Ikatan-ikatan Kovalen dan Ikatan Logam

Ikatan-ikatan Kovalen

Ikatan-ikatan Kovalen

a. Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terjadi karena pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari salah satu atom yang berikatan.

Tanda (o) menyatakan sumber pasangan elektron yang dipakai bersama. Ikatan kovalen koordinat dapat terjadi antara suatu atom yang mempunyai pasangan elektron bebas dan sudah mencapai konfigurasi oktet dengan atom lain yang membutuhkan dua elektron dan belum mencapai konfigurasi oktet.

Ketika membuat rumus Lewis dari asam-asam oksi (misalnya asam sulfat/H2 SO4 ) lebih dahulu dituliskan bayangan strukturnya kemudian membuat rumus Lewisnya yang dimulai dari atom hidrogen. Hal ini untuk mengetahui jenis-jenis ikatan yang ada, antara ikatan kovalen atau ikatan kovalen koordinat.

b. Polarisasi Ikatan Kovalen

Perbedaan keelektronegatifan dua atom menimbulkan kepolaran senyawa. Adanya perbedaan keelektronegatifan tersebut menyebabkan pasangan elektron ikatan lebih tertarik ke salah satu unsur sehingga membentuk dipol. Adanya dipol inilah yang menyebabkan senyawa menjadi polar. Pada senyawa HCl, pasangan elektron milik bersama akan lebih dekat pada Cl karena daya tarik terhadap elektronnya lebih besar dibandingkan H. Hal itu menyebabkan terjadinya polarisasi pada ikatan H – Cl. Atom Cl lebih negatif daripada atom H, hal tersebut menyebabkan terjadinya ikatan kovalen polar. Contoh:

1) Senyawa kovalen polar: HCl, HBr, HI, HF, H2 O, NH3 .

2) Senyawa kovalen nonpolar: H2 , O2 , Cl2 , N2 , CH4 , C6 H6 , BF3 . Pada ikatan kovalen yang terdiri lebih dari dua unsur, kepolaran senyawanya ditentukan oleh hal-hal berikut.

1) Jumlah momen dipol, jika jumlah momen dipol = 0, senyawanya bersifat nonpolar. Jika momen dipol tidak sama dengan 0 maka senyawanya bersifat polar.

2) Bentuk molekul, jika bentuk molekulnya simetris maka senyawanya bersifat nonpolar, sedangkan jika bentuk molekulnya tidak simetris maka senyawanya bersifat polar.

Ikatan Logam

Logam mempunyai sifat-sifat antara lain:

a. pada suhu kamar umumnya padat,

b. mengilap,

c. menghantarkan panas dan listrik dengan baik,

d. dapat ditempa dan dibentuk. Dalam bentuk padat, atom-atom logam tersusun dalam susunan yang sangat rapat (closely packed). Susunan logam terdiri atas ion-ion logam dalam lautan elektron.

Dalam susunan seperti ini elektron valensinya relatif bebas bergerak dan tidak terpaku pada salah satu inti atom. Ikatan logam terjadi akibat interaksi antara elektron valensi yang bebas bergerak dengan inti atau kation-kation logam yang menghasilkan gaya tarik.

Mari Mencoba

Kepolaran Senyawa Tujuan Mengetahui suatu larutan bersifat polar atau nonpolar. Alat dan Bahan 1. statif 6. air 2. buret 7. aseton 3. corong 8. alkohol/etanol 4. batang politena 9. karbon tetraklorida 5. gelas kimia Cara Kerja 1. Pasang buret pada statif. 2. Isi buret dengan air. 3. Gosokkan batang politena pada rambut. 4. Alirkan air dari buret ke dalam gelas kimia dan dekatkan batang politena pada aliran air tersebut. Perhatikan gambar. Amati apa yang terjadi?

Pertanyaan:

1. Cairan manakah yang dipengaruhi oleh batang politena?

2. Apa yang ditunjukkan molekul-molekul cairan yang terpengaruh oleh peristiwa tersebut?

3. Pada molekul air (H2 O) terdapat 2 pasang elektron ikatan. Jika harga elektronegativitas atom O = 3,5 dan H = 2,1; atom manakah yang lebih kuat menarik elektron?

4. Berdasarkan hal tersebut lebih tertarik ke manakah pasangan elektron ikatan?

5. Atom manakah yang lebih bermuatan negatif dan positif? Jelaskan!

6. Molekul yang mengalami peristiwa di atas disebut molekul polar. Apa yang dimaksud dengan molekul polar?


Dari kegiatan Tugas Mandiri yang Anda lakukan, dapat dilihat bahwa arang (ikatan kovalen antarkarbon) akan hancur, sedangkan besi akan bengkok. Hal ini dapat terjadi karena lautan elektron pada kristal logam memegang erat ion-ion positif pada logam, sehingga apabila dipukul atau ditempa logam tidak akan pecah tercerai berai tetapi bergeser (terlihat bengkok). Hal inilah yang menyebabkan sifat logam ulet, dapat ditempa maupun diulur menjadi kawat.

Ikatan-ikatan Kovalen dan Ikatan Logam | medsis | 4.5