Jenis – Jenis Penelitian dari Tujuan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Jenis – Jenis Penelitian dari Tujuan

Jenis - Jenis Penelitian dari Tujuan

Jenis – Jenis Penelitian dari Tujuan

Penelitian Ditinjau dari Tujuan

Penelitian mempunyai tiga tujuan utama, yaitu:

a. mengungkapkan kebenaran sebagai manifestasi hasrat ingin tahu manusia,

b. mengembangkan ilmu pengetahuan, dan

c. sebagai sarana untuk memecahkan berbagai masalah dalam masyarakat.

Seorang peneliti bertujuan ingin mengetahui dan menggali secara luas tentang sebab-sebab sesuatu hal. Misalnya, mengapa sekarang banyak anak usia sekolah menjadi anak jalanan yang mengamen di kota-kota pada perempatan jalan? Hal itu menarik untuk diteliti maka dibentuklah oleh pemerintah kota, tim untuk menemukan sebab-sebab terjadinya gejala sosial tersebut.

Penelitian semacam ini disebut penelitian eksploratif. Seorang guru ingin meningkatkan hasil proses belajar-mengajar lalu melakukan penelitian dengan jalan mencoba beberapa metode/teknik mengajar sehingga ditemukan metode/teknik yang lebih baik maka kegiatan guru ini termasuk penelitian pengembangan atau penelitian developmental. Penelitian verifikatif adalah penelitian yang bertujuan mengecek kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan. Contoh hasil penelitian tentang sebab-sebab anak jalanan di atas, diulang lagi oleh tim peneliti lain yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. 2. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu Dilihat dari bidang yang diteliti maka penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu bidang ilmu alam dan ilmu sosial.

a. Penelitian Bidang Ilmu Alam

Penelitian bidang ilmu alam contohnya mekanika, fisika, biologi, teknologi, botani, dan zoologi. Objek penelitian ilmu alam, yaitu objek dunia yang riil materiil atau dunia objektif. Yang dicari di sini adalah fakta dan pembuktianpembuktian dari kenyataan. Orang menggunakan rasio/pikiran guna menembus hakikat kenyataan tadi dan alat indra dipakai untuk mengadakan pengecekan serta verifikasi terhadap kebenaran.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

b. Penelitian Bidang Ilmu Sosial

Objek penelitian ilmu sosial adalah manusia dan fenomena-fenomena/ gejala-gejala sosial. Materi dari ilmu sosial antara lain buah karya manusia, barang-barang peninggalan sejarah, tingkah laku, perbuatan manusia dalam macam-macam ekspresi, dan hasil kebudayaan yang seluruhnya dipikirkan secara sistematis, dan diciptakan oleh akal budi manusia. Contohnya, yaitu penelitian tentang kenakalan remaja, kemiskinan, lingkungan kumuh, dan penyimpangan seksual.

Penelitian Ditinjau dari Pendekatan

Dalam penelitian ada dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.

a. Pendekatan Kualitatif Pendekatan kualitatif digunakan apabila data yang hendak dikumpulkan adalah data kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata atau kalimat. Pendekatan semacam ini digunakan dalam penelitian yang datanya adalah data sekunder. Pendekatan kualitatif mengutamakan kualitas data. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif tidak digunakan analisis statistik.

b. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian secara survei dan eksperimen. Pendekatan ini digunakan apabila data yang hendak dikumpulkan adalah data kuantitatif, yaitu data berbentuk angka. Oleh karena itu dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, analisisnya dengan cara statistik. Guru yang ingin mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa Inggris siswa di jenjang SMA, dapat dilakukan dengan dua cara penelitian, yaitu dengan pendekatan bujur (longitudinal) atau dengan pendekatan silang (cross-sectional). Jika menggunakan pendekatan longitudinal, guru mencatat kemampuan berbahasa Inggris siswa sejak siswa yang dijadikan subjek penelitian duduk di kelas I sampai mereka duduk di kelas III.

Pencatatan kemampuan berbahasa Inggris ini bila pertama kali dilakukan pada pertengahan tahun ajaran maka pencatatan selanjutnya juga dilakukan pertengahan tahun ajaran ketika siswa duduk di kelas II dan kelas III. Kebaikannya pendekatan ini karena subjek yang diamati sama sehingga faktor-faktor intern individu tidak berpengaruh terhadap hasil. Kelemahannya, yaitu waktu penelitian sangat lama dan dikhawatirkan dalam jangka waktu yang lama ini telah banyak perubahan kondisi karena perkembangan zaman. Jenis penelitian kedua jika ditinjau dari pendekatan, yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan silang (cross-sectional).

Dalam penelitian ini tidak digunakan subjek yang sama. Dalam waktu yang bersamaan, peneliti mengadakan pencatatan tentang perkembangan kemampuan berbahasa Inggris siswa di jenjang SMA secara serentak, yaitu siswa di kelas I, II, dan III.

Hal yang menguntungkan adalah bahwa data dapat dikumpulkan secara cepat. Akan tetapi, subjek yang berbeda-beda perlu juga mendapatkan perhatian dan pertimbangan karena perkembangan seseorang dalam satu tahun yang akan datang, mungkin ada perbedaan atau bahkan sangat berlawanan dengan perkembangan kelompok yang satu tahun lebih tua.

 

Jenis – Jenis Penelitian dari Tujuan | medsis | 4.5