Hadis tentang Larangan Mendekati Zina

Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
“Barangsiapa beriman kepada Allah Swt. dan hari akhir maka janganlah
berdua-duaan dengan wanita yang tidak bersama mahramnya karena yang
ketiga adalah setan.” (H.R. Ahmad)

Kewajiban menutup aurat dengan berbusana sesuai dengan syari’at Islam,
merupakan salah satu akhlak yang sangat penting dalam Islam. Pernerapan perilaku
tersebut dalam pergaulan sehari-hari di antaranya dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1. Menjaga pergaulan yang sehat
Beruntunglah para pemuda dan remaja yang bisa menjaga pergaulan sesuai
dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan pergaulan yang sehat, bernilai positif,
dan mengandung manfaat. Pergaulan yang sehat antara laki-laki dan perempuan
merupakan pergaulan yang terbebas dari nafsu yang bisa mengarah kepada
hubungan seksual di luar nikah.
Pergaulan remaja dan muda-mudi saat ini memang sudah sedemikian tipis
batasan-batasannya. Tidak mudah untuk membatasi pergaulan itu. Ditambah
lagi dengan berbagai kemudahan akses, baik melalui telepon, SMS, chatting, dan
situs jejaring sosial. Dengan berbagai sarana itu pergaulan remaja pada umumnya
saat ini menjadi begitu dekat dan mudah. Persoalan yang lebih memprihatinkan
adalah para remaja tidak paham dan kadang tidak peduli mana batas-batas yang
wajar, mana yang tidak wajar, dan mana yang sudah kebablasan.

jangan-dekati-zina

Lantas apa batasan pergaulan itu? Dalam hal ini Rasulullah saw. memberikan
batasan berupa larangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan melalui
hadis berikut:
Artinya: “Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah saw. bersabda, Janganlah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mah}ramnya),
dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mah}ramnya …” (H.R.
Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga aurat
Aurat merupakan bagian dari tubuh yang harus dilindungi dan ditutupi agar
terjaga dari pandangan lawan jenis. Aurat perempuan adalah seluruh bagian
tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan aurat laki-laki adalah
bagian tubuh antara pusar sampai dengan lutut.
Agar aurat perempuan tertutup maka diwajibkan untuk menggunakan jilbab
dan pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, termasuk menutupi bagian
dada. Kain kerudung dan pakaian itu pun merupakan kain yang disyari’atkan,
misal kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit atau ketat, dan bisa
menyamarkan lekuk tubuh perempuan. Demikian juga dengan laki-laki, agar
terjaga dari pandangan maka bagian tubuh yang menjadi aurat itu harus dijaga
dari pandangan lawan jenis, caranya ditutup dengan pakaian yang sesuai.
Firman Allah Swt. yang artinya, “Dan katakanlah kepada para perempuan yang
beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya,
dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa)
terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya” (Q.S. an-
Nμr/24:31)

3. Menjaga pandangan
Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya termasuk celah
bagi setan melancarkan strategi untuk menggodanya. Kalau cuma sekilas saja
atau spontanitas atau tidak sengaja, pandangan mata itu tidak menjadi masalah.
Pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan, tetapi jika berkelanjutan
maka haram hukumnya. Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “Dari ‘Abdulah
bin Buraidah dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada ‘Ali bin
Abi °alib, Hai ‘Ali! Janganlah kau ikuti pandangan pertama dengan pandangan
selanjutnya, karena yang pertama dimaafkan, tapi yang selanjutnya tidak.” (H.R.
Ahmad)

Untuk menjaga agar pandangan pertama tidak disertai tujuan lain tersebut,
cepatlah kendalikan diri kita. Salah satunya dengan cara menundukkan
pandangan. Sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati
kita. Segera mohon pertolongan kepada Allah Swt. agar kita tidak mengulangi
pandangan yang mengandung unsur nakal itu.
4. Menjaga kehormatan
Organ paling pribadi manusia sering disebut atau diperhalus dengan kata
“kehormatan”. Jika direnungkan secara mendalam, sebutan ini sungguh sangat
arif dan tepat. Benteng paling akhir dari harga diri dan kehormatan manusia
baik laki-laki maupun perempuan adalah pada organ tubuh yang paling pribadi
tersebut. Terkadang organ vital manusia juga disebut dengan “kemaluan”. Hal ini
juga relevan karena palang pintu rasa malu terakhir adalah pada bagian tubuh
tersebut. Orang dewasa yang normal, baik laki-laki maupun perempuan tentu
sangat malu jika organ vitalnya itu terlihat oleh pihak lain yang tidak mempunyai
hak untuk memandangnya.
5. Meningkatkan aktivitas dan rajin berpuasa
Bagi para pemuda dan remaja yang belum menikah disarankan untuk
memperbanyak aktivitas atau kegiatan yang positif. Hal ini bisa membuat
mengalihkan perhatian dan pikiran mesum. Ikutlah kegiatan olah raga,
ekstrakurikuler, kursus, bimbingan belajar, pekerjaan tambahan dan lain-lain.

Menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas dapat menyebabkan perhatian kita
selalu ke arah yang positif.
Cara lain yang bisa ditempuh untuk menahan nafsu bagi para pemuda dan
remaja yang belum menikah adalah dengan berpuasa sunah. Islam itu indah dan
sehat, dengan taat beribadah dan rajin puasa maka otomatis pikiran dan hati
menjadi bersih dan jernih. Tidak akan terlintas di pikiran kita untuk melakukan
hal yang melanggar kesusilaan. Perhatikan hadis Rasulullah saw. berikut ini!
Artinya: “Dari Abdurrahman bin Yazid dari Abdullah ia berkata; Rasulullah
saw. mengatakan kepada kami, “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara
kalian mampu ba`ah maka menikahlah karena hal itu dapat menundukkan
pandangan dan menjaga kemaluan, barangsiapa yang tidak mampu, hendaklah
berpuasa karena hal itu dapat menekan hawa nafsunya.” (H.R. Ahmad)

Hadis tentang Larangan Mendekati Zina | medsis | 4.5