Harmoni dalam Keberagaman Masyarakat

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Harmoni dalam Keberagaman Masyarakat

Keberagaman Masyarakat

Keberagaman Masyarakat

Keberagaman Masyarakat – Bab 5 Aku cinta Indonesia! Kalimat itulah yang harus selalu kita gaungkan sebagai Warga Negara Indonesia. Kalimat tersebut bukan hanya untuk digaungkan, tetapi harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warga negara yang baik, kita tidak perlu mencari-cari alasan mengapa kita harus mencintai dan menjunjung tinggi Indonesia, karena mencintai dan menjunjung tinggi negara itu merupakan sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia.

Keberagaman Masyarakat – Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Maha Esa apabila dalam diri kita, kecintaan kepada negara semakin hari semakin besar, karena itu semua merupakan anugerah Tuhan yang amat besar. Pada bab V ini, kalian akan mempelajari lebih lanjuta keberagaman masyarakat Indonesia. Materi yang akan dipelajari yaitu tentang masalahmasalah yang muncul, faktor penyebab masalah, akibat yang ditimbulkan, dan upaya mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat keberagaman bangsa Indonesia. Setelah mempelajari materi ini kalian diharapkan mampu memahami masalah-masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat dan cara pemecahannya serta mampu menalar penyelesaian masalah tersebut.

Keberagaman Masyarakat – Keanekaragaman atau kebhinekaan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi kebhinekaan suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Kebhinekaan yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi, karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat para wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia.

Keberagaman Masyarakat – Kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman, karena dengan adanya kebhinekaan tersebut mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat yang lepas kendali, mudah tumbuhnya perasaan kedaerah yang amat sempit yang sewaktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena segenap warga negara mesti mewaspadai segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah bangsa Indonesia dengan senantiasa mendukung segala upaya atau strategi pemerintah dalam mengatasi berbagai acaman tersebut.

Permasalahan Keberagaman Masyarakat Indonesia

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beraneka ragam karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah, serta agama yang berbeda-beda. Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman masyarakat kita merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Keberagaman ini juga menjadi daya tarik bangsa lain untuk datang ke Indonesia, terutama keberagaman budaya, VXNXDGDWLVWLDGDW.HEHUDJDPDQLQLVHPDNLQPHQDULNGHQJDQOHWDNJHRJUD¿V dan keindahan alam Indonesia. Masyarakat yang beragam menandai betapa besarnya bangsa Indonesia.

Keberagaman ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita wajib selalu bersyukur atas anugerah ini, dengan selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun dibalik itu semua, keberagaman masyarakat memiliki potensi menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat. Salah satu karakteristik keberagaman adalah adanya perbedaan. Perbedaan yang tidak terselesaikan dapat berkembang PHQMDGL NRQÀLN DWDX SHUWHQWDQJDQ GDODP masyarakat.

Coba kalian perhatikan berbagai perbedaan di lingkungan kita dapat menjadi faktor penyebab masalah, seperti persahabatan yang putus karena perbedaan pendapat, perkelahian antarkampung, perkelahian antarpelajar dan sebagainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keberagaman masyarakat Indonesia menimbulkan sejumlah permasalahan di dalam masyarakat Indonesia sendiri, GLDQWDUDQ\DDGDODKNRQÀLN $SDVDMDEHQWXNNRQÀLNSDGDPDV\DUDNDW,QGRQHVLD”0HQJDSDKDOWHUVHEXW ELVDWHUMDGLGL,QGRQHVLD”1DKNHGXDSHUWDQ\DDQWHUVHEXWGDSDWNDOLDQNHWDKXL jawabannya dengan mencermati uraian materi berikut ini.

1. %HQWXN.RQÀLNSDGD0DV\DUDNDW,QGRQHVLD .RQÀLNGDODPPDV\DUDNDWGDSDWGLNHORPSRNNDQEHUGDVDUNDQWLQJNDWDQ \DLWX NRQÀLN LGHRORJL GDQ NRQÀLN SROLWLN .RQÀLN LGHRORJL WHUMDGL NDUHQD SHUEHGDDQLGHRORJLGDODPPDV\DUDNDW&RWRKNRQÀLNLGHRORJLVHSHUWLSHULVWLZD G 30 S/PKI merupakan penolakan bangsa Indonesia terhadap ideologi NRPXQLV6HGDQJNDQNRQÀLNSROLWLNPHUXSDNDQSHUWHQWDQJDQ\DQJGLVHEDENDQ perbedaan kepentingan dalam memperoleh kekuasaan atau merumuskan Info Kewarganegaraan Konik berasal dari kata kerja Latin congere yang NHELMDNDQ SHPHULQWDK &RQWRK Q\DWD NRQÀLN SROLWLN DQWDUD ODLQ EHQWURNDQ akibat proses pemilihan umum, bentrokan menolak kebijakan pemerintah atau menuntut sesuatu. 6HGDQJNDQ EHUGDVDUNDQ MHQLVQ\D WHUGDSDW NRQÀLN DQWDUVXNX NRQÀLN DQWDUDJDPD NRQÀLN DQWDUUDV GDQ NRQÀLN DQWDU JRORQJDQ %HULNXW XUDLDQ NRQÀLNEHUGDVDUNDQMHQLVQ\D

a. .RQÀLNDQWDUVXNX\DLWXSHUWHQWDQJDQDQWDUDVXNX\DQJVDWXGHQJDQ suku yang lain. Perbedaan suku seringkali juga memiliki perbedaan adat istiadat, budaya, sistem kekerabatan, norma sosial dalam masyarakat. Pemahaman yang keliru terhadap perbedaan ini dapat PHQLPEXONDQPDVDODKEDKNDQNRQÀLNGDODPPDV\DUDNDW

b. .RQÀLN DQWDUDJDPD \DLWX SHUWHQWDQJDQ DQWDUD NHORPSRN \DQJ PHPLOLNL NH\DNLQDQ DWDX DJDPD EHUEHGD .RQÀLN LQL ELVD WHUMDGL antara agama yang satu dengan agama yang lain, atau antara kelompok dalam agama tertentu.

c. .RQÀLN DQWDUUDV \DLWX SHUWHQWDQJDQ DQWDUD UDV \DQJ VDWX GHQJDQ ras yang lain. Pertentangan ini dapat disebabkan sikap rasialis yaitu memperlakukan orang berbeda-beda berdasarkan ras.

d. .RQÀLN DQWDUJRORQJDQ \DLWX SHUWHQWDQJDQ DQWDUD NHORPSRN DWDX golongan dalam masyarakat. Golongan atau kelompok dalam masyarakat dapat dibedakan atas dasar pekerjaan, partai politik, asal daerah, dan sebagainya.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Coba kalian amati sekitar kalian apakah ada masalah yang termasuk NRQÀLN GL DWDV 3HUOX NDOLDQ SDKDPL EDKZD SHUWHQWDQJDQ DQWDUD GXD RUDQJ \DQJEHUEHGDVXNXEHOXPWHQWXNRQÀLNDQWDUVXNXELVDVDMDGLVHEDENDQROHK faktor lain seperti masalah pribadi yang tidak berkaitan dengan perbedaan VXNX .RQÀLN DQWDUVXNX GDSDW EHUDZDO GDUL NRQÀLN DQWDUSULEDGL &RQWRK seseorang A yang berasal dari suku X memiliki masalah pribadi dengan orang lain B yang berasal dari suku Y, karena hutang piutang.

Masalah yang bersifat pribadi ini dapat berkembang menjadi antarsuku apabila keduanya kemudian VDOLQJPHQJKLQDDVDOGDHUDKDWDXVXNXPDVLQJPDVLQJ.RQÀLNDQWDUSULEDGL ini akan berkembang lebih lanjut, apabila masing-masing orang ini, meminta bantuan kepada orang lain yang berasal dari suku masing-masing.

+DOLQLMXJDGDSDWWHUMDGLSDGDNRQÀLNLQGLYLGXGHQJDQNHORPSRNPDXSXQ NRQÀLN NHORPSRN GHQJDQ NHORPSRN \DQJ EHUNHPEDQJ PHQMDGL NRQÀLN antarsuku, antarras, antaragama, maupun antargolongan. Contoh sekelompok pengemudi angkutan umum saling bertentangan dengan kelompok pengemudi lain, karena memperebutkan penumpang.

Pertentangan ini seolah-olah pertentangan antarsuku karena terkadang kelompok pengemudi yang satu sebagian besar berasal dari suku A, sedangkan kelompok lain berasal dari suku B. Oleh karena itu kita harus hati-hati dan cermat dalam menelaah suatu PDVDODK DSDNDK VXDWX PDVDODK PHUXSDNDQ PDVDODK DWDX NRQÀLN DQWDUVXNX DWDXVHEHQDUQ\DPHUXSDNDQNRQÀLNDQWDUNHORPSRN %DFDODKVXPEHUEHODMDUODLQNHPXGLDQFDULODKFRQWRKFRQWRKNRQÀLN\DQJ perna.

2. 3HQ\HEDE.RQÀLNGDODP0DV\DUDNDW .RQÀLN GDODP PDV\DUDNDW EXNDQ PHUXSDNDQ SURVHV \DQJ WHUMDGL WLED tiba. Peristiwa ini terjadi melalui proses yang ditandai oleh beberapa gejala GDODP PDV\DUDNDW *HMDOD \DQJ PHQXQMXNNDQ DGDQ\D NRQÀLN VRVLDO GDODP PDV\DUDNDWDQWDUDODLQ

a. Tidak adanya persamaan pandangan antarkelompok, seperti perbedaan tujuan, cara melakukan sesuatu, dan sebagainya. b. Norma-norma sosial tidak berfungsi dengan baik sebagai alat mencapai tujuan. c. Adanya pertentangan norma-norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat. d. Sanksi terhadap pelanggar atas norma tidak tegas atau lemah. e. Tindakan anggota masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku. f. Terjadi proses disosiatif, yaitu proses yang mengarah pada persaingan WLGDNVHKDWWLQGDNDQNRQWRUYHUVLDOGDQSHUWHQWDQJDQ NRQÀLN Sedangkan beberapa gejala dalam masyarakat yang memiliki potensi.

PHQMDGLSHQ\HEDENRQÀLNVRVLDODQWDUDODLQ

a. Gejala menguatnya etnosentrisme kelompok. Etnosentrisme berasal dari kata etnos yang berarti suku sedangkan sentrisme berarti titik pusat. Dengan demikian etnosentrisme memiliki arti perasaan kelompok di mana kelompok merasa dirinya paling baik, palingbenar, paling hebat. Sehingga mengukur kelompok lain dengan nilai dan norma kelompoknya sendiri. Sikap etnosentrisme tidak hanya dalam kolompok suku, namun juga kelompok lain seperti kelompok pelajar, partai politik, pendukung tim sepakbola dan sebagainya. Perkelahian pelajar terkadang disebabkan oleh rasa kelompoknya lebih baik, lebih kuat, dari kelompok pelajar lain.

b. Stereotip terhadap suatu kelompok,yaitu anggapan yang dimiliki terhadap suatu kelompok yang bersifat tidak baik. Seperti anggapan suatu kelompok identik dengan kekerasan, sifat suatu suku yang kasar, dan sebagainya. Stereotip ini dapat terhadap kelompok agama, suku, ras, maupun golongan, seperti geng sepeda motor, kelompok remaja tertentu, organisasi kemasyarakatan, dan sebagainya. Stereotip mengakibatkan sikap prasangka terhadap suatu kelompok sesuai dengan anggapan negatif tersebut.

c. Hubungan antar penganut agama yang kurang harmonis. Sikap fanatik yang berlebihan terhadap keyakinan masing-masing, dapat menimbulkan sikap tidak toleran terhadap agama lain. Berpegang teguh pada ajaran agama masing-masing adalah keharusan, namun kita tidak boleh memaksakan suatu keyakinan kepada orang lain. Keberagaman agama dapat menimbulkan perbedaan dalam mengatasi suatu persoalan dalam masyarakat. Perbedaan tersebut dapat EHUNHPEDQJ PHQMDGL NRQÀLN DSDELOD WLGDN PHQJHPEDQJNDQ VLNDS saling menghormati agama dan keyakinan orang lain.

d. Hubungan antara penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang harmonis dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat beragam. Ketidakharmonisan dapat terjadi diawali rasa ketidakadilan dalam bidang ekonomi, politik, ketersinggungan, keterbatasan komunikasi, dan sebagainya. 6HODQMXWQ\D EHEHUDSD VRVLRORJ PHQMHODVNDQ SHQ\HEDE NRQÀLN GDODP PDV\DUDNDWDQWDUDODLQ  3HUEHGDDQDQWDULQGLYLGXVHSHUWLSHUEHGDDQSHQGDSDWWXMXDQNHLQJLQDQ SHQGLULDQ6HEDJDLLQGLYLGXVHWLDSRUDQJPHPLOLNLVLIDWGDQNHSULEDGLDQ masing-masing. Tidak ada seorang pun yang memiliki karakater sama SHUVLV 3HUEHGDDQLQGLYLGXLQL GDSDWPHQMDGL VXPEHUWHUMDGLQ\D NRQÀLN dalam masyarakat.

2. Benturan antarkepentingan, seperti kepentingan ekonomi, politik, maupun ideologi. Keterbatasan sumber daya, perebutan tempat usaha, persaingan pekerjaan merupakan contoh faktor ekonomi yag sering kali menimbulkan NRQÀLNGDODPPDV\DUDNDW

3. Perubahan sosial yang terjadi secara cepat dan mendadak dapat pula menimbulkan ketidaksiapan masyaarakat menerima perubahan.  3HUEHGDDQ NHEXGD\DDQ \DQJPHQJDNLEDWNDQ SHUDVDDQ NHORPSRNQ\D LQ JURXS GDQ EXNDQ NHORPSRNQ\D RXW JURXS  3HUEHGDDQ NHEXGD\DDQ sering kali diikuti oleh sikap etnosentrime.

Harmoni dalam Keberagaman Masyarakat | medsis | 4.5