Gunung-gunung api di Indonesia

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Gunung-gunung api di Indonesia dapat dikelompokkan
menjadi lima rangkaian, yaitu:

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Gunung-gunung api di Indonesia
1) Rangkaian Sunda, yaitu rangkaian gunung berapi yang
memanjang dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa,
Flores hingga Alor.
2) Rangkaian Banda, sebagian besar terletak di bawah permukaan
laut.
3) Rangkaian Minahasa dan Sangihe, rangkaian ini masih aktif,
seperti di Gunung Soputan dan Gunung Lokon.
4) Rangkaian Halmahera, yang terdapat di sekitar Halmahera.
5) Rangkaian Sulawesi Selatan, merupakan rangkaian yang
sudah tidak aktif (mati).
Gunung api ketika akan meletus sudah memberikan tandatanda atau gejala. Tanda-tanda ini perlu dikenali oleh masyarakat
sekitar, sehingga dapat dilakukan usaha penyelamatan atau
pengungsian. Tanda-tanda gunung api akan meletus, yaitu:
1) Temperatur di sekitar kawah naik.
2) Banyak sumber air mengering.

3) Sering terjadi gempa.
4) Sering terdengar suara gemuruh di sekitar puncak gunung.
5) Banyak binatang yang turun gunung atau berpindah.
Selain tanda-tanda atau gejala gunung api akan meletus,
gunung api juga memperlihatkan tanda atau gejala akan selesai
meletus (pascavulkanik). Gejala-gejala gunung api akan padam
(pascavulkanik) adalah:
1) Munculnya ekshalasi atau sumber gas, contohnya di Dieng,
Jawa Tengah.
2) Keluarnya mata air panas, contohnya di Cimelati, Jawa Barat.
3) Munculnya mata air makdani, yaitu mata air panas yang
mengandung mineral seperti belerang. Contohnya di Maribaya
(Jawa Barat), Baturaden dan Dieng (Jawa Tengah).
4) Munculnya geyser, yaitu mata air panas yang disemburkan
ke udara. Ketinggian geyser dapat mencapai 70 m. Contoh di
Irlandia dan Yellowstone Park (Amerika Serikat).
Aktivitas vulkanisme bisa menimbulkan dampak negatif bagi
kehidupan. Seperti beberapa waktu yang lalu dirasakan oleh warga
sekitar Gunung Merapi. Gempa vulkanik mereka rasakan,
membuat panik dan harus rela kehilangan harta benda. Wedhus
gembel yang dihasilkannya juga telah membakar hutan-hutan di
sekitar Merapi. Hujan abu yang tebal dan meluas menyebabkan
gangguan pernapasan dan penglihatan, hingga gagal panen akibat
tanaman layu tertutup abu.
Memang peristiwa vulkanis bisa membawa bencana, tetapi
setelah tragedi tersebut berlalu, banyak hikmah yang bisa diambil.
Meletusnya gunung api bisa meninggalkan fenomena unik, seperti
kawah baru yang indah, sumber air panas yang memancar,
munculnya sumber air mineral, mata air panas dan sebagainya,
yang semuanya itu akan menarik dan berpotensi dikembangkan
sebagai objek wisata. Cobalah temukan objek wisata di Indonesia
yang mengangkat fenomena vulkanisme sebagai daya tariknya!
Tidak itu saja, tanah subur juga akan diperoleh setelah beberapa
waktu kemudian.

Gunung-gunung api di Indonesia | medsis | 4.5