Bentuk Aktivitas Pembelajaran Kebugaran Jasmani

Bentuk Aktivitas Pembelajaran Kebugaran Jasmani

Kebugaran Jasmani – Apakah kebugaran jasmani penting bagi kehidupan kita. Aktivitas pembelajaran-aktivitas pembelajaran apa saja yang bisa kamu lakukan? Agar kamu bisa memahami tentang kebugaran jasmani, pelajari materi berikut ini dengan cermat. Aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani merupakan salah satu syarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan kebugaran jasmani seseorang, dapat dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat diabaikan.

Kebugaran Jasmani

Kebugaran Jasmani

Kebugaran Jasmani – Karena banyaknya macam sikap gerak yang harus dilakukan, maka perlu disiapkan berbagai unsur kondisi fisik sebaik-baiknya. Untuk mencapai hal tersebut, unsur-unsur kebugaran jasmani perlu dilatih. Tanpa penguasaan unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut kamu tidak mungkin mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat.

Sekarang Coba baca berbagai bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani dengan cermat, kemudian lakukan bersama-sama teman-temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara melakukan aktivitas pembelajaran yang baik. Yakinlah kalian “kalian bisa menjadi apapun yang kalian inginkan, dengan catatan kalian serius dan sepenuh hati melakukannya”.

Unsur-unsur kebugaran jasmani antara lain : (1) kekuatan (strength), (2) daya (power), (3) kecepatan (speed), (4) kelenturan (flexibility), (5) kelincahan (agility), (6) daya tahan (endurance) dan (7) daya tahan kecepatan (stamina). Pada bab ini kamu akan mempelajari aktivitas pembelajaran kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan, yaitu: kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan aerobik, dan fleksibilitas. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut.

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan

Kebugaran Jasmani – Kekuatan adalah ketegangan yang terjadi atau kemampuan otot untuk suatu ketahanan akibat suatu beban. Beban tersebut dapat dari bobot badan sendiri atau dari luar (external resistance). Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan .

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan Otot Perut.

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan Otot Kedua Lengan.

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan Otot Punggung.

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan Otot Lengan.

Aktivitas Pembelajaran Kekuatan Otot Tungkai (Naik Turun Bangku).

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Otot

Daya tahan otot adalah kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang cukup lama. Salah satu bentuk aktivitas pembelajaran daya tahan otot adalah aktivitas pembelajaran weight training (aktivitas pembelajaran beban). Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran daya tahan otot secara sederhana antara lain sebagai berikut :

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Otot Lengan dan Bahu

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Otot Tungkai

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Otot Lengan Berpasangan

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Otot Lengan (Naik Palang Tunggal)

Aktivitas Pembelajaran Daya Tahan Aerobik

Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama. Istilah lainnya yang sering digunakan ialah respiratocardio-vaskulair endurance, yaitu daya tahan yang bertalian dengan pernafasan, jantung dan peredaran darah. Latihan yang dapat meningkatkan dan mengembangkan daya tahan jantung dan paru-paru antara lain: lari jarak jauh, renang jarak jauh, cross-country atau lari lintas alam, fartlek, interval training atau bentuk latihan apapun yang memaksa tubuh untuk bekerja dalam waktu yang lama (lebih dari 6 menit). Dalam bagian ini akan dijelaskan mengenai interval training. Interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh intervalinterval yang berupa masa-masa intirahat. Interval training adalah acara latihan yang penting dimasukan dalam program latihan keseluruhan.

Bentuk latihan dalam interval training dapat berupa lari (interval running) atau renang (interval swimming). Beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training antara lain : 1) Lamanya latihan 2) Beban (intensitas) latihan 3) Ulangan (repetision) melakukan latihan 4) Masa istirahat (recovery interval) setelah setiap repetisi latihan. Secara mendasar ada dua bentuk latihan interval, yaitu : a. Interval training lambat dengan jarak menengah 1) Lama latihan : 60 detik – 3 menit 2) Intensitas latihan : 60% – 75% maksimum 3) Ulangan aktivitas pembelajaran : 10 – 20 kali 4) Istirahat : 3 – 5 menit b. Interval training cepat dengan Jarak Pendek 1) Lama aktivitas pembelajaran : 5 – 30 detik 2) Intensitas aktivitas pembelajaran : 85% – 90% maksimum 3) Ulangan aktivitas pembelajaran : 15 – 25 kali 4) Istirahat : 30 – 90 detik

Aktivitas Pembelajaran Kelenturan

Kelenturan (fleksibility) adalah luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk menggerakkan anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian. Kelenturan dapat ditingkatkan dengan bentuk aktivitas pembelajaran mengayun, memutar, dan memantul-mantulkan atau menggerakgerakan anggota tubuh.

Manfaat Aktivitas Pembelajaran Kelenturan

Kelenturan adalah keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. aktivitas pembelajaran kelentukan atau fleksibilitas bertujuan agar otot- otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti. Bentuk gerakan pada aktivitas pembelajaran kelentukan, tentunya harus disesuaikan dengan sifat dan bentuk dari gerak persendian tersebut. Bentuk-Bentuk Aktivitas Pembelajaran Kelenturan Aktivitas pembelajaran kelenturan adalah senam ketangkasan dasar-dasar yang didahului dengan aktivitas pembelajaran pemanasan (warming-up). Bentukbentuk aktivitas pembelajaran kelenturan ada dua bentuk, yaitu: peregangan dinamis dan peregangan statis. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran kelenturan adalah sebagai berikut.

Peregangan Dinamis

Peregangan Statis

 

Bentuk Aktivitas Pembelajaran Kebugaran Jasmani | medsis | 4.5