Indera Peraba (kulit)

Diduga setiap zat penimbul rasa bau hanya merangsang satu jenis reseptor saja. Dengan demikian, otak dapat membedakan berbagai rasa bau. b. Anesmia Anesmia ialah kehilangan rasa bau akibat:

1) Penyumbatan rongga hidung, misalnya pilek, terdapat polip atau tumor di rongga hidung.

2) Sel rambut rusak pada infeksi kronis.

3) Gangguan pada saraf I, bulbus dan traktus olfaktorius atau korteks otak. Kulit merupakan indera peraba manusia, kulit terdiri atas epidermis dan dermis. Epidermis ialah lapisan luar yang terdiri atas lapisan sel yang disusun sangat rapat jaringan epitel. Sedangkan, dermis, ialah lapisan di bawah epidermis yang terdiri atas sel yang longgar yang letaknya agak berjauhan dari satu sel ke sel lainnya.

a. Fungsi indera kulit Pada kulit terdapat reseptor yang sensitif terhadap rangsangan raba, tekanan, panas, dingin, dan nyeri. Reseptor ini dapat berupa ujung saraf yang bebas, ujung-ujung saraf yang berbenjol, atau ujung saraf yang diselubungi kapsul jaringan ikat. Umumnya, setiap jenis reseptor hanya mempunyai fungsi yang khusus, yaitu menerima satu jenis rangsang saja.

b. Tipe rasa dan jenis reseptor Pada kulit terdapat berbagai tipe rasa dan jenis reseptor, antara lain:

1) Rasa nyeri Reseptor rasa nyeri berupa ujung saraf yang bebas. Jenis reseptor ini terdapat di seluruh jaringan tubuh baik di badan maupun alat dalam. Rasa nyeri sangat penting karena akan memperingatkan suatu ketidakberesan pada bagian tubuh tertentu. 2) Rasa panas dan dingin, reseptornya berupa ujung saraf. 3) Rasa sentuhan Reseptor rasa sentuhan ialah korpus Meissner, diskus Merkel dan ujung saraf yang melingkari akar rambut, semuanya terletak dekat permukaan kulit. 4) Rasa tekanan, reseptor rasa tekanan, yaitu korpus Paccini, Rufini dan Krawse. Semuanya terletak agak dalam pada kulit.

Indera Peraba (kulit)

Indera Peraba (kulit) | medsis | 4.5