempar. Tali lempar, tidak boleh diikatkan di tubuh penolong, karena akan membahayakan bila arus sangat deras atau tarikan korban terlalu kuat.

c. Dayung Jika anda sedang di perahu (terutama jenis kano/kayak) berhatihatilah saat mendekati korban. Kekuatan korban saat panik sangat berbahaya dan dapat membalikkan perahu yang anda tumpangi. Teknik : Dekati korban dari ujung yang berlawanan dengan tempat kita duduk.

Hal ini dimaksudkan apabila perahu terbalik, posisi kita agak jauh dari korban sehingga mengurangi resiko tertangkap korban. Perhatian : Jika anda menggunakan perahu kecil, anda tidak bisa berenang dan tidak menggunakan jaket pelampung, maka lebih baik tidak berusaha untuk mendekati korban.

d. Renang Berenang mendekati korban adalah pilihan terakhir jika cara lain tidak memungkinkan untuk dilakukan. Teknik : tentunya bagi yang sudah mahir berenang dan menguasai teknik menolong. Kelemahan : sangat berbahaya bagi penolong Perhatian : Pastikan kemampuan renang anda baik, jangan renang jika kondisi air berarus (sungai arus deras, banjir bandang).

Karakteristik korban

Pengetahuan kita tentang karakteristik korban yang sedang tenggelam akan sangat menentukan teknik yang dipilih saat melakukan pertolongan. Tentunya disesuaikan dengan karakteristik korbannya. Secara umum, korban yang sedang tenggelam dibagi menjadi 4 tipe :

a. Bukan seorang perenang

Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik: 1) Posisi badan terlihat tegak lurus dengan permukaan air (vertikal) 2) Gerakan kasar dan cenderung tidak berpola 3) Wajah terlihat sangat panik 4) Arah tatapan tidak jelas 5) Hanya fokus untuk mengambil napas 6) Saat ditolong mungkin akan berusaha untuk meraih penolong 7) Tidak dapat mengikuti perintah atau tidak dapat komunikasi 8) Selalu ingin dalam posisi vertikal, sehingga cenderung panik jika ditolong dalam keadaan horisontal 9) Selalu berusaha kepala dan dada berada di atas permukaan air 10) Yang di perhatikan penolong 11) Korban tipe ini sangat berbahaya bagi penolong 12) Sebisa mungkin hindari pertolongan dengan menggunakan teknik contact rescue/tow.

b. Perenang yang cidera

Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik: 1) Posisi badan mungkin terlihat agak aneh tergantung dari bagian tubuh yang cidera 2) Gerakan terbatas disebabkan oleh cidera 3) Wajah terlihat cemas, bahkan mungkin terlihat kesakitan 4) Bisa terjadi panik 5) Saat ditolong mungkin tidak merespon perintah karena lebih fokus terhadap rasa sakitnya 6) Berusaha mempertahankan posisi karena biasanya memegangi area yang cidera

Yang diperhatikan penolong 1) Kemungkinan akan membawa korban dalam posisi yang agak aneh (sesuai cideranya) 2) Perhatikan cidera yang dialami

c. Perenang yang kelelahan

Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik: 1) Terlihat pola kayuhan yang lemah 2) Posisi badan biasanya membentuk sudut dengan permukaan air 3) Wajah memandang ke tepian atau perahu yang di dekatnya 4) Kepala kadang tidak terlihat 5) Dapat melambai untuk meminta bantuan 6) Wajah mungkin terlihat lelah atau cemas saat ditolong 7) Merespon perintah penolong dengan baik 8) Kooperatif saat ditawarkan bantuan 9) Bisa ditopang dalam keadaan terlentang

Yang diperhatikan penolong: 1) Dapat ditolong menggunakan teknik contact rescue 2) Lebih mudah untuk ditolong

d. Tidak sadar (pasif)

Pada tipe ini, korban memiliki karakteristik: 1) Terlihat tidak bergerak 2) Mungkin hanya terlihat sebagian punggung 3) Mungkin hanya terlihat puncak kepala saja 4) Wajah biasanya menghadap ke dasar 5) Saat ditolong tidak kooperatif 6) Mungkin akan cukup sulit untuk melakukan manuver terhadap tubuh korban

Yang diperhatikan penolong: 1) Biasanya korban sangat bervariasi 2) Membutuhkan pertolongan dengan teknik contact rescue 3) Perhatikan pernapasan korban, jika tidak bernapas lakukan sesegera mungkin bantuan napas 4) Penggunaan alat bantu apung (pelampung) akan sangat membantu dalam pemberian napas 5) Kadang terjadi keadaan yang disebut pasif-aktif, yaitu keadaan dimana korban terlihat pasif (tidak bergerak) namun saat di sentuh berubah menjadi aktif. Ini sangat membahayakan penolong. Oleh karena itu lakukan teknik mendekati korban dengan benar. Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan 187 6) Selain karakteristik korbantadi, juga diperlukan kemampuan untuk memperkirakan daya apung/buoyancy dari korban dengan melihat postur tubuh terutama saat melakukan contact tow. Korban yang gemuk cenderung akan mudah mengapung, namun akan lebih berat saat menariknya ke tepi. Sebaliknya korban yang kurus cenderung akan mudah tenggelam, namun akan lebih ringan saat menariknya ke tepi.

Keterampilan Penyelamatan Kegawatdaruratan di Air | medsis | 4.5