Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Unsur-unsur yang menciptakan keteraturan sosial adalah;
1. Tertib sosial
Yang dimaksud dengan tertib sosial ialah keadaan suatu masyarakat dengan kehidupannya yang teratur, dinamis, sebagai hasil dari hubungan sosial yang harmonis dan selaras dengan norma dan nilai sosial dalam interaksi masyarakat. Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial
Tertib sosial ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut, yaitu;
a. Individu atau kelompok bertindak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku
b. Adanya pranata-pranata sosial yang saling mendukung
c. Adanya sistem norma dan nilai-nilai sosial yang diakui dan dijunjung tinggi oleh masyarakat.
d. Adanya kerjasama yang harmonis dan menyenangkan.
2. Order
Order ialah sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Contoh dari order adalah kerja bakti atau dikenal dengan gotong royong, tepo seliro atau dikenal dengan toleransi.
3. Keajegan

Adalah keteraturan sosial yang tetap dan relatif tidak berubah sebagai hasil hubungan selaras antara tindakan, norma, dan nilai dalam interaksi sosial. Keajegan dapat dikatakan sebagai kebiasaan yang sudah dilembagakan, sebagai contoh kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah yang disertai dengan kedisiplinan dan ketaatan siswa terhadap peraturan sekolah.
4. Pola
Pola artinya gambaran atau corak hubungan sosial yang tetap dalam interaksi sosial. Contoh pola adalah kewajiban untuk menghormati orang yang lebih tua.

1. Proses yang assosiatif
a. Bekerja sama (Cooperation)
Pola-pola kerja sama dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Umumnya kerja sama akan semakin kuat apabila ada bahaya atau ancaman dari luar.

Dalam bentuk pelaksanaanya ada 5 bentuk kerja sama;

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

1) Bargaining
Yaitu suatu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua orang atau dua organisasi atau lebih.
2) Co-optation
Yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam organisasi yang bersangkutan.
3) Coalition

Yaitu suatu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi sifatnya kooperatif.
4) Joint-venture
Yaitu suatu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, dengan perjanjian proporsi keuntungan tertentu pula.
5) Accomodation (Akomodasi)
Istilah akomodasi dapat digunakan dalam dua keperluan, yaitu;
– untuk menunjuk pada suatu keadaan
– untuk menunjuk suatu proses

Akomodasi sebagai suatu proses dapat memiliki bentuk sebagai berikut;

1) Tolerant-participation
Yaitu suatu watak perseorangan atau kelompok untuk sedapat mungkin menghindari perselisihan. Individu semacam itu disebut tolerant.
2) Compromise
Yaitu suatu bentuk akomodasi, masing-masing pihak mengerti pihak lain, sehingga pihak-pihak yang bersangkutan mengurangi tuntutannya agar tercapai penyeselesaiannya terhadap perselisihan. Kompromi dapat pula berarti perundingan.
3) Coercion
Merupakan bentuk akomodasi yang proses pelaksanaanya menggunakan paksaan.
4) Arbitration
Yaitu proses akomodasi yang proses pelaksanaanya menggunakan pihak ketiga dengan kedudukan yang lebih tinggi dari kedua belah pihak yang bertentangan.
5) Mediation
Yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikan kedua belah pihak yang berdamai.
6) Conciliation
Yaitu suatu usaha untuk mempertemukan keinginan yang berselisih, agar tercapai persetujuan bersama.
7) Adjudication
Yaitu penyelesaian perkara melalui pengadilan.
8) Stalemate

Merupakan suatu akomodasi semacam balance of power (politik keseimbangan) sehingga kedua belah yang berselisih sampai pada titik kekuatan yang seimbang. Posisi itu sama dengan zero option (titik nol) yang sama-sama mengurangi kekuatan serendah mungkin. Dua belah pihak yang bertentangan tidak dapat mencapai tidak dapat lagi maju atau mundur.
Tujuan dari akomodasi adalah sebagai berikut;
1) mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok yang saling berselisih.
2) mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu
3) memungkinkan tejadinya kerja sama antar kelompok-kelompok sosial.
4) Mengupayakan peleburan antar kelompok-kelompok sosial.

Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial | medsis | 4.5