Tentang Materi Menemukan Kata-Kata Sulit

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Tentang Materi Menemukan Kata-Kata Sulit

 Kata-Kata Sulit

Kata-Kata Sulit

 Kata-Kata Sulit – Dalam sebuah teks atau bacaan, kalian sering menemukan kata-kata yang sulit dimengerti maknanya. Mungkin kata-kata tersebut berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah. Untuk menemukan makna kata-kata sulit tersebut, kalian dapat membuka kamus. Namun, kalian perlu membuat daftarnya dulu.

Agar kalian lebih jelas, perhatikan dan bacalah dengan saksama teks bacaan berikut!

 Kata-Kata Sulit

Dipenda dan Semangat Melayani Publik

Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jawa Tengah mengemban dua misi yang tak ringan dan harus dijalankan secara bersamaan. Misi tersebut adalah menggali sumber-sumber pendapatan di provinsi ini dan sekaligus melayani publik dengan sebaik-baiknya. Bagaimana kedua misi itu berjalan, berikut laporan wartawan Suara Merdeka Dudung Abdul Muslim dan Ali Arifin Muhlish. Dipenda Jateng dibentuk berdasarkan Perda Provinsi Nomor 7/2001. Dipenda diserahi beberapa tugas, antara lain menjalankan kewenangan desentralisasi di bidang pendapatan daerah yang diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Selain itu, Dipenda bertugas melaksanakan kewenangan di bidang pendapatan daerah yang bersifat lintas kabupaten/kota. Dipenda Jateng juga bertugas melaksanakan kewenangan kabupaten/kota yang dikerjasamakan atau diserahkan kepada provinsi. Apabila disederhanakan, tugas utama lembaga ini adalah menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemprov Jateng. Sampai sejauh ini, tugas menggali sumber-sumber pendapatan memang telah dijalankan dengan baik. Dalam APBD 2006, misalnya, target PAD ditetapkan sebesar Rp2,562 triliun. Dari jumlah tersebut, Dipenda Jateng mendapat amanah berat untuk memperoleh pendapatan sebesar Rp2,106 triliun, atau sekitar 82,20 persen dari target PAD. Hingga akhir November lalu, PAD yang diperoleh tercatat Rp2,414 triliun atau 94,20 persen dari target.

Kata-Kata Sulit – Sementara, pendapatan yang diraih Dipenda mencapai Rp1,975 triliun, atau 93,80 persen dari target yang dibebankan. Kontribusi sebesar 82,20 persen dari total PAD Provinsi bukanlah jumlah yang kecil. Apalagi pendapatan ini amat membantu Pemprov Jawa Tengah dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pembangunan, termasuk ke daerah-daerah kabupaten dan kota. Di sisi lain, Dipenda Jateng juga mengemban tugas yang menjadi tuntutan masyarakat di era reformasi, yaitu bagaimana melaksanakan pelayanan publik (public service) dengan sebaik-baiknya. Pelayanan publik menjadi salah satu parameter untuk menentukan apakah pemerintah daerah (kota/kabupaten dan provinsi) termasuk dalam kategori good governance atau tidak. Terbaik di Indonesia Di masa lalu, Dipenda Jateng menjadi salah satu kantong keluhan masyarakat. Barangkali bukan instansi ini secara langsung, tetapi Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang dikenal pula sebagai kantor Bersama Satuan Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (Samsat). Ya, kantor inilah yang menjadi pintu terdepan bagi Dipenda dalam penggalian sumber-sumber pendapatan di Jateng. Siapa pun yang memiliki kendaraan bermotor pasti akan berhubungan dengan Samsat. Urusan esek-esek kendaraan bermotor inilah yang dulu sering dikeluhkan sebagian masyarakat, terutama kelambanan proses pengurusan dan maraknya praktik percaloan. Akan tetapi, dalam empat tahun terakhir, terutama di masa kepemimpinan Kepala Dinas Drs. Kusdiyanto Bambang W., M.M., sedikit demi sedikit keluhan tersebut mulai terurai.

 Kata-Kata Sulit

Bahkan Dipenda Jateng sekarang ditasbihkan menjadi terbaik di Indonesia. Bukti sahih cukup banyak, terutama menilik penghargaan yang diterima dari pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Dipenda Jateng menerima penghargaan Citra Pelayanan Prima. Penghargaan serupa juga diterima belum lama ini dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Surakarta. Hal ini berkat upaya Dipenda Jateng dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya wajib pajak. Kantor bersama Samsat Jateng menjadi pionir dalam penerapan sistem online dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di Indonesia. Ini dibarengi pula dengan pengembangan jaringan antar-Samsat (termasuk Samsat pembantu) di seluruh Jateng, yang juga tercatat sebagai yang pertama di Indonesia. Dua upaya ini sangat memudahkan para wajib pajak dalam mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor, perpanjangan STNK, maupun proses balik nama kendaraan bermotor. Mereka tak harus mengurus ke kantor Samsat di kota/kabupaten tempat kendaraan itu berasal, tetapi bisa melakukannya dari semua wilayah kabupaten/kota di Jateng. Kini, para mahasiswa dan pelajar asal Jateng yang menimba ilmu di Yogyakarta tak perlu mudik ”hanya” untuk mengurus pembayaran PKB. Mereka bisa melakukan pembayaran ke kantor Samsat Pembantu di Prambanan (Klaten) dan Bagelen (Purworejo).

Sumber: Suara Merdeka, Selasa 2 Januari 2007

1. Diskusikan masalah pembentukan kata baku dalam bahasa Indonesia dan kaitkan dengan kata-kata sulit dalam wacana di atas! 2. Kata tersebut berasal dari bahasa apa? Diskusikan! 3. Carilah padanannya dalam kamus! 4. Buatlah dalam kalimat lisan kata-kata tersebut! 5. Apa arti kata-kata tersebut? Jelaskan secara lisan di depan kelas!

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menulis Cerpen

Eddy D. Iskandar seorang cerpenis, novelis, dan pembuat skenario sinetron serta film ditanya oleh mahasiswa Fikom Unpad, ”Apa bekal Kang Eddy menulis?” Kang Eddy memang telah menulis novel Gita Cinta dari SMA, Cowok Komersil, Puspa Indah Taman Hati, dan lain-lain. Skenario filmnya adalah Si Kabayan dan Glen Kemon Mudik, sedangkan skenario sinetronnya adalah Bidadari yang Terluka, Harkat Wanita, Nikita, dan banyak lagi. Kang Eddy menjawab, ”Kuncinya adalah gemar membaca, bergaul, berpetualang, dan berlatih dengan sungguh-sungguh.” Dari kegemaran membaca, melakukan perjalanan, bergaul, tumbuhlah sikap berimajinasi. Imajinasi perlu sekali dalam membangkitkan gairah menulis. Imajinasi sangat diperlukan dalam menulis cerita rekaan. Imajinasi itu berupa dorongan dari rasa emosional positif yang datang dari penjiwaan. Imajinasi berupa energi yang terkumpul dari hasil membaca, melihat (pengalaman), merasakan, dan bergaul (berkomunikasi) dengan sesama manusia. Kelak apabila imajinasi sudah terkumpul dan melahirkan rentetan ide, ide tersebut direka-reka, mengalirlah ide tersebut dalam tulisan sehingga menjelma menjadi cerpen, novel, atau puisi. Misalnya, apabila kalian berbelanja ke sebuah pasar, di sudut kios seorang nenek kira-kira 60 tahunan duduk menghadap dua tempayan yang berisi penganan atau kudapan. Dagangannya itu masih banyak, padahal hari hampir siang. Wajah nenek itu terlihat lusuh, tatapannya mendung. Nenek itu terlihat letih. Wajahnya yang keriput dan rambutnya yang penuh uban terlihat sangat tua dan ringkih. Penglihatan itu tariklah kepada pusaran emosional; jiwai kehidupan si nenek itu dengan daya khayal kalian. Seandainya nenek itu sakit? Seandainya nenek itu sebatang kara? Seandainya dagangannya tidak laku? Akankah beruntung? Kalau si nenek sakit, bagaimana kalau tidak mempunyai penghasilan hari ini? Imajinasi semacam itu kelak akan melahirkan ide cerita dan menggiring kita pada karakteristik si nenek. Setting atau latar, yaitu suasana pasar. Alur, yaitu jalan hidup si nenek hari itu di pasar. Sudut pandang kalian, yaitu tokoh si nenek. Temanya tentang hari tua si nenek yang habis di pasar. Amanatnya adalah kemanusiaan tentang nasib si nenek.

 Kata-Kata Sulit

Bacalah contoh cerpen berikut dengan saksama!

Kepada Yang Terhormat

Surat beramplop putih agak kekuningan itu diantar bersama dengan setumpuk surat-surat lainnya. Terselip, terhimpit, dan terjepit surat-surat dinas untuk pak Lurah. Tak ada yang istimewa dari surat itu. Lihat saja warna amplopnya yang putih sudah agak kekuningan. Pasti surat itu sudah terlampau lama ditumpuk di kantor pos. Juga prangko yang tertempel di sudut kanannya, sudah hampir terkelupas dan tidak fashionable. Surat beramplop putih agak kekuningan itu, kemudian jatuh kepada sekretaris kelurahan. Wanita muda dan cantik dengan seragam pegawai negeri itu lantas memeriksa satu persatu surat-surat. Memisahkannya, menurut penting atau tidaknya suratsurat itu untuk segera diketahui pak Lurah. Tangannya begitu cekatan, ”Dari Parmin di Desa Timbul,” bibirnya bergumam pelan. Wuzzz …. Surat itu melayang ke keranjang sampah di dekat kakinya, bersama surat-surat lain yang sudah terlebih dahulu mendiaminya. ”Dari ….???” Wanita itu membalik-balik surat beramplop putih agak kekuningan yang ada di jarinya. Matanya sibuk mencari sesuatu ke setiap sudut amplop merek AA itu. Rasa penasaran tergambar jelas di wajahnya. Dibolak-baliknya surat itu beberapa kali, tetapi tak dijumpainya tertulis nama pengirim.

 Kata-Kata Sulit

”Dasar usil, ngirimi surat kaleng, kok ke kelurahan, ke presiden kek. Biar di-tin-dak-lan-juti,” katanya mengeja kata terakhir. ”Tapi ….” sekretaris kelurahan itu jadi terkejut ketika memerhatikan tujuan surat itu. ”Kepada Yang Terhormat:,” dia bergumam membaca tulisan yang ada di bagian depan surat beramplop putih agak kekuningan itu. Tak ada lagi tulisan lain selain itu. Wah ini surat misterius amat, batin wanita itu. Mungkin buat pak Lurah, wanita itu berkata dalam hati. Tanpa pikir panjang lagi, surat itu diletakkannya dengan baikbaik di atas meja, bersama surat-surat penting lain untuk pak Lurah. Menikmati siaran HBO dari televisi kabel, sambil ditemani sebatang rokok Marlboro, pak Lurah sibuk membaca surat-surat buatnya yang diantar sekretaris kelurahan. Kursinya yang berukuran big size seperti tak mampu menampung tubuhnya yang tambun. Di tangannya kini ada surat dari pak Gubernur yang mengabarkan akan berkunjung ke kelurahan ini pekan depan. Ini, sih, urusan kecil, besok dia tinggal memerintahkan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan jalan dan parit-parit. Pak Gubernur tentu akan senang karena kawasan kelurahannya bersih dan aku tentu akan dipuji, begitu kata pak Lurah dalam hati. Berikutnya, dengan tangan kiri dia meraih surat lain di atas meja. Kali ini sebuah surat dari sebuah lembaga sosial yang diketuai isteri seorang pejabat tinggi. Isinya, juga tak jauh berbeda. Mengabarkan kedatangan mereka ke sini. Pak Lurah meraih surat berikutnya. Keningnya lantas berkerut. Di bolak-baliknya surat beramplop putih agak kekuningan itu. Sudah tiga kali dia membaca tujuan surat itu. ”Asihhh ….,” pak Lurah berteriak memanggil wanita sekretaris kelurahan tadi. ”Kamu tahu surat ini untuk siapa?” diacungkannya surat beramplop putih agak kekuningan itu, begitu Asih, sang sekretaris kelurahan berada di depannya. ”Ini pasti surat buat pak Camat. Coba kamu baca Asih, di sini tertulis, Kepada Yang Terhormat:. Kirim segera surat ini ke pak Camat,” perintah pak Lurah tegas.

 Kata-Kata Sulit

Tentang Materi Menemukan Kata-Kata Sulit | medsis | 4.5