Tentang Materi Kepadatan Penduduk

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Tentang Materi Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk – Tahukah kamu apa artinya kepadatan penduduk? Bagaimana kepadatan penduduk di Indonesia? Mengapa orang berbondong-bondong pergi ke Jakarta sehingga penduduk Jakarta sangat padat, sedangkan daerah di Irian Jaya masih banyak yang kosong? Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas. Tingkat kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kepadatan penduduk aritmatik dan kepadatan penduduk agraris.

Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

1. Kepadatan Penduduk Aritmatik Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2 . Kepadatan penduduk aritmatik ini sering kali hanya disebut kepadatan penduduk. Rumus untuk menghitung kepadatan penduduk aritmatik adalah: Kepadatan penduduk = Jumlah penduduk (jiwa) Luas wilayah (km ) Contoh: Jika diketahui hasil survei penduduk Provinsi X tahun 2006 sebesar Rp12.457.777 jiwa dan luas wilayahnya sebesar 81.860 km2 2 .

Kepadatan Penduduk

Jadi, kepadatan penduduk provinsi tersebut adalah: Kepadatan penduduk = = 152.18 (dibulatkan menjadi 152) 12.457.777 81.860 Angka 152 menunjukkan bahwa setiap 1 km2 wilayah Provinsi X ditempati oleh 152 jiwa penduduk. 2. Kepadatan Penduduk Agraris Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2 , yang tanahnya dapat diolah untuk pertanian. Kepadatan penduduk ini biasa disebut juga dengan kepadatan penduduk netto.

Kepadatan Penduduk – Adapun rumus untuk menghitungnya adalah: Kepadatan penduduk agraris = Tingkat kepadatan penduduk di setiap daerah senantiasa tidak merata karena memang pada lahan-lahan tertentu seperti lahan curam puncak-puncak gunung yang tinggi, daerah rawa dan daerah gurun pasir kurang cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Adapun daerah yang akses ke berbagai pusat perbelanjaan, industri, atau yang tanahnya subur biasanya tingkat kepadatan penduduknya relatif tinggi. Untuk mengetahui tingkat kepadatan penduduk di Indonesia.

Daerah di Indonesia yang tingkat kepadatan penduduknya tertinggi adalah Pulau Jawa. Adapun yang terendah adalah daerah Papua (Irian Jaya). Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kepadatan penduduk suatu daerah sebagai berikut: a) tingkat kesuburan tanah; b) bentuk lahan; c) iklim yang baik; d) pusat pemerintahan; e) pusat kegiatan ekonomi dan industri; f) ketersediaan prasarana jalan; g) ketersediaan pusat pendidikan. Kepadatan penduduk yang kurang merata menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kehidupan, baik bagi daerah yang terlalu padat maupun yang kurang. Sebagai contoh bagi daerah yang kepadatan penduduknya tinggi seperti DKI Jakarta menimbulkan kemacetan di jalan raya setiap harinya sehingga menghambat produktivitas kerja penduduknya.

Berikut merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk. a) Menggalakan program transmigrasi penduduk dari daerah padat ke daerah yang masih kurang penduduknya. b) Penyebaran pendirian pusat-pusat industri dan perdagangan ke berbagai daerah sehingga penduduk tidak memusat hanya di suatu daerah. c) Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya seperti pembangunan jalan raya dan fasilitas pendidikan. d) Pemanfaatan Iptek untuk mengolah daerah-daerah yang tanahnya tidak subur dan gersang menjadi daerah yang subur dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat tinggal. e) Membuat peraturan pemerintah yang mengatur tentang imigrasi dan emigrasi.

Piramida dan Komposisi Penduduk 

Piramida penduduk adalah diagram batang komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur yang disusun horizontal. Berdasarkan bentuknya, piramida penduduk dibedakan sebagai berikut. 1) Piramida penduduk bentuk kerucut atau limas. Bentuk piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk yang cepat karena terjadi penurunan tingkat kelahiran bayi dan anak-anak, tetapi tingkat fertilitas masih tinggi. 2) Piramida penduduk bentuk pucuk granat. Bentuk piramida ini menggambarkan angka kelahiran dan tingkat kelahiran yang rendah.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

3) Piramida penduduk bentuk kepala nisan. Bentuk piramida ini menggambarkan tingkat kelahiran mengalami penurunan yang tajam dan tingkat kematian yang sangat rendah. Piramida penduduk dapat dibedakan pula atas tiga macam, yaitu ekspansif, konstruktif, dan stasioner. Piramida ekspansif adalah piramida yang terjadi apabila sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia muda. Adapun piramida konstruktif adalah piramida yang terjadi apabila kelompok usia muda jumlahnya sedikit, sedangkan piramida stasioner adalah piramida yang terjadi apabila banyaknya penduduk dalam setiap kelompok usia relatif sama. Adapun yang dimaksud dengan komposisi penduduk adalah susunan atau tata susun penduduk suatu negara atau suatu wilayah berdasarkan kriteria tertentu.

Komposisi penduduk dapat dikaji dengan tujuan sebagai berikut. 1) Setiap penduduk memiliki usia dan jenis kelamin yang berbeda sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda pula. 2) Menata sarana dan prasarana kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa sesuai dengan perkembangan penduduk. 3) Mengendalikan dan memantau pemanfaatan sumber daya alam agar dapat hidup berkelanjutan. Komposisi penduduk berdasarkan umur produktif dapat digunakan untuk menghitung angka ketergantungan ( Jumlah penduduk usia nonproduktif Jumlah penduduk usia produktif dependency ratio).

Cara untuk menghitung angka ketergantungan adalah: Dependency ratio = × 100% Contoh soal: Indonesia pada tahun 1990 memiliki jumlah penduduk 179.300.000 jiwa. Setelah dibuat tabel berdasarkan umur produktif yang tergolong umur antara 0 – 15 tahun sebesar 65.531.780 jiwa, sedangkan yang tergolong umur lebih dari 65 tahun sebesar 6.230.435 jiwa. Hitunglah berapa indeks dependency ratio-nya. Penyeleseian: Diketahui: Jumlah penduduk keseluruhan = 179.300.000 jiwa Jumlah penduduk nonproduktif = 65.531.780 jiwa + 6.230.435 jiwa = 71.762.215 jiwa Ditanya: Berapa indeks dependency ratio-nya?

Jawab: Jumlah penduduk produktif = 179.300.000 jiwa – 71.762.215 jiwa = 107.537.785 jiwa 71.762.215 107.537.785 Dependency ratio = × 100% = 66,73 Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, dapat digunakan untuk menghitung sex ratio. Sex ratio, yaitu perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah penduduk tertentu (setiap 100 perempuan). Sex Ratio = × 100% Contoh soal: Indonesia pada tahun 1990 memiliki jumlah penduduk 179.300.000 jiwa. Setelah dibuat tabel berdasarkan jenis kelamin, yang tergolong laki-laki sebesar 89.256.467 jiwa, sedangkan yang tergolong perempuan sebesar 90.043.528 jiwa. Hitunglah sex ratio-nya. Penyelesaian: Diketahui: Jumlah penduduk keseluruhan= 179.300.000 jiwa Jumlah penduduk laki-laki = 89.256.467 jiwa Jumlah penduduk perempuan = 90.043.528 jiwa Ditanyakan: Berapa sex ratio-nya? Jawab: Sex ratio = × 100% = 99,13 Berdasarkan perhitungan tersebut, berarti di Indonesia pada tahun 1990 setiap ada 100 perempuan terdapat 99 laki-laki.

Usia Harapan Hidup Penduduk 

Usia harapan hidup penduduk adalah rata-rata kesempatan atau waktu hidup yang tersisa. Usia harapan hidup dapat diartikan pula dengan banyaknya tahun yang ditempuh penduduk yang masih hidup sampai umur tertentu. Berdasarkan serangkaian Age Specific Rate atau rata-rata umur spesifik dari kematian, besar kecilnya usia harapan hidup suatu generasi sangat dipengaruhi oleh banyaknya penduduk yang mampu melewati umur tertentu, dan banyaknya penduduk yang dilahirkan hidup dari suatu generasi sampai mencapai umur tertentu. Harapan hidup berbeda dengan lama hidup.

Lama hidup atau panjang hidup, yaitu jumlah tahun maksimum penduduk untuk dapat hidup. Berbeda dengan harapan hidup, lama hidup antara penduduk suatu negara atau daerah dengan daerah lainnya tidak terlalu berbeda karena umur manusia ada batas maksimumnya. Usia harapan hidup ditentukan oleh besarnya angka jumlah kematian bayi. Jika kematian bayi jumlahnya besar, usia harapan hidup akan rendah. Oleh karenanya, biasanya di negara-negara maju harapan hidupnya tinggi karena pada umumnya tingkat kesehatan ibu dan bayinya tinggi. Sebaliknya, di negara berkembang biasanya relatif rendah karena buruknya tingkat kesehatan.

Cara untuk menentukan usia harapan hidup adalah dengan menunjukkan dan merataratakan semua umur dari seluruh kematian pada waktu tertentu. Contohnya jika di suatu daerah diketahui bahwa terdapat 50 orang yang meninggal, umur masing-masing yang meninggal berbeda-beda, ada yang 2 tahun, ada yang 40 tahun, bahkan ada yang 95 tahun. Umur masing-masing yang meninggal dijumlahkan semuanya dan kemudian dibagi dengan jumlah orang yang meninggal pada tahun itu, yaitu sebanyak 50 orang. Misalnya, ketika dijumlahkan semua umur orang yang meninggal diperoleh sebesar 2.500, maka usia harapan hidup dapat dihitung sebagai berikut: Usia harapan hidup = = 50 tahun 2.500 50

Informasi Kependudukan di Peta, Tabel, dan Grafik 

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi kependudukan dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel dan grafik. Bahkan, bentuk-bentuk tersebut dapat disajikan dalam format digital sehingga tampak lebih menarik dan membantu memudahkan dalam memahaminya. Peta yang menyajikan informasi tentang kependudukan disebut peta tematik.

Tahukah kamu apa artinya migrasi? Mengapa orang melakukan migrasi? Bagaimana dampak dari migrasi itu sendiri? Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Lengkapnya, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap. Setiap terjadi migrasi mengakibatkan terjadinya perubahan tempat tinggal dari suatu lokasi geografis tertentu ke lokasi geografis lainnya.

Tentang Materi Kepadatan Penduduk | medsis | 4.5