Jenis data dan pendekatan Penelitian

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Jenis data dan pendekatan Penelitian

Jenis data dan pendekatan Penelitian

Jenis data dan pendekatan Penelitian

Jenis Data yang Dikumpulkan

a. Pengertian dan Macam Data Data adalah semua faktor yang terpakai dalam proses penelitian. Dapat dikatakan juga bahwa data adalah suatu faktor dalam wujud hasil pengukuran.

Data yang diperoleh secara langsung dari objek ataupun responden disebut data primer, sedangkan data yang diperloleh dari kepustakaan atau literatur disebut data sekunder. Dalam penelitian, data dapat dikelompokkan menjadi dua macam.

1) Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau uraian seperti prasasti, buku-buku, dan piagam. Data ini banyak digunakan dalam penelitian deskriptif, filosofis, dan historis.

2) Data kuantitatif adalah data yang berwujud angka-angka. Data ini sangat penting dan umum digunakan dalam berbagai penelitian yang penyelesaiannya menggunakan metode statistik. Data kuantitatif, misalnya jumlah murid, tenaga administrasi, guru, persentase absensi, serta persentase lulusan. Jenis data dalam dunia statistik menurut Achmadi, antara lain sebagai berikut.

1) Data diskrit adalah data yang hanya mempunyai sejumlah nilai yang terbatas (bilangan asli) dan bila berupa angka selalu berupa bilangan utuh. Nilai diskrit yang tidak berupa angka, misalnya nilai benar dan salah.

2) Data kontinu adalah data yang mempunyai nilai berupa pecahan, misalnya pengukuran panjang, luas, isi, waktu, dan berat.

3) Data intern adalah data yang asalnya diusahakan sendiri.

4) Data ekstern adalah data yang didapat dari orang lain atau hanya mengutip.

b. Syarat Data

Untuk kepentingan penelitian ilmiah, data sangat diperlukan. Suatu data akan berharga apabila betul-betul sesuai atau mendekati keadaan yang sebenarnya (valid). Jangan mengadakan penganalisisan data yang tidak benar. Sebelum diolah, data harus dicek kebenaran atau kesesuaian dengan kenyataan. Data yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut. 1) Data tersedia tepat waktu sehingga mudah didapat dan dapat digunakan. 2) Data dapat dipercaya yang berarti sesuai dengan sesungguhnya.

Pendekatan Utama Dalam Penelitian

a. Pendekatan Utama Dalam Penelitian Dalam penelitian ada dua pendekatan utama.

1) Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berupa angka.

Contoh: a) Penduduk kota Padang berjumlah 175.000 jiwa. b) Jumlah petani di desa Sukamaju 6.850 orang. 2) Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang tidak dinyatakan dengan angka. Contoh: a) Siswa kelas 3 SMA IPA 1 rajin. b) Laut itu dalam. Di lapangan, wujud data dapat berupa keadaan atau kenyataan, kejadian fakta, dokumen arsip, informasi, dan kepustakaan. b. Responden Responden adalah semua orang baik secara individu maupun kolektif yang akan dimintai keterangan yang diperlukan oleh pencari data.

Bagi seorang peneliti, proses pengumpulan data dari responden baik melalui angket, kuesioner, atau wawancara langsung betul-betul harus teliti. Kemampuan responden sedikit banyak mempengaruhi jawaban atau informasi yang diberikan, terutama kalau pertanyaan menyangkut nama baik daerah atau pernyataan yang bersifat sensitif. Kelemahan:

1) Apabila pengetahuan di bidang penelitian sangat terbatas menyebabkan pengembangan lebih lanjut kurang sehingga kurang luas.

2) Peneliti seolah-olah hanya berkonsentrasi pada jawaban dalam mengupayakan untuk menyalinnya.

3) Berpengaruh psikologis pada responden sehingga timbul kesan diperiksa atau diinterogasi. Pencatatan data dari responden dapat dilakukan dengan dua cara.

1) Wawancara Secara Langsung Pada saat wawancara langsung, pewawancara melontarkan pertanyaan yang memerlukan ingatan baik untuk bertanya maupun menyalin hasil jawaban responden. Keuntungan wawancara langsung, antara lain sebagai berikut. a) Dapat mengembangkan pertanyaan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil yang seluas-luasnya. b) Suasana pembicaraan akan lebih mengena dan terarah sebagaimana pembicaraan sehari-hari. c) Responden merasa lebih diperhatikan dan dihormati sebab setiap pembicaraan tampak diperhatikan langsung.

Kelemahan wawancara secara langsung, antara lain sebagai berikut.

a) Kalau tidak segera dilakukan pencatatan akan banyak hal-hal yang tertinggal karena kelupaan.

b) Secermat apapun daya ingat seseorang, kemungkinan besar ada yang terlupakan.

c) Kalau pengetahuan materi penelitian terbatas, sulit untuk memformulasikan kembali hasil wawancara.

2) Wawancara Dengan Alat Bantu

Alat bantu yang digunakan dalam wawancara misalnya, tape recorder. Keuntungan wawancara dengan alat bantu menurut Soerjono Soekanto sebagai berikut.

a) Semua hasil pembicaraan dapat dicatat dengan sempurna.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

b) Mudah untuk menuangkan kembali ke dalam hasil wawancara tertulis.

c) Dapat mengembangkan dalam bentuk pertanyaan spontan guna mendapatkan data sebanyak-banyaknya.

d) Setiap soal dapat didengarkan kembali apabila dirasa ada kekurangan atau kejanggalan atas data yang telah tertulis.

e) Tidak begitu memikirkan cara memfokuskan kembali sebagai hasil penelitian.

Kelemahan wawancara dengan alat bantu sebagai berikut.

a) Memerlukan modal tambahan atau peralatan.

b) Dapat menimbulkan efek psikologis bagi responden, terutama yang jarang berhadapan dengan cara demikian.

c) Diperlukan waktu khusus untuk mendengarkan kembali pembicaraan dari awal sampai akhir untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.

3) Wawancara Tidak Langsung

Teknik wawancara tidak langsung adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan komunikasi tidak langsung, misalnya lewat angket atau kuesioner dan mengikuti persidangan lewat pers. Keuntungan wawancara melalui metode angket sebagai berikut.

a) Angket dapat dibagikan secara serentak kepada responden.

b) Peneliti tidak perlu hadir sebab daftar angket dapat dikirim melalui pos.

c) Responden bebas menjawab, jujur, dan tidak malu-malu menjawab.

d) Angket dapat dijawab oleh responden menurut waktu yang tersedia. Pedoman yang digunakan untuk membuat pertanyaan pada angket adalah sebagai berikut.

a) Bahasa dan kata-kata yang digunakan mudah dipahami.

b) Kalimat yang digunakan pendek dan mudah diperbarui.

c) Setiap pertanyaan hanya menanyakan satu hal.

d) Pertanyaan harus dihindarkan dari penggunaan praduga yang belum tentu benar.

e) Pertanyaan harus dihindarkan dari hal-hal yang dapat menimbulkan kecurigaan dan permusuhan.

f) Pertanyaan harus dihindarkan dari hal-hal yang menyangkut harga diri dan bersifat pribadi.

g) Pertanyaan harus dihindarkan dari pengertian ganda.

h) Pahami bahwa setiap responden memiliki pengetahuan dan kepandaian yang berbeda-beda.

i) Pertanyaan dimulai dari yang mudah ke pertanyaan yang sulit.

j) Pertanyaan yang memerlukan jawaban bersifat pribadi hendaknya ditempatkan bagian yang terakhir.

k) Perlu kata pengantar yang berisi tujuan dan harapan peneliti.

 

Jenis data dan pendekatan Penelitian | medsis | 4.5