Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Echinodermata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata – Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti landak/duri dan derma berarti kulit. Jadi, Echinodermata berarti hewan yang kulitnya berduri. Hewan ini habitatnya di laut, biasanya bersifat sesil atau menetap. Makanannya berupa sisa organisme yang telah mati atau organisme lain yang lebih kecil. Beberapa jenis Echinodermata mempunyai manfaat untuk makanan, misalnya tripang dan telur bulu babi. Selain itu, banyak hewan ini yang bertindak sebagai pembersih karena memakan bangkai atau sisa-sisa hewan lain yang terdapat di pantai. Akan tetapi, ada jenis-jenis tertentu dari bintang laut yang dapat merusak binatang karang sehingga banyak yang mati karena dimakan. Selain itu, ada bintang laut yang memakan jenis-jenis tiram, di antaranya kerang mutiara. Echinodermata adalah hewan triploblastik selomata. Tubuhnya mempunyai bentuk simetri radial yang dibagi menjadi lima bagian. Rangka berupa kepingkeping kapur terdapat di dalam kulit dan pada umumnya mempunyai duri, Semua Echinodermata hidup di laut. Gerakan Echinodermata lambat dan gerakannya menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral).

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Invertebrata Echinordermata dan Chordata – Reproduksi dapat terjadi secara seksual atau aseksual. Secara aseksual dapat terjadi dengan regenerasi atau dengan pembelahan sel. Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi yang terjadi dalam air laut. Jenis kelamin hewan ini terpisah (berumah dua). Larvanya mempunyai bentuk simetri bilateral dan dapat berenang bebas disebut bipinnaria. Berdasarkan bentuk tubuhnya Echinodermata dibagi menjadi 5 kelas. Kelas-kelas tersebut meliputi Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

a. Asteroidea Hewan ini mempunyai bentuk seperti bintang atau segi lima. Contoh Asteroidea adalah macam-macam bintang laut.

b. Echinoidea Hewan ini tubuhnya tanpa tangan dan berbentuk hampir bulat atau gepeng. Rangkanya disusun dari keping-keping zat kapur dan umumnya berduri. Contoh hewan ini adalah landak laut dan bulu babi.

c. Ophiuroidea Ophiuroidea merupakan hewan yang hidup di laut dangkal sampai laut dalam. Mereka aktif pada malam hari dan makanannya berupa udangudangan, Mollusca, sampah, dan sisa organisme lain. Hewan ini tubuhnya mempunyai lima tangan yang dapat digerakkan. . Contoh hewan ini adalah bintang ular.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

d. Crinoidea Hewan ini tubuhnya mempunyai lima tangan yang bercabang-cabang. Bentuk tubuhnya dapat menyerupai bunga lili, bunga bakung, atau bulu burung. Crinoidea hidup dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut. Crinoidea lebih sering ditemukan menempel, meskipun dapat berenang secara bebas. Jenis-jenis dan jumlahnya lebih banyak ditemukan sebagai fosil.

e. Holothuroidea Hewan ini hidup di dasar laut dengan cara bersembunyi di lumpur atau pasir. Bentuk tubuhnya seperti ketimun atau memanjang. Tubuhnya tidak kaku, tetapi fleksibel dan lembut karena rangkanya direduksi berupa butirbutir kapur di dalam kulit. Hewan ini bergerak dengan tiga baris kaki pembuluh yang terdapat pada permukaan bawah (ventral) dan dua baris kaki pembuluh dorsal dipakai untuk bernapas. Selain itu, ada alat napas yang disebut paru-paru air. Amati Gambar 8.38a dan b. Contoh Holothuroidea adalah teripang dan timun laut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Invertebrata Echinordermata dan Chordata

Chordata

Filum chordata dibagi menjadi dua subfilum, yaitu subfilum Protochordata dan subfilum Vertebrata (Craniata). Dalam subbab ini kita hanya akan membahas subfilum vertebrata. Ditinjau dari segi biologi, chordata terutama vertebrata memiliki peran yang penting. Dalam habitatnya chordata merupakan anggota ekosistem yang sangat penting, dapat menjaga keseimbangan ekologis di berbagai komunitas. Semua chordata berperan sebagai konsumen, mulai dari konsumen pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Bagi manusia, chordata merupakan kelompok hewan yang sangat dibutuhkan, di antaranya sebagai sumber makanan, alat berburu, industri produk-produk berbahan kulit, objek penelitian, atau sebagai alat transportasi.

Sejak lama kita mengenal istilah vertebrata. Sering kali istilah vertebrata dianggap lawan kata invertebrata, kemudian vertebrata dianggap salah satu filum dari Kingdom Animalia. Kini kita sudah mengetahui bahwa vertebrata merupakan subfilum dari Filum Chordata dan merupakan anggota chordata yang memiliki tengkorak sehingga disebut kelompok Craniata (Cranium = tengkorak) Vertebrata merupakan istilah yang berasal dari bagian notokorda yang diganti dengan ruas-ruas kartilago atau tulang yang disebut vertebra. Vertebrata ini biasa disebut dengan tulang punggung. Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki rahang dua pasang (kecuali Agnatha), memiliki sepasang mata dan sepasang telinga. Penutup tubuh anggota vertebrata bermacam-macam, dari penutup tubuh berupa kulit bersisik dan berlendir, bersisik keras dan kering, berbulu, sampai dengan kulit tertutup rambut. Tempat hidupnya mulai dari perairan sampai ke daratan. Kelamin terpisah, tetapi ada yang hermafrodit. Fertilisasi internal atau eksternal, ovipar, ovovivipar, dan vivipar. Vertebrata memiliki sistem saraf pusat yang berkembang baik, yaitu otak dan sumsum belakang. Semua vertebrata memiliki tulang atau rangka dalam tubuh (internal skeleton), dan memiliki dua pasang anggota tubuh. Vertebrata terbagi menjadi enam kelas, yaitu kelas Cyclostomata, kelas Pisces, Kelas Amfibi, kelas Reptilia, kelas Aves, dan kelas Mamalia.

a. Kelas Cyclostomata (Agnatha) Agnatha artinya tidak berahang. Ikan-ikan anggota Agnatha memang tidak berahang. Tidak ada pasangan sirip. Beberapa jenis mempunyai sirip ekor dan sirip punggung. Mulut terletak di sebelah ujung. Contohnya: belut laut (Lamprey, Petromyzon sp) dan ikan hantu (hagfish, Myxine sp). Agnatha memiliki tujuh atau lebih celah insang. Notochord menetap seumur hidup. Otaknya sudah teratur terdiri atas bagian-bagian seperti pada vertebrata tingkat tinggi. Kelamin terpisah atau hermafrodit. Cara memperoleh makanan, yaitu dengan mengisap cairan tubuh mangsa. Terlebih dahulu mangsa dilubangi dengan mulutnya. Agnatha hidup di air tawar atau air laut. Agnatha sudah memiliki alat indra berupa lubang hidung tunggal, dua mata, telinga dalam, dan organ perasa. Pada tahap larva, Agnatha memiliki gonad hermafrodit. Ketika dewasa menjadi kelenjar kelamin betina atau jantan, dan menjadi hewan berumah dua (diesius). Fertilisasi secara internal.

b. Kelas Pisces Pisces adalah kelompok ikan. Tidak asing bagi kita untuk mengenal kelompok ini. Tubuh ditutupi sisik dengan berbagai tipe sisik, yaitu plakoid, sikloid, ctenoid (dibaca stenoid), dan ganoid. Dilihat dari struktur morfologi dan anatomi, kelas Pisces dapat dibagi menjadi dua subkelas, yaitu subkelas chondrichthyes dan subkelas osteichthyes.

1) Subkelas Chondrichthyes Kita tidak asing lagi dengan ikan hiu, pari, ikan gergaji, dan ikan martil. Semuanya adalah anggota Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan. Berbeda dengan Agnatha, mulut Chondrichthyes terletak di bagian ventral tubuh. Memiliki dua pasang sirip dan 5-7 celah insang. Pada sebagian Chondrichthyes, notochord diganti oleh vertebra. Tubuh ditutupi dengan sisik tipe plakoid. Gurat sisi berkembang baik. Telinga hanya di bagian dalam. Tidak ada telinga tengah atau telinga luar. Sirip dada dan sirip perut berpasangan, sedangkan sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur tidak berpasangan.

Chondrichthyes tidak memiliki gelembung renang. Ikan hiu mempunyai ciri, celah insang di tepi tubuh, sedangkan ikan pari, celah insangnya di bagian bawah tubuh. Chondrichthyes memiliki anggota jantan dan betina. Fertilisasi dapat secara eksternal ataupun internal. Ada yang ovipar, ada pula yang ovovivipar.

2) Subkelas Osteichthyes Kita juga tidak asing dengan belut, lele, kuda laut, dan ikan buntal. Semuanya adalah anggota Osteichthyes. Osteichthyes berarti ikan bertulang sejati. Seluruh anggota Osteichthyes memiliki rangka endoskeleton yang terbuat dari osteon (tulang keras/tulang sejati). Kulitnya bersisik dengan tipe sisik sikloid, ctenoid, dan ganoid. Insangnya tertutup oleh operculum. Anggota Osteichthyes biasanya memiliki gelembung renang yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan faring. Ada yang hidup di air tawar, ada yang hidup di laut. Beberapa bahkan dapat hidup di darat untuk beberapa waktu.

Osteichthyes melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal. Telur dan sperma keluar dari tubuh kemudian terjadi pembuahan. Semua Osteichthyes bersifat poikilothermal. Meskipun penampilan morfologi hampir sama, ternyata anggota Osteichthyes memiliki banyak macam bentuk dan macam adaptasi yang unik. Banyak anggota Osteichthyes begitu beragam akibat adaptasi, misalnya belut, lele, kuda laut atau tangkur kuda, dan ikan buntal. Di dalam ekosistemnya, ikan berperan sangat besar. Bagi manusia, ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi sumber makanan berkadar protein tinggi. Beberapa jenis ikan yang banyak dikonsumsi manusia dan bernilai ekonomi, di antaranya ikan emas, gurame, lele, kerapu, tongkol, sarden, tuna, dan bandeng. Banyak pula ikan bernilai ekonomi sebagai ikan hias dan peliharaan, misalnya ikan arwana, louhan, koi, dan diskus.

Osteichthyes melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal. Telur dan sperma keluar dari tubuh kemudian terjadi pembuahan. Semua Osteichthyes bersifat poikilothermal. Meskipun penampilan morfologi hampir sama, ternyata anggota Osteichthyes memiliki banyak macam bentuk dan macam adaptasi yang unik. Banyak anggota Osteichthyes begitu beragam akibat adaptasi, misalnya belut, lele, kuda laut atau tangkur kuda, dan ikan buntal. Di dalam ekosistemnya, ikan berperan sangat besar. Bagi manusia, ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi sumber makanan berkadar protein tinggi. Beberapa jenis ikan yang banyak dikonsumsi manusia dan bernilai ekonomi, di antaranya ikan emas, gurame, lele, kerapu, tongkol, sarden, tuna, dan bandeng. Banyak pula ikan bernilai ekonomi sebagai ikan hias dan peliharaan, misalnya ikan arwana, louhan, koi, dan diskus.

 

Materi Pengertian Invertebrata Echinordermata dan Chordata | medsis | 4.5