Informasi Tidak Langsung dan Info Info Simpul Menyimpulkan Tuturan

Informasi Tidak Langsung dan Info Info Simpul Menyimpulkan Tuturan

Informasi Tidak Langsung – Sebuah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dapat dijadikan bahan pembicaraan. Anda dapat menuturkan berbagai peristiwa yang terjadi melalui tindak tutur, baik tindak tutur langsung maupun tidak langsung. Jika dalam pelajaran sebelumnya Anda telah berlatih membuat simpulan berdasarkan tuturan langsung. Kali ini, Anda akan berlatih membuat simpulan berdasarkan tuturan tidak langsung. Dari simpulan tersebut, Anda dapat mengemukakan dukungan atau tanggapan. Begitu juga dengan bacaan berupa artikel. Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih mengutarakan dukungan atau tanggapan. Dengan demikian, daya kritis Anda dapat ditingkatkan. Dalam bidang sastra, Anda akan mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra Melayu klasik. Di samping dapat memberikan tanggapan seperti terhadap teks artikel, Anda dapat menerapkan nilai-nilai dalam karya sastra tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi Tidak Langsung

Informasi Tidak Langsung

Menyimpulkan Tuturan Informasi Tidak Langsung dan Info Info Simpul

Informasi Tidak Langsung – Dalam pelajaran 7A, Anda telah belajar menyimpulkan informasi dari tuturan langsung. Dalam pelajaran ini, Anda akan kembali berlatih menyimpulkan informasi. Akan tetapi, informasi tersebut berasal dari tuturan tidak langsung. Anda akan menyimak dengan saksama, mencatat poko-pokok informasi, dan membuat simpulannya. Dengan demikian, diharapkan kemampuan menyimak Anda akan meningkat.

Dengan kemampuan mendengarkan informasi dari tuturan tidak langsung, Anda akan terbiasa mengambil manfaat dari informasi yang berasal dari tuturan tidak langsung. Semakin banyak sumber informasi yang diserap (baik dari tuturan langsung maupun tuturan tidak langsung), Anda akan makin mudah menyerap informasi. Dengan banyak menyerap informasi, Anda akan semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan dan mencapai tujuan hidup Anda. Berikut ini sebuah informasi yang akan dibacakan oleh teman Anda. Anda harus mendengarkannya dengan baik. Agar dapat mendengarkan dengan baik, tutuplah buku Anda.

Pesawat Cerdas Cegah Terorisme

Informasi Tidak Langsung – Sejak peristiwa pengeboman WTC 11 September 2001, sistem keamanan menjadi perhatian perusahaan pemanufaktur pesawat. Boeing misalnya, mengembankan teknologi yang mencegah terorisme di pesawat. Boeing saat ini tengah menggarap sistem pengamanan pada pesawat yang diproduksinya. Para ilmuwan di Boeing sedang mengembangkan sistem baru bernama Uninterruptible Autopilot System (UAS) yang diklaim mampu mencegah pengambilalihan kontrol pesawat oleh teroris. Alat tersebut, seperti dikutip detikINET dari ThisIsLondon.co.uk Senin(12/3/2007), sudah dipatenkan secara rahasia oleh Boeing di Amerika Serikat bulan ini. Sistem ini akan menghubungkan pemandu pendaratan pesawat di bandara dengan pesawat menggunakan gelombang radio dan satelit GPS (Global Positioning System). “Kami berupaya memperketat sistem keselamatan, keamanan, dan efisiensi pada armada penerbangan dunia,” ujar juru bicara Boeing. Menurutnya, teknologi ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan industri yang membutuhkan teknik khusus untuk mencegah orang luar mengontrol pesawat dan mengancam jiwa penumpang. Sistem autopilot sebelumnya telah ada pada pesawat Boeing dan membutuhkan bantuan pilot untuk mengaktifkannya. Sementara pada sistem UAS ini, sistem autopilot akan dipicu oleh aktifnya panel instrumen yang bersensor tekanan. Sensor ini diletakkan pada pintu kokpit yang dapat mendeteksi adanya gerakan pemaksaan untuk memasuki ruang kokpit. Begitu teraktivasi, UAS tidak akan bisa dinonaktifkan oleh semua orang di pesawat dalam keadaan apapun. Pengendalian jarak jauh, kemudian akan diserahkan sepenuhnya kepada pemandu pesawat di bandara atau ground controller yang menggunakan gelombang radio dan sinyal GPS untuk memandu pendaratan pesawat secara digital. Hal ini diklaim dapat meniadakan risiko kemungkinan orang berbuat jahat selama dalam penerbangan. Jika terjadi sesuatu yang buruk, pesawat kemudian akan dikendalikan dari jarak jauh menuju basis pangkalan udara militer atau bandara komersial yang aman, di mana pesawat dapat mendarat dengan bantuan teknologi autoland function, yang telah ada pada pesawat penumpang modern saat ini. Menurut sumber yang dekat dengan perusahaan, dalam 3 tahun mendatang sistem ini sudah dapat diterapkan pada pesawat-pesawat komersil.

Sumber: www.detikinet.com, 12 Maret 2007

Informasi Tidak Langsung – Setelah mendengarkan informasi dari tuturan tidak langsung tersebut, Anda dapat membuat simpulannya. Simpulan tersebut Anda buat agar Anda memahami pesan dari informasi tersebut. Agar Anda dapat menyimpulkan informasi tersebut secara runtut dan mudah dipahami, catatlah pokok-pokok informasi tersebut. Sama dengan mendengarkan informasi dari tuturan langsung, untuk mengetahui pokok-pokok isi informasi yang kita dengar dari tuturan tidak langsung, kita tidak dapat mengetahuinya berdasarkan satuan-satuan paragraf. Biasanya, dari informasi yang kita dengar, kita dapat menentukan pokok-pokok informasi berdasarkan yang paling mudah ditangkap dan diingat. Salah satu kunci untuk menentukan pokok-pokok informasi, Anda dapat menggunakan rumus 5W+1H (what/apa, who/siapa, where/di mana, when/kapan, why/mengapa, how/bagaimana).

Tentang apa isi informasi tersebut? Di mana tempat terjadinya informasi tersebut? Kapan informasi tersebut terjadi? Siapa yang berperan dalam informasi tersebut? Bagaimana informasi itu terjadi? Mengapa informasi tersebut terjadi?

Informasi Tidak Langsung – Berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditentukan tersebut, Anda dapat lebih mudah menyimpulkan informasi yang Anda dengar. Anda dapat membuat simpulan dengan urutan pokok informasi yang sedemikian rupa sehingga menjadi simpulan yang runtut. Simpulan yang telah dibuat dapat disampaikan kepada orang lain dengan runtut dan jelas. Dengan kata lain, kalimat-kalimat yang digunakan tersusun secara rapi; intonasi dan lafal diungkapkan secara jelas. Dengan demikian, orang lain dapat lebih mudah menangkap informasi yang telah Anda peroleh. Untuk dapat melihat contohnya, Anda dapat melihat kembali pembelajaran 7A. Walaupun dalam pembelajaran 7A informasinya diperoleh dari tuturan langsung, proses mendengarkan dan mencatat pokok-pokok informasi serta membuat simpulannya tetaplah sama dengan informasi dari tuturan tidak langsung.

Uji Materi

1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan informasi yang telah Anda dengarkan untuk membuktikan bahwa Anda mendengarkan dengan baik. a. Kapan pengeboman WTC terjadi? b. Apa nama perusahaan penerbangan yang mengembangkan sistem baru bernama Uninterruptible Autopilot System (UAS) yang diklaim mampu mencegah pengambilalihan kontrol pesawat oleh teroris. c. Di mana alat tersebut dipatenkan? d. Apa nama gelombang dan satelit yang digunakan untuk menghubungkan pemandu pendaratan pesawat di bandara dengan pesawat dalam sistem UAS? e. Pada sistem UAS ini, sistem auto-pilot akan dipicu oleh aktifnya panel instrumen yang bersensor tekanan. Di mana sensor ini diletakkan? 2. Sampaikan satu pertanyaan lain secara lisan kepada teman Anda untuk menguji daya simaknya. 3. Catatlah pokok-pokok informasi yang telah Anda dengar tersebut. 3. Buatlah simpulan atas isi informasi tersebut dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami. 4. Sampaikan secara lisan simpulan isi informasi tersebut dengan runtut dan jelas

Kegiatan

1. Carilah informasi dari media massa cetak atau internet. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan rekaman informasi. 2. Perdengarkan informasi yang diperoleh. 3. Catatlah pokok-pokok informasi yang didengarkan tersebut. 4. Sampaikan secara lisan isi informasi yang ditulis secara runtut dan jelas. 5. Simpulkan isi informasi tersebut. 6. Teman-teman Anda dapat melakukan pengamatan dan penilaian terhadap hasil pekerjaan Anda berdasarkan format penilaian berikut.

Memberikan Persetujuan atau Dukungan

Informasi Tidak Langsung – Pada bagian ini, Anda akan berlatih memberikan persetujuan atau dukungan terhadap artikel yang terdapat dalam media cetak atau elektronik. Anda perlu memahami terlebih dahulu informasi tersebut kemudian mencatat hal-hal pentingnya. Setelah menyimpulkan informasi, Anda dapat mengutarakan tanggapan atau dukungan.

Informasi Tidak Langsung – Dalam pelajaran 1B, Anda telah belajar memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak atau elektronik. Lalu, bagaimana jika kita ingin memberikan persetujuan atau dukungan terhadap informasi yang terdapat dalam media cetak atau elektronik? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapatkan informasi. Informasi tersebut ada yang bertolak belakang dengan pemikiran kita dan ada juga yang sesuai dengan pemikiran kita. Ada kalanya, kita ingin menanggapi informasi-informasi itu. Apabila informasi yang kita peroleh tidak sesuai dengan pikiran kita, kita ngin memberikan kritik. Adapun apabila informasi yang diperoleh sesuai dengan pemikiran kita, tentunya kita ingin memberikan persetujuan dan dukungan. Oleh karena itu, kali ini Anda akan belajar memberikan persetujuan setelah Anda belajar memberikan kritik. Namun, ada halhal yang harus Anda cermati ketika ingin memberikan persetujuan. Sebelumnya, sebaiknya Anda mendata informasi dari artikel yang Anda baca atau dengar dengan mencantumkan sumbernya. Dengan demikian, Anda akan lebih fokus dalam memberikan persetujuan kepada pihak tertentu. Kemudian, rumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakangnya, dan sebagainya). Dengan demikian, Anda dapat memberikan persetujuan secara runtut. Selanjutnya, barulah Anda dapat memberikan persetujuan /dukungan dengan bukti pendukung (disertai alasan).

Informasi Tidak Langsung dan Info Info Simpul Menyimpulkan Tuturan | medsis | 4.5