Kerjasama usaha bagi hasil Cara Pembagian Sisa

Kerjasama usaha bagi hasil Cara Pembagian Sisa

kerjasama usaha bagi hasil – Kegiatan sebuah koperasi selalu diakhiri dengan penghitungan Sisa Hasil Usaha (SHU), di mana dari hasil yang diperoleh nantinya akan dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan serta mengetahui maju mundurnya koperasi. Untuk itulah SHU begitu sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan koperasi. SHU dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing anggota yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.

kerjasama usaha bagi hasil

kerjasama usaha bagi hasil

kerjasama usaha bagi hasil

kerjasama usaha bagi hasil

1. Cara Menghitung SHU Pendapatan koperasi selama satu tahun buku setelah dikurangi biaya-biaya disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Pembagian sisa hasil usaha koperasi sesuai dengan ketentuan dalam UndangUndang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 45 dan Anggaran Dasar Koperasi.

kerjasama usaha bagi hasil

2. Jasa Modal dan Jasa Anggota Sisa hasil usaha yang diterima anggota meliputi jasa modal dan jasa anggota, baik berupa jasa pembelian maupun jasa penjualan.

kerjasama usaha bagi hasil

a. Jasa Modal atau Jasa Simpanan

Kewirausahaan

kerjasama usaha bagi hasil  – Pembangunan perekonomian Indonesia dilandasi oleh UUD 1945 Pasal 33, yang maknanya mencakup tiga sektor utama perekonomian, yaitu sektor negara, sektor swasta, dan sektor koperasi. Ketiga sektor tersebut perlu dikembangkan secara serasi dan mantap. Jelaslah, bahwa sektor swasta merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

kerjasama usaha bagi hasil  – Oleh karena itu, kewirausahaan atau kewiraswastaan mempunyai peran penting dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang perekonomian.

1. Pengertian Wirausaha

Kewirausahaan berasal dari kata ’wira’ yang berarti berani, utama, teladan, berbudi luhur, serta ’usaha’ yang berarti upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi, wirausaha dapat diartikan sebagai suatu keberanian untuk berupaya memenuhi kebutuhannya.

Dengan demikian, definisi kewirausahaan dapat dikemukakan sebagai suatu keberanian untuk melakukan upaya-upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dan keberanian yang dimilikinya dengan cara memanfaatkan segala potensi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, bahwa sektor swasta selalu ditingkatkan guna menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah devisa negara melalui usaha swasta, baik pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan ekspor. Untuk itulah peran wirausaha sangat diperlukan.

Adapun manfaat tenaga-tenaga wirausaha antara lain sebagai berikut.

a. Sebagai generator dan sumber penciptaan serta perluasan kesempatan kerja. b. Pelaksana pembangunan yang dapat dipercaya integritasnya dan berdedikasi memajukan lingkungannya. c. Tidak melibatkan diri dalam persoalan keturunan, baginya kemanusiaan dan manusialah yang menjadi pusat perhatian kesibukannya. d. Kepribadian unggul dan martabat harga diri yang selalu mendapat perhatian utama untuk dikejar, ditingkatkan, dan dicita-citakannya. e. Persaingan yang dicita-citakan adalah persaingan yang wajar, sehat, tidak berlebihan, dan jujur dengan menggunakan, meningkatkan, dan memajukan tingkat efisiensi kerja usahanya. f. Selalu berusaha menghormati tertib hukum lingkungannya.

g. Berusaha mambantu atau menolong orang lain, agar orang lain mampu membantu dan menolong dirinya. h. Tidak akan rela dan sampai hati menipu, merugikan apalagi mengkhianati pemerintah, negara, dan bangsanya. i. Sumber tenaga manusia yang ideal. j. Hidup sepantasnya, segala barang yang dipakai diatur sebaik mungkin dan tidak berlebihan.

2. Peranan Wirausaha dalam Perekonomian

Nasional Seorang ahli bernama J. Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan dalam organisasi.

Peranan wirausahawan sangat dibutuhkan oleh suatu negara karena ikut pula menentukan keberhasilan pembangunan nasional. Adapun peranan wirausahawan adalah sebagai berikut. a. Ikut meningkatkan kegiatan ekonomi suatu negara. b. Ikut memajukan ekonomi bangsa dan negara. c. Ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat. d. Ikut mengurangi atau mengatasi pengangguran. e. Ikut mengatasi ketegangan sosial. f. Ikut meningkatkan perdagangan domestik (dalam negeri) maupun perdagangan internasional. g. Ikut meningkatkan devisa negara. h. Ikut meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal.

 

Kerjasama usaha bagi hasil Cara Pembagian Sisa | medsis | 4.5